Sealed Move
Sang Raja Koryu
Koryu-sen yang
diadakan di Distrik Barat terkenal dengan jumlah pesertanya yang sangat banyak
dibandingkan distrik lain.
Karena itulah,
pemain-pemain ternama yang menyelinap di sana sering kali tidak disadari
keberadaannya. Identitas asli mereka biasanya baru terungkap di babak kedua
saat para pemain mulai berguguran.
Turnamen
beregu yang sedang berlangsung saat ini pun tidak terkecuali.
"A-apa-apaan
mereka ini……!"
Seorang pria
mendongak menatap tujuh pemain yang bangkit dari kursi dengan ekspresi penuh
kecemasan.
Di kedua sisinya,
rekan-rekan setimnya duduk mematung tanpa bergerak sedikit pun. Bibir mereka
kering kerontang, dampak dari kekalahan telak yang teramat mengejutkan.
Tim pria itu
adalah kumpulan pemain tangguh yang dijagokan sebagai juara di Distrik Barat.
Namun, siapa
sangka mereka kalah total. Tujuh banding nol. Jangankan memberikan
perlawanan, menunjukkan niat untuk melawan saja mereka tidak sanggup.
"Padahal
nama tim mereka sekonyol itu……!"
Dengan tangan
gemetar, pria itu memastikan kembali nama tim lawannya.
──"Team
Funakko". Itulah nama tim mereka.
Tim dengan nama
yang sekilas tampak bodoh ini memenangkan babak pertama hanya dalam waktu
singkat, sepuluh menit. Babak kedua pun baru saja mereka selesaikan dalam lima
belas menit.
Bahkan, bukan
hanya itu saja.
Tim tersebut
belum pernah menelan satu pun kekalahan. Dengan kata lain, ketujuh anggotanya
melaju dengan rekor mengerikan: tidak terkalahkan.
"Sip,
semuanya menang dengan benar ya. Lancar jaya!"
Pria yang
menjabat sebagai kartu as "Team Funakko" itu meregangkan tubuhnya.
Ia tampak seperti
pemuda ramah yang tidak memiliki aura kewibawaan khusus.
Padahal, papan
permainan pemuda itu tadi adalah gambaran neraka──sebuah pertempuran sengit
yang melampaui 150 langkah.
Namun, pemuda itu
tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan ataupun kelelahan.
Pemain yang
menjadi lawan pemuda itu pun kembali ke timnya dengan wajah pucat pasi.
──Nama pemuda itu
adalah Tenryu Kazuki.
Alasan mengapa
Distrik Barat yang dulunya disebut sebagai distrik lemah kini dikenal sebagai
distrik tangguh adalah karena Tenryu berhasil merebut gelar Koryu.
Benar, pemuda
ini──Tenryu Kazuki──adalah sang "Raja Koryu". Orang yang berhasil
menjadi nomor satu di Jepang untuk pertama kalinya dalam sejarah prefektur pada
Koryu-sen periode sebelumnya.
Tenryu menggaruk
kepalanya sambil berjalan menghampiri rekan-rekannya yang menyapu bersih
kemenangan, wajahnya tampak merasa agak risi.
"Oi,
bukannya nama Funakko itu terlalu payah?"
"Tidak
apa-apa, kan? Funakko. Kedengarannya imut, lho."
"Dimakan
juga enak, lhooo!"
"Inspirasinya
dari Funagakoi (Formasi Kapal), kan? Baguslah, lagipula kita semua melakukan tantangan
pakai Funagakoi."
"Mana ada tantangan begitu. ……Meski di babak pertama
dan kedua memang semuanya pakai Funagakoi sih."
Karena sudah tidak sabar karena nama tim tidak kunjung
diputuskan, rekan-rekannya akhirnya memberikan nama dadakan dengan selera yang
sangat buruk.
Itulah asal-usul "Team Funakko".
Tenryu merasa sedikit bingung, namun mengingat ini hanyalah
tim dadakan, ia membiarkan mereka berbuat sesuka hati untuk kali ini.
Di saat yang sama, salah satu rekannya yang pergi memantau
pertandingan beregu lain berbicara kepada Tenryu.
"Oi, Tenryu. Sepertinya Ryutei sudah hancur."
"Serius? Kalau begitu giliran kita sudah tidak ada lagi
ya. Reina, ayo pulang?"
"Iya, ayo
kita pulang saja."
"Tunggu
dulu, selesaikanlah permainan sampai akhir. Kalau kalian pulang dan dianggap
kalah WO, staf bagian pembagian grup bisa kacau."
Penyelenggara
turnamen kali ini, Suzuki Tetsuro, berlari menghampiri mereka sambil menggaruk
kepala dengan ekspresi lelah.
"Meski Ketua
Suzuki bilang begitu, kami sudah tidak punya urusan lagi di sini."
"Benar.
Seharusnya tim yang berada di bawah pengaruh Komite Ginsen cuma satu itu saja.
Suzuki Tetsuro, bukannya bahaya kalau Anda terlalu mencolok?"
"……Memang
benar. Kalau hanya aku mungkin tidak masalah, tapi aku bahkan melibatkan
Kawauchi-kun. Jika terlalu mencolok, dewan mungkin tidak akan tinggal
diam."
"Tapi,
maukah kalian bertarung sampai final? Sebagai gantinya, kalian boleh absen di
pertandingan individu besok."
Para anggota tim
tidak bisa menolak permintaan Suzuki Tetsuro. Meskipun wajah mereka terlihat
sangat malas, mereka akhirnya menerima permintaan tersebut.
"Haaa,
merepotkan sekali."
"Nanti
sepulang dari sini, aku traktir makan semuanya."
"Ayo kita
lakukan dengan serius, Tenryu."
"O-oh……"
Anggota tim yang
sama sekali tidak terasa kekompakannya. Mungkin itu adalah kelemahan mereka
yang terdiri dari berbagai karakter berbeda yang dipaksa berkumpul demi
turnamen beregu.
Namun, bagi
mereka, kelemahan seperti itu sama sekali tidak berpengaruh.
──"Team
Funakko". Anggota yang menyusun tim itu adalah para bintang yang pernah
menguasai tingkat nasional. Benar-benar sebuah tim All-Star impian.
Masaya, pada saat itu, belum menyadari bahwa tim legendaris seperti mereka sedang menunggu di depan sana.



Post a Comment