NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanchigai no Atelier Meister Volume 3 Prolog

Prolog


"Tiga botol ramuan pemulih, sudah saya terima dengan baik. Ini adalah imbalan atas penyelesaian permintaan pengiriman Anda."

Sambil berkata demikian, Kirschel-san—staf Halo-Work—menyerahkan sebuah kantong kulit berisi koin kepadaku, Kuruto Rockhans.

Saat aku memeriksa isinya, ada sekitar tiga puluh keping koin perak di dalamnya. Jumlah itu setara dengan dua hari gaji seorang ksatria setingkat komandan kompi.

Padahal ini adalah obat yang bisa segera dibuat selama ada bahan-bahan yang dijual di pasar. Aku jadi merasa cemas, apa tidak apa-apa menerima uang sebanyak ini?

"Tidak apa-apa, kok. Obat buatan Kuruto-kun itu sangat populer, tahu. Kamu sudah membaca surat ucapan terima kasihnya, kan?"

"I-iya. Tapi, anu, aku jadi kepikiran karena surat ucapan terima kasih yang datang jauh lebih banyak daripada jumlah obat yang kubuat."

"Ah... i-itu. Itu karena satu botol obatnya dipakai bersama-sama oleh banyak orang!"

Kirschel-san tertawa sambil mengatakan itu, menunjukkan gelagat seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

Entah kenapa ya? Kirschel-san sering sekali bersikap seperti ini setiap kali berbicara denganku.

Tidak, bukan hanya Kirschel-san. Yurishia-san yang merupakan petualang utama di bengkel tempatku bekerja pun begitu.

Lalu Liese-san, sang perwakilan gubernur kota ini. Bahkan Sina-san, Hans-san, dan Danzou-san dari kelompok petualang "Sakura" yang bernaung di bengkel kami juga sama.

Entah kenapa, selalu ada jeda yang aneh atau mereka mendadak kelu saat berbicara denganku.

"Pokoknya, tolong lebih percaya diri, Kuruto-kun. Kantor Cabang Valha dari Halo-Halo Work Station sangat mengandalkan bengkel milikmu."

Kirschel-san berbicara dengan nada yang semakin terdengar seperti sedang mengalihkan pembicaraan.

Valha adalah nama baru untuk kota perbatasan ini, yang ditentukan oleh Tuan Rikuto, sang Atelier Meister sekaligus pemilik bengkel tempatku bernaung.

Semenjak namanya berubah, ada dua perubahan besar yang terjadi di kota ini.

Pertama adalah dipasangnya Batu Transmisi di pinggiran kota.

Berkat itu, nantinya kami tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke kota tetangga, Samaera, hanya untuk menggunakan Batu Transmisi saat ingin menuju ibu kota atau kota lain.

Lalu yang kedua adalah dibukanya cabang Halo-Halo Work Station—singkatnya Halo-Wa—yang sebelumnya tidak ada di kota ini.

Kirschel-san, yang dulunya adalah resepsionis di kota tetangga, kini menjabat sebagai kepala cabangnya.

Halo-Wa di kota kecil tidak hanya berperan menyalurkan lapangan kerja. Mereka juga menangani pengadaan logistik, pembasmian monster, hingga pengawalan pedagang seperti yang dilakukan guild petualang.

Berkat dua hal ini, aku jadi bisa menerima permintaan pekerjaan dari ibu kota maupun kota-kota lain yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Aku pun bisa menyelesaikan banyak pekerjaan sebagai perwakilan Atelier Meister, tapi...

"Aku tidak bisa percaya diri. Soalnya, probabilitas pekerjaanku dibatalkan itu sangat tinggi setiap kali aku pergi bertugas. Aku jadi merasa tidak enak pada Kirschel-san."

"Ah... anu, ya. Yah... soal itu... begitulah."

Contohnya, suatu hari aku pergi ke kediaman orang kaya di ibu kota sebagai perwakilan Atelier Meister.

Isi pekerjaannya adalah mengumpulkan bahan obat untuk mengobati istri orang kaya tersebut yang kehilangan penglihatannya.

Bersama Yurishia-san, awalnya aku berhasil mendapatkan satu bahan. Kemudian, aku pergi ke rumah orang kaya itu untuk melaporkan progresnya—dan di sanalah pekerjaannya dibatalkan.

Aku menerima uang pembatalan dalam jumlah yang lebih dari cukup, atau lebih tepatnya, sejumlah dengan nilai imbalan jika misi tersebut berhasil.4

Hal seperti itu sering sekali terjadi.

"Haa... Sepertinya memang mustahil bagiku untuk menjadi perwakilan Atelier Meister."

Aku menghela napas pendek.

"Tidak, menurutku itu sama sekali tidak benar."

"......Ahaha, meski itu hanya basa-basi, aku senang mendengarnya."

Aku menyunggingkan senyum getir.

Namun, aku sendiri sadar kalau aku memang tidak berbakat.

Kenapa Tuan Rikuto memercayakan posisi perwakilan Atelier Meister kepada orang sepertiku?

Aku benar-benar tidak mengerti.

Ini adalah kisah tentang seorang pemuda perwakilan Atelier Meister yang menyusahkan orang-orang di sekitarnya karena tidak memiliki kemampuan.

......Cuma bercanda. Mana mungkin ada cerita dengan protagonis sepertiku.

◆◇◆

Setelah menerima beberapa permintaan kerja, Kuruto pun meninggalkan kantor Halo-Wa tanpa menyadari keberadaanku, Yurishia, yang sedari tadi menyembunyikan hawa keberadaan.

Kirschel yang melepas kepergiannya langsung menghela napas panjang.

"Kerja bagus."

"Ya, Kuruto-kun benar-benar malang... Padahal aku ingin sekali memberitahu bagaimana kinerja aslinya yang luar biasa."

Kirschel mengambil botol ramuan pemulih itu dan menatapnya dengan penuh rasa sayang.

"Ramuan pemulih ini punya efek yang sangat tinggi. Bahkan jika diencerkan seratus kali pun, efeknya masih dua kali lipat dari ramuan biasa."

"Di dunia luar, hasil encerannya saja sudah dijuluki sebagai obat rahasia bengkel. Jika menganggap dia bisa membuat tiga ratus botol obat rahasia itu, imbalan tiga botol yang tadi bukan lagi tiga puluh keping perak, bahkan tiga puluh keping emas pun tidak akan cukup."

"Aku tahu. Yah, seperti biasa, kirimkan saja selisih uangnya ke rekening rahasia milik Kuruto."

"Sudah saya laksanakan—anu, Nona Baronet Yurishia."

"Bukankah sudah kubilang panggil saja aku seperti biasa? Sama seperti caramu memanggil Kuruto."

"Baiklah, Nona Yurishia. Mengenai rahasia Kuruto-kun, bukankah sebaiknya kita segera memberitahunya?"

"Para ksatria di kota ini, penguasa wilayah Tycoon Margrave, Nona Lieselotte, hingga orang-orang dari Phantom. Kupikir persiapan untuk melindungi Kuruto-kun sudah matang."

Ah, benar juga.

Sebenarnya, saat ini situasinya mulai sedikit berbahaya.

Misalnya, pekerjaan di ibu kota tempo hari. Pekerjaan mencari bahan obat untuk sang istri yang buta itu sebenarnya lebih melihat prestasiku sebagai petualang ketimbang jabatan Atelier Meister.

Saat itu, setelah mendengar penjelasan, Kuruto berkata begini:

"Anu, karena kebutaan ini disertai rasa sakit, saya rasa sebaiknya Anda meminum teh dengan herbal yang lembut di mata sampai obatnya jadi."

Aku juga melihat dia memberikan bubuk herbal itu.

Lalu, saat kami membawa bahan pertama yang ditentukan, permintaannya dibatalkan.

Sebab, berkat efek herbal yang diberikan Kuruto, mata sang istri sembuh total.

Seharusnya, meskipun obat dari bahan yang kami kumpulkan itu jadi, obat itu hanya akan menghilangkan rasa sakitnya saja, bukan menyembuhkan kebutaannya.

Akan tetapi, istri itu tidak hanya terbebas dari rasa sakit dan sembuh dari kebutaan, bahkan penyakit rabun jauh yang dideritanya sejak sebelum sakit pun menghilang.

Kabarnya, sekarang penglihatannya sudah pulih sampai ke tingkat 2.0.

Karena bahannya tidak diperlukan lagi, permintaannya memang dibatalkan, namun seluruh uang imbalan keberhasilan tetap diberikan secara penuh.

Malah, mereka sampai memberikan donasi dalam jumlah besar kepada bengkel dan Halo-Wa yang menyalurkan pekerjaan tersebut.

Kejadian serupa bertumpuk berkali-kali, membuat donasi dalam jumlah besar mengalir ke Atelier maupun Halo-Wa.

Hasilnya, pemasangan Batu Transmisi yang selama ini diidam-idamkan kota ini pun bisa terealisasi.

Hanya saja, meski kami sudah meminta para klien untuk tutup mulut, rahasia tidak bisa selamanya disimpan.

Perlahan tapi pasti, rumor tentang bengkel di Valha ini mulai menyebar.

Untungnya, berkat adanya sosok Rikuto yang menjadi umpan, rumor itu belum sampai ke telinga Kuruto, tapi itu hanyalah masalah waktu.

Karena itulah, kami harus menyusun rencana pencegahan, tapi...

× Ini adalah kisah tentang seorang pemuda perwakilan Atelier Meister yang menyusahkan orang-orang di sekitarnya karena tidak memiliki kemampuan.

○ Ini adalah kisah tentang seorang pemuda Atelier Meister yang menyusahkan orang-orang di sekitarnya karena dia sama sekali tidak menyadari situasi yang sebenarnya.




Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close