NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

TS Tensei Bishoujo Netora Reiko wa Netoraretai Volume 2 Short Story

Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

Beginilah Kata Netora-chan ~Bagian Terbang~


Jadi, tanpa disangka-sangka, kita sampai di volume kedua. Halo, aku Reiko Netora. Long time no see.

Sembari mempersembahkan rasa terima kasih dan hormat kepada tim editor HJ Bunko yang sudah mengizinkan seri ini berlanjut, ke depannya aku berniat memperlakukan halaman-halaman ini sebagai doujinshi pribadiku.

Untuk editor penanggung jawab, Pak A, kuharap Anda terus berjuang sebagai Tank untuk mengalihkan aggro (kebencian) dari berbagai pihak.

Manusia itu makhluk yang harus saling membantu, kan? Mohon kerja samanya ya, Bos.

……Yah, meski aku bilang begitu, volume ketiga belum tentu terbit, sih. Lagi-lagi begini. Aku menghela napas panjang.

Namun, katakanlah seri ini berakhir di volume kedua, cerita kali ini sudah ditutup di titik yang cukup pas.

Kalaupun publikasinya berhenti di sini, rasanya ceritanya sudah cukup memberikan kepuasan.

Iya, kan? Harusnya sih begitu. Masa enggak?

Tentu saja hatiku sakit karena harus memamerkan monolog penuh keluhan seperti ini di bonus edisi digital.

Tapi, aku punya utang budi yang sangat besar kepada Pak A karena sudah memungut karya ini.

Jika sang penyelamat itu memintaku untuk "menulis cerpen bonus", maka aku yang sangat menjunjung tinggi balas budi ini tidak punya pilihan lain selain menulis cerita pendek sambil menahan perih di dada.

Yah, soal isinya sama sekali tidak diarahkan dan kami juga tidak melakukan rapat apa pun, jadi pembagian tanggung jawabnya sekitar 5:5 lah ya?

Ini namanya tanggung jawab pengawasan. Jangan biarkan aku liar begini.

Pegang kendalinya yang benar dong. Aku pun selesai membangun pembelaan diri yang teorinya bahkan lebih tipis dari plastic wrap.

"Kamu juga berpikir begitu, kan?"

Aku menumpahkan seluruh isi pikiranku kepada bagian tubuh atas seorang pria yang tergeletak di lantai.

……Dari potongan tubuh pria yang terputus di pinggang itu, bukannya darah, daging, atau tulang yang keluar, melainkan rangka baja dan tumpukan kabel warna-warni.

Pemimpin Besar-kun…… kamu sudah tidur ya. Tidur dalam kedamaian abadi……

Nah, pria yang menunjukkan raut wajah mati penuh teror dan

keputusasaan di sampingku ini namanya Pemimpin Besar-kun. Dia adalah bos dari organisasi rahasia jahat "Eigo-kai" yang mengirim Alpha dan Beta kepadaku di cerita utama.

Dia bukan manusia—singkatnya, dia adalah manusia buatan (android).

Padahal harusnya mereka biarkan saja anak SMP biasa sepertiku, tapi orang-orang ini terus mengganggu kisah komedi romantisku dengan Yuu-kun.

Jadi, aku datang langsung ke markas rahasia Pemimpin Besar-kun untuk protes.

Setelah terjadi ini dan itu, akhirnya aku harus menarik tubuhnya sampai terbelah menjadi Bagian A dan Bagian B.

Apa boleh buat. Ini namanya pertahanan diri yang sah.

Pertahanan diri…… kata yang sungguh luar biasa. Demi melindungi hak-hak kita, perlawanan yang terpaksa dilakukan itu diizinkan.

Artinya, aku sama sekali tidak bersalah dalam hal apa pun.

"Re-Reiko-sama…… selamat. Dengan ini, Eigo-kai adalah milik Anda……"

Saat aku sedang menegaskan kebenaranku, seorang pria dengan senyum menjilat mendekat sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya.

Dia juga manusia buatan dan petinggi Eigo-kai, tapi di saat yang sama, dia adalah informanku.

Begitu aku sedikit menekan titik lemahnya dari belakang, dia langsung berkhianat dan pindah ke pihakku dengan mudah.

Dia pria yang punya prospek karena mengerti bahwa nyawanya sendiri lebih berharga daripada kesetiaan pada organisasi.

Aku pun duduk santai di atas tumpukan bangkai robot-robot bodoh yang tidak mengerti hal sederhana itu dan berani melawanku.

Pemandangan mayat yang bergelimpangan memang indah.

"Hentikan itu, Tuan Lambda. Tugas utama pelajar adalah belajar, tahu? Masalah mengemudikan organisasi, silakan lakukan sesuka hati kalian yang masih tersisa. Aku tidak akan ikut campur."

"B-baik, saya mengerti. Mulai sekarang, Eigo-kai akan berusaha sekuat tenaga agar tidak memancing kemarahan Reiko-sama. Jadi, mohon dengan sangat——"

Aku memotong perkataan Lambda, meletakkan tanganku dengan lembut di bahunya, lalu tersenyum manis.

"Tidak perlu merasa ketakutan sampai mau muntah begitu. Tidak ada yang perlu ditakutkan…… bukankah kita ini teman?"

"I-iya……"

Nah, lalat yang mengganggu sudah dibasmi, dan aku juga

mendapatkan bidak yang tidak bisa membangkang perintahku. Mood-ku sedang sangat bagus.

Nanti kalau aku butuh seseorang untuk melakukan pekerjaan kotor dalam "Rencana NTR Yuu-kun", aku akan mengandalkannya.

Inilah yang dinamakan kekuatan pertemanan. Masa depan sungguh cerah~~.

Setelah menyerahkan urusan pembersihan lokasi kepada Lambda, aku meninggalkan markas rahasia jahat itu dengan langkah tegap.

Keadilan telah ditegakkan.




Previous Chapter | ToC | End Vol 2

Post a Comment

Post a Comment

close