Cerita Sampingan 2
Pergerakan Awal Kitsune-jin
Pada hari
itu, di ruang kerja kediaman keluarga Grandork, pemimpin suku Kitsune-jin,
terlihat Elba, Gareth, dan Malbus berkumpul mengelilingi meja.
"Elba.
Mengenai 'masalah pembebasan budak' kali ini, setiap suku telah sepakat untuk
menyerahkan mandat sepenuhnya kepada keluarga Grandork kita. Dengan ini, tidak akan ada yang
berani menghalangi meski kita berselisih dengan Baldia."
"Seperti
yang diharapkan dari Ayah. Malbus, bagaimana laporan dari Rapha yang menyusup
ke Baldia?"
Elba
mengalihkan pandangannya sembari tetap menopang dagu.
"Menurut
laporan Kakak, pengumpulan informasi yang Kakak instruksikan selama beberapa
bulan terakhir telah selesai. Verifikasi terhadap informasi yang didapat dari
Robe pun sudah tuntas."
"Begitu
ya. Untuk ukuran
Rapha, sepertinya memakan waktu cukup lama, bukan?"
"Benar.
Kakak bilang, penjagaan di dalam wilayah Baldia ternyata jauh lebih ketat dari
bayangan, sehingga ia terpaksa harus bergerak dengan sangat hati-hati. Selain
itu, sepertinya ada seekor 'kucing' yang merepotkan di kediaman keluarga Baldia,
sehingga ia tidak bisa menyusup ke sana. Kabarnya, ia akan segera pulang
membawa oleh-oleh."
"Hoh,
oleh-oleh ya……"
Sudut bibir
Elba melengkung membentuk senyuman penuh arti.
Selama
beberapa bulan terakhir, demi melancarkan serangan ke Baldia, Elba dan yang
lainnya telah melakukan lobi-lobi kepada para tokoh berpengaruh di dalam maupun
luar negeri, menggunakan koneksi yang mereka dapatkan dari perdagangan budak.
Di saat yang
sama, mereka mengirim Rapha yang mahir menggunakan Illusion Magic (Kajutsu)
ke Baldia untuk memastikan pengumpulan informasi terkini di lapangan tidak
terlewatkan.
"Lalu,
bagaimana dengan penyelidikan yang kuinstruksikan saat Amon dan Sitri pergi ke Baldia?"
"Ini
laporannya."
Saat
menelaah dokumen yang disodorkan Malbus, Elba bergumam pelan.
"Fufu,
ternyata cukup banyak orang berbakat yang berkumpul di bawah Amon, ya."
"Umu.
Aku juga sudah melihat dokumen itu. Sepertinya orang-orang yang menentang
kebijakan kita mulai berkumpul di pihak Amon."
Seperti
yang dikatakan Gareth, dokumen tersebut berisi deretan nama orang-orang yang
bersimpati pada idealisme yang diusung oleh Amon.
"Kakak.
Apa yang akan kau lakukan terhadap mereka dan Amon?"
"Yah,
ada sesuatu yang sedang kupikirkan. Tenang saja, Amon dan orang-orang ini pasti
akan berguna bagi Kitsune-jin. Mereka adalah orang-orang yang sangat peduli pada masa depan suku. Aku
yakin mereka pasti mau bekerja sama……"
Setelah jeda
sejenak, Elba menyeringai angkuh.
"Emas dan waktu sudah dicurahkan
dengan cukup…… Begitu
Rapha kembali, kita akan mulai bergerak."
Gareth
dan Malbus mengangguk sembari tertawa sinis.
◇
Di
saat yang hampir bersamaan, ada sekelompok orang yang sedang mengawasi sebuah
bengkel kerja di wilayah Baldia secara sembunyi-sembunyi dari kejauhan.
Kelompok
tersebut sebagian besar terdiri dari wanita Kitsune-jin, dan di sana terlihat
sosok wanita menawan dengan rambut putih indah yang berkibar.
Wanita
berambut putih itu melihat sekelilingnya, lalu tersenyum tipis.
"Nah,
tugas kita kali ini akan selesai setelah membebaskan sesama ras kita yang
bekerja sebagai budak di bengkel itu dan membawa mereka pulang ke negara kita.
Kalian semua mengerti, kan?"
"Baik,
Nona Rapha."
Para
anggota Kitsune-jin di sekelilingnya membungkuk patuh.
Di
bawah perintah Elba, Rapha telah menyusup ke wilayah Baldia sejak beberapa
bulan lalu untuk melakukan berbagai investigasi dan pengumpulan informasi,
mulai dari kondisi kota, lokasi bengkel, hingga kediaman keluarga Baldia.
Normalnya,
ini adalah misi yang sangat sulit. Namun, Kitsune-jin yang dipimpin Rapha
adalah kumpulan mereka yang mampu menggunakan Illusion Magic, sihir untuk
mengubah wujud menjadi orang lain.
Karena
itulah, meski penjagaan di wilayah Baldia sangat ketat, mereka tetap bisa
menyelesaikan misi tersebut.
Walau begitu,
tetap saja prosesnya memakan waktu yang cukup lama.
"Omong-omong,
Amon dan Sitri pasti ada di kota Baldia, kan?"
Rapha
bergumam seolah baru teringat sesuatu.
"Benar.
Saat ini, mereka
berdua pasti sedang menikmati wisata bersama 'Nona Rapha' tiruan."
"Begitu
ya. Fufu, Baldia memang menyenangkan, tapi aku tidak menemukan pertemuan yang
menarik di sini."
Mendengar jawaban itu, ia menyipitkan matanya dengan misterius dan tertawa kegirangan.



Post a Comment