Prolog
"Tiga botol ramuan pemulih,
sudah saya terima dengan baik. Ini
adalah imbalan atas penyelesaian permintaan pengiriman Anda."
Sambil berkata demikian, Kirschel-san—staf Halo-Work—menyerahkan sebuah
kantong kulit berisi koin kepadaku, Kuruto Rockhans.
Saat aku memeriksa isinya, ada sekitar tiga puluh keping koin perak di
dalamnya. Jumlah itu setara dengan dua hari gaji seorang ksatria setingkat
komandan kompi.
Padahal ini adalah obat yang bisa segera dibuat selama ada bahan-bahan yang
dijual di pasar. Aku jadi merasa cemas, apa tidak apa-apa menerima uang
sebanyak ini?
"Tidak apa-apa, kok. Obat buatan Kuruto-kun itu sangat populer, tahu.
Kamu sudah membaca surat ucapan terima kasihnya, kan?"
"I-iya. Tapi, anu, aku jadi kepikiran karena surat ucapan terima kasih
yang datang jauh lebih banyak daripada jumlah obat yang kubuat."
"Ah... i-itu. Itu karena satu botol obatnya dipakai bersama-sama oleh
banyak orang!"
Kirschel-san tertawa sambil mengatakan itu, menunjukkan gelagat seperti
sedang menyembunyikan sesuatu.
Entah kenapa ya? Kirschel-san sering sekali bersikap seperti ini setiap
kali berbicara denganku.
Tidak, bukan hanya Kirschel-san. Yurishia-san
yang merupakan petualang utama di bengkel tempatku bekerja pun begitu.
Lalu Liese-san, sang perwakilan gubernur kota
ini. Bahkan Sina-san, Hans-san, dan Danzou-san dari kelompok petualang
"Sakura" yang bernaung di bengkel kami juga sama.
Entah kenapa, selalu ada jeda yang aneh atau
mereka mendadak kelu saat berbicara denganku.
"Pokoknya, tolong lebih percaya diri, Kuruto-kun. Kantor Cabang Valha dari Halo-Halo
Work Station sangat mengandalkan bengkel milikmu."
Kirschel-san berbicara dengan nada yang
semakin terdengar seperti sedang mengalihkan pembicaraan.
Valha adalah nama baru untuk kota perbatasan
ini, yang ditentukan oleh Tuan Rikuto, sang Atelier Meister sekaligus
pemilik bengkel tempatku bernaung.
Semenjak namanya berubah, ada dua perubahan
besar yang terjadi di kota ini.
Pertama adalah dipasangnya Batu Transmisi di pinggiran kota.
Berkat itu, nantinya kami tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke kota
tetangga, Samaera, hanya untuk menggunakan Batu Transmisi saat ingin menuju ibu
kota atau kota lain.
Lalu yang kedua adalah dibukanya cabang Halo-Halo Work Station—singkatnya
Halo-Wa—yang sebelumnya tidak ada di kota ini.
Kirschel-san, yang dulunya adalah resepsionis di kota tetangga, kini
menjabat sebagai kepala cabangnya.
Halo-Wa di kota kecil tidak hanya berperan menyalurkan lapangan kerja.
Mereka juga menangani pengadaan logistik, pembasmian monster, hingga pengawalan
pedagang seperti yang dilakukan guild petualang.
Berkat dua hal ini, aku jadi bisa menerima permintaan pekerjaan dari ibu
kota maupun kota-kota lain yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
Aku pun bisa menyelesaikan banyak pekerjaan sebagai perwakilan Atelier
Meister, tapi...
"Aku tidak bisa percaya diri. Soalnya, probabilitas pekerjaanku
dibatalkan itu sangat tinggi setiap kali aku pergi bertugas. Aku jadi merasa
tidak enak pada Kirschel-san."
"Ah... anu, ya. Yah... soal itu... begitulah."
Contohnya, suatu hari aku pergi ke kediaman orang kaya di ibu kota sebagai
perwakilan Atelier Meister.
Isi pekerjaannya adalah mengumpulkan bahan obat untuk mengobati istri orang
kaya tersebut yang kehilangan penglihatannya.
Bersama Yurishia-san, awalnya aku berhasil mendapatkan satu bahan.
Kemudian, aku pergi ke rumah orang kaya itu untuk melaporkan progresnya—dan di
sanalah pekerjaannya dibatalkan.
Aku menerima uang pembatalan dalam jumlah yang lebih dari cukup, atau lebih
tepatnya, sejumlah dengan nilai imbalan jika misi tersebut berhasil.4
Hal seperti itu sering sekali terjadi.
"Haa... Sepertinya memang mustahil bagiku untuk menjadi perwakilan Atelier
Meister."
Aku menghela napas pendek.
"Tidak, menurutku itu sama sekali tidak benar."
"......Ahaha, meski itu hanya basa-basi, aku senang
mendengarnya."
Aku menyunggingkan senyum getir.
Namun, aku sendiri sadar kalau aku memang
tidak berbakat.
Kenapa Tuan Rikuto memercayakan posisi perwakilan Atelier Meister
kepada orang sepertiku?
Aku benar-benar tidak mengerti.
Ini adalah kisah tentang seorang pemuda
perwakilan Atelier Meister yang menyusahkan orang-orang di sekitarnya
karena tidak memiliki kemampuan.
......Cuma bercanda. Mana mungkin ada cerita
dengan protagonis sepertiku.
◆◇◆
Setelah menerima beberapa permintaan kerja, Kuruto
pun meninggalkan kantor Halo-Wa tanpa menyadari keberadaanku, Yurishia, yang
sedari tadi menyembunyikan hawa keberadaan.
Kirschel yang melepas kepergiannya langsung
menghela napas panjang.
"Kerja bagus."
"Ya, Kuruto-kun benar-benar malang...
Padahal aku ingin sekali memberitahu bagaimana kinerja aslinya yang luar
biasa."
Kirschel mengambil botol ramuan
pemulih itu dan menatapnya dengan penuh rasa sayang.
"Ramuan pemulih ini punya
efek yang sangat tinggi. Bahkan jika
diencerkan seratus kali pun, efeknya masih dua kali lipat dari ramuan
biasa."
"Di dunia luar, hasil encerannya saja sudah dijuluki sebagai obat
rahasia bengkel. Jika menganggap dia bisa membuat tiga ratus botol obat rahasia
itu, imbalan tiga botol yang tadi bukan lagi tiga puluh keping perak, bahkan
tiga puluh keping emas pun tidak akan cukup."
"Aku tahu. Yah, seperti biasa, kirimkan saja selisih uangnya ke
rekening rahasia milik Kuruto."
"Sudah saya laksanakan—anu, Nona Baronet Yurishia."
"Bukankah sudah kubilang panggil saja aku seperti biasa? Sama seperti
caramu memanggil Kuruto."
"Baiklah, Nona Yurishia. Mengenai rahasia Kuruto-kun, bukankah
sebaiknya kita segera memberitahunya?"
"Para ksatria di kota ini, penguasa wilayah Tycoon Margrave, Nona
Lieselotte, hingga orang-orang dari Phantom. Kupikir persiapan untuk melindungi
Kuruto-kun sudah matang."
Ah, benar juga.
Sebenarnya, saat ini situasinya mulai sedikit berbahaya.
Misalnya, pekerjaan di ibu kota tempo hari. Pekerjaan mencari bahan obat
untuk sang istri yang buta itu sebenarnya lebih melihat prestasiku sebagai
petualang ketimbang jabatan Atelier Meister.
Saat itu, setelah mendengar penjelasan, Kuruto berkata begini:
"Anu, karena kebutaan ini disertai rasa sakit, saya rasa sebaiknya
Anda meminum teh dengan herbal yang lembut di mata sampai obatnya jadi."
Aku juga melihat dia memberikan bubuk herbal
itu.
Lalu, saat kami membawa bahan pertama yang ditentukan, permintaannya
dibatalkan.
Sebab, berkat efek herbal yang diberikan Kuruto, mata sang istri sembuh
total.
Seharusnya, meskipun obat dari bahan yang kami kumpulkan itu jadi, obat itu
hanya akan menghilangkan rasa sakitnya saja, bukan menyembuhkan kebutaannya.
Akan tetapi, istri itu tidak hanya terbebas dari rasa sakit dan sembuh dari
kebutaan, bahkan penyakit rabun jauh yang dideritanya sejak sebelum sakit pun
menghilang.
Kabarnya, sekarang penglihatannya sudah pulih sampai ke tingkat 2.0.
Karena bahannya tidak diperlukan lagi, permintaannya memang dibatalkan,
namun seluruh uang imbalan keberhasilan tetap diberikan secara penuh.
Malah, mereka sampai memberikan donasi dalam jumlah besar kepada bengkel
dan Halo-Wa yang menyalurkan pekerjaan tersebut.
Kejadian serupa bertumpuk berkali-kali, membuat donasi dalam jumlah besar
mengalir ke Atelier maupun Halo-Wa.
Hasilnya, pemasangan Batu Transmisi yang selama ini diidam-idamkan kota ini
pun bisa terealisasi.
Hanya saja, meski kami sudah meminta para klien untuk tutup mulut, rahasia
tidak bisa selamanya disimpan.
Perlahan tapi pasti, rumor tentang bengkel di Valha ini mulai menyebar.
Untungnya, berkat adanya sosok Rikuto yang menjadi umpan, rumor itu belum
sampai ke telinga Kuruto, tapi itu hanyalah masalah waktu.
Karena itulah, kami harus menyusun rencana pencegahan, tapi...
× Ini adalah kisah tentang seorang pemuda perwakilan Atelier Meister
yang menyusahkan orang-orang di sekitarnya karena tidak memiliki kemampuan.
○ Ini adalah kisah tentang seorang pemuda Atelier Meister yang menyusahkan orang-orang di sekitarnya karena dia sama sekali tidak menyadari situasi yang sebenarnya.



Post a Comment