NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tensei Shitara Sainou ga Atta Ken ~ Isekai Itte mo Doryoku Suru ~ Volume 2 Chapter 15

Chapter 15

Perang Total


"Apa kalian terluka? Tidak apa-apa, kan?"

Begitu keluar dari labirin, Sieg dan Maria langsung berlari menghampiri kami. Sieg menyapa dengan cemas, sementara Maria merentangkan kedua tangannya, mendekap aku dan Clarice bersamaan.

"Kami tidak apa-apa. Iya, kan, Clarice?"

"Iya. Terima kasih sudah mengkhawatirkan kami."

Mendengar jawaban kami, Maria mengembuskan napas lega seolah beban berat baru saja terangkat dari pundaknya.

"Bagaimana dengan para semut itu?"

"Ya. Queen Ant sudah berhasil kami kalahkan. Tapi kurasa masih banyak semut lain yang sedang menuju ke mari."

Aku menjawab sembari memperhatikan Ralph dan para staf guild lainnya yang telah memastikan semua orang keluar, lalu menutup rapat pintu gerbang labirin.

Jika pintu itu sekokoh kelihatannya, seharusnya ia bisa bertahan cukup lama. Pintu itu saja sudah membuatku tenang, tapi aku lebih terkejut lagi melihat jumlah petualang yang mengepung labirin. Jumlahnya dengan mudah melampaui seratus orang.

Jika diperhatikan baik-baik, para petualang yang berada di Ilgusia pun ikut datang. Dengan begini, kami bisa menghadapi lawan dalam jumlah besar.

"Begitu ya! Jadi kalian berhasil mengalahkan Queen Ant! Kau bilang itu tingkat ancaman B, kan! Hebat sekali kalian bisa menumbangkannya!"

Sieg bertepuk tangan kegirangan, dan aku pun ikut merasa senang, namun aku harus tetap waspada dan mempersiapkan kemungkinan terburuk.

"Terima kasih. Tapi kalau sedang sial, mungkin kita bahkan belum menghabisi sepertiga dari total mereka. Jadi, bolehkah kami istirahat sebentar untuk bersiap menghadapi apa yang akan datang?"

"Kerja bagus. Aku sudah memesankan penginapan di dekat labirin untuk mereka yang masuk ke dalam tadi. Mungkin kalian hanya bisa istirahat sebentar, tapi beristirahatlah bersama Lord Sieg."

Bukan Sieg yang menjawab kata-kataku, melainkan Margrave Carmel yang berjalan mendekat ke arah kami.

"Terima kasih banyak. Kalau begitu, kami permisi."

Aku menerima kebaikan Margrave Carmel dan melangkah menuju penginapan. Sepertinya Ike dan ketiga party lainnya sudah beristirahat lebih dulu.

Meski begitu, aku merasa telah berkembang pesat hari ini. Sambil berjalan menuju penginapan, aku mencoba menggunakan Appraisal pada diriku sendiri.


[Nama] Mars Bryant

[Gelar] Wind King / Goblin Slayer

[Status] Human / Putra Kedua Keluarga Viscount Bryant

[Kondisi] Baik

[Usia] 8 Tahun

[Level] 23 (+2)

[HP] 140 / 140

[MP] 5890 / 8010

[Strength] 91 (+7)

[Agility] 98 (+8)

[Magic Power] 142 (+9)

[Dexterity] 124 (+9)

[Endurance] 88 (+7)

[Luck] 30

[Innate Ability] Gifted (Lv MAX)

[Innate Ability] Heavenly Eye (Lv 8)

[Innate Ability] Lightning Magic S (Lv 2 / 20) (1 → 2)

[Special Ability] Swordsmanship B (Lv 8 / 17) (7 → 8)

[Special Ability] Fire Magic F (Lv 6 / 8)

[Special Ability] Water Magic G (Lv 3 / 5)

[Special Ability] Earth Magic G (Lv 4 / 5)

[Special Ability] Wind Magic A (Lv 15 / 19) (14 → 15)

[Special Ability] Holy Magic C (Lv 6 / 15)

[Equipment] Mithril Sword, Sylph Dagger, Bracelet of Disguise


Mungkin karena bakat Lightning Magic-ku berada di peringkat S, levelnya sudah naik ke level 2 dalam beberapa hari saja. Aku juga senang karena level Swordsmanship-ku meningkat.

Selanjutnya adalah Clarice. Dia juga sangat aktif tadi dengan Magic Arrow-nya.


[Nama] Clarice Lampard

[Gelar] —

[Status] Human / Putri Sulung Keluarga Baron Lampard

[Kondisi] Baik

[Usia] 8 Tahun

[Level] 27 (+2)

[HP] 128 / 128

[MP] 108 / 634

[Strength] 55 (+4)

[Agility] 59 (+4)

[Magic Power] 81 (+6)

[Dexterity] 89 (+6)

[Endurance] 54 (+3)

[Luck] 20

[Innate Ability] Barrier Magic G (Lv 1 / 5)

[Special Ability] Swordsmanship C (Lv 4 / 15)

[Special Ability] Archery B (Lv 8 / 17) (7 → 8)

[Special Ability] Water Magic C (Lv 3 / 15)

[Special Ability] Wind Magic G (Lv 1 / 5) (NEW)

[Special Ability] Holy Magic A (Lv 8 / 19) (7 → 8)

[Equipment] Defender, Magic Arrow, Saint Robe, Mysterious Anklet, Hairpin of Pledged Love, Bracelet of Disguise


Entah mengapa Clarice mempelajari Wind Magic yang seharusnya tidak ia gunakan, tapi mungkin itu berkat Magic Arrow. Di keterangannya tertulis bahwa Magic Arrow tersebut telah diberi Enchant sihir angin.

Setibanya di penginapan, aku meminum Magic Potion, mandi sebentar, dan tepat saat aku hendak tidur, terdengar suara gedoran pintu yang keras disertai teriakan yang memanggil namaku. Pemilik suara itu adalah Sieg yang baru saja berpisah denganku tadi.

"Mars! Bangun! Para semut berhasil menjebol pintu labirin dan keluar!"

Apa katamu? Pintu setebal itu?!

"Baik! Aku segera ke sana!"

Aku bergegas keluar, dan dari kamar Clarice di sebelah, Maria pun muncul.

"Kalian berdua pergilah duluan! Begitu Clarice selesai mandi, kami akan menyusul secepat mungkin!"

Aku ingin membiarkan dia menikmati mandi air panas kesukaannya dengan tenang, tapi sekarang bukan saatnya untuk itu.

Begitu aku sampai di depan labirin bersama Sieg, kekacauan besar sudah terjadi di sana.

"Kenapa pintunya bisa hancur secepat ini?!"

Tanyaku pada Sieg sambil terus berlari.

"Queen Ant! Ada laporan bahwa asam kuat yang keluar dari mulut Queen Ant melelehkan pintu labirin, lalu mereka menjebolnya dari sana!"

Jawabnya dengan napas terengah-engah. Begitu ya…… jika itu asam yang tadi, masuk akal juga. Dan fakta bahwa garis pertahanan belum hancur meski Queen Ant sudah keluar ke permukaan, adalah bukti bahwa Burns sedang bertarung.

Begitu sampai di dekat lokasi, tanpa ragu aku mengambil posisi di sebelah kiri Burns yang sedang sibuk melubangi perut para semut tepat di depan pintu masuk labirin.

Di dekatnya, tergeletak bangkai Queen Ant dengan antena yang terputus dan kepala yang terbelah. Namun, Burns juga tidak tanpa luka; terlihat bekas luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

"Aku akan membantumu!"

Aku menghunus pedang perak Mithril dan mengaktifkan Sylpheed. Alasan aku tidak menggunakan Tornado adalah karena aku tidak tahu kerusakan apa yang akan ditimbulkan jika digunakan di tengah kota.

Bukan hanya bangunan yang akan hancur. Jika ada semut yang tidak mati terkena Tornado dan malah terlempar jauh, itu akan menjadi masalah besar.

"Mars?! Kau, bukannya kau seorang penyihir?!"

Burns yang sedang sibuk merobek-robek dan melempar semut di sebelahku bertanya sambil terus menatap ke arahku. Baginya, serangan Killer Ant sepertinya hanya terasa seperti gigitan nyamuk.

"Aku memang penyihir, tapi aku juga bisa sedikit menggunakan pedang. Tapi jangan terlalu berharap banyak."

Burns yang sempat memperhatikan caraku mengayunkan pedang tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.

"Kau bilang 'sedikit'?! Kurasa ayunan pedangmu lebih mantap daripada siapa pun di sini! Jika kau pergi ke Akademi Nasional Lister dan meminta bimbingan dari orang yang tepat, kau pasti bisa menguasai satu atau dua teknik pedang mematikan."

Nama Akademi Nasional Lister muncul lagi…… apakah tempat itu sehebat itu?

Sambil mengaktifkan Sylpheed, aku kini bisa menghabisi Killer Ant hanya dengan satu tebasan.

Aku sempat berharap mungkin aku mendapatkan gelar Ant Slayer, tapi ternyata tidak. Aku hanya menjadi lebih kuat secara alami. Namun jika begini terus, gelar Ant Slayer mungkin bukan sekadar mimpi.

Karena mulai merasa di atas angin, aku mengamati sekeliling.

Ike mengambil posisi di atas pintu masuk labirin, menjatuhkan semut yang mencoba merayap naik atau menusuk mereka dari atas dengan tombak.

Di belakang Burns, para beastman milik pedagang budak Herick menangani semut-semut yang lolos dari jangkauan Burns.

Di sisi kanan, para petualang Almeria membentuk lingkaran besar sesuai instruksi Ralph, memancing para semut ke sana lalu menghajar mereka beramai-ramai.

Ketiga party—Blue Fang, Red Wing, dan Black Three Wolf Stars—yang tadinya berada di sisi kiri Burns sebelum aku datang, kini menyebar luas bersama para petualang dari Ilgusia, bersiaga agar tidak ada semut yang lolos dari kepungan.

Lalu, Clarice yang rambutnya masih basah berlari ke arah kami sambil memegang botol kosong yang sepertinya bekas Magic Potion.

"Maaf! Aku terlambat!"

Tadinya aku ingin bantuan seseorang jika ada semut yang luput dariku, tapi dengan adanya Clarice, kekuatanku serasa bertambah seratus kali lipat. Clarice juga menggunakan Defender untuk menebas Killer Ant demi menghemat MP.

Maria yang berlari bersama Clarice pun bergabung dengan Sieg, dan tepat saat semua pemeran utama telah berkumpul……

Bercampur dengan para Killer Ant, muncul semut merah dalam jumlah besar, yaitu Guard Ant, keluar dari labirin. Di belakang mereka, terlihat bayangan hitam besar milik Queen Ant.

"Cih! Merepotkan saja, yang besar datang lagi!"

Burns mengernyitkan wajahnya. Sepertinya bagi Burns pun, Queen Ant adalah lawan yang enggan ia hadapi.

"Mars! Kau urus yang kecil-kecil! Aku yang akan menangani si besar itu!"

Tanpa disuruh pun, sejak awal aku memang berniat begitu. Aku menebas mereka sambil menepis asam dengan Sylpheed.

Namun, jika Killer Ant bisa tumbang dalam satu tebasan, tidak demikian dengan Guard Ant. Statistik Guard Ant sedikit lebih tinggi, dan itu cukup berpengaruh.

Saat Guard Ant yang gagal kubunuh menyemburkan asam, Clarice yang membawa Defender kesulitan untuk mendekat, sehingga ia berganti ke Magic Arrow untuk menghabisi mereka.

Meskipun dia sudah meminum Magic Potion, situasi ini tidaklah ideal.

Lalu, bantuan datang seolah bisa membaca isi pikiranku.

"Mars! Gunakan ini!"

Ike melemparkan Salamander Sword, pedang elemen api.

"Terima kasih!"

Dengan mengaktifkan Sylpheed dan memberikan Enchant sihir api pada Salamander Sword untuk meningkatkan daya serangnya, satu tebasan sudah cukup untuk menumbangkan Guard Ant.

Aku melakukannya seolah-olah itu hal biasa, tapi bisa menggunakan Sylpheed dan Enchant sihir api secara bersamaan adalah pencapaian besar.

Burns sendiri berhasil mengalahkan Queen Ant meski ia menerima beberapa luka. Caranya menyerang tanpa menghindari semburan asam Queen Ant benar-benar mengerikan untuk dilihat. Mungkin hanya Burns yang memiliki Endurance tinggi yang bisa melakukan hal segila itu.

Seperti dugaan, yang paling kesulitan adalah para petualang Almeria di sisi kanan Burns.

Meski Ralph memimpin koordinasi dengan baik, mereka tidak punya persiapan melawan serangan asam.

Mereka berhasil membantai Guard Ant dengan rotasi yang baik, namun telah menderita kerusakan yang cukup parah.

Ralph yang menjadi tumpuan pun, entah karena faktor usia atau karena jarang menggerakkan tubuh, statistik-nya sudah menurun dibandingkan saat aku memeriksanya tiga tahun lalu.

Namun, sosoknya yang menyatukan dan menyemangati para petualang yang hampir putus asa itu patut diacungi jempol.

Melihat kondisi Ralph dan yang lain, party Blue Fang dan Red Wing yang sepertinya sudah menerima instruksi dari Sieg segera memberikan bantuan.

Sementara itu, Black Three Wolf Stars berada di sisi Sieg untuk mengawal Sieg dan Maria, sekaligus menjadi kurir pesan bagi Sieg. Karena munculnya Guard Ant membuat garis pertempuran semakin luas, suara Sieg sudah tidak bisa lagi menjangkau semua orang.

"Oi! Bisakah mayat-mayat semut ini disingkirkan?! Benar-benar menghalangi jalan!"

Burns tadinya melemparkan semut yang ia bunuh ke belakang, tapi sepertinya ia mulai merasa jengkel.

"Baik! Aku akan membakarnya! Clarice! Tolong jaga area ini sebentar!"

Setelah menghabisi Guard Ant yang tersisa, aku melepaskan Fire ke arah tumpukan mayat itu.

"Mars…… bukankah kau seorang penyihir angin?"

Burns bertanya padaku setelah melihatku membakar bangkai-bangkai itu.

"Iya. Aku penyihir angin, tapi aku juga bisa sedikit menggunakan sihir api."

"Hoh. Apa ada hal lain yang bisa kau lakukan?"

Tatapan Burns yang seolah sedang menaksir nilaiku terasa menusuk.

"Sedikit…… Aku tidak terlalu suka membicarakan kemampuanku, jadi mungkin lain kali saja……"

Tepat saat aku sedang menahan tatapan penuh curiga dari Burns, Guard Ant muncul lagi. Kali ini bersama Mother Ant. Dan jika Guard Ant muncul, tentu saja sosok Queen Ant juga terlihat.

"Oi! Mars! Apa kau bisa menangani mereka juga?!"

"Bisa! Selama itu bukan Queen Ant!"

Dengan Sylpheed, Salamander Sword yang diberi Enchant sihir api, serta Vision. Aku mengerahkan segala hal yang bisa digunakan dalam pertarungan jarak dekat, ditambah rentetan Wind Cutter, lalu menerjang semua musuh selain Queen Ant. Aku sampai tidak sadar lagi apa yang sedang kurapalkan di tengah jalan.

Meski ada beberapa yang luput, Clarice segera memberikan dukungan, sehingga semua semut yang menuju ke arah kami berhasil dihabisi.

Burns juga berhasil menumbangkan Queen Ant meski ia sendiri menerima serangan, tapi karena level Queen Ant kali ini lebih tinggi, HP Burns mulai menunjukkan sinyal kuning.

Dan masalahnya adalah garis pertahanan di sisi Ralph.

Karena tidak ada penyerang dengan daya rusak tinggi yang bisa mengalahkan Mother Ant, mereka menjadi tidak berdaya saat monster itu datang.

Sejak awal, memang tidak ada petualang Almeria yang lebih kuat dari Mother Ant. Bahkan saat mencoba mengeroyoknya, mereka terhalang oleh semut-semut lain. Sieg dan Maria berusaha keras meluncurkan Stone Bullet dan Ice Arrow, tapi mereka hanya mampu menghabisi beberapa ekor saja.

Melihat hal itu, Burns memerintahkan para beastman di belakangnya.

"Oi! Kalian! Bantu mereka!"

Para beastman mengikuti perintah Burns dan bergegas menuju para petualang yang sedang kesulitan. Aku sama sekali tidak menyangka Burns akan mempedulikan para petualang Almeria.

"Jangan salah paham, ya?! Elie ada di belakang mereka. Artinya, jika mereka mati, Elie akan dalam bahaya. Cuma itu!"

Seolah membaca ekspresi wajahku, Burns memberikan penjelasan tambahan. Begitu ya, jadi itu alasannya dia tidak bisa membiarkan para petualang Almeria tumbang.

Berkat bantuan para beastman, Ralph dan yang lainnya berhasil bertahan. Namun, lebih dari separuh petualang Almeria sudah tidak mampu bertarung.

Mereka yang tersisa pun sudah babak belur. Aku juga mulai mencemaskan MP Sieg dan Maria. Jika dalam kondisi ini Burns sampai tumbang, kami pasti akan musnah.

"Ayah! Apakah boleh?!"

Jika orang lain yang mendengar, mereka pasti bingung apa maksudnya. Tapi Sieg pasti paham. Untungnya Sieg sudah berada di dekat kami untuk memantau situasi setelah barisan Ralph mulai stabil.

"……Baiklah! Aku juga akan mengambil risiko! Aku izinkan!"

"Terima kasih! Burns-sama! Bisakah Anda tenang sebentar?"

Tepat saat serangan badai milik Burns yang bisa membuat siapa pun sekarat itu berhenti, aku merapalkan Heal dengan suara sekecil mungkin.

Burns terbelalak kaget. Setelah merapalkan Heal enam kali, aku memeriksa Burns lagi dengan Appraisal dan memastikan HP-nya sudah penuh kembali.

"Jika bisa, tolong rahasiakan hal ini. Mengenai masalah Nona Elie, aku akan melakukan yang terbaik."

"……Jangan-jangan, Mars. Kau adalah seorang penyihir suci……?"

Sudut bibir Burns sedikit terangkat saat ia kembali melancarkan serangan badainya.

"Iya. Walau hanya sedikit…… bisakah Anda merahasiakannya?"

Clarice yang mendengar percakapan itu pun menunjukkan wajah cemas sambil terus bertarung melawan para semut.

"Tentu saja! Jika aku memberitahu seseorang dan hal itu tersebar, kau akan direbut oleh negara atau Party peringkat A sebelum kau bisa menyembuhkan Elie!"

Burns berusaha mengecilkan suaranya, tapi mungkin karena terlalu bersemangat, suaranya tetap terdengar keras.

"……Tak kusangka di tempat seperti ini…… Akhirnya…… akhirnya Elie bisa……"

Gumam Burns tanpa sadar. Aku bisa membayangkan betapa dia sangat mengkhawatirkan Elie dari lubuk hatinya.

Setelah menghabisi Guard Ant dan Mother Ant, para petualang mulai bersorak saat hanya Killer Ant yang keluar untuk beberapa saat. Beberapa petualang bahkan berteriak, "Inilah yang terakhir!".

Namun kenyataan tidak semanis itu. Dari kedalaman labirin, Guard Ant dan Mother Ant kembali terlihat. Terlebih lagi, kali ini tidak ada Killer Ant; musuh kroco-nya hanyalah Guard Ant dan Mother Ant.

Dan dari belakang mereka, muncul semut dengan warna yang belum pernah kulihat sebelumnya. Bentuk tubuhnya menyerupai Queen Ant, namun ia berkilau hitam.

Kilauan itu bukan karena pantulan sinar matahari, melainkan seolah semut itu sendiri yang memancarkan cahaya. Dan yang lebih mengejutkan adalah hasil Appraisal-nya.


[Nama] Arlyn

[Gelar] —

[Ras] Queen Ant

[Threat] A

[Kondisi] Baik

[Usia] 3 Tahun

[Level] 1

[HP] 520 / 520

[MP] 250 / 250

[Strength] 268

[Agility] 221

[Magic Power] 52

[Dexterity] 101

[Endurance] 325

[Luck] 1

[Special Ability] HP Recovery Boost E (Lv 4 / 11)

[Special Ability] Earth Magic C (Lv 6 / 15)


Ini adalah pertama kalinya aku bertemu monster dengan nama—seorang Named. Ditambah lagi, tingkat ancamannya A. Statistiknya benar-benar luar biasa.

Namun, meskipun statistiknya sekuat itu, keberadaan Burns di pihak kami membuatku merasa kami masih punya peluang. Sejujurnya, jika Burns tidak ada di sini, aku pasti sudah mencari cara untuk melarikan diri.

"Mars! Lepaskan Tornado! Jangan pedulikan apa yang akan terjadi pada bangunan-bangunan itu! Ralph dan yang lainnya sudah tidak punya tenaga untuk menahan serangan Guard Ant atau Mother Ant! Ike! Mars akan merapalkan Tornado! Hati-hati jangan sampai terseret!"

"Baik! Mother Ant pasti akan ada yang lolos, jadi tolong tangani masing-masing!"

Mengikuti instruksi Sieg yang menyadari situasi darurat ini, aku memicu Tornado yang sudah disisipi Wind Cutter di depan labirin.

Sesuai dugaan, aku berhasil mencincang para Guard Ant, namun Mother Ant hanya kehilangan sekitar separuh HP-nya. Sedangkan Arlyn si Queen Ant hanya menerima kerusakan sekitar 10 poin. Bahkan, HP-nya mulai pulih berkat efek HP Recovery Boost.

Tapi sejak awal, aku memang berniat menyerahkan Queen Ant Arlyn pada Burns. Clarice sepertinya juga berpikiran sama.

"Mars! Aku akan bergabung dengan Kakak dan memanah Mother Ant yang tersebar dari atas!"

Clarice memutar menghindari Tornado untuk bergabung dengan Ike, lalu mulai menembus Mother Ant yang lolos menggunakan Magic Arrow.

Aku juga menghabisi Mother Ant satu per satu dengan Salamander Sword, namun akhirnya garis pertahanan Ralph di sisi kanan hancur. Di tengah kekacauan itu, para beastman bertarung gagah berani tanpa mundur hingga ada yang harus gugur.

Ike dan Clarice yang menyadari hal itu mencoba membantu Ralph, namun karena Tornado milikku aktif tepat di depan mereka, jalur tembakan mereka terhalang.

Ike hanya bisa mendaratkan Fireball pada semut yang ia incar, sementara Clarice, sesuai rencana awal, memanah semut yang luput dariku.

Tentu saja Sieg dan yang lainnya menggunakan seluruh sisa MP mereka untuk membantu Ralph, namun semut-semut mulai mendekati mereka, membuat party Blue Fang, Red Wing, dan Black Three Wolf Stars harus menjadi perisai bagi Sieg dan Maria.

Jika dibiarkan terus…… tapi jika aku meninggalkan tempat ini, ada kemungkinan Burns akan kalah…… Di saat aku sedang ragu apakah harus pergi membantu Ralph atau tidak, Burns berteriak.

"Oi! Mars! Kau pergilah ke tempat para petualang itu!"

"Tapi! Apakah Anda akan baik-baik saja?!"

"Aku tidak peduli dengan kota ini atau para petualang itu, tapi jika pertahanan di sana jebol, Elie yang ada di belakang mereka akan terancam! Kembali ke sini setelah kau memastikan area itu aman!"

Di sekeliling Queen Ant Arlyn masih banyak Guard Ant dan Mother Ant. Memang benar, jika aku tidak kembali, Burns mungkin akan kewalahan.

Sambil mendoakan keselamatan Burns yang sedang berhadapan dengan Queen Ant Arlyn, aku bergegas menuju sisi kanan tempat Ralph berada.

Dengan balutan Sylpheed, aku segera tiba di sana, namun ternyata bukan hanya para beastman, banyak petualang Almeria yang sudah tumbang. Mereka yang masih memiliki HP di atas dua digit bisa dihitung dengan jari.

Sambil mempertahankan Tornado, aku menghabisi para semut dengan Salamander Sword. Aku ingin sekali memulihkan mereka yang terkapar dengan Heal, tapi selama Tornado aktif, aku bisa menggunakan sihir angin, namun tidak bisa menggunakan sihir suci.

Ditambah lagi, MP-ku pun mulai menunjukkan sinyal kuning. Sebentar lagi MP-ku akan berada di bawah 1.500. Tornado memang boros, tapi konsumsi MP dari Vision benar-benar gila.

Mengingat pertarungan melawan Queen Ant Arlyn nanti, aku harus menghemat MP sebisa mungkin…… karena alasan itulah, aku mengurungkan niat untuk memberikan Heal pada mereka yang terkapar.

Saat semua semut di sisi kanan berhasil dihabisi, yang masih berdiri tegak hanyalah Sieg, Maria, Blue Fang, Red Wing, dan Black Three Wolf Stars. Sieg dan yang lainnya sudah mengerahkan segalanya dan tidak bisa lagi bertarung.

Tapi dengan begini, semua semut di sisi Ralph sudah habis, kan? Saat aku berpikir begitu sambil mengamati sekeliling, aku melihat Margrave Carmel sedang melarikan diri sembari memegang rantai Elie, dikejar oleh seekor Guard Ant.

Apa?!

Bukankah semua Guard Ant seharusnya sudah habis oleh Tornado?

Berarti Guard Ant ini adalah yang sudah ada sebelum Tornado diaktifkan?

Guard Ant menyemburkan asam ke arah Margrave Carmel yang sedang berlari. Tiba-tiba, Margrave Carmel sendiri yang menerima serangan itu demi melindungi Elie. Mungkin dia melakukannya karena memikirkan apa yang akan terjadi jika sesuatu yang buruk menimpa Elie.

Namun Elie sendiri juga menderita luka yang cukup parah. Penyebabnya sudah pasti adalah Tornado milikku.

Puing-puing bangunan yang hancur oleh Tornado berterbangan ke mana-mana sebagai kerikil tajam, dan kaki Elie terluka karena berlari di atasnya.

Meskipun begitu, Elie tetap berlari seolah sedang menarik Margrave Carmel. Pasti jika Margrave Carmel sendirian, dia sudah terkejar oleh Guard Ant.

Begitu aku berhasil menusuk kepala Guard Ant yang mengejar mereka, Margrave Carmel melepaskan rantai Elie dan jatuh tersungkur di tempat.

Keringatnya bercucuran dengan hebat. Yah, mengingat usianya, dia pasti sudah berlari hingga batas kemampuannya. Aku berniat segera kembali ke tempat Burns, tapi aku melihat ada luka baru di wajah Elie.

Kebetulan hawa keberadaan semut di dalam Tornado sudah menghilang, jadi aku menghentikan sihir itu, merapalkan Heal pada wajah Elie, lalu segera berlari menuju Burns.

Begitu aku bergegas menuju lokasi Queen Ant Arlyn, Burns sudah tidak ada di sana.

Yang ada hanyalah seorang pria raksasa berambut panjang, Ike yang sudah lemas, dan Clarice yang terkapar.

Pria berambut panjang itu berlumuran darah dan tampak kesulitan meski hanya untuk berdiri.

Tapi saat ini Clarice adalah prioritas utama! Saat kuperiksa, HP Clarice tidak berkurang, tapi MP-nya sisa 4. Ike memiliki HP 8 dan MP 12. Syukurlah. Sepertinya Clarice hanya pingsan.

Aku segera memulihkan Ike dan menanyakan apa yang terjadi.

"Queen Ant itu gila…… aku merasa seranganku tidak ada yang mempan. Sihir api memang memberikan sedikit kerusakan, tapi sesaat kemudian luka-lukanya langsung pulih."

"Apa yang terjadi pada Clarice?"

"Dia berusaha keras menutupi celah yang kau tinggalkan dengan menggunakan Magic Arrow, dan terakhir dia menggunakan sisa tenaganya untuk memulihkanku hingga MP-nya habis dan dia pingsan."

Sepertinya dia sempat pingsan karena kekurangan mana saat MP-nya mencapai 0, namun berkat Magic Potion, MP-nya mulai pulih kembali.

"Apakah pria berambut panjang itu Burns-sama?"

"Iya. Awalnya dia unggul saat melawan Queen Ant itu. Tapi karena luka-lukanya terus pulih meski sudah diberi kerusakan, kurasa dia meningkatkan daya serangnya."

"Aku tidak melihat semut-semut yang lain…… apakah semuanya sudah dikalahkan?"

"Sepertinya begitu. Lagipula mereka sudah menerima kerusakan dari Tornado milikmu. Aku dan Clarice mengerahkan segalanya, membombardir mereka dengan sihir api dan Magic Arrow. Setelah menghabisi Mother Ant, aku mencoba menyerang Queen Ant, tapi seranganku sama sekali tidak berpengaruh."

"Aku mengerti. Kak Ike, tolong bawa Clarice dan mengungsilah ke tempat Ayah!"

Aku mempercayakan Clarice pada Ike, lalu melangkah menuju Burns yang sedang bertarung melawan Queen Ant Arlyn.

"Burns-sama, wujud apa itu?!"

"Ini adalah Beast King Transformation! Kekuatan dan kecepatanku meningkat, tapi pertahananku menurun! Cepat pulihkan aku!"

Saat aku menggunakan Appraisal pada Burns, HP-nya sudah di bawah 100. Di tengah pertempuran antar monster raksasa itu, aku mencari celah untuk merapalkan Heal pada Burns.

"Mars! Berapa sisa HP Queen Ant ini?! Kurasa aku sudah memberinya kerusakan, tapi dia sama sekali tidak terlihat akan tumbang!"

"Makhluk ini punya kemampuan HP Recovery Boost, jadi jika kita tidak menghabisinya dalam waktu singkat, HP-nya akan terus pulih!"

"Berarti aku dan kau harus bekerja sama untuk menyelesaikannya……"

Burns sudah mengakuiku sepenuhnya, dan secara alami ia menganggap kerja sama kami sebagai prasyarat untuk menang.

"Iya! Tapi MP-ku tinggal sedikit lagi di bawah 1.000!"

"1.000 katamu?! Baru kali ini aku melihat penyihir yang merasa cemas padahal punya MP 1.000! Bahkan penyihir kelas Raja sekalipun akan sangat percaya diri jika punya 1.000 MP!"




Dipuji oleh Burns memang memberiku rasa percaya diri, tapi sekarang bukan saatnya untuk merasa senang. Terlebih lagi, ada kemungkinan masih ada semut lain yang selamat.

Meski tak ada sisa energi untuk menggunakan Search, aku berniat untuk tetap waspada demi meringankan beban Burns.

Namun, di saat itulah sosok Elie yang sedang menatap ke arah kami masuk ke dalam jangkauanku.

Setelah Margrave Carmel tersungkur dan melepaskan rantainya, Elie yang kini bebas mungkin datang karena mengkhawatirkan Burns.

Bukan hanya aku yang menyadari kehadiran Elie, Burns pun menyadarinya.

"Mars, boleh aku bertanya satu hal? Apa ini hanya perasaanku, atau mata kiri Elie memang sudah sembuh?"

Benar saja, jika diperhatikan baik-baik, mata kirinya yang awalnya tampak hancur kini telah pulih.

"Tadi saat Anda menyuruhku menolong Ralph-san, aku melihat Nona Elie terluka dan merapalkan Heal…… mungkin saat itulah luka di mata kirinya ikut sembuh."

"……Begitu ya. Yah, tidak ada kemungkinan lain. Dengan begini aku tidak perlu menunggu Flora lagi."

Burns yang berbulu lebat itu menunjukkan ekspresi seorang ayah, namun ia tetap menghujamkan tinjunya yang menderu ke arah Queen Ant Arlyn. Serangan itu berhasil ditahan oleh Arlyn menggunakan Stone Wall.

Tinju kuat Burns menghancurkan Stone Wall dan mencapai tubuh Arlyn, namun kekuatannya sudah berkurang sehingga tidak bisa memberikan kerusakan yang berarti.

Sebagai balasan, Arlyn melancarkan serangan balik dengan tangannya yang setajam sabit ke arah Burns.

Arlyn tidak membiarkan serangan dari Burns yang berada dalam mode Beast King Transformation mengenainya secara telak; ia sangat berhati-hati.

Jika serangan Burns mendarat dengan telak, Arlyn yang memiliki Endurance tinggi sekalipun tidak akan selamat.

Berharap bisa mengalihkan perhatian Arlyn walau sedikit, aku memutar ke belakang dan menebas dengan kekuatan penuh, tapi kerusakan yang dihasilkan hanya mencapai 10 poin.

Tentu saja, jika aku terkena satu serangan saja dari Arlyn, maka permainan berakhir. Karena itu, Sylpheed dan Vision adalah harga mati. Dalam situasi ini, lebih baik aku berkonsentrasi penuh untuk memulihkan Burns.

MP Arlyn juga tidak tak terbatas. Jika Burns terus memukulnya seperti ini, Arlyn-lah yang akan kehabisan MP lebih dulu. Saat aku berniat kembali ke sisi Burns, dia menghentikanku.

"Mars! Jangan kembali! Mode Beast King Transformation ini tidak akan bertahan lima menit lagi! Begitu modenya lepas, daya serangku akan merosot! Kita selesaikan di sini!"

"Apa?! Tapi kalau begini terus……"

Di tengah kegelisahanku, Burns memberi perintah.

"Gunakan sihir yang membuatku lumpuh saat pertama kali kita bertemu. Jika dia tidak bisa melawan, aku bisa menghabisi HP-nya!"

"……Sihir itu sulit dikendalikan! Konsumsi MP-nya juga sangat tidak wajar, jadi jika aku menembakkannya sekali saja, aku mungkin akan pingsan karena kekurangan mana! Apa Anda yakin?!"

"Kalau terus begini, kita semua akan mati! Jika kau tidak bisa menggunakan Holy Magic, aku pasti sudah membawa Elie kabur dari kota ini! Tidak usah pedulikan aku, lakukan saja!"

Benar, jika tidak diselesaikan sekarang, kami semua akan tamat. Tidak ada waktu untuk ragu.

"Begitu aku bersiap, Burns-sama tolong menjauh! Ada kemungkinan Anda ikut terkena dampaknya!"

Aku berteriak sambil mengumpulkan mana di tangan kanan. Burns mengangguk, lalu melancarkan serangan membabi buta tanpa mempedulikan pertahanan demi memancing perhatian Arlyn.

HP Arlyn memang berkurang, tapi HP Burns terkuras jauh lebih cepat.

Begitu HP Burns turun di bawah 50 dan dia limbung, Arlyn mengangkat tangan sabitnya dengan gerakan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Arlyn juga berniat menyelesaikan pertarungan ini sekarang juga!

Fokus Arlyn sepenuhnya tertuju pada Burns, dia sama sekali tidak menganggapku ada!

Aku melompat ke punggung Arlyn dalam sekejap, sementara Burns yang berhasil mengatur posisinya kembali melakukan backstep untuk menjaga jarak. Sekarang! Aku melepaskan mana emas yang terkumpul di tangan kananku!

"Lightning!"

Petir emas menembus tubuh Arlyn, diiringi suara dentuman keras dan jeritan melengking "Kisyyaaaaaaaaahhhhh!!!!". Dampak dari ledakan itu membuatku yang berada di punggung Arlyn terlempar ke udara, namun aku segera menyelimuti diri dengan Sylpheed dan berhasil mendarat dengan selamat.

Sisa HP Arlyn tinggal 204, statusnya menjadi Paralyzed (Major). Dia hanya bisa menggerakkan mulutnya sedikit sambil mengerang kesakitan di ambang kematian.

Burns tidak menyia-nyiakan kesempatan ini! Seolah meluapkan seluruh rasa frustrasinya, dia menghajar Arlyn habis-habisan. Pukulan seperti meriam itu menghancurkan bagian-bagian tubuh Arlyn.

Aku sempat berpikir untuk ikut menyerang, tapi aku urungkan karena khawatir keberadaanku di dekatnya justru bisa melepaskan status Paralyzed pada Arlyn. Sisa MP-ku tinggal 4. Bahkan untuk menembakkan Wind pun tidak cukup.

Sisa HP Arlyn turun di bawah 100 dan terus merosot dengan cepat.

Jika begini terus, kami pasti menang! HP Arlyn sudah di bawah 10! Tepat saat aku dan Burns merasa yakin akan kemenangan, status Arlyn berubah menjadi Paralyzed (Minor).

"Burns-sama! Kelumpuhannya mulai lepas!"

Teriakanku sia-sia. Sisi kiri tubuh Burns dicabik oleh Arlyn.

Saat aku menggunakan Appraisal pada Burns, HP-nya sudah mencapai 0. Sedangkan HP Arlyn tersisa 2.

Aku menghunus Salamander Sword di tanganku dan menerjang Arlyn yang sekarat, namun Arlyn yang seolah merasa bisa selamat jika melewati saat ini pun mengangkat tangan sabitnya yang sudah hancur.

Meski masih dalam status Paralyzed (Minor) dan gerakannya tidak sempurna, ia tetaplah monster dengan tingkat ancaman A.

Gerakannya jauh lebih cepat dariku! Tapi jika aku mundur sekarang, kemampuan HP Recovery Boost-nya akan membuatku mustahil untuk menang!

Aku harus menyelesaikannya di sini!

"Uwooooooooohhhhh!!!!!"

Semakin dekat aku menjangkau, semakin terasa perbedaan kekuatan yang mutlak itu. Arlyn pasti akan mengayunkan sabitnya lebih dulu.

Tanpa menggunakan Vision pun, aku tahu tak ada peluang bagiku untuk menang meski aku menahannya dengan Salamander Sword.

Kalau begitu, aku harus membulatkan tekad dan tetap mengayunkan pedang! Meski aku terbunuh, asalkan bilah pedang ini mengenainya!

Sesuai dugaanku, tepat saat sabit Arlyn terayun ke bawah, suara itu kembali menyelamatkanku.

"Barrier!"

Bersamaan dengan suara kaca pecah, sabit Arlyn terpental jauh.

Seketika Arlyn mencoba melarikan diri.

Sial! Aku tidak bisa mengejarnya! Dia akan kabur…… Tepat saat aku berpikir begitu.

"Kau…… di sini…… bersamaku…… pergi ke neraka!"

Burns yang sisi kiri tubuhnya telah hilang dan HP-nya 0, mencengkeram kaki Arlyn yang hendak kabur hanya dengan tangan kanannya.

Arlyn yang gerakannya terkunci oleh perlawanan terakhir Burns mencoba membuka mulutnya yang lebar, namun di saat itulah aku menghujamkan Salamander Sword ke dalamnya.

Tanpa sempat mengeluarkan suara terakhir, tubuh Arlyn langsung lenyap meski ini bukan ruangan kemunculan monster di dalam labirin.

Aku menoleh ke arah sumber suara yang melindungiku tadi. Di sana berdiri Clarice yang tersenyum meski harus dipapah oleh Ike.

Sepertinya Ike yang menyadari bahaya yang mengancamku telah membangunkan Clarice, dan mana Clarice yang meminum Magic Potion sudah cukup pulih tepat waktu.

Tapi aku memikirkan itu nanti saja! Aku segera berlari ke arah Burns yang telah mengerahkan sisa tenaga terakhirnya untuk menyelamatkanku. Aku mencoba merapalkan Heal yang seharusnya tidak bisa kupakai karena kekurangan MP, berkali-kali kucoba namun sihir itu tidak mau keluar.

Elie segera berlari dan memeluk tubuh Burns yang tumbang. Mata Burns pun terbuka dengan susah payah.

"Ma……rs. Elie…… ku……titip……kan."

Itulah kata-kata terakhir sang Raja Binatang.

"Serahkan padaku!" teriakku.

Seolah puas mendengar itu, Burns menyentuhkan tangan kanannya ke wajah Elie, menatap wajah gadis itu, lalu mengembuskan napas terakhirnya.

Raungan kesedihan Elie bergema di seluruh kota Almeria, dan operasi pembersihan semut pun berakhir.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close