Prolog
Cinta Pertama yang Sangat Biasa
Tidak ada alasan khusus. Aku hanya perlahan-lahan tertarik padanya.
Sedikit demi sedikit, perasaanku menjadi semakin besar. Hatiku terasa hangat oleh kebaikan yang tersirat dalam setiap ucapannya, dan aku dengan jujur mengagumi sosoknya yang mampu melakukan apa pun dengan cemerlang.
Namun di saat yang sama, dia terlihat kurang percaya diri. Sikapnya yang sedikit kikuk itu tampak begitu manis di mataku.
Sebelum kusadari, aku mulai mengejarnya dengan pandangan mata saat di kelas. Mengetahui fakta bahwa dia sering tertidur atau mahir memutar pena tanpa alasan, hal-hal kecil seperti itu membuatku tersenyum.
Tanpa kusadari, sekadar berada di dekatnya saja sudah membuatku bahagia. Saat itulah jantungku mulai berdegup kencang karenanya.
——Ah, aku baru saja menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya. Api yang seharusnya kecil itu kini telah diberi kayu bakar, dan sekarang telah menjadi kobaran api besar yang membakar hebat.
Namun, hati Natsu tidak tertuju padaku. Aku cukup tahu tentang hal itu, tapi aku sudah puas hanya dengan bisa berada di sisinya.
Hari itu, saat aku tahu Natsu melakukan High School Debut, ada semacam perasaan yang akhirnya terjawab. Aku merasa dia selalu berusaha menyembunyikan jati dirinya, dan aku selalu bertanya-tanya mengapa begitu.
Tentu saja, hal itu tidak membuat perasaan cintaku menghilang. Sebaliknya, sejak Natsu mulai menunjukkan sifat aslinya, dia menjadi jauh lebih ramah.
Perasaan yang ada di dalam dadaku ini pun semakin membuncah. Hal yang membuatku terkejut adalah saat tahu Tatsu menyukaiku.
Selama ini dia tidak pernah menunjukkan sikap seperti itu. Padahal biasanya kami hanya selalu bertengkar.
……Tapi, saat aku menguping percakapan Natsu dan Tatsu di atap, kesanku padanya berubah. Ternyata dia orang yang cukup sensitif, ya.
Tidak kusangka bahwa akulah penyebabnya. Bahwa Tatsu menyukaiku dan merasa cemburu pada Natsu yang dekat denganku, sungguh perkembangan yang tidak pernah kubayangkan.
Tatsu bilang dia tidak akan menyerah padaku. Tapi, maafkan aku.
Meskipun aku menyukai Tatsu, itu adalah perasaan suka sebagai teman. Berada di dekatnya pun, jantungku tidak berdegup kencang.
Pada akhirnya, orang yang kucintai adalah Natsu. Inilah cinta pertamaku.
……Tapi, hati Natsu mungkin tertuju pada orang lain. Kalau begitu, seandainya aku bisa mencintai Tatsu, mungkin semua orang akan bahagia.
Ya, meskipun aku tahu itu, perasaanku sendiri tidak bisa dikendalikan. Aku sedang mencari cara untuk membuang perasaan kuat yang ada di dalam dadaku ini.



Post a Comment