NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Ouja no Ban Kuruwase -Netto Shougi no Teiou ~ Kiryuu no Ouja to Taiji suru ⁓ Volume 1 Interlude II

Sealed Move

Sang Raja Koryu


Koryu-sen yang diadakan di Distrik Barat terkenal dengan jumlah pesertanya yang sangat banyak dibandingkan distrik lain.

Karena itulah, pemain-pemain ternama yang menyelinap di sana sering kali tidak disadari keberadaannya. Identitas asli mereka biasanya baru terungkap di babak kedua saat para pemain mulai berguguran.

Turnamen beregu yang sedang berlangsung saat ini pun tidak terkecuali.

"A-apa-apaan mereka ini……!"

Seorang pria mendongak menatap tujuh pemain yang bangkit dari kursi dengan ekspresi penuh kecemasan.

Di kedua sisinya, rekan-rekan setimnya duduk mematung tanpa bergerak sedikit pun. Bibir mereka kering kerontang, dampak dari kekalahan telak yang teramat mengejutkan.

Tim pria itu adalah kumpulan pemain tangguh yang dijagokan sebagai juara di Distrik Barat.

Namun, siapa sangka mereka kalah total. Tujuh banding nol. Jangankan memberikan perlawanan, menunjukkan niat untuk melawan saja mereka tidak sanggup.

"Padahal nama tim mereka sekonyol itu……!"

Dengan tangan gemetar, pria itu memastikan kembali nama tim lawannya.

──"Team Funakko". Itulah nama tim mereka.

Tim dengan nama yang sekilas tampak bodoh ini memenangkan babak pertama hanya dalam waktu singkat, sepuluh menit. Babak kedua pun baru saja mereka selesaikan dalam lima belas menit.

Bahkan, bukan hanya itu saja.

Tim tersebut belum pernah menelan satu pun kekalahan. Dengan kata lain, ketujuh anggotanya melaju dengan rekor mengerikan: tidak terkalahkan.

"Sip, semuanya menang dengan benar ya. Lancar jaya!"

Pria yang menjabat sebagai kartu as "Team Funakko" itu meregangkan tubuhnya.

Ia tampak seperti pemuda ramah yang tidak memiliki aura kewibawaan khusus.

Padahal, papan permainan pemuda itu tadi adalah gambaran neraka──sebuah pertempuran sengit yang melampaui 150 langkah.

Namun, pemuda itu tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan ataupun kelelahan.

Pemain yang menjadi lawan pemuda itu pun kembali ke timnya dengan wajah pucat pasi.

──Nama pemuda itu adalah Tenryu Kazuki.

Alasan mengapa Distrik Barat yang dulunya disebut sebagai distrik lemah kini dikenal sebagai distrik tangguh adalah karena Tenryu berhasil merebut gelar Koryu.

Benar, pemuda ini──Tenryu Kazuki──adalah sang "Raja Koryu". Orang yang berhasil menjadi nomor satu di Jepang untuk pertama kalinya dalam sejarah prefektur pada Koryu-sen periode sebelumnya.

Tenryu menggaruk kepalanya sambil berjalan menghampiri rekan-rekannya yang menyapu bersih kemenangan, wajahnya tampak merasa agak risi.

"Oi, bukannya nama Funakko itu terlalu payah?"

"Tidak apa-apa, kan? Funakko. Kedengarannya imut, lho."

"Dimakan juga enak, lhooo!"

"Inspirasinya dari Funagakoi (Formasi Kapal), kan? Baguslah, lagipula kita semua melakukan tantangan pakai Funagakoi."

"Mana ada tantangan begitu. ……Meski di babak pertama dan kedua memang semuanya pakai Funagakoi sih."

Karena sudah tidak sabar karena nama tim tidak kunjung diputuskan, rekan-rekannya akhirnya memberikan nama dadakan dengan selera yang sangat buruk.

Itulah asal-usul "Team Funakko".

Tenryu merasa sedikit bingung, namun mengingat ini hanyalah tim dadakan, ia membiarkan mereka berbuat sesuka hati untuk kali ini.

Di saat yang sama, salah satu rekannya yang pergi memantau pertandingan beregu lain berbicara kepada Tenryu.

"Oi, Tenryu. Sepertinya Ryutei sudah hancur."

"Serius? Kalau begitu giliran kita sudah tidak ada lagi ya. Reina, ayo pulang?"

"Iya, ayo kita pulang saja."

"Tunggu dulu, selesaikanlah permainan sampai akhir. Kalau kalian pulang dan dianggap kalah WO, staf bagian pembagian grup bisa kacau."

Penyelenggara turnamen kali ini, Suzuki Tetsuro, berlari menghampiri mereka sambil menggaruk kepala dengan ekspresi lelah.

"Meski Ketua Suzuki bilang begitu, kami sudah tidak punya urusan lagi di sini."

"Benar. Seharusnya tim yang berada di bawah pengaruh Komite Ginsen cuma satu itu saja. Suzuki Tetsuro, bukannya bahaya kalau Anda terlalu mencolok?"

"……Memang benar. Kalau hanya aku mungkin tidak masalah, tapi aku bahkan melibatkan Kawauchi-kun. Jika terlalu mencolok, dewan mungkin tidak akan tinggal diam."

"Tapi, maukah kalian bertarung sampai final? Sebagai gantinya, kalian boleh absen di pertandingan individu besok."

Para anggota tim tidak bisa menolak permintaan Suzuki Tetsuro. Meskipun wajah mereka terlihat sangat malas, mereka akhirnya menerima permintaan tersebut.

"Haaa, merepotkan sekali."

"Nanti sepulang dari sini, aku traktir makan semuanya."

"Ayo kita lakukan dengan serius, Tenryu."

"O-oh……"

Anggota tim yang sama sekali tidak terasa kekompakannya. Mungkin itu adalah kelemahan mereka yang terdiri dari berbagai karakter berbeda yang dipaksa berkumpul demi turnamen beregu.

Namun, bagi mereka, kelemahan seperti itu sama sekali tidak berpengaruh.

──"Team Funakko". Anggota yang menyusun tim itu adalah para bintang yang pernah menguasai tingkat nasional. Benar-benar sebuah tim All-Star impian.

Masaya, pada saat itu, belum menyadari bahwa tim legendaris seperti mereka sedang menunggu di depan sana.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close