Interlude
Christa Muscat
Sebagai seseorang yang terlahir di keluarga Duke, ia harus mengabdi demi negara dan demi keluarganya.
Christa menjalani hidupnya
dengan pemikiran seperti itu sejak ia mulai mengerti tentang dunia.
Oleh karena itu, Christa
selalu menutup mata terhadap berbagai perilaku Bruno yang tidak pantas sebagai
anggota keluarga kerajaan, dan terus mengabdi demi pria yang kelak akan menjadi
raja tersebut. Akan tetapi──
“Christa Muscat,
putri keluarga Duke Muscat. Mulai hari ini, aku membatalkan pertunanganku
denganmu.”
Bruno menyatakan
pembatalan pertunangan kepada Christa yang selama ini telah mengabdi kepadanya
sebagai tunangan, hanya dengan alasan bahwa ia merasa terganggu karena
kesenangannya bermain wanita dihalangi.
Christa merasa sangat
terpukul.
Tentu saja, itu bukan
karena Christa menaruh hati pada Bruno. Melainkan karena pembatalan pertunangan
oleh pihak keluarga kerajaan telah mencoreng kehormatan Keluarga Muscat.
Christa berulang kali meminta
maaf kepada ayahnya, Christoph.
Sebaliknya, Christoph
menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun kesalahan Christa dalam masalah ini, dan
semua ini murni kesalahan Bruno yang tidak bisa menilai orang. Ia menolak
permintaan maaf tersebut dan terus menenangkan putrinya untuk tidak terlalu
memikirkannya.
Akan tetapi, Christa
semakin hari semakin kehilangan semangatnya.
Sebagai seorang ayah yang
sangat menyayangi putrinya, wajar jika Christoph tidak tega melihat kondisi
anaknya yang seperti itu.
Dengan meninggalkan negara
ini, Christoph berharap walau hanya sejenak, putrinya bisa melupakan kewajibannya.
Serta supaya Christa tidak
perlu kembali ke Teokrasi, Christoph berharap putrinya dapat menemukan tunangan
baru di Kerajaan Suci.
Dengan harapan tersebut,
Christoph memerintahkan Christa untuk pergi ke Kerajaan Suci.
Namun, Christa justru
mengartikannya sebagai teguran agar ia setidaknya berguna demi kepentingan
diplomasi.
Kali ini aku harus
melakukannya dengan baik.
Dengan tekad bulat untuk
tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Christa memulai perjalanannya menuju
Kerajaan Suci.
※※※
Setibanya di Ibukota
Kerajaan Suci, Christa menerima perlakuan yang hangat di Istana Kerajaan.
Namun, tidak ada
kesempatan diplomasi sama sekali untuknya.
Christa hanya terus
menjalani kehidupan sebagai tamu kehormatan yang tidak melakukan apa-apa dan
tanpa tujuan yang pasti. Rasanya seolah ia diberi tahu bahwa dirinya tidak
memiliki kegunaan apa pun, dan hal itu terasa sangat menyiksa.
Di tengah situasi
tersebut, Alphonse datang menemui Christa dan berkata.
“Christa-jou. Jika Anda
berkenan, bagaimana kalau Anda tinggal di Wilayah Clover?”
Alphonse, yang mengetahui
keinginan Christoph, berpikir bahwa Arl—yang memiliki kebesaran hati untuk
menerima Rena—mungkin bisa membahagiakan Christa.
Selain itu, jika Christa
menikah dengan Keluarga Clover, reputasi Keluarga Clover di mata publik pun
akan berubah.
Kenyataannya, keputusan
mereka menerima Rena justru membuat cemoohan terhadap Keluarga Clover semakin
menguat.
Menanggapi niat Alphonse
tersebut, Christa berpikir.
Keluarga Clover berada di
perbatasan, tempat yang sangat cocok untuk mengasingkan orang bermasalah
sepertinya.
Setidaknya aku tidak boleh
sampai merepotkan negara yang memiliki hubungan sahabat dengan tanah airku.
“Saya mengerti. Saya akan
mencoba pergi ke Wilayah Clover.”
Dan begitulah akhirnya,
Christa pergi menuju Wilayah Clover.
※※※
Saat pertama kali melihat
Wilayah Clover, Christa telah mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi berbagai
hal, tetapi kehidupan di Wilayah Clover ternyata jauh lebih memuaskan dari yang
ia bayangkan.
Pertama-tama, tidak ada satu
pun orang yang menganggap Christa sebagai sosok yang merepotkan.
Meskipun ini adalah
permintaan dari Alphonse, normalnya orang-orang tidak akan bersedia bersikap
sehangat ini kepada seorang putri bangsawan yang sama sekali tidak memiliki
hubungan dengan mereka.
Hal yang paling berarti
baginya adalah ketika Christa dipercaya untuk menangani sebagian dari pekerjaan
administratif keluarga tersebut.
Christa merasa sangat
bahagia menyadari bahwa mereka memercayai dirinya yang baru saja datang dari
negara asing, dan ia bisa merasakan secara nyata bahwa dirinya sedikit banyak
telah berguna.
Kemudian, di saat Christa
mulai berpikir bahwa hidup di Wilayah Clover sangatlah menyenangkan, Bruno
datang ke kediaman Keluarga Clover.
Tujuannya adalah untuk
membawa Christa kembali.
Christa menyalahkan
dirinya sendiri. Karena keberadaannya, ia telah merepotkan Keluarga Clover.
Ditambah lagi, ia malah membebankan urusan menghadapi Bruno kepada mereka.
Didera rasa bersalah yang
teramat sangat, Christa tidak bisa berdiam diri. Ia menggunakan sihir hipnotis
pada Rena dan Lucy, lalu pergi menyusul Arl dan Alan. Dan kemudian──
“—Ghk, sungguh
loyal sekali untuk ukuran bangsawan perbatasan.”
“Aku akan menyuruh
para penjaga yang kubawa untuk menggeledah seluruh rumah ini.”
Merespons sikap Bruno yang
sangat tidak sopan itu, tubuh Christa bergerak secara refleks.
“Yo, Christa.
Sudah lama ti—buagh...!”
Tindakan itu mampu Christa
lakukan, justru karena ia sangat mencintai Wilayah Clover.
“Christa, apa yang
kau lakukan padaku...!”
“Christa, kau akan
dieksekusi sekarang juga!”
“Aku sama sekali
tidak peduli. Daripada harus mematuhi perintahmu, dieksekusi adalah pilihan
yang jauh lebih baik!”
Daripada mencoreng
kehormatan orang-orang Wilayah Clover yang telah menyelamatkannya dan kembali
ke tanah air, lebih baik ia kehilangan nyawanya di sini demi melindungi
kehormatan sang penyelamat.
“Takkan kumaafkan,
aku takkan memaafkanmu, Christa!”
Bruno yang kehilangan akal
sehatnya berniat mengangkat tangannya untuk memukul Christa. Tepat di saat
itu──
“Keluarga kami
telah berencana untuk menjadikan Christa sebagai selirku di kemudian hari.”
Arl, yang menyela untuk
menghentikan Bruno, mengatakan hal tersebut. Karena ia mendeklarasikannya di
hadapan anggota keluarga kerajaan dari negara asing, Christa yakin Arl
bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
Pada detik itu juga,
Christa membulatkan tekadnya. Bahwa ia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Arl.
Semenjak tiba di kediaman
ini, Christa memang telah menaruh kekaguman pada Arl.
Arl selalu bersikap lembut
kepada Christa yang statusnya seperti barang bermasalah, dan Christa memiliki
keyakinan penuh bahwa pemuda itu akan terus menghargainya di masa depan.
Bagi Christa yang tidak
pernah sekalipun menerima perlakuan sebaik itu dari Bruno, mustahil baginya
untuk tidak jatuh hati pada Arl.
※※※
Setelah berhasil mengusir
Bruno, Christa akhirnya resmi bertunangan dengan Arl. Hanya saja, bukan sebagai
istri sah, melainkan sebagai selir.
Christa sebenarnya
memiliki kesempatan untuk menggantikan Rena—yang statusnya hampir sama dengan
orang yang dihapus hak warisnya—sebagai istri sah, tetapi ia sengaja tidak
melakukannya.
“Kerja bagus, Arl-san, Rena-san.”
Christa membawakan air
untuk Arl dan Rena yang baru saja menyelesaikan latihan pedang mereka di
halaman.
Bukan hanya Arl yang
disukai oleh Christa.
Christa telah jatuh cinta
pada Keluarga Clover itu sendiri.
Christa tidak ingin
merusak keharmonisan hubungannya saat ini dengan Keluarga Clover hanya demi
menjadi istri sah. Meskipun begitu──
(Sesekali, tolong luangkan
waktu untukku juga, ya.)
Di dalam hatinya, Christa
memendam sedikit harapan egois yang manis itu.



Post a Comment