NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yarikonda Otome Gēmu no Akuyaku Mobu desu ga ⁓ Danzai wa Iya na no de Mattō ni Ikimasu Volume 7 Prolog

Prolog

Malam Sebelum Upacara Pernikahan


Aku mengunjungi Renalute untuk melangsungkan upacara pernikahan bersama Farah, dan beberapa hari belakangan ini, aku menjalani hari-hari yang sibuk karena harus mengurus detail persiapan upacara.

Khusus hari ini, bahkan diadakan pertemuan persahabatan dengan para bangsawan, dan aku benar-benar kelelahan.

Sebenarnya, hanya pengecekan detail persiapan saja tidak akan menguras tenagaku.

Namun, selama pertemuan persahabatan, aku tidak hanya dikelilingi oleh para bangsawan, tapi juga oleh putri-putri bangsawan yang sebaya denganku, yang membuatku terus menerus merasa khawatir.

Karena Elf Kegelapan memiliki tingkat kelahiran yang rendah, para bangsawan dan keluarga kerajaan rupanya menganggap wajar untuk memiliki selir.

Berkat budaya itulah, banyak putri bangsawan yang mengincar posisi selir datang mengerumuniku. Aku bisa memahami perasaan mereka, tapi menolak dengan sopan tanpa melukai hati mereka benar-benar menguras syarafku.

Menolak itu mudah, tapi aku tidak bisa bersikap kasar. Apapun alasannya, aku tidak boleh memberikan luka batin yang besar kepada seorang putri bangsawan yang telah berani menyatakan perasaannya.

Setelah pertemuan persahabatan dengan para bangsawan itu berakhir, aku berpisah dengan Farah dan yang lainnya.

Aku kembali ke wisma negara dan membasuh rasa lelah seharian dengan berendam di pemandian air panas.

Kemudian, aku kembali ke kamar yang telah disiapkan, menjatuhkan diri ke tempat tidur, dan menenggelamkan wajahku ke bantal. Keharuman dan sentuhan lembut seprai yang bersih terasa sedikit menenangkan.

Setelah upacara ini selesai dan aku kembali ke Baldia, selanjutnya aku harus segera pergi ke Ibukota Kekaisaran, ya. Jadwal yang cukup melelahkan.

Sebagai anggota keluarga kerajaan, ketika Farah menikah dengan Kekaisaran, sudah menjadi urusan negara dan etiket bagi kami untuk memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri.

Namun, tujuanku bukan hanya sekadar memberi salam. Ini adalah kesempatan emas untuk menjual produk-produk yang dikembangkan di wilayah Baldia, seperti arloji saku dan mobil bertenaga arang, kepada para bangsawan Kekaisaran.

Selain itu, ada juga rencana untuk meminta proyek pekerjaan umum di dalam Kekaisaran bagi Second Knight Order yang baru didirikan.

Jika semua ini berhasil, ditambah dengan perjanjian dagang yang telah kami sepakati dengan Renalute, rencana pembangunan Baldia pasti akan maju selangkah lagi.

Hal ini akan semakin memperkuat pengaruh kami untuk menghindari penghakiman di masa depan. Kegagalan tidak dapat dimaingi.

Meskipun begitu, besok adalah upacara pernikahan dan resepsi dengan Farah. Aku harus memusatkan pikiran agar tidak mempermalukan dia dan Keluarga Baldia.

Ngomong-ngomong, melakukan upacara pernikahan pada usia tujuh tahun, ini memang terasa seperti dunia lain, ya.

Di kehidupanku yang dulu, ini adalah usia untuk perayaan Shichi-Go-San (perayaan tujuh-lima-tiga).

Satu-satunya pernikahan politik pada usia ini yang terlintas di pikiranku adalah pernikahan para komandan militer di Zaman Negara-Negara Berperang. Meskipun begitu, pasti ada pasangan yang berhasil membangun rumah tangga bahagia meskipun menikah secara politik di masa itu.

Seperti yang pernah Ayah katakan sebelumnya, jika aku mencintai dan menjaganya lebih dari siapapun, aku pasti bisa membuat Farah bahagia...

Tidak, aku harus melakukannya. Saat aku mengambil keputusan itu, mungkin karena kesibukan beberapa hari terakhir ini, tiba-tiba aku merasa sangat mengantuk, dan perlahan aku memejamkan mataku.




Illustrasi | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close