NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Henkyou Kizoku ni Tensei shita Akuyaku Reijō Suki ga Volume 1 Interlude II

Interlude

Christa Muscat


Sebagai seseorang yang terlahir di keluarga Duke, ia harus mengabdi demi negara dan demi keluarganya.

 

Christa menjalani hidupnya dengan pemikiran seperti itu sejak ia mulai mengerti tentang dunia.

 

Oleh karena itu, Christa selalu menutup mata terhadap berbagai perilaku Bruno yang tidak pantas sebagai anggota keluarga kerajaan, dan terus mengabdi demi pria yang kelak akan menjadi raja tersebut. Akan tetapi──

 

“Christa Muscat, putri keluarga Duke Muscat. Mulai hari ini, aku membatalkan pertunanganku denganmu.”

 

Bruno menyatakan pembatalan pertunangan kepada Christa yang selama ini telah mengabdi kepadanya sebagai tunangan, hanya dengan alasan bahwa ia merasa terganggu karena kesenangannya bermain wanita dihalangi.

 

Christa merasa sangat terpukul.

 

Tentu saja, itu bukan karena Christa menaruh hati pada Bruno. Melainkan karena pembatalan pertunangan oleh pihak keluarga kerajaan telah mencoreng kehormatan Keluarga Muscat.

Christa berulang kali meminta maaf kepada ayahnya, Christoph.

 

Sebaliknya, Christoph menegaskan bahwa tidak ada sedikit pun kesalahan Christa dalam masalah ini, dan semua ini murni kesalahan Bruno yang tidak bisa menilai orang. Ia menolak permintaan maaf tersebut dan terus menenangkan putrinya untuk tidak terlalu memikirkannya.

 

Akan tetapi, Christa semakin hari semakin kehilangan semangatnya.

 

Sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya, wajar jika Christoph tidak tega melihat kondisi anaknya yang seperti itu.

 

Dengan meninggalkan negara ini, Christoph berharap walau hanya sejenak, putrinya bisa melupakan kewajibannya.

 

Serta supaya Christa tidak perlu kembali ke Teokrasi, Christoph berharap putrinya dapat menemukan tunangan baru di Kerajaan Suci.

 

Dengan harapan tersebut, Christoph memerintahkan Christa untuk pergi ke Kerajaan Suci.

 

Namun, Christa justru mengartikannya sebagai teguran agar ia setidaknya berguna demi kepentingan diplomasi.

 

Kali ini aku harus melakukannya dengan baik.

 

Dengan tekad bulat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Christa memulai perjalanannya menuju Kerajaan Suci.

 

※※※

 

Setibanya di Ibukota Kerajaan Suci, Christa menerima perlakuan yang hangat di Istana Kerajaan.

 

Namun, tidak ada kesempatan diplomasi sama sekali untuknya.

 

Christa hanya terus menjalani kehidupan sebagai tamu kehormatan yang tidak melakukan apa-apa dan tanpa tujuan yang pasti. Rasanya seolah ia diberi tahu bahwa dirinya tidak memiliki kegunaan apa pun, dan hal itu terasa sangat menyiksa.

 

Di tengah situasi tersebut, Alphonse datang menemui Christa dan berkata.

 

“Christa-jou. Jika Anda berkenan, bagaimana kalau Anda tinggal di Wilayah Clover?”

 

Alphonse, yang mengetahui keinginan Christoph, berpikir bahwa Arl—yang memiliki kebesaran hati untuk menerima Rena—mungkin bisa membahagiakan Christa.

 

Selain itu, jika Christa menikah dengan Keluarga Clover, reputasi Keluarga Clover di mata publik pun akan berubah.

 

Kenyataannya, keputusan mereka menerima Rena justru membuat cemoohan terhadap Keluarga Clover semakin menguat.

 

Menanggapi niat Alphonse tersebut, Christa berpikir.

 

Keluarga Clover berada di perbatasan, tempat yang sangat cocok untuk mengasingkan orang bermasalah sepertinya.

 

Setidaknya aku tidak boleh sampai merepotkan negara yang memiliki hubungan sahabat dengan tanah airku.

 

“Saya mengerti. Saya akan mencoba pergi ke Wilayah Clover.”

 

Dan begitulah akhirnya, Christa pergi menuju Wilayah Clover.

 

※※※

 

Saat pertama kali melihat Wilayah Clover, Christa telah mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi berbagai hal, tetapi kehidupan di Wilayah Clover ternyata jauh lebih memuaskan dari yang ia bayangkan.

 

Pertama-tama, tidak ada satu pun orang yang menganggap Christa sebagai sosok yang merepotkan.

 

Meskipun ini adalah permintaan dari Alphonse, normalnya orang-orang tidak akan bersedia bersikap sehangat ini kepada seorang putri bangsawan yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan mereka.

 

Hal yang paling berarti baginya adalah ketika Christa dipercaya untuk menangani sebagian dari pekerjaan administratif keluarga tersebut.

 

Christa merasa sangat bahagia menyadari bahwa mereka memercayai dirinya yang baru saja datang dari negara asing, dan ia bisa merasakan secara nyata bahwa dirinya sedikit banyak telah berguna.

 

Kemudian, di saat Christa mulai berpikir bahwa hidup di Wilayah Clover sangatlah menyenangkan, Bruno datang ke kediaman Keluarga Clover.

 

Tujuannya adalah untuk membawa Christa kembali.

 

Christa menyalahkan dirinya sendiri. Karena keberadaannya, ia telah merepotkan Keluarga Clover. Ditambah lagi, ia malah membebankan urusan menghadapi Bruno kepada mereka.

 

Didera rasa bersalah yang teramat sangat, Christa tidak bisa berdiam diri. Ia menggunakan sihir hipnotis pada Rena dan Lucy, lalu pergi menyusul Arl dan Alan. Dan kemudian──

 

“—Ghk, sungguh loyal sekali untuk ukuran bangsawan perbatasan.”

 

“Aku akan menyuruh para penjaga yang kubawa untuk menggeledah seluruh rumah ini.”

Merespons sikap Bruno yang sangat tidak sopan itu, tubuh Christa bergerak secara refleks.

 

“Yo, Christa. Sudah lama ti—buagh...!”

 

Tindakan itu mampu Christa lakukan, justru karena ia sangat mencintai Wilayah Clover.

 

“Christa, apa yang kau lakukan padaku...!”

 

“Christa, kau akan dieksekusi sekarang juga!”

 

“Aku sama sekali tidak peduli. Daripada harus mematuhi perintahmu, dieksekusi adalah pilihan yang jauh lebih baik!”

 

Daripada mencoreng kehormatan orang-orang Wilayah Clover yang telah menyelamatkannya dan kembali ke tanah air, lebih baik ia kehilangan nyawanya di sini demi melindungi kehormatan sang penyelamat.

 

“Takkan kumaafkan, aku takkan memaafkanmu, Christa!”

 

Bruno yang kehilangan akal sehatnya berniat mengangkat tangannya untuk memukul Christa. Tepat di saat itu──

 

“Keluarga kami telah berencana untuk menjadikan Christa sebagai selirku di kemudian hari.”

 

Arl, yang menyela untuk menghentikan Bruno, mengatakan hal tersebut. Karena ia mendeklarasikannya di hadapan anggota keluarga kerajaan dari negara asing, Christa yakin Arl bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

 

Pada detik itu juga, Christa membulatkan tekadnya. Bahwa ia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Arl.

 

Semenjak tiba di kediaman ini, Christa memang telah menaruh kekaguman pada Arl.

 

Arl selalu bersikap lembut kepada Christa yang statusnya seperti barang bermasalah, dan Christa memiliki keyakinan penuh bahwa pemuda itu akan terus menghargainya di masa depan.

 

Bagi Christa yang tidak pernah sekalipun menerima perlakuan sebaik itu dari Bruno, mustahil baginya untuk tidak jatuh hati pada Arl.

 

※※※

 

Setelah berhasil mengusir Bruno, Christa akhirnya resmi bertunangan dengan Arl. Hanya saja, bukan sebagai istri sah, melainkan sebagai selir.

 

Christa sebenarnya memiliki kesempatan untuk menggantikan Rena—yang statusnya hampir sama dengan orang yang dihapus hak warisnya—sebagai istri sah, tetapi ia sengaja tidak melakukannya.

 

“Kerja bagus, Arl-san, Rena-san.”

 

Christa membawakan air untuk Arl dan Rena yang baru saja menyelesaikan latihan pedang mereka di halaman.

 

Bukan hanya Arl yang disukai oleh Christa.

 

Christa telah jatuh cinta pada Keluarga Clover itu sendiri.

 

Christa tidak ingin merusak keharmonisan hubungannya saat ini dengan Keluarga Clover hanya demi menjadi istri sah. Meskipun begitu──

 

(Sesekali, tolong luangkan waktu untukku juga, ya.)

 

Di dalam hatinya, Christa memendam sedikit harapan egois yang manis itu.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close