NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 10 Interlude I

Interlude 1

Labirin Besar di Timur


Tahun 630 Kalender Suci, bulan September.

Ibu kota Federasi Rudain, negara tetangga yang dipisahkan laut dari Kyokuto, sedang diliputi oleh kegembiraan luar biasa.

Semua itu karena Labyrinth Raksasa di Timur telah berhasil ditaklukkan.

Upacara perayaan atas prestasi besar itu berlangsung megah sekaligus meriah. Rakyat yang memenuhi alun-alun tak henti-hentinya meneriakkan sorak sorai.

Upacara berjalan lancar. Di akhir acara, pidato Ketua Federasi Gunnar pun dimulai.

Berdiri di atas panggung, ia menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada lima orang penjelajah muda yang berhasil menaklukkan tugas prioritas utama umat manusia itu.

──Mereka yang berhasil menaklukkan labyrinth adalah sekelompok remaja putra dan putri yang baru saja menginjak usia lima belas tahun.

Sorak sorai rakyat semakin menggema, menyambut permulaan sebuah legenda baru.

Selanjutnya, Gunnar menyinggung situasi dunia.

Ia menyatakan bahwa Federasi Rudain yang telah menguasai Labyrinth Raksasa di Timur seharusnya mendukung Kerajaan Nohitant di selatan dan Republik Junoé di utara yang menjadi target berikutnya.

Penaklukan labyrinth adalah tugas bersama umat manusia. Semua negara harus melampaui batas dan bersatu padu──demikian ia serukan dengan suara lantang.

Namun kemudian, suaranya semakin mengeras.

“……Namun, ancaman yang setara dengan labyrinth raksasa sedang tumbuh di sebelah kita!”

Kerumunan rakyat mulai bergejolak.

Ketua itu memotong kata-katanya sejenak, lalu berkata dengan suara berat.

“Negara tetangga Kyokuto──telah jatuh ke tangan Demon Lord.”

Kata-kata itu membuat seluruh alun-alun gempar.

Rakyat memang sudah mendengar desas-desusnya.

Sejak beberapa waktu lalu, jalur laut antara Federasi dan Kyokuto memang telah dibatasi.

Namun ketika hal itu diucapkan langsung oleh Ketua yang berada di puncak negara, semuanya terasa jauh lebih nyata.

Negara tetangga telah dikuasai Demon Lord. Banyak yang menganggapnya sebagai ancaman dan wajah mereka menjadi muram.

“Menurut informasi yang kami terima, Demon Lord Orn telah melepaskan monster-monster hitam ke dalam Kyokuto dan menguasai negara itu dengan kekuatan militer. Lalu, siapa yang harus menyelamatkan negara sahabat lama kita ini?──Kita, Federasi Rudain!”

Sorak sorai seperti gelombang amarah membalas seruannya.

Kegembiraan semakin membesar. Di hati rakyat, alasan besar bernama ‘Perebutan Kembali Kyokuto’ tertanam semakin dalam.

Beberapa hari kemudian.

Pidato Gunnar juga menjadi angin yang sangat menguntungkan di dalam sidang parlemen.

Dengan dalih ‘menyelamatkan negara sahabat’, Federasi Rudain secara resmi menyetujui pengiriman pasukan bersenjata ke Kyokuto.

──Namun, alur ini terlalu menguntungkan bagi seseorang.

Ketua Gunnar tersenyum diam-diam.

Seolah ia sudah tahu semuanya akan berjalan seperti ini.

Setidaknya, ia sepertinya tahu bahwa penyebab sebenarnya kekacauan di Kyokuto bukanlah Demon Lord Orn yang disebutkan dalam pidatonya.

Kebenaran tidak berubah di permukaan negara, melainkan diam-diam berubah bentuk di balik kegelapan──.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close