NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanzen Kaiju no Priest V1 Chapter 2

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Chapter 2

Penghapusan Kutukan Sempurna

"Apa itu! Dengan kemampuan segitu kau bahkan tidak bisa membunuh monster, dasar bocah sialan!!"


"Berisik! Dasar kakek tua! Kenapa kekuatanmu bisa sebesar itu sih!!"


Yang sedang melatihku menggunakan pedang kayu adalah suami dari pasangan tua yang telah menolongku──Ouji Mileister.


Ouji adalah seorang lelaki tua berusia lebih dari tujuh puluh tahun dengan janggut putih. Namun, ia memiliki otot sekeras baja.


Bahkan sekarang, aku saja harus menggenggam pedang kayu dengan kedua tangan, sementara Ouji dengan santai mengayunkannya hanya dengan satu tangan. Perbedaan kekuatan kami sangat jauh.


"〈Air Boost〉"


"Sial! Itu curang!"


"Nuhahaha! Kalau begitu, cobalah kalahkan aku walau sekali saja!"


"Aku ini… seorang priest, tahu…!!"


Beberapa detik kemudian, aku sudah tergeletak telentang di tanah sambil menatap langit.


──Sial, aku malah dipungut oleh kakek yang merepotkan.


Padahal dia tahu aku ini seorang priest, tapi entah kenapa dia tetap mengajariku ilmu pedang, bahkan sampai menggunakan sihir. Terhadapku yang baru berusia dua belas tahun, dia sama sekali tidak kenal ampun.


──Di dunia ini, selain skill, ternyata ada juga sihir, yang terbagi menjadi enam atribut: api, air, tanah, angin, cahaya, dan kegelapan. Tapi itu hanyalah enam atribut utama, katanya masih ada pengecualian seperti alkimia atau sihir kutukan.


Yang tadi digunakan Ouji adalah sihir atribut angin. 〈Air Boost〉 adalah sihir bantuan yang melapisi tubuh dengan angin untuk bergerak lebih cepat.


Karena tidak mampu mengimbangi serangan bertubi-tubi dari pedang kayu itu, aku pun dihajar habis-habisan.


Ngomong-ngomong, untuk saat ini aku belum bisa menggunakan sihir. Tapi sebagai gantinya, aku memiliki skill.


Suara misterius yang kudengar saat aku mati.

Aku merasa telah diberi sebuah skill.


Skill yang kumiliki adalah 〈Penghapusan Kutukan Sempurna〉.


Skill ini mampu menyembuhkan sepenuhnya segala kutukan maupun kondisi abnormal.


Sebagai percobaan, aku menggunakannya pada kakek dan nenek yang telah menolongku.


Karena mereka berdua memiliki masalah di pinggang, aku menggunakannya dengan fokus pada itu, dan ‘sakit pinggang’ mereka benar-benar sembuh total, bahkan mereka jadi dua kali lebih sehat dari sebelumnya. Jujur saja, sampai sekarang aku merasa seharusnya aku tidak menyembuhkannya.


Katanya skill ini bisa menyembuhkan semua kondisi abnormal, tapi aku tidak tahu batasannya sampai mana. Namun, dari fakta bahwa ‘sakit pinggang’ saja bisa disembuhkan, kupahami bahwa gangguan kesehatan ringan pun termasuk di dalamnya.


Sejak dipungut oleh pasangan tua itu, aku pun mulai menjalani aktivitas sebagai priest di usia dua belas tahun, mengikuti suara misterius tersebut.


Di desa Iasis terdapat sebuah gereja kecil, dan di sana ada seorang suster yang bisa menggunakan sihir cahaya.


Dia adalah nenekku──Mizette Mileister.


Seperti Ouji, dia juga berusia lebih dari tujuh puluh tahun dengan rambut putih panjang. Orang-orang yang terluka biasanya datang ke gereja untuk disembuhkan menggunakan sihir pemulihan yang termasuk dalam sihir cahaya.


Aku diberi sebuah ruangan kecil di gereja sebagai ruang perawatan dan mulai bekerja di sana.


Namun, ada satu masalah besar.


Metode pengobatan dan bagian tubuh yang harus disentuh berbeda untuk setiap pasien.


Ada yang harus kupijat bahunya, ada yang harus kupijat pinggulnya, bahkan ada yang harus kupijat dadanya…


Aku sendiri tidak mengerti kenapa, tapi semua pasien yang mengharuskan tindakan tidak senonoh seperti itu adalah wanita muda yang cantik.


Seiring berjalannya waktu, aku mulai berpikir bahwa mungkin jenis kelaminku adalah masalahnya. Mungkin sisi mesum dalam diriku yang memunculkan instruksi seperti itu.


Kalau begitu, berarti aku benar-benar seorang priest mesum yang menjijikkan.


Ngomong-ngomong, saat mengobati ‘sakit pinggang’ nenekku, aku tidak perlu menyentuhnya.


Haa, syukurlah.


Sebenarnya, skill ini juga bisa digunakan tanpa mengikuti instruksi di dalam kepala. Artinya, aku bisa mengaktifkannya tanpa menyentuh pasien.


Namun, dalam kasus seperti itu, tergantung kondisinya, penyembuhan akan memakan waktu sangat lama.


Kesimpulannya, Penghapusan Kutukan Sempurna adalah skill seperti ini:


Efek: Menyembuhkan sepenuhnya kutukan dan kondisi abnormal


Tipe tanpa sentuhan: Tidak perlu menyentuh, tetapi penyembuhan lambat


Tipe sentuhan: Penyembuhan cepat, tetapi tergantung kondisi, bagian tubuh yang disentuh dan metode pengobatan akan berbeda


Skill yang entah mudah digunakan atau justru merepotkan.


◇◇◇


Sekitar tiga tahun sejak aku bereinkarnasi ke dunia ini.


Aku yang sudah terbiasa dengan kehidupan di desa kini secara penampilan berusia lima belas tahun.


"Shuu. Jangan pernah masuk ke hutan timur."


Yang mengatakan itu adalah Mizette, istri dari pasangan Mileister yang telah menolongku.


Meskipun dia nenek berusia lebih dari tujuh puluh tahun, sejak kusembuhkan, dia jadi sangat bugar.


"Iya, aku tahu."


Masakan nenek rasanya kuat dan sangat cocok di lidahku, benar-benar enak. Sarapan hari ini adalah sup kental penuh isi dan roti yang baru dipanggang.


Ada cukup banyak makanan yang mirip dengan yang ada di Jepang, jadi aku tidak kesulitan soal makanan.


Aku saja bisa bereinkarnasi, jadi tidak aneh kalau ada orang lain yang juga bereinkarnasi dan menyebarkan masakan dari kehidupan sebelumnya.


Desa Iasis tampaknya maju dalam pertanian, sehingga banyak menghasilkan sayuran.


Daging diperoleh dengan berburu monster yang ganas.


Di kehidupan sebelumnya aku sering membaca manga, jadi aku cukup tahu tentang dunia fantasi.


Karena itu aku bisa menerimanya dengan mudah, tapi sampai saat ini aku belum pernah melihat monster hidup secara langsung.


Baiklah, sudah tiga tahun aku menahan diri. Bagaimana kalau mencoba pergi ke hutan timur?


Mengikuti rasa penasaranku, aku memutuskan untuk melanggar janji dengan Mizette.


◇◇◇


Aku tidak selalu berada di gereja.


Kalau sedang tidak sibuk, aku biasanya di sana, tapi selain itu aku sering berjalan-jalan, membantu pertanian kenalan, atau dipaksa ikut latihan pedang dengan kakek.


Larangan "jangan pergi ke hutan timur" sudah kudengar ribuan kali. Tapi alasannya tidak pernah diberitahukan.


Aku menduga ada monster ganas di sana, tapi kupikir kalau berbahaya aku bisa langsung kabur, jadi aku pun melangkah masuk ke hutan timur.


Dengan jubah biarawan hitam dan pedang kayu di pinggang, penampilanku benar-benar tidak cocok. Tapi hanya itu pakaian tebal yang kupunya, jadi tidak ada pilihan.


Namun, aku akan menyesal setelah ini. Karena aku sama sekali tidak tahu seperti apa sebenarnya monster itu.


Desa Iasis dikelilingi hutan. Katanya, untuk keluar dari desa pasti harus melewati hutan.


Aku sendiri belum pernah keluar dari hutan sebelumnya.

Itulah sebabnya aku penasaran dengan dunia di luar.


Hutan itu sunyi. Bahkan setelah berjalan sekitar satu jam, aku tidak bertemu satu pun monster.


Aku mulai merasa kecewa, tapi di saat berikutnya, rasa tenang itu langsung lenyap.


"GROOOAAAAAA!!"


"KIH—! KIH—!"


Tiba-tiba, suara raungan yang belum pernah kudengar sebelumnya mengguncang telingaku.


Aku tegang sampai bisa mendengar detak jantungku sendiri.


Dengan hati-hati, aku mendekat dari balik pepohonan.


Di sebuah area berbatu yang agak terbuka, ada dua makhluk──seekor serigala raksasa berwarna putih dan seekor rusa dengan tanduk emas yang memancarkan aura misterius.


"Wah, serius ini…"


Sejauh yang kulihat, keduanya tidak saling menyerang secara langsung. Yang mereka gunakan adalah sihir.


Serigala itu menggunakan sihir angin untuk membelah udara, sementara rusa mengendalikan petir.


Petir itu masuk atribut apa ya… angin? Atau api?


Aku tidak tahu, tapi pertarungan mereka sangat dahsyat.


"────!!"


Namun, rusa berada dalam posisi yang lebih buruk.


Aku bisa langsung mengerti alasannya. Perutnya terluka dan darah terus mengalir.


Aku tidak tahu apakah luka itu terjadi dalam pertarungan ini. Tapi jelas, gerakannya menjadi lebih lambat karena itu.


Saat pertarungan sihir antara angin dan petir terus berlangsung, serigala itu mendekat dan mengayunkan cakarnya ke arah wajah rusa.


Berbahaya──aku berpikir begitu, tapi rusa itu sudah tidak ada di tempatnya dan entah sejak kapan sudah berada di belakang serigala.


Detik berikutnya, suara gemuruh──tidak, petir yang menggelegar turun dari langit.


Dengan suara yang luar biasa keras, petir menghantam punggung serigala yang lengah──dan seketika ia roboh. Kemenangan jatuh pada rusa.


"Wah…"


Tanpa sadar aku berseru kagum.


Pertarungan itu seperti pertempuran monster raksasa. Bahkan kakek pun mungkin tidak bisa ikut campur dalam pertarungan seperti itu… mungkin.


Namun, di depan mataku yang masih terpukau, rusa yang seharusnya menang itu tiba-tiba roboh ke tanah. Mungkin karena luka tadi. 


Tapi dari jauh, lukanya tidak terlihat sebesar itu…


"…………Sial."


Entah kenapa, aku merasa rusa itu tidak boleh mati.


Jadi aku mendekat perlahan… perlahan…


Tolong, jangan serang aku.


Tidak apa-apa… tidak apa-apa…Sambil bergumam dalam hati, aku mendekat dengan hati-hati.


Saat sudah tepat di depannya, ternyata ukuran rusa itu jauh lebih besar dari yang kubayangkan. Panjang tubuhnya mungkin mencapai tujuh meter. Sementara serigala di sampingnya juga sebesar itu.


"H-hei… kau baik-baik saja?"


Dengan jantung berdegup kencang, aku mencoba berbicara.


『Hmm. Kau orang dari Iasis, ya』


"Hah?"


Rusa itu bicaraaaaaaaaaaa!? Tadi kau masih teriak-teriak ‘kih kih’, kan!?


『Rusa juga bisa bicara. Kau tidak tahu?』


"Tidak, tidak, tidak, tidak mungkin bisa! Dan jangan baca pikiranku!"


Entah bagaimana, rusa ini jelas aneh.


Memang terlihat misterius, tapi suaranya malah berat seperti pria tua. Katanya hanya rusa jantan yang punya tanduk, dan dia punya tanduk berarti──


『Sebagai tambahan, aku betina』


"Maaf sekaliiii!!"


Aku pikir aku akan dibunuh, jadi aku langsung bersujud di tanah.


Ya, ini bukan rusa biasa, tapi monster. Salahku sendiri karena mencoba menyamakannya dengan hewan yang kukenal.


"Aku sebenarnya ingin menolongmu… tapi aku tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan."


『Sihir penyembuhan tidak akan berguna. Ini racun』


"Hah, racun?"


『Ya, aku terkena serangan makhluk itu. Sepertinya dia datang dari jauh untuk merebut wilayahku. Biasanya makhluk seperti itu bisa dengan mudah kukalahkan, tapi hari ini aku sedikit lengah』


Jadi serigala itu menggunakan serangan beracun, ya. Kalau memikirkan racun yang dihasilkan dari tubuh sebesar itu, pasti sangat berbahaya.


『Seandainya aku bisa sampai ke mata air penyembuhan, seharusnya tidak akan jadi masalah…』


"Jadi ada tempat seperti itu, ya."


『Ya. Walaupun butuh waktu, bahkan racun mematikan pun bisa disembuhkan di sana』


Dengan tubuh sebesar ini, jelas aku tidak mungkin membawanya sendirian.


Mungkin butuh lebih dari tiga puluh orang dan kereta besar untuk mengangkutnya. Kalau berat gajah sekitar lima ton, mungkin rusa ini sekitar dua ton.


『Menaksir berat tubuh wanita… sungguh tidak pantas bagi seorang pria』


"Dia baca pikiranku lagi!?!"


Aku memutuskan berhenti memikirkan hal-hal aneh.

Lalu langsung masuk ke inti.


"Racunmu itu… termasuk kondisi abnormal, kan?"


『Benar』


"Kalau begitu biar aku yang menyembuhkannya. Jangan bergerak──"


『Kau…?』


"Iya. Diam saja dan istirahat."


Karena kami bisa berkomunikasi dan dia tidak menyerang, aku merasa lebih tenang dan mendekati tubuh rusa itu.


Lalu aku mengangkat tanganku, dan dari dalam pikiranku muncul instruksi skill untuk menyembuhkan status ‘racun mematikan’.


"──Yah, dia monster juga, jadi tidak masalah."


『Apa yang akan kau lakukan』


"Jangan sampai kau malah mengerang hanya karena kau betina."


『Apa──』


Aku meletakkan tangan kananku di pinggul besar rusa itu.

Meski hidup di alam liar, bulunya sangat halus dan indah. Mungkin ada yang menyisirnya.


Lalu aku mengaktifkan skill.


"──〈Penghapusan Kutukan Sempurna〉"


Cahaya putih menyelimuti tangan kananku, dan aku mulai mengusap pinggulnya.


『NNOOOOOO!?』


Jeritan aneh rusa itu menggema di hutan.


Entah dia berapa umurnya, tapi ternyata instruksi seperti ini tidak terbatas hanya pada wanita muda dan cantik saja. Aku mendapat pengetahuan baru.


"Racun serigala itu… memang kuat…"


Aku sudah pernah menyembuhkan racun sebelumnya.

Waktu ada warga desa terkena racun serangga, aku menyembuhkannya.


Saat itu langsung sembuh seketika, tapi racun ini berbeda.


Rusa itu masih terus berteriak. Berisik sekali. Tapi entah kenapa, aku merasa harus menolongnya.


Jadi sedikit lagi… bertahanlah.


──Begitulah, sekitar sepuluh menit berlalu.


Kalau racun biasa hanya butuh puluhan detik, kali ini sampai sepuluh menit. Tapi tetap saja, aku bisa merasakan dari tanganku bahwa penyembuhan telah selesai sepenuhnya.


"──Bagaimana kondisimu?"


『M-mmm… ini… sudah sembuh…?』


Dengan suara seperti komentator olahraga, rusa itu memastikan racunnya sudah sembuh.


Buktinya, darah dari lukanya sudah berhenti mengalir.


『──〈Heal〉』


"Wah!?"


Tiba-tiba rusa itu menggunakan sihir penyembuhan tingkat paling dasar. Cahaya suci menyelimuti luka di perutnya dan perlahan menutupnya.


…Bukannya kekuatannya aneh?


『Kau kira aku ini siapa? Aku adalah makhluk suci yang menguasai wilayah ini, Keryneia. Bahkan kekuatan 〈Heal〉 milikku meningkat berkali-kali lipat』


"O-oh begitu…"


Makhluk suci itu apa? Bukannya dia monster? Dan ternyata kekuatan sihir bisa berbeda tergantung pengguna. Baru tahu aku.


『Sebagai makhluk suci, aku melindungi desa Iasis dan hutan ini. Bersyukurlah』


"Bukannya kamu yang harusnya berterima kasih dulu?"


『Mm… benar juga. Kau benar. Aku berterima kasih padamu』


Rusa itu──Keryneia, berdiri lalu menundukkan tubuhnya dan kepala sebagai tanda hormat. Cara memberi hormatnya sangat sopan untuk ukuran makhluk seperti itu.


Jadi selama ini dia yang melindungi desa Iasis. Pantas saja tidak ada monster yang menyerang desa.


"O-oh… kalau begitu aku pulang dulu."


『──Tunggu sebentar』


Deg. Jangan-jangan setelah sembuh dia malah mau menyerangku?


Tapi dia makhluk suci… katanya melindungi desa. Atau jangan-jangan manusia dijadikan persembahan…?


『Aku tidak mungkin memakan manusia. Monster saja sudah cukup』


"Syukurlah…"


『Naiklah ke punggungku. Ada tempat yang ingin kutunjukkan』


"Eh…"


Begitulah, setelah menyembuhkan Keryneia, aku malah dibawa ke tempat yang tidak kukenal. Karena perbedaan kekuatan terlalu besar, aku tidak punya pilihan selain menurutinya.


Punggung Keryneia terasa sangat nyaman, sama seperti bulu di pinggulnya. Mungkin juga karena dia berjalan dengan hati-hati agar aku tidak jatuh.


Rasanya mungkin seperti naik gajah.


『Kau… apakah berhubungan dengan miko?』


"Hah? Miko?"


Di tengah perjalanan, dia menanyakan itu.


『Ya, tentang kalung Mileister yang kau pakai itu』


"Eh…?"


Kenapa dia tahu nama keluargaku!? Ya memang dia tahu desa Iasis sih… Kalung maksudnya rosario ini, kan…


『Kalung itu kau dapat dari siapa』


"Dari… Mizette Mileister, orang yang merawatku…"


『Hmm, jadi memang miko. Dia telah membesarkan orang yang menarik』


"Eh… kau kenal Mizette? Apa itu miko?"


『Tidak tahu ya? Mizette adalah miko yang terhubung denganku. Beberapa kali dalam setahun, dia memperbarui perjanjian dengan memberikan doa, dan sebagai gantinya aku melindungi Iasis』


"H-heh…"


Aku sama sekali tidak mengerti!


『Kalung itu juga diwariskan turun-temurun dalam keluarga Mileister. Pasti kau mendapatkannya dari Mizette』


"Iya sih… tapi Mizette juga punya yang sama."


『Itu karena aku yang menyiapkannya untuk diwariskan ke miko berikutnya. Ada beberapa』


"Hah… eh… jadi aku bakal jadi miko?"


Ini pembicaraan makin aneh! Aku tidak pernah dengar dari nenek! Berarti aku tidak bisa pergi dari sini selamanya!?


『Tenang saja. Sudah ada kandidat miko lain. Kalung itu memiliki perlindunganku, sehingga juga berfungsi sebagai penangkal monster. Itulah sebabnya kau tidak bertemu monster lain sebelum sampai padaku』


"Jadi itu sebabnya… aku jalan satu jam tanpa ketemu apa-apa… jadi larangan ke hutan timur itu karena kamu!?"


『Kau memanggilku “kamu"? Hmph, kurang ajar juga』


"Ah, bukan maksudku… mulutku ini… diamlah!"


『Kau ini memang aneh』


Entah kenapa aku malah diperhatikan oleh rusa…


Tapi syukurlah dia tidak marah. Bahkan saat disentuh, Keryneia terasa memberi ketenangan. Mungkin makhluk suci memang punya kekuatan misterius.


『Ngomong-ngomong, bulu ini dirawat oleh miko dan kandidat miko dengan disisir』


"Sudah kuduga!"


Akhirnya aku tahu kenapa bulunya begitu indah.


『Kita sudah sampai──ini adalah mata air penyembuhan』


"Eh…"


Di depan mataku terbentang mata air berdiameter sekitar lima puluh meter. Tidak terlalu besar, tapi airnya bercahaya biru pucat, memberi kesan misterius seperti Keryneia.


『Tunggu sebentar』


Keryneia menurunkanku lalu masuk ke dalam air.

Tubuhnya perlahan tenggelam hingga menghilang.


…Eh, aku harus nunggu berapa lama?


Sepuluh menit berlalu sejak dia menghilang.

Jangan bilang aku ditinggal di sini?


Saat aku mulai khawatir, akhirnya dia muncul kembali.


『Ini juga kehendak Dewi Artemisia──akan kuberikan padamu』


"Eh──"


Sesuatu kecil melayang dari dekat wajahnya. Saat jatuh ke tanganku, itu adalah cincin dengan permata biru muda.


『Cincin Pembalikan. Akan berguna bagimu』


"Apa maksudnya? Efeknya apa?"


『Sederhananya, saat kau menggunakan sihir atau skill dengan kesadaran, efeknya akan menjadi kebalikan dari efek aslinya. Karena itu disebut cincin pembalikan』


"Membalik efek… ya."


Mungkin suatu saat aku bisa menggunakan sihir atau mendapatkan skill lain. Tapi saat ini aku hanya punya Penghapusan Kutukan Sempurna.


Kalau terjadi bahaya, aku tidak akan berguna. Tapi kalau skill itu dibalik dengan cincin ini…


〈Penghapusan Kutukan Sempurna〉 menyembuhkan semua kondisi abnormal. Kebalikannya berarti…


…tidak mungkin, kan.


Sebuah kemungkinan terlintas di pikiranku, tapi kalau itu benar, hasilnya akan sangat berbahaya. Ini tidak bisa diceritakan ke siapa pun.


"Terima kasih. Untuk sekarang akan kuterima."


Ukuran cincin itu pas di jari tengah tangan kananku, jadi langsung kupakai.


"Oh iya, aku belum menyebutkan namaku. Namaku Shuu Mileister."


『Shuu, ya. Akan kuingat. Semoga kau mendapat perlindungan dewi──hm, tidak… sudahlah. Hati-hati di jalan』


Setelah berkata begitu, Keryneia kembali menyelam ke dalam mata air.


"………………Eh?"


Tidak ada siapa pun di sekitarku. Aku juga tidak tahu ini di mana.


"Aku harus pulang gimanaaaaa!!"


Aku berteriak ke langit penuh keputusasaan.


『Hahaha. Akan kuantar sampai dekat Iasis』


"Kau!!"


Keryneia muncul lagi sambil tertawa.


『Anggap saja balasan karena kau tadi menyentuh bagian pentingku』


"Bahkan makhluk suci bisa bercanda seperti itu ya… padahal itu cuma karena skill… serius aku sempat panik!"


『Aku ini gadis, tahu』


"Gadis umur berapa itu?"


『Bertanya umur wanita itu tidak sopan──』


"Ribet banget!!"


Akhirnya aku naik lagi ke punggungnya, dan berkat sihir angin, hanya dalam beberapa menit kami sudah sampai di dekat desa Iasis.


Setelah berpisah dengannya, aku menceritakan semuanya pada nenek di gereja.

Dan balasannya adalah, "Sudah kubilang jangan ke sana, dasar bodoh!" sambil menghujaniku dengan pukulan bertubi-tubi.


Suster tukang kekerasan ini, dari mana pun dilihat, tidak cocok disebut miko sama sekali.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close