NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 10 Fragmen I

Fragmen 1

Tempat yang Tidak Tersorot Cahaya


Sudah sebulan berlalu sejak Iris Pelangi Senja masuk ke Akademi Sihir Stromeria.

Awalnya semuanya terasa begitu sibuk hingga aku hanya bisa berusaha mengikuti. Tapi sekarang, rasanya aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan akademi.

Isi kuliah pun mulai tersusun rapi di benakku. Mekanisme magic art juga jauh lebih mudah kupahami dibandingkan dulu.

Setelah semua kuliah hari ini selesai, saat aku sedang membereskan meja,

“Uuuu~~~……”

Dari samping terdengar suara dengungan aneh.

Aku menoleh dan melihat Carol menelungkup di meja sambil menatap tajam ke suatu arah.

“Carol?”

Aku memanggilnya, tapi tidak ada respons.

Aku mengikuti arah pandangannya.

Di sana, Log sedang dikelilingi oleh sekelompok siswi perempuan.

Para siswi itu saling melemparkan pertanyaan, tapi jelas sekali mereka bukan bertanya untuk belajar. Hanya alasan untuk mengajak bicara.

Meski begitu, Log tidak menunjukkan wajah tidak suka sedikit pun. Ia menjawab dengan suara tenang.

Dulu, ia sering menyombongkan bakatnya sendiri. Tapi setelah pengalaman penjelajahan tahun lalu, ia berubah cukup banyak.

Ia jadi lebih jujur dan ramah. Sekarang bahkan para penjelajah senior dari Silver Rabbit of the Night Sky juga sangat menyayanginya.

Biasanya saat bersama kami, ia sering dikelilingi orang-orang yang lebih tua, jadi aku tidak terlalu menyadarinya. Tapi melihatnya di tengah kelompok seusianya seperti ini, ia memang terlihat lebih dewasa.




……Lagipula, Carol yang biasanya selalu tersenyum cerah dan ceria, jarang sekali menunjukkan wajah tidak senang yang begitu jelas seperti ini.

Wajar sih. Kalau melihat orang yang disukai sedang akrab dengan orang lain, siapa pun pasti tidak senang.

Aku sendiri pernah merasa dada sesak saat melihat Orn-san dan kakak perempuanku berbicara dengan senang.

Jadi, perasaannya sangat kupahami.

“……Kalau kamu penasaran, kenapa tidak ikut bergabung saja ke sana?”

Begitu aku mengusulkan dengan ringan, bahu Carol tersentak. Wajahnya langsung memerah dan ia berdiri dengan cepat.

“Be-bukan begitu! Lebih baik kita abaikan saja mereka dan pergi sekarang!”

Ia berkata sambil menarik tanganku kuat-kuat.

Aku buru-buru berdiri sambil memeluk barang-barangku. Carol pun berjalan cepat keluar dari ruang kuliah.

──Pasti Carol sendiri belum menyadarinya.

Tapi melihat punggungnya dari belakang, jawabannya terasa sangat jelas, lebih dari yang ia pikirkan sendiri.

◆◇◆

Setelah meninggalkan akademi, aku dan Carol menuju salah satu ruangan di Kamar Dagang Downing di kota.

Begitu masuk, kakak perempuan dan kakak laki-laki Carol──Ruela-san dan Frederick-san──sudah ada di sana.

Awalnya, keduanya adalah anggota sekte yang dipaksa bekerja di bawah Doktor, salah satu petinggi sekte.

Namun setelah kematian Doktor dan rekonsiliasi dengan Carol, mereka meninggalkan sekte. Sekarang mereka bertindak sebagai anggota unit operasional Amuntsers yang berbasis di kota ini.

Ruela-san yang mendengar suara pintu terbuka mengangkat wajah dari kursi dan tersenyum lembut.

“Selamat datang kembali, kalian berdua.”

“Aku pulang~!”

Carol menjawab sambil langsung memeluk Ruela-san dengan penuh semangat.

Ruela-san sempat membulatkan mata karena kaget, tapi kemudian tersenyum lembut seperti mengatakan “ya sudah tidak apa-apa” dan mengelus kepala Carol dengan lembut.

Melihat pemandangan itu, bibirku tanpa sadar melengkung.

Ini… benar-benar terasa seperti keluarga ya.

Setelah Carol melepaskan pelukannya, ekspresi Ruela-san berubah serius.

“Carol, Sophie──tanggal pelaksanaan sudah ditetapkan lima hari lagi.”

Akhirnya!”

Carol membungkuk ke depan dengan penuh semangat.

Aku mengangguk, tapi dada terasa gelisah.

Aku memang sudah mendengar garis besarnya, tapi begitu resmi diputuskan, bobotnya terasa berbeda.

“Aku jelaskan lagi ya.”

Ruela-san berkata sambil meletakkan selembar dokumen di meja.

“Salah satu fasilitas eksperimen manusia yang dikelola Siklamen Sect. Masih ada kemungkinan penyintas di dalamnya. Karena itu, unit operasional Amuntsers akan melakukan penyerangan mendahului lima hari lagi untuk menyelamatkan anak-anak subjek eksperimen.”

Begitu Ruela-san selesai menjelaskan, Frederick-san membuka mulut.

“Sebenarnya, aku tidak terlalu merekomendasikan ikut serta Apalagi Sophie.”

“……Kenapa?”

“Aku tidak tahu masa lalu Sophie seperti apa, dan aku juga tahu tidak seharusnya kita memberi peringkat pada penderitaan. Tapi──apakah Sophie punya ‘tekad’?”

Nada Frederick-san kali ini bukan seperti biasanya yang santai, melainkan sangat serius.

“Dunia ini punya sisi gelap. Dunia yang belum Sophie ketahui.”

Aku mengerti bahwa hal-hal yang dilihat Carol dan yang lain saat ditawan sekte adalah dunia yang tak bisa kubayangkan.

Setelah menerima peringatan itu dengan sungguh-sungguh, aku menjawab.

“……Aku punya tekad. Sejak mendengar rencana operasi ini.”

Saat mengatakan itu, aku menyadari suaraku sedikit bergetar.

Tapi perasaan di dalam dadaku tidak bohong.

“Aku masih sangat lemah dan banyak hal yang tidak aku tahu…… Tapi, kalau ada orang yang sedang menderita, aku tidak mau pura-pura tidak melihat. Dulu di wilayah Legliff──aku sudah memutuskan dengan jelas seperti apa aku ingin menjadi.”

Aku melanjutkan sambil memilih kata-kata dengan hati-hati.

“Aku ingin menjadi seperti bulan yang menerangi malam. Orang yang bisa menyampaikan cahaya ke tempat-tempat gelap. Kalau ada orang yang berada dalam kegelapan, aku ingin bisa menyadarinya. Makanya, meski menakutkan──aku tetap ingin menghadapinya.”

Setelah berkata sampai situ, aku mengembuskan napas kecil.

Aku tidak yakin apakah aku menyampaikannya dengan baik.

Tapi ini adalah segalanya yang kumiliki saat ini.

Ruela-san berkedip sekali, lalu bergumam pelan.

“……Sombong sekali.”

Namun nada suaranya terdengar agak lembut.

“……Yah, selama tekadmu tidak goyah di saat genting, itu sudah cukup

Frederick-san mengangkat bahu ringan dan kembali ke nada biasanya.

Suasana yang tegang sedikit mengendur.

“Ah, benar benar Kalian berdua sudah baca edisi khususnya?”

Aku berkedip bingung mendengar pertanyaannya.

“Edisi khusus?”

“Belum baca…… Isinya apa?”

Carol juga memiringkan kepala.

“Katanya Labyrinth Raksasa di Timur sudah berhasil ditaklukkan

“……Eh?”

Suaraku tanpa sadar melengking.

“Sudah……?”

Carol juga menunjukkan ekspresi terkejut yang sama.

“Benar begitu. Awal tahun ini mereka sudah mencapai lantai 96, tapi baru tiga bulan lalu penaklukan resmi dijadikan target bersama antarnegara dalam konferensi puncak. ……Bukankah ini terlalu cepat?”

“……Tapi Labyrinth Timur kan tipe yang tidak punya lapisan dalam, berbeda dengan selatan Strail?”

“──Memang rendah kemungkinannya.”

Ruela-san memotong perkataanku dengan tenang.

“Tahun lalu, Amuntsers sudah membersihkan penjelajah-penjelajah berbakat di Timur. Mustahil dalam waktu singkat muncul lima orang jenius tak dikenal.”

“Lagipula kelima penakluk itu katanya semua berusia lima belas atau enam belas tahun

Frederick-san melanjutkan.

“Anak-anak yang tidak punya nama maupun prestasi tiba-tiba mencapai prestasi kelas dunia.”

Punggungku merinding.

“……Hal seperti itu biasanya……”

“Mustahil ya.”

Ruela-san menyatakan dengan datar.

“Karena itu──ada satu hipotesis yang muncul.”

Cara bicaranya membuatku menahan napas.

Carol juga mengerutkan alis dengan cemas.

“Jangan-jangan……”

“Para penakluk itu──kemungkinan besar adalah subjek eksperimen Siklamen Sect.”

“──!?”

Dadaku berdegup kencang.

“Tentu saja belum ada bukti. Tapi waktu, usia, dan situasinya…… terlalu cocok.”

◆◇◆

Lima hari kemudian.

Di waktu pagi saat udara masih dingin menyentuh kulit, aku, Log, dan Carol muncul di titik kumpul Amuntsers.

Sudah ada hampir tiga puluh anggota unit operasional yang berkumpul di sana.

“……Luar biasa……”

Aku tanpa sadar menahan napas.

Semua orang memiliki tubuh yang terlatih sempurna. Beban pengalaman yang jelas berbeda dari penjelajah biasa yang biasa kulihat di labyrinth terasa hanya dari cara mereka berdiri.

“Begitu banyak yang berkumpul, tekanannya memang berbeda……”

Log bergumam pelan. Pandangannya lurus ke depan, tapi ujung jarinya sedikit tegang.

Di sampingnya──hanya Carol yang berkata dengan nada biasa, “Ini menggembirakan ya”.

……Pantang menyerah ya, Carol.

Lalu Ruela-san yang melihat kami mendekat.

“Kalian bertiga sudah datang.”

Meski nadanya datar, matanya lebih tajam dari biasanya.

Ini adalah wajah saat bekerja──begitulah yang kupikirkan.

“Lebih banyak orang dari yang kukira.”

Log berkata sambil melihat sekeliling.

“Ada beberapa pintu masuk ke fasilitas sekte. Supaya bisa menyerbu dari semua rute, kami membagi tim. Kalian bertiga akan satu tim dengan kami.”

“Artinya aku, Log, Ruela, dan Fred berlima……?”

Begitu Log memastikan, Ruela-san menggeleng.

“Bukan. Ada dua orang lagi. Di sana.”

Ruela-san menunjuk dengan dagunya ke arah seorang wanita bertopi kerucut besar dan seorang pria tinggi.

“Eh, orang-orang itu……”

“Mereka mantan anggota Golden Dawn Hero Party tempat Guru dulu bergabung……!”

Aku dan Log tanpa sadar mengeluarkan suara kaget bersamaan.

Kedua orang itu juga menyadari kehadiran kami dan mendekat dengan pelan.

Pria tinggi itu──Derrick-san──menatap kami dari atas sambil berkata.

“……Mereka ini murid Orn? Masih anak-anak banget.”

“Apa kami harus jadi pengasuh anak juga?”

Wanita bertopi kerucut──Aneri-san──bergumam sambil menghela napas.

“Kami bukan anak-anak. Kami sudah dewasa.”

Log membalas dengan wajah cemberut.

Pandangan keduanya saat melihat Log terasa seperti sedang menilai.

“Meski sudah dewasa, tetap saja kalian anak-anak. Kalian benar-benar berniat ikut?”

Derrick-san mengembuskan napas pelan lalu melanjutkan dengan suara rendah.

“Ini bukan sekadar penyelidikan. Mengingat lawannya──bisa lebih berbahaya daripada labyrinth.”

Kata-katanya lebih terdengar sebagai peringatan daripada provokasi.

“A-aku sudah siap……!”

Aku melangkah maju dan menyampaikan perasaanku tanpa mengalihkan pandangan.

Melihat itu, Aneri-san menyipitkan mata sedikit.

“Hmm Yah, kalau kalian malah jadi beban juga merepotkan. Kalau pertarungan dimulai, sembunyi di belakang kami saja. Sebagai senior penjelajah, kami akan melindungi kalian.”

“A haha Kalian berdua memang tidak pernah berubah. Selalu bicara dengan cara yang menimbulkan salah paham

Frederick-san yang selama ini hanya mengamati percakapan kami berbicara dengan nada santai.

“Apa? Mau berkelahi?”

Aneri-san mengerutkan alis, sementara Derrick-san menatap dengan pandangan tajam.

Tapi Frederick-san sama sekali tidak terganggu dan tersenyum kepada keduanya.

“Bukan bukan Aku tidak menjual perkelahian kok Hanya saja sepertinya maksud Aneri-san dan Derrick-san tidak tersampaikan ke mereka bertiga Jadi aku cuma mau menerjemahkan.”

“Ha” “Apaan?”

Suara keduanya kompak sekali.

Frederick-san melambaikan tangan sambil melanjutkan dengan santai.

“Mereka berdua sebenarnya ingin bilang, ‘Kalau kalian kesulitan, jangan sungkan minta tolong. Kami pasti bantu’

“……Ha!? Bukan itu maksudnya……”

Pipi Aneri-san sedikit memerah. Ia buru-buru menurunkan tepi topinya lebih dalam.

“Salah besar! Jangan sembarangan menafsirkan!”

Derrick-san memalingkan muka sambil melipat tangan, tapi telinganya sedikit memerah.

“Eeh Jadi kalau Log dan yang lain dalam bahaya, kalian tidak akan membantu ya?”

“Kami tidak bilang begitu!”

“Benar! Kalau terjadi apa-apa pada anak-anak ini, Orn dan Luna pasti akan marah──Ya! Kami hanya terpaksa membantu supaya tidak dimarahi mereka berdua!”

“Memang. Orn dan Luna ceramahnya panjang dan menyebalkan.”

……Alasannya kacau sekali, tapi kesungguhan mereka malah terasa lucu.

“Hee Begitu rupanya Jadi kalian berdua siap membantu dengan sepenuh hati ya

Frederick-san tersenyum lebar sambil mengejar.

“…………”

Keduanya tidak menyangkal dan hanya mengalihkan pandangan.

Melihat mereka seperti itu, aku mengembuskan napas lega.

Cara bicaranya memang kasar, tapi sepertinya mereka bukan orang jahat.

Log di sampingku juga melunakkan ekspresi cemberutnya sedikit.

“──Semua orang sudah berkumpul ya.”

Aku menoleh ke arah suara. Komandan unit operasional Amuntsers──seorang pria bertubuh kekar──melangkah maju dengan pelan.

Suasana ceria tadi seolah bohong. Udara di tempat itu berubah seketika.

Aku tersentak dan langsung menegakkan punggung.

“Kita mulai konfirmasi akhir operasi.”

Suara komandan tenang, tapi memiliki bobot seperti baja.

“Target adalah fasilitas eksperimen Siklamen Sect. Struktur dalam belum sepenuhnya diketahui, tapi ada lima pintu masuk yang sudah dikonfirmasi. Setiap tim akan menyerbu secara bersamaan dari rute masing-masing, memastikan keselamatan penyintas dan menyingkirkan ancaman.”

Para penjelajah di sekitar mengangguk dengan wajah serius.

Di dekat tim kami, Derrick-san melipat tangan, sementara Aneri-san mendengarkan kata-kata komandan tanpa menggerakkan alis sedikit pun.

Melihat sikap mereka, aku kembali merasakan kekuatan penjelajah sejati, dan dada terasa panas.

……Aku juga harus berusaha agar tidak menyeret mereka.

Komandan melanjutkan.

“Konfirmasi tim. Tim pertama──”

Nama-nama dibacakan satu per satu, hingga giliran kami tiba.

“Terakhir, Tim Kelima. Pemimpin: Ruela. Anggota: Frederick, Aneri, Derrick, serta──Sophia, Logan, Caroline. Total tujuh orang.”

Begitu nama kami disebut, punggungku langsung tegak.

Carol menggenggam tinju dan bergumam dengan tatapan penuh tekad.

“Akhirnya…… kita bisa pergi menyelamatkan semua orang……

Di wajah sampingnya tidak ada keraguan. Hanya tekad kuat yang tertanam.

Alasan aku dan Log datang ke Kadipaten Hitia adalah untuk memperdalam pengetahuan magic art di akademi dan tumbuh lebih kuat.

Tapi tujuan Carol berbeda.

Tujuannya sejak awal──menyelamatkan sebanyak mungkin anak-anak yang ditawan sekte.

Untuk itu, Carol datang ke tempat di mana informasi sekte paling banyak terkumpul.

……Baru setelah datang ke Kadipaten Hitia aku mengetahui alasan Carol begitu kuat berkeinginan.

Carol diculik sekte saat masih kecil dan mengalami hal-hal mengerikan.

Meski akhirnya berhasil melarikan diri dari cengkeraman sekte, masih banyak anak yang terus menderita.

‘Aku ingin menyelamatkan semua mereka,’ begitu Carol pernah bilang.

Aku pun setuju dengan perasaannya.

Meski mungkin suhu perasaannya berbeda, aku juga ingin menolong orang-orang yang menderita dalam kegelapan.

“──Dengan ini, konfirmasi akhir selesai. Semua tim, bersiap untuk transfer!”

Begitu perintah dikeluarkan, semua orang mulai bergerak bersamaan.

Mereka memeriksa peralatan dan berjalan menuju ruangan tempat magic circle transfer terukir.

Ketegangan dan kegembiraan berputar di dalam dada.

“Ayo, kita berangkat.”

Ruela-san memanggil dengan lembut tapi tegas.

Kami pun berjalan mengikuti punggungnya.

◆◇◆

──Begitu melangkah masuk ke fasilitas yang remang-remang, bau menyengat langsung menusuk hidung.

……Ini bau darah Ditambah bau obat-obatan……

Tenggorokanku tanpa sadar tercekat.

Di dinding terlihat bekas-bekas besi pengikat, sementara di lantai terdapat noda hitam yang sudah mengering.

Puing-puing alat sihir berserakan. Aku tak ingin membayangkan untuk apa benda-benda itu digunakan──tapi bayangan itu muncul sendiri di kepala.

……Mengerikan…… Dada terasa gelisah……

Meski pikiran belum bisa mengikuti, hatiku seolah terus terkikis.

Saat kakiku goyah, aku menyadari bahu Carol di sampingku bergetar kecil.

“Carol, kamu tidak apa-apa……

“Tidak apa-apa. ……Aku sudah terbiasa melihat ini.”

Suara itu terdengar sangat kecil, jelas sedang berpura-pura kuat, tapi ia tetap berusaha memandang ke depan.

……Aku yang harus menopangnya.

Begitu aku berpikir, saat itu juga──

“Ada orang di depan!”

Suara Log membuatku menoleh ke depan.

──Seorang gadis kecil.

Usianya lebih muda dari kami.

Kami buru-buru berlari mendekatinya.

“Kamu tidak apa-apa!? Kami──”

“──Jangan mendekat sembarangan!!”

Suara tajam Ruela-san terdengar dari belakang.

Saat itu, bulu kudukku merinding.

Aku melompat ke samping secara refleks. Sesuatu melesat dengan kecepatan tinggi melewati tempatku tadi berdiri.

Suara angin yang terbelah dan bunyi seperti logam yang digores.

Aku menoleh──itu adalah tangan gadis itu.

Bukan. Itu bukan tangan.

Itu adalah cakar binatang berbentuk tangan.

Cakar dengan panjang yang tidak masuk akal.

Lengan yang menghitam.

Magic power yang begitu pekat hingga terlihat jelas berputar seperti pusaran.

Apakah ini yang disebut majin……

“……

Mata gadis itu sepenuhnya tertutup kegelapan. Tidak ada tanda-tanda akal sehat.

“Jangan──

Suaraku tidak sampai. Gadis itu menggigil kesakitan sambil menyerbu ke arah kami seperti binatang buas.

“Sophie!”

Log berteriak sambil bersiap.

Tapi yang menyerbu adalah tubuh kecil, tangan kecil, dan jeritan kecil.

Menyerang anak seperti ini……!)

Aku tidak bisa menyusun formula dengan baik.

Sesuatu di dalam dada menolak.

Melihatku seperti itu, Aneri-san mengerahkan banyak magic circle di sekitarnya.

Saat ia hendak melepaskan magic penyerang,

“Biarkan ini padaku.”

Frederick-san menghentikan Aneri-san dan melangkah ke depan kami.

“──Status Down.”

Dengan debuff yang dilepaskan Frederick-san, gerakan gadis itu melambat.

“Tenang saja. Sekarang tidurlah dengan nyenyak.──Induction Sleep.”

Suara itu bukan nada santai seperti biasanya, melainkan lembut penuh kasih sayang.

Gadis itu tertidur dengan napas damai karena magic Frederick-san.

Kemudian Frederick-san menoleh ke arah kami dengan tatapan dingin.

“……Sophie, Log, ini adalah kenyataannya. Dengan tekad kalian──”

Saat Frederick-san hendak melanjutkan, sirene yang menusuk telinga tiba-tiba berkumandang ke seluruh fasilitas.

“Apa, apa itu!?”

“Alarm……

Lantai sedikit bergoyang. Dari celah di lantai yang remang-remang, kabut hitam naik mengepul.

……Ini mirip kabut yang muncul saat magic beast mati……?)

Pemandangan yang biasa kulihat di labyrinth dan fenomena di depan mata ini tumpang tindih, membuat dada bergejolak.

Fenomena yang terjadi di depan mata adalah kebalikan dari yang biasa kulihat.

Kabut itu bukan menghilang, melainkan──berusaha membentuk wujud.

“Bahaya! Siap tempur! Lindungi anak itu sambil menyerang balik!”

Suara Ruela-san menggema.

Kabut hitam itu perlahan berubah menjadi siluet magic beast.

Binatang berkaki empat.

Tentakel dengan mata majemuk.

Sub-manusia bersenjata.

Bukan satu, melainkan bertambah dua, tiga, dan seterusnya.

“Padahal ini bukan labyrinth.”

“Jangan banyak bicara dan habisi mereka, Derrick!”

Bersamaan dengan kata-katanya, tombak air yang dilepaskan Aneri-san mengubah magic beast menjadi kabut hitam.

Derrick-san juga maju selangkah sambil mengacungkan perisai besar.

Pertarungan antara kami dan magic beast pun dimulai.

Kalau magic beast, aku bisa menyerang tanpa ragu!

Fire Arrow

Anak panah api yang kulepaskan menembus kaki magic beast.

Saat gerakannya berhenti, jejak hijau zamrud melesat ke titik vital magic beast.

Caroline yang telah mengaktifkan magic tool antingnya mengenakan aura hijau zamrud yang berkobar seperti api. Magic circle mengambang di matanya.

“Magic beast yang menyentuh anak ini──akan kubunuh semua.”

Suara Carol rendah dan bergetar karena amarah.

Di bawah kakinya, percikan api hijau zamrud beterbangan.

Magic power membengkak. Udara bergetar.

“Carol, mereka datang!”

“Aku tahu!”

Carol mengarahkan pedang ganda ke arah magic beast tipe sub-manusia yang mendekat.

Carol melesat dengan kecepatan yang hampir tak terlihat, hanya meninggalkan jejak hijau zamrud. Magic beast yang berada di jalurnya berubah menjadi kabut hitam dan lenyap.

Aku menjatuhkan magic beast yang ditinggalkan Carol dengan magic penyerang.

Log dan Ruela-san serta yang lain juga bertarung, jumlah magic beast perlahan berkurang.

“Bagus, tinggal──”

Saat akhir pertarungan terlihat, suara tumpul terdengar dari belakang.

“── Sophie!!”

Aku menoleh karena teriakan Carol. Bayangan kecil terlihat di pinggir pandangan.

Itu adalah gadis yang seharusnya sedang tidur.

Sambil menyerap kabut hitam, tubuhnya menggigil kesakitan. Matanya sudah sepenuhnya tertutup kegelapan.

“……

Tubuh kecil itu melompat dengan kecepatan seperti binatang buas.

Sesaat aku ragu.

Di detik itu, cakar tajam yang membawa kematian mendekat ke dadaku.

Ini…… tidak bisa dihindari……!)

“Tidak akan kubiarkan!!”

Bersamaan dengan suara itu, perisai raksasa menyela di antara aku dan cakar tersebut.

Bunyi seperti logam yang menjerit menggema di seluruh fasilitas.

“Sophia! Mundur!”

Didorong oleh bentakan Derrick-san, aku mundur secara refleks.

Di seberang pandangan, gadis itu masih menggeram kesakitan seperti binatang sambil terus mengayunkan cakarnya.

“……Kenapa, seperti ini……

Suara yang tanpa sadar keluar dari mulutku bergetar.

Seharusnya──anak itu sedang tertidur.

Aku sama sekali tidak ingin menyakitinya.

Kami datang untuk menyelamatkannya.

Seolah melihat keraguanku, Derrick-san menoleh sambil berteriak.

“Sophie, perasaan ‘ingin menolong’ itu memang mulia. Tapi perasaan saja tidak akan mengubah situasi.”

“……

“Sekarang ini adalah situasi hidup atau mati.”

Derrick-san berkata tegas sambil tetap mengacungkan perisai.

“Kalau tidak hidup, kau tidak bisa menolong siapa pun. Makanya──jangan jatuh. Kau ingin menjadi pihak yang menolong, kan?”

Kata-kata Derrick-san menusuk tajam ke dalam dada.

“Derrick, tahan gerakannya!”

Suara Aneri-san melesat.

“Oke!”

Derrick-san menekan gerakan gadis itu sepenuhnya dengan perisainya.

Aneri-san sudah menyelesaikan penyusunan formula.

“──Rock Bind

Begitu Aneri-san mengaktifkan magic art, batuan dasar di lantai naik dan mengikat tubuh gadis itu.

“Bagus──wah, mereka datang berbondong-bondong, merepotkan sekali!”

Di arah pandangan Aneri-san, magic beast-magic beast menyerbu menuju gadis itu.

“──Multi-Element Multi-Link Lance + Multi Focus

Aneri-san mengayunkan tongkatnya. Seketika, banyak magic circle terbentuk seolah melindungi gadis itu.

Bisa mengerahkan sebanyak itu di tempat yang jauh……!?

Biasanya, magic circle dikerahkan di dekat pengguna. Semakin jauh jaraknya, formula akan kacau dan aliran magic power sulit, sehingga berisiko gagal.

Raise Repeat yang diajarkan Orn-san memang bisa dikerahkan di tempat jauh, tapi itu karena aliran magic power-nya berjalan otomatis.

Bahkan Orn-san sendiri, saat melindungi kami dari black dragon setahun lalu, ia menempatkan formula sambil bergerak.

Tapi sekarang, Aneri-san──mengerahkan banyak magic circle sekaligus di posisi yang jauh dari dirinya.

──Dengan presisi yang mustahil dan jumlah yang mustahil.

Inilah kekuatan penyerang belakang dari mantan Hero Party……

Lagipula, kalau semua ini ditambah Impact milik Orn-san, daya pemusnahannya jelas tidak bisa dibandingkan denganku.

“Semuanya mengganggu. Hilang sana!”

Begitu Aneri-san menjentikkan jari, magic power di setiap magic circle menyala dengan hebat.

Puluhan tombak magic power muncul dari sana.

Tombak-tombak itu tidak fokus ke satu titik, melainkan meluncur ke arah magic beast yang menyerang gadis itu dari berbagai arah.

……Semuanya menargetkan musuh yang berbeda……!)

Tombak dengan berbagai atribut ditembakkan secara bersamaan dan menusuk magic beast dari segala arah.

Tidak ada jalan kabur sama sekali.

Sambil melihat magic beast berubah menjadi kabut hitam, Aneri-san berkata dengan suara dingin.

“Aku tidak berniat membiarkan satu pun lolos. Seluruh ruang ini adalah jangkauan seranganku.”

Seluruh ruang…… adalah jangkauan serangan……

Kata-kata dan pemandangan itu terukir dalam di dada.

Aku juga ingin seperti itu……!)

Bentuk penyihir yang ingin aku capai terasa lebih jelas dari sebelumnya.

◆◇◆

Tak lama kemudian, semua magic beast berhasil ditaklukkan.

Yang tersisa hanyalah seorang gadis yang diikat oleh batu.

Hanya di sekitar tubuhnya, kabut hitam berputar sangat pekat.

“Baiklah. Sekali lagi──Induction Sleep

Frederick-san mencoba menyihir gadis itu agar tertidur.

Namun──kabut hitam di sekitar gadis itu memantulkan magic art seperti dinding pelindung.

“……Memang tidak mempan ya

Frederick-san mengangkat bahu.

“Apa maksudnya?”

Log bertanya dengan wajah tegang.

“Kabut hitam yang menyelimutinya menyebabkan interferensi magic power. Kalau sudah sepekat ini, magic-ku tidak akan mempan

Kalau magic Frederick-san tidak mempan, berarti tidak ada cara untuk menghentikan gadis itu tanpa melukainya.

Saat itu, batu yang mengikat gadis itu berderit.

“──!? Masih bisa bergerak……

Mata Aneri-san membulat.

Tubuh kecil itu menggigil. Lengan dan kakinya berusaha memaksa menerobos ikatan.

Dada terasa sakit.

Lalu Frederick-san menoleh ke arahku.

Ekspresinya sangat serius.

“Hei, Sophie.”

“Ap-apa?”

“Bisa kau hilangkan kabut hitam ini?”

“Eh, aku……

Aku kehilangan kata-kata karena terkejut.

Frederick-san menatapku lurus.

“Saat ini, satu-satunya yang mungkin bisa mengatasi kabut hitam ini hanyalah Sophie. Kalau kau tidak bisa, aku terpaksa menggunakan cara kasar.”

“Kemungkinan……

“Kabut hitam ini adalah magic power. Cara paling cepat menghilangkannya tanpa melukai anak ini adalah──dengan membenturkan Anti-Magic.”

“…………”

Meski itu kata yang sudah familiar, dada tetap bergejolak.

Aku bukan pemilik Anti-Magic.

Yang kumiliki adalah Psychokinesis.

Tapi Frederick-san melanjutkan dengan tenang.

Psychokinesis adalah kekuatan yang berada di puncak ki. Arahnya berbeda, tapi Anti-Magic seharusnya sama.”

“Puncak ki……”

Aku menahan napas dan kembali menatap gadis itu.

Ia terlihat menggigil kesakitan.

Seolah terdengar suara “sakit”, “tolong”, “takut”──dada terasa sesak.

Tapi──bukan.

Otot gadis itu bukan bergerak atas kemauannya sendiri.

Bahkan otot wajahnya tidak menyatakan penderitaan, melainkan dipaksa bergerak.

Seperti boneka yang diikat tali, magic power hitam itu mencengkeram tangan dan kakinya.

Gadis itu bahkan dirampas kekuatan untuk melawan.

Kehendak anak ini tidak ada di mana pun…… Aku tidak bisa membiarkan ini!)

Keadaan di mana ia tidak bisa disentuh siapa pun, tidak bisa meminta tolong siapa pun, hanya dikendalikan.

Aku tidak bisa hanya berdiam diri melihat anak yang lebih kecil dariku mengalami hal seperti ini.

“……Aku tidak bisa membiarkannya.”

Kata-kata yang keluar dari mulutku ternyata tidak bergetar seperti yang kukira.

Ada keraguan dan ketakutan.

Tapi di atas itu semua, satu tekad membara di dalam dada.

Kalau aku satu-satunya yang bisa menyelamatkannya──aku harus melakukannya!)

Aku menggenggam tongkat dengan kedua tangan.

Saat itu──ki di dalam dada perlahan memanas dengan tenang.

Frederick-san pernah bilang.

Anti-Magic dan Psychokinesis berbeda arah, tapi sama-sama berada di puncak ki.

Sejak hari Orn-san mengajariku bahwa Psychokinesis adalah kekuatan berasal dari ki, aku terus berusaha memahami ki milikku.

Karena itu kekuatan tak kasat mata, setiap hari di sela latihan magic art, aku memejamkan mata dan terus mengamatinya dengan tenang.

Saat menggunakan Psychokinesis, aku selalu melepaskan ki ke luar.

Kalau Anti-Magic adalah kebalikannya

Aku menarik ki yang beredar di dalam tubuh──mengumpulkannya.

Bukan melebar ke luar seperti biasa, melainkan mengumpulkannya ke pusat, semakin ke pusat.

……Bayangannya adalah aliran magic power saat Raise Repeat. Mengumpulkan ki yang tersebar di sekitar ke satu titik dan memberi arah.──‘Menghancurkan kejahatan’.

Dada terasa terbakar.

Aku menggerakkan panas itu ke bahu, lengan, lalu tangan.

Saat itu, gerakan gadis itu semakin hebat.

Seolah berusaha melarikan diri dariku.

“Jangan menyakiti anak ini lagi

Aku mengacungkan tongkat tanpa ragu.

Ki yang terkumpul berkelap-kelip merah di ujung tongkat. Udara bergetar.

“──Sampaikan

Cahaya yang dilepaskan berubah menjadi anak panah tipis dan tepat menembus hanya kabut hitam yang menyelimuti gadis itu.

Kabut terbelah, meledak, dan kehilangan kekuatan.

Tubuh gadis itu lunglai dan diam di dalam batu.

“Haa…… haa…… Berhasil……

Karena melepaskan banyak ki sekaligus, tubuh terasa berat. Tapi hati bergetar karena rasa pencapaian.

“Sophie

Carol yang berlari mendekat menatapku dengan mata campuran lega dan kaget.

“Luar biasa Benar-benar hanya menghilangkan kabutnya saja

Di sampingnya, Log juga membulatkan mata.

“Ini…… Anti-Magic……”

Hanya mendengar suara keduanya sudah membuat dada terasa panas.

Tapi yang paling mengejutkan adalah──

“……Hebat ya, Sophie.”

Frederick-san berkata dengan nada ringan seperti biasa, tapi jelas terdengar senang.

“Pengendalian ki-mu sempurna. Dengan ini, kau pasti bisa menjadi lebih kuat.”

Saat dipuji, aku berusaha sekuat tenaga menahan sesuatu yang naik ke tenggorokan.

──Aku telah menyaksikan kenyataan yang keras.

Aku ragu, dan banyak sekali memperlihatkan sisi memalukan.

Tapi aku tidak akan memperlihatkan wujud menyedihkan seperti ini lagi

Untuk menjadi “diriku yang ideal” yang pernah kudeskripsikan pada Orn-san di Daruane, aku akan terus menghadapi apapun.

Dan──sekarang aku mengerti dengan jelas.

Aku menemukan cara bertarung yang unik, hanya milikku, untuk menaklukkan labyrinth raksasa

Taktik yang menguasai seluruh ruang.

Serta kekuatan ki yang memutus kejahatan.

Di dalam dada, api kecil menyala dengan tenang.

Begitu kembali ke akademi, aku harus mulai mengerjakan magic tool khusus untukku!)


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close