NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tensei Shitara Dorei Shieki to Kaifuku no Sukiru o Motte Ita node ~ Asobi Hanbun de Dorei Dake no Himitsu Kessha o Tsukurute mita Volume 1 Prolog

Prolog


Saat terbangun, aku mendapati langit-langit yang asing. Kedengarannya memang seperti klise yang biasa ada di buku-buku, tapi karena kenyataannya memang begitu, aku rasa tidak ada gunanya mengeluh.

Aku mencoba mengingat kembali kejadian kemarin untuk memahami situasi saat ini.

Seingatku, aku sedang menenggak kaleng keempat Strong One demi melupakan stres pekerjaan. Tepat setelah membuka kaleng itu, ingatanku terputus.

Bukannya sombong, tapi tentu saja kadar alkoholnya sembilan persen. Melihat kondisiku sekarang, aku bisa menyimpulkan kalau aku mabuk berat sampai-sampai kehilangan kesadaran.

Sial, aku benar-benar mengacaukannya. Tapi ya mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur.

Semangatku langsung anjlok saat membayangkan kemungkinan terburuk kalau aku harus bolos kerja hari ini.

Aku mencoba bangkit untuk memeriksa keadaan sekitar, namun saat itulah aku merasakan ada sesuatu yang janggal.

Seberapa keras pun aku mengerahkan tenaga, tubuhku sama sekali tidak bisa beranjak.

Apakah akhirnya gaya hidup tidak sehatku selama ini mulai memicu kerusakan serius pada tubuh? Namun, ada hal lain yang jauh lebih aneh.

Saat mencoba bangun, aku melihat lenganku yang tampak sangat montok—begitu berisi sampai-sampai bisa disalahartikan sebagai lengan bayi.

Anehnya, meski terlihat bengkak begitu, aku tidak merasakan sakit atau gatal sedikit pun. Hal itu justru membuatku merasa ngeri.

"Ini... bukankah ini benar-benar gawat?"

Sejujurnya, ada terlalu banyak alasan yang membuatku berpikir, Ah, sepertinya aku akan mati.

Jika aku bisa terlahir kembali nanti, aku berjanji akan menjaga kesehatan agar tidak mati di usia tiga puluhan seperti ini.

Lagi pula, aku sadar kalau pun aku mulai hidup sehat sekarang, semuanya sudah terlambat. Selama ini aku hanya menutup mata dan terus menjalani hidup berantakan, jadi kurasa ini memang balasan yang setimpal.

"Oh, kau sudah bangun? Lawrence-ku yang manis."

"……………Au?"

Tunggu sebentar. Siapa raksasa cantik ini?

Itulah ingatan pertamaku saat bereinkarnasi ke dunia ini.




Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close