NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 9 Epilog

Epilog

Nama itu, Lupakanlah—


Festival Reibu telah usai, dan kota akhirnya kembali mendapatkan ketenangannya.

Suara tabuhan drum dan seruling yang tadinya begitu meriah, kini lenyap seperti ingatan yang jauh.

Hanya cahaya lampu jalan yang mengambang di kegelapan, menerangi sisa-sisa perayaan dengan lembut.

Di beranda penginapan yang disiapkan oleh Nagisa, aku sedang menikmati angin malam setelah selesai mandi, ketika tiba-tiba aku merasakan sebuah kehadiran mendekat.

"Apa yang sedang Anda lakukan?"

Luna duduk di sampingku sambil menyeka rambutnya yang basah dengan handuk.

"Hanya mencari angin. Aku ingin sedikit menenangkan pikiran."

"Begitu ya. Memang belakangan ini banyak kejadian yang mengejutkan."

Luna mengembuskan napas pelan setelah mengatakan itu.

Meskipun perkembangannya sangat berbeda dari rencana awal, tujuan untuk merebut kembali Kyokuto telah tercapai.

Namun, sisa-sisa Kultus pasti masih bersembunyi di dalam negeri. Kami perlu memancing mereka keluar.

Dan bersamaan dengan itu, akhirnya mulai besok kami bisa memulai penyelidikan di Kuil Fudoushou──penyelidikan tentang Prinsip Sihir.

Kalau diingat kembali, aku bisa sampai di titik ini benar-benar berkat bantuan semua orang. Aku tidak akan pernah bisa melangkah sejauh ini sendirian.

"Perjalanan sampai ke sini terasa panjang, tapi ternyata berlalu dalam sekejap, ya."

"Benar. Padahal baru beberapa bulan yang lalu kita masih menjadi penjelajah di Tsutrail, tapi kita sudah melangkah sejauh ini."

"Terutama satu tahun terakhir ini sangat padat. Benar-benar banyak hal yang terjadi. Banyak kesulitan yang dialami, tapi lebih dari itu, aku bisa merasakan kebaikan dari banyak orang."

"Saya juga. Karena saya diselamatkan oleh Orn-san, saya bisa berada di sini sekarang. Sekali lagi, terima kasih banyak."

"……Tiba-tiba sekali. Kalau kau bicara begitu, aku pun sangat terbantu karena ada Luna di sini. Aku rasa alasan Titania mau bekerja sama pada 'hari itu' adalah karena Luna telah membangun hubungan yang baik dengannya──"

Tepat saat aku mengatakan itu, tangan Luna terhenti. Jari-jarinya yang mencengkeram handuk tampak sedikit kaku, terlihat jelas bahkan di bawah sinar rembulan.

"……Luna?"

Saat aku menoleh dengan heran, dia sedang menatapku dengan ekspresi bingung. Seolah-olah dia tidak mengerti arti dari kata-kataku.

Atau seolah-olah dia baru saja mendengar nama yang tidak dia kenal.

"Anu, Orn-san……"

"……Ada, apa?"

Tanpa kusadari, suaraku bergetar. Bagian dalam dadaku terasa bergejolak. Namun, aku belum bisa mengerti apa sebenarnya perasaan itu.

Luna perlahan memiringkan kepalanya.

"──Titania itu, siapa?"




Begitu kata-kata itu terdengar, aku merasa seolah ada sesuatu di dalam kepalaku yang runtuh perlahan-lahan.

Bukannya dia tidak memahami perkataanku. Justru karena itulah, hal ini terasa mustahil.

Luna sendiri yang pernah bilang bahwa Titania adalah sosok yang sangat berharga baginya, layaknya keluarga. Namun, barusan Luna menyebutkan nama itu dengan raut wajah yang benar-benar tampak heran dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Kenyataan yang tak ingin kupercayai kini tersaji di depan mata dengan sunyi, namun pasti.

Angin musim panas ini, mendadak terasa sangat dingin──.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close