Bonus E-book:
Cerita Pendek Tambahan
Beginilah Kata
Netora-chan ~Bagian Terbang~
Jadi, tanpa
disangka-sangka, kita sampai di volume kedua. Halo, aku Reiko Netora. Long
time no see.
Sembari mempersembahkan rasa terima kasih dan hormat kepada
tim editor HJ Bunko yang sudah mengizinkan seri ini berlanjut, ke depannya aku
berniat memperlakukan halaman-halaman ini sebagai doujinshi pribadiku.
Untuk editor penanggung jawab, Pak A, kuharap Anda terus
berjuang sebagai Tank untuk mengalihkan aggro (kebencian) dari
berbagai pihak.
Manusia itu
makhluk yang harus saling membantu, kan? Mohon kerja samanya ya, Bos.
……Yah, meski aku
bilang begitu, volume ketiga belum tentu terbit, sih. Lagi-lagi begini. Aku
menghela napas panjang.
Namun, katakanlah
seri ini berakhir di volume kedua, cerita kali ini sudah ditutup di titik yang
cukup pas.
Kalaupun
publikasinya berhenti di sini, rasanya ceritanya sudah cukup memberikan
kepuasan.
Iya, kan?
Harusnya sih begitu. Masa enggak?
Tentu
saja hatiku sakit karena harus memamerkan monolog penuh keluhan seperti ini di
bonus edisi digital.
Tapi, aku
punya utang budi yang sangat besar kepada Pak A karena sudah memungut karya
ini.
Jika sang
penyelamat itu memintaku untuk "menulis cerpen bonus", maka aku yang
sangat menjunjung tinggi balas budi ini tidak punya pilihan lain selain menulis
cerita pendek sambil menahan perih di dada.
Yah, soal
isinya sama sekali tidak diarahkan dan kami juga tidak melakukan rapat apa pun,
jadi pembagian tanggung jawabnya sekitar 5:5 lah ya?
Ini namanya tanggung jawab pengawasan. Jangan biarkan aku liar begini.
Pegang
kendalinya yang benar dong. Aku pun selesai membangun pembelaan diri yang
teorinya bahkan lebih tipis dari plastic wrap.
"Kamu
juga berpikir begitu, kan?"
Aku
menumpahkan seluruh isi pikiranku kepada bagian tubuh atas seorang pria yang
tergeletak di lantai.
……Dari
potongan tubuh pria yang terputus di pinggang itu, bukannya darah, daging, atau
tulang yang keluar, melainkan rangka baja dan tumpukan kabel warna-warni.
Pemimpin Besar-kun…… kamu sudah tidur ya. Tidur dalam
kedamaian abadi……
Nah, pria yang menunjukkan raut wajah mati penuh teror dan
keputusasaan di
sampingku ini namanya Pemimpin Besar-kun. Dia adalah bos dari organisasi
rahasia jahat "Eigo-kai" yang mengirim Alpha dan Beta kepadaku di
cerita utama.
Dia bukan
manusia—singkatnya, dia adalah manusia buatan (android).
Padahal harusnya
mereka biarkan saja anak SMP biasa sepertiku, tapi orang-orang ini terus
mengganggu kisah komedi romantisku dengan Yuu-kun.
Jadi, aku datang
langsung ke markas rahasia Pemimpin Besar-kun untuk protes.
Setelah terjadi
ini dan itu, akhirnya aku harus menarik tubuhnya sampai terbelah menjadi Bagian
A dan Bagian B.
Apa boleh buat.
Ini namanya pertahanan diri yang sah.
Pertahanan diri…… kata yang sungguh luar biasa. Demi melindungi hak-hak kita, perlawanan
yang terpaksa dilakukan itu diizinkan.
Artinya, aku sama
sekali tidak bersalah dalam hal apa pun.
"Re-Reiko-sama…… selamat. Dengan ini, Eigo-kai adalah
milik Anda……"
Saat aku sedang menegaskan kebenaranku, seorang pria dengan
senyum menjilat mendekat sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya.
Dia juga manusia
buatan dan petinggi Eigo-kai, tapi di saat yang sama, dia adalah informanku.
Begitu aku
sedikit menekan titik lemahnya dari belakang, dia langsung berkhianat dan
pindah ke pihakku dengan mudah.
Dia pria yang
punya prospek karena mengerti bahwa nyawanya sendiri lebih berharga daripada
kesetiaan pada organisasi.
Aku pun duduk
santai di atas tumpukan bangkai robot-robot bodoh yang tidak mengerti hal
sederhana itu dan berani melawanku.
Pemandangan mayat
yang bergelimpangan memang indah.
"Hentikan
itu, Tuan Lambda. Tugas utama pelajar adalah belajar, tahu? Masalah
mengemudikan organisasi, silakan lakukan sesuka hati kalian yang masih tersisa.
Aku tidak akan ikut campur."
"B-baik,
saya mengerti. Mulai sekarang, Eigo-kai akan berusaha sekuat tenaga agar tidak
memancing kemarahan Reiko-sama. Jadi, mohon dengan sangat——"
Aku memotong
perkataan Lambda, meletakkan tanganku dengan lembut di bahunya, lalu tersenyum
manis.
"Tidak perlu
merasa ketakutan sampai mau muntah begitu. Tidak ada yang perlu
ditakutkan…… bukankah kita ini teman?"
"I-iya……"
Nah, lalat yang mengganggu sudah dibasmi, dan aku juga
mendapatkan
bidak yang tidak bisa membangkang perintahku. Mood-ku sedang sangat bagus.
Nanti
kalau aku butuh seseorang untuk melakukan pekerjaan kotor dalam "Rencana
NTR Yuu-kun", aku akan mengandalkannya.
Inilah yang
dinamakan kekuatan pertemanan. Masa depan sungguh cerah~~.
Setelah
menyerahkan urusan pembersihan lokasi kepada Lambda, aku meninggalkan markas
rahasia jahat itu dengan langkah tegap.
Keadilan telah ditegakkan.
Previous Chapter | ToC | End Vol 2



Post a Comment