Kata Penutup
Halo, salam
kenal. Saya Rocket Shokai.
Saya sangat
menyukai tipe penjahat yang menyerang sambil berteriak "Kehyah!".
Saya menyebut tipe penjahat seperti ini sebagai "Kehyalist".
Secara khusus, kali ini saya ingin membahas tentang Kehyalist tipe
seniman.
Meski disebut
seniman, bidang keahlian mereka tentu saja sangat beragam. Saya telah
mempertimbangkan beberapa model peran untuk Kehyalist tipe seniman ini.
Walaupun ini hanyalah analisis yang dangkal, saya akan sangat bahagia jika ini
bisa menjadi referensi bagi Anda semua saat ingin memerankan atau menampilkan
sosok Kehyalist penjahat kelas tiga.
Tipe Pelukis. Kehyalist tipe ini selalu berpikir
untuk mengukir momen paling indah saat lawan mereka tewas ke dalam retinanya,
dan jika ada kesempatan, mereka akan mencoba melukiskan kesan tersebut. Atau
mungkin, mereka berencana untuk mendapatkan inspirasi dari kematian tragis sang
target.
Karena tujuan
mereka adalah mewarnai kematian dengan indah, mereka tidak menggunakan alat
yang membosankan sebagai senjata. Tergantung situasinya, racun yang bisa
menyerang lawan dengan warna-warni yang kaya pun bisa menjadi pilihan. Takdir
mereka adalah menjadi sebuah lukisan yang indah pada akhirnya.
Tipe Musisi. Bagi Kehyalist tipe ini, tujuan
hidup mereka adalah memainkan musik yang indah melalui jeritan lawan. Sarana
serangan yang mereka miliki juga sering kali berupa gelombang suara atau
gerakan yang menyerupai tarian. Mungkin mereka juga memanggul pelantang suara
di kedua bahunya.
Namun, mereka
yang menyalahgunakan musik pasti akan menerima pembalasan dari musik itu
sendiri. Akhir riwayat di mana mereka hancur oleh gelombang suara yang mereka
lepaskan sendiri memberikan kesan kepedihan yang mendalam terhadap eksistensi
mereka.
Tipe Teater. Kehyalist tipe ini suka menulis
skenarionya sendiri dan mengatur sebuah akhir yang tragis. Mereka punya
kecenderungan untuk menjuluki targetnya sebagai "Aktor",
"Boneka", atau "Marionette" di atas panggung. Mereka sangat
mencintai momen saat lawan bergerak sesuai keinginan mereka, dan ingin
memaksakan sebuah pertunjukan terbaik kepada para penonton.
Tentu saja, saya
rasa akan sangat indah jika akhir hidup mereka terjadi di atas panggung setelah
dikhianati oleh para pemerannya. Mereka akan mati meledak dalam keputusasaan
sambil menyaksikan skenario sempurna mereka hancur berantakan.
Demikianlah, saya
merasa sangat senang bisa menulis volume keempat ini sekaligus berbagi cerita
tentang tipe penjahat kelas tiga kesukaan saya. Terima kasih banyak.
Melalui kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Anda semua sebagai penutup kata.



Post a Comment