Sealed Move
New Game+, Namun Jauh Lebih Kuat
Kenapa juga hujan harus turun di hari seperti ini.
Suara rintik
hujan yang memantul di atas kepalanya seolah sedang mencaci dirinya yang tidak
berdaya, hingga tiba-tiba air mata mendesak keluar.
──Tanpa mengeluarkan payung dari tasnya yang basah, Higashijo mulai melangkah menyusuri jalan pulang.
"……gh!"
Dia melangkah
maju dengan wajah yang tertunduk, seolah berusaha menepis butiran hujan yang
tak terhitung jumlahnya.
Selama ini, dia
selalu melangkah maju dengan cara seperti itu. Selangkah demi selangkah, dia
membangun kekuatannya dengan pasti.
Berusaha itu
tidaklah mudah. Tidak ada jaminan usaha itu akan membuahkan hasil, sementara
waktu yang dihabiskan untuk itu tidak akan pernah kembali lagi.
Karena itulah,
Higashijo merasa sangat bangga akan kemampuan yang dia peroleh dari hasil kerja
kerasnya selama ini.
Dia
merasa dirinya yang sekarang sudah berada di titik batas. Justru karena berdiri
di tepi batas itulah, dia bisa memiliki harga diri untuk mengincar posisi yang
lebih tinggi.
……Dia menyukai Joseki
zaman dulu.
"Yagura
24 Langkah" yang membentuk simetri indah saat kedua belah pihak
mengerahkan kemampuan terbaik, terasa begitu cantik seolah menyelamatkan
dirinya yang terus disiksa oleh rasa rendah diri.
Namun, saat
menyadari bahwa keterpakuannya pada Joseki lama itulah yang menjadi
penyebab kekalahannya hari ini, dadanya terasa sangat sesak.
Harus keluar dari
zona ini dan memulainya "lagi dari nol", membiarkan semua usaha yang
telah dilakukan hanyut begitu saja seperti air hujan yang mengguyur ini…… hal
semacam itu──.
“Bukankah itu
yang namanya usaha?”
Higashijo
menggigit bibirnya saat kalimat itu terngiang kembali di dalam kepalanya.
Benar, usaha
tidak selalu membuahkan hasil.
Ada kalanya saat
kita merasa usaha itu telah berhasil, kita justru harus membuangnya dan
menganggapnya sia-sia.
Meski sudah
berusaha mati-matian untuk maju, tidak ada gunanya jika dinding yang berdiri di
depan kita benar-benar tak bisa dihancurkan.
"……Aku, harus berubah."
Higashijo mendongak. Tanpa memedulikan seragamnya yang basah
kuyup, dia mulai berlari kencang menuju rumahnya.



Post a Comment