Chapter 1
Menjadi Penjahat Butuh Persiapan
Matang
Sudah
sekitar lima tahun berlalu sejak aku bereinkarnasi.
Saat
masih bayi, aku hampir mati karena wabah penyakit, tapi aku berhasil bertahan
hidup berkat tekad yang kuat.
Menurut
Navi, dunia ini memiliki energi yang disebut "Magic Power".
Eksistensi
hebat yang mampu mengendalikan energi itu disebut penyihir, dan mereka hidup
sebagai kasta istimewa.
Dunia
lain dengan pedang dan sihir, ya? Kedengarannya menarik.
Sepertinya
ini dunia fantasi yang dipenuhi perang, jadi sepertinya akan ada banyak peran
untuk penjahat sepertiku.
Namun,
di dunia seperti ini, aku tidak bisa menggunakan Magic Power.
Sebagai
gantinya, berkat Gift, aku bisa mengendalikan energi yang disebut "Cursed
Power".
"Cursed
Power".
Sesuatu
yang mutlak diperlukan bagi seorang penjahat, yaitu "Absolute
Power".
Tujuanku
untuk saat ini adalah melatih Cursed Power ini.
Secara
kebetulan, aku tahu cara melatihnya.
Cursed
Power hanya
bisa dilatih dengan [menempatkan diri di lingkungan yang keras atau hampir
mati].
Itu
sama persis dengan spesifikasi game yang dulu sangat kuminati di
kehidupan sebelumnya.
Lalu,
jika aku terus mensirkulasikan Cursed Power ke seluruh tubuh, kekuatan
fisikku akan meningkat drastis.
Di
kehidupan sebelumnya, saat bermain online VR game "Life
Field", aku menamai teknik ini "Curse Enhancement".
Beruntung
sekali aku bisa memahami trik "Curse Enhancement" saat hampir
mati karena demam tinggi dulu.
《……Player,
sudah pagi. Manajer perkebunan akan segera datang.》
"Ngh,
terima kasih, Navi."
Tepat
setelah suara Navi terdengar.
"Bangun!
Waktunya kerja! Cepat pergi membajak ladang!"
Suara keras pria itu menggema di kandang kuda. Tempat
tidurku adalah kandang kuda yang baunya luar biasa menyengat ini.
Baik orang dewasa maupun anak-anak, kami semua tidur
berdesakan di atas jerami.
Di dunia ini, aku hidup sebagai budak pertanian.
Sepertinya sang Dewi benar-benar menyiapkan kehidupan
yang penuh penderitaan untukku.
Memiliki masa kecil yang tidak beruntung akan memberikan
kedalaman karakter saat nanti aku benar-benar menjadi penjahat, kan?
Baiklah, mari bekerja hari ini.
Pekerjaan saat ini hanyalah membajak ladang tanpa henti.
Konon, ini dianggap sebagai pekerjaan yang sangat berat
di dunia ini, tapi bagiku, lingkungan ini sangatlah bersyukur.
"Curse Enhancement."
Wush. Cahaya seperti api hitam menyelimuti
tubuhku.
Inilah Cursed Power.
Cahaya mirip api hitam yang menyelimuti tubuhku ini hanya
bisa kulihat sendiri.
Melakukan pekerjaan ladang dengan "Curse
Enhancement" adalah latihan yang luar biasa bagus.
Aku terus mengayunkan cangkul sambil terus mengalirkan Cursed
Power ke seluruh tubuh.
Tentu saja, stamina yang terkuras sangat besar. Menjelang akhir hari, aku selalu merasa hampir mati.
Tapi, hanya latihan yang tekunlah yang akan
mendorongku menjadi sosok yang luar biasa.
Dulu, latihan mati-matian di kehidupan sebelumnya
benar-benar berguna.
Pengalaman mencari Jujutsu (Sihir Kutukan)
hingga ke kedalaman hutan Jukai di Fuji dan hampir mati saat itu benar-benar
terpakai sekarang.
Hari ini pun aku akan berusaha membajak ladang untuk
melatih kekuatan otot dan Cursed Power.
Katanya, Gift juga akan semakin kuat jika terus
dilatih, begitu kata Navi-chan.
Melakukan kerja keras demi sebuah tujuan itu ternyata
cukup menyenangkan, ya.
"Selamat pagi! Pak Manajer! Saya berangkat kerja
dulu!"
"Oh, oh, bekerjalah yang benar!"
"Siap!"
Aku menyapa manajer perkebunan itu.
Di bawah langit biru, aku menghirup aroma tanah. Mari
kita bekerja dengan giat hari ini.
◇◇◇◇
"……Anak itu, dia masih bertahan hidup, ya."
"Eh?
Ah, bocah berambut hitam itu? Memang benar, kupikir dia akan
segera mati, tapi……"
"Ingat tidak, dia pernah terkena wabah penyakit
sekali?"
"Ah~ wabah penyakit angin maut empat tahun lalu
ya. Banyak budak yang mati, itu menyakitkan."
"Ya, semua orang yang kena demam, baik dewasa
maupun anak-anak, semuanya mati. Kecuali bocah itu."
"……Jangan-jangan dia punya Magic Power?
Kudengar orang yang punya bakat penyihir punya tubuh kuat sejak kecil dan tidak
mudah sakit."
"Mustahil. Hanya orang dengan darah bangsawan
yang bisa memakai Magic Power."
"Benar juga, ya? ……Kalau begitu,
jangan-jangan……"
"Apakah dia seorang Gifted yang
diberkati?"
"Hahaha, mustahil. Tidak mungkin bocah seperti
dia adalah seorang Gifted yang dipilih oleh Dewa."
"Benar juga. Kalau dia Gifted, tidak
mungkin dia mau jadi budak pertanian dengan sukarela, kan?"
"Betul sekali. Coba bayangkan kalau bocah itu
benar-benar Gifted. Dengan jatah makan seadanya, kerja keras, dicambuk
kalau membangkang, kita yang mengelola budak ini pasti sudah dibenci dan
dibunuh sejak lama."
"Benar
juga! Gyahahahaha…… ha…… te-, tenang saja, kan?"
◇◇◇◇
Lima tahun berlalu lagi sejak saat itu.
Kini aku sudah berusia 10 tahun.
Sejauh ini, keberadaan Gift dan Cursed Power
belum diketahui oleh orang sekitar.
Navi-chan sudah berkali-kali mengatakan bahwa jika aku
menggunakan Gift, aku bisa lepas dari kehidupan ini.
Pfft, aku tidak akan termakan bujukan
itu.
Lagipula, firasatku mengatakan Navi-chan punya aura
sebagai suara navigasi dalang di balik layar.
Penjahat yang keren tidak akan memamerkan kekuatannya
dengan mudah.
Lagipula, meskipun disebut penjahat, jenisnya ada banyak
sekali.
Aku ingin menjadi penjahat.
Keinginan ini tidak salah, tapi…… aku belum memutuskan
penjahat seperti apa yang ingin kujadikan target utama.
Aku selalu memikirkan [Daftar Penjahat yang Ingin
Diperankan] setiap hari, tapi rasanya belum ada yang pas.
Artinya, sekarang bukan saat yang tepat untuk menunjukkan
kekuatanku.
Pasti ada situasi yang lebih pantas untuk itu.
Saat ini masih tahap persiapan, jadi aku menikmati
kehidupan sebagai budak sambil menyembunyikan kemampuan asliku.
Aku sudah sangat terbiasa dengan kehidupan ini.
Keluar ke ladang sebelum matahari terbit, dan terus
mengayunkan cangkul sampai matahari terbenam.
Merasakan aroma tanah, menyentuh tekstur tanah dengan
cangkul.
Ini ternyata jauh lebih menyenangkan daripada yang
kukira.
"CHU!!"
"Ah, hei, diamlah."
Tikus putih peliharaanku muncul dari saku kemeja kainku.
Sejak tiba-tiba muncul sekitar tiga tahun lalu, dia jadi
sangat jinak padaku.
Tikus putih ini tidak buang air, dan tidak berbau sama
sekali.
Tubuhnya yang putih dan kenyal entah kenapa mengeluarkan
aroma seperti dupa. Karena baunya enak, aku diam-diam menjadikannya peliharaan.
"Dengar, diamlah saat aku sedang bekerja."
"CHU?"
Tikus putih kenyal itu memiringkan kepalanya dengan lucu.
Meskipun kau berpose lucu, tidak akan mempan.
"CHU~……"
Tikus putih itu masuk kembali ke dalam saku sambil
menggoyangkan ekornya.
Saat aku sedang melakukan itu, seseorang mendekat.
"Oi, Takihito, kau giat sekali hari ini."
"Ah, Bon-san, terima kasih atas kerja
kerasnya."
Pria berjanggut dengan rambut afro yang jahat, salah satu
manajer perkebunan, Bon-san.
Dia adalah orang yang dipekerjakan oleh pemilik
perkebunan, Tyler Trading.
"Ini, cangkul baru yang kau inginkan. Pakai
saja."
"Eh, bolehkah? Terima kasih banyak!"
"Dasar, padahal kau budak, tapi kau merepotkan
sekali……"
Uwooo!!
Ini cangkul baru yang berkilau! Gagangnya sangat halus
dan pas sekali di telapak tanganku!
"……Andai saja budak lain sepolos dirimu."
Belakangan ini, aku mulai sedikit akrab dengan manajer
perkebunan.
Di saat budak lain mencoba kabur atau melakukan
pemberontakan, mungkin aneh melihat orang sepertiku yang terus membajak tanah.
Pemberontakan budak. Tidak ada satu pun yang
mengajakku bergabung.
《……Itu karena kau ditakuti oleh para budak lain
sebagai orang aneh yang menikmati pertanian.》
Kenapa? Membajak ladang itu menyenangkan, tahu.
Tanah yang tadinya keras berubah menjadi gembur, kan?
《Kau benar-benar tidak sadar, ya…… Kasihan sekali, demi melindungi
hatimu dari takdir penderitaan yang diberikan Tuhan…… Uuu…… yoyoyo.》
Aku
sudah menjalin hubungan dengan Navi selama lebih dari 10 tahun.
Begitu terus membajak, hari sudah malam.
Mencuci pakaian di sungai, lalu menuju kandang kuda
tempat tidurku.
Memakan sup asin encer dan roti kering. 《Rasanya
tidak enak…… aku ingin makan sesuatu yang lebih baik……》. Karena kami berbagi indra
perasa, aku mengabaikan Navi yang mengeluh, membagi sedikit roti untuk si tikus
putih, lalu sisanya tinggal tidur──.
"Hi-, ti-, tidak mau…… tolong aku…… mama, papa……"
"Haa, haa……! Jangan berisik, nanti
manajer bodoh itu bangun, jangan meronta, haa, haa, ke-, kecil,
dan lucu…… aa, lucu sekali, dia milikku……"
Lagi ya.
Di kandang kuda, para budak tidur tanpa mempedulikan
gender atau usia.
Karena itulah, pria bodoh sering mencoba melakukan
kekerasan secara diam-diam pada budak perempuan yang lemah…… yah, terus terang
saja, mereka mencoba memperkosa.
"Haa, haa…… jangan menangis, kalau kau
menangis, kubunuh kau……"
"Hi-,
tidak, berhenti…… sakit……"
"Tidak kok, sebentar lagi kau akan merasa
nyaman…… haa, haa, ayo, keluarkan
lidahmu……"
Seorang pria bertubuh besar menyeret seorang gadis
kecil ke tempat gelap.
Para budak di sekitar hanya pura-pura tidak melihat.
Yah, manusia memang seperti itu.
Tidak ada yang mau terlibat dalam masalah.
Baik di dunia asalku maupun di dunia lain, tidak ada
orang baik seperti pahlawan atau protagonis.
《……Budak pria itu sepertinya mantan petualang. Dia jatuh
menjadi budak karena terlilit hutang judi.》
Hmm, begitu ya.
Yah, terserah saja. Aku tidak peduli karena itu tidak ada
hubungannya denganku──.
"Ti-, tidak…… papa, mama…… tolong aku, siapa
saja……"
"Bodoh!
Tidak mungkin budak menolong budak lain, kalau kau jadi milikku, aku akan
melindungimu…… ah?"
Pria
itu sepertinya menyadari keberadaanku yang berdiri di belakangnya. Dia berbalik dan menatapku tajam.
Aku bukan protagonis, dan aku bukan orang baik. Aku
adalah penjahat.
Aku tidak tertarik pada hal lain selain tujuanku sendiri.
Aku manusia seperti itu.
Namun.
"Menjijikkan, aku benci hal semacam ini."
"……Ah? Hei, bocah, apa kau baru saja
bicara?"
Pria itu mencengkeram kerah bajuku dan mengangkatnya.
Kakiku terangkat dari tanah, oh, tenaga yang lumayan.
Lengan kekarnya mulai mencekik leherku. Bagus, aku suka tipe yang tidak punya otak seperti ini.
"Apa kau bicara sesuatu!! Bocah! Kalau kau punya
masalah denganku, akan kubunuh kau──"
"Paman, kau mantan petualang, kan? Berusahalah
bertahan, ya."
"Hah? Apa yang kau katakan──pukyu."
Shuboh. Pakyah.
Kepalan
tangan yang dipenuhi Cursed Power. Aku memukul dagu pria itu dengan
punggung tanganku. Itu adalah teknik backhand.
Leher
pria itu berputar satu putaran.
Pria
itu langsung berlutut dan jatuh terkapar.
"……"
Hmm, dia sudah mati.
Jika
menggunakan "Curse Enhancement", anak kecil pun bisa
menjatuhkan orang dewasa dengan satu pukulan.
Sekadar
eksperimen, setiap kali aku melihat pelaku pemerkosaan di kandang kuda, aku
menghabisi mereka semua seperti ini……
Bahkan
budak yang merupakan mantan petualang pun tidak bisa bereaksi terhadap
seranganku.
"Curse
Enhancement".
Sepertinya kemampuanku sudah cukup terasah, ya?
"Oi! Keributan apa ini!"
"Jangan ada yang bergerak!"
"Wah, bukankah dia mati? Orang itu……"
Suara manajer yang terdengar bersemangat menggema di
kandang kuda.
Paman afro, Bon-san si manajer, dan anak buahnya.
"Ah, ternyata kau lagi……"
Melihatku dan pria gemuk yang sudah mati itu, dia
menghela napas.
Sebagai pemburu pelaku pemerkosaan di kandang kuda, aku
sudah sangat dikenal.
"Ah, Bon-san, terima kasih atas kerja kerasnya! Itu,
maaf, orang ini──"
"Ah, sudahlah, biar kami yang urus sisanya. Dasar,
belakangan ini kualitas budak semakin menurun ya, sampai bernafsu pada bocah……
dasar sampah manusia."
"Eh, Senior, ti-, tidak apa-apa? Ini, bukankah bocah
ini yang membunuhnya……"
"Ah, kau anak baru ya? Sudahlah, ayo angkut
mayatnya, pegang bagian kakinya."
"Eh, ta-, tapi, membiarkan budak saling membunuh
itu……"
"Anak baru, jangan ikut campur dengan urusan
bocah itu, kau akan mati."
"Eh."
Sambil mengomel, Bon-san dan anak buahnya mengangkut
pria gemuk itu dengan tangan yang sudah terbiasa.
Setelah kejadian itu, gadis yang kutolong jadi sangat
melekat padaku.
Dia adalah gadis yang sering tersenyum sambil
menceritakan tentang kucingnya atau orang tuanya yang akan datang menjemputnya.
Tidak sampai seminggu setelah itu, gadis itu
meninggal karena pilek.
Itu adalah pilek yang sama saat aku hampir mati dulu.
Hidup, mati.
Di dunia fantasi abad pertengahan dengan pedang dan sihir
ini, yang menentukan hal itu adalah ada atau tidaknya kekuatan.
Aku kuat, dia lemah. Hanya itu saja.
Namun, terkadang aku sedikit berpikir.
Seandainya gadis itu bisa menggunakan Cursed Power,
apakah dia tidak akan mati?
『Hei, Navi.』
《……Ada apa, Player?》
『Menurutmu, apa ada cara lain menggunakan Cursed Power?』
《……Ayo kita cari tahu bersama, caranya. My Player……》
Sejak hari itu, entah kenapa aku merasa suara Navi
menjadi lebih lembut.
◇◇◇◇
Dua tahun kemudian, aku sudah berusia 12 tahun.
Jika ditanya apakah ada keluhan tentang kehidupanku saat
ini…… mungkin makanannya, ya.
Makan hanya dua kali sehari.
Pagi dan malam hanya sup kacang encer dengan roti hitam
keras. Ditambah air.
Dilihat dari sudut pandang pembentukan tubuh, ini jelas
kekurangan protein.
Belakangan ini, saat malam tiba, aku pergi ke gunung
terdekat.
Sebagai budak pertanian, aku tidak punya kebebasan, tapi
Bon-san mengizinkanku pergi keluar dengan syarat harus kembali sebelum pagi.
Dia orang yang sangat baik.
Dan, apa yang kulakukan setelah masuk ke gunung
adalah──.
"Selamat malam, para bandit! Matilah! Curse Enhancement
Curse Enhancement Curse Enhancement!!"
Dengan
tubuh yang diperkuat "Curse Enhancement", aku membantai para
bandit yang bersenjata lengkap.
Aku
menangkis pedang dan kapak dengan tinjuku, dan menembus baju besi dengan tangan
kosong.
Ah, bagian ketiak atau siku,
perlindungan baju besinya tipis ya.
"Aaaaaaaa!!"
"Ap-,
apa, kau, dari gereja──"
"Ada celah!!"
"Gyaaaaaa!?"
"Ketua dikalahkan!? Bocah itu menusuk perutnya
sampai mati! Oi, jangan bercanda! Pakai tangan kosong!?"
"Mustahil, menembus baju besi dengan sihir pelindung
pakai tangan kosong!? Bahkan penyihir tingkat satu pun tidak bisa melakukan
itu──gyaaaaa!?"
"Ah, Jean Louis dikalahkan!!"
Berburu bandit.
Ya, dengan tubuh yang diperkuat "Curse
Enhancement", orang dewasa bersenjata pun bukan lawan bagiku.
Aku tidak menguasai bela diri khusus, tapi pengalaman
pertarungan antar manusia di full-dive VR game "Life Field"
sangat berguna untuk pertarungan di dunia lain ini.
Jika menggunakan "Curse Enhancement",
aku bisa bergerak dengan sensasi yang sama seperti di game.
Di dunia ini, kamp bandit berserakan di mana-mana. Saat
berjalan, setiap 10 menit aku pasti akan berurusan dengan bandit.
Rasanya sudah seperti minimarket di dunia modern saja.
Tempat makan hari ini adalah kamp bandit yang berada
di bawah tebing.
Membuat
para bandit itu diam selamanya, lalu──.
"Umm, lezat."
Kremes, kremes.
Makanan yang disembunyikan bandit, seperti daging
kering dan sosis, kubakar di api unggun lalu kunikmati.
《Ah, ini enak sekali, Player. Tolong sosis dengan
herbal selanjutnya.》
Memenuhi permintaan Navi yang berbagi indra denganku,
aku membakar daging itu.
Suara lemak daging yang meletup, aroma smoky
dari asap kayu, rasa daging yang menggugah selera.
"CHU CHU!"
Aku memberikan potongan daging pada si tikus putih
peliharaanku. Tikus itu kembali ke sakuku sambil membawa daging dengan senang.
Aku ingin dia berhenti makan di dalam saku, ini bukan sarangnya tahu.
Melihat ke langit malam, bintang-bintang bertebaran.
Tekanannya berbeda dari dunia modern.
Biru, hijau, kuning, berbagai warna bintang, semuanya
bersinar seolah sedang berdenyut, dan langit malam yang berwarna tinta pekat
tampak seperti sungai bintang.
Bukan sekadar langit malam, ini adalah──.
"……Bintang yang luar biasa. Seperti luar angkasa
saja."
《Langit malam yang jika disentuh akan sobek dan
mengeluarkan darah, ya.》
Sambil mengabaikan kalimat puitis Navi, aku melahap
daging itu.
Mengapa makanan yang dimakan di luar terasa begitu
lezat, ya……
Lagipula, kamp bandit malam ini mewah sekali.
Peralatan mereka juga, baju besi ksatria emas, halberd
besar…… makanannya pun, bumbu-bumbu lengkap tersedia.
Tidak seperti bandit biasanya, terasa sekali nuansa
selebritinya ya……
Aku membakar salami dan meletakkannya di atas roti putih
lembut.
Menaburkan sedikit lada hitam dari bungkusnya.
Umm, tekstur rotinya juga bagus, sari
daging meresap ke dalam adonan, rasanya luar biasa…… ditambah rasa lada hitam
ini……
Bandit ini, benar-benar makan makanan yang enak ya.
《Lambang belah ketupat di baju besi para ksatria ini…… gereja? ……Anu, Player,
orang-orang ini, jangan-jangan…… gereja……》
"Eh?
Bukankah mereka bandit? Kelompok bersenjata yang ada di gunung, kan?"
《……Fuh. Begitu ya, ternyata begitu. Bagimu,
bahkan gereja pun…… sama saja dengan bandit, ya.》
Navi
mulai mengatakan hal yang penuh arti lagi.
Tidak
mungkin gereja dan bandit itu sama, kan.
Ada di
gunung, bersenjata = bandit. Ini sudah jadi aturan dasar dunia fantasi.
"Hmm?
Apa itu…… gua?"
Saat sedang menikmati hidangan bandit, aku baru
menyadarinya.
Di belakang tempat perkemahan, di bawah tebing…… ada
sebuah pintu.
Pintu masuk gua?
《……Ini, ada segel yang sangat kuno di sana.》
"Heh. Oh, ada tulisan di sana.…… Ah."
《Eh?》
Klik. Begitu disentuh, pintu itu terbuka
dengan sendirinya.
Seolah-olah Cursed Power yang menyelimuti tubuhku
bereaksi pada pintu itu……
"……Ternyata benar gua, ya."
《……Sepertinya ini terhubung ke ruangan yang sangat luas,
Player, aku punya firasat buruk……》
Mengabaikan suara Navi, aku melangkah masuk ke dalam gua.
Lorongnya tertata rapi, dan obor api biru menerangi
seluruh gua.
Lalu, di ujung terdalamnya──.
《A-, itu……》
"……Manusia?"
Salib hitam.
Seseorang sedang dipaku di sana.
《……Salib itu adalah Divine Artifact. Di
dalamnya terkandung berkat dari tujuh dewa besar yang sangat kuat……》
"Heh, perlakuan VIP ya."
Dia seorang gadis.
Rambut putih panjang nan murni dengan gaun hitam.
Telinganya lancip, apakah dia seorang elf? Luar biasa,
ternyata mereka benar-benar ada.
Setengah wajah bagian atasnya tertutup topeng perak.
Meskipun begitu, kecantikannya tetap terpancar.
Bahkan dalam posisi dipaku seperti itu pun, dia tampak
menawan.
Tapi,
dia sudah babak belur.
Tidak
ada darah yang keluar, tetapi ada pedang yang tertancap di dadanya, dan di
sekujur kulit putihnya terlilit sesuatu yang menyerupai duri.
"……Apa,
ada, orang?"
"Oh,
dia bicara."
"To-,
long, bunuh."
Begitu
bertemu, aku langsung diminta untuk membunuhnya.
Begitu ya, event tipe melankolis, ya.
Dalam online game yang dulu kuminati, "Life
Field", juga ada event melankolis seperti ini.
Pemula mungkin akan menanggapi setiap event
melankolis dengan serius.
Tapi, seorang profesional itu berbeda.
Shogyo Mujo
(Segala sesuatu tidak kekal). Tidak terlalu terbawa perasaan mungkin adalah
salah satu cara untuk berbelasungkawa.
"To-,
long, aku, harus…… mati…… entah kenapa, segelnya, tiba-tiba
terlepas……"
"Bagus, tidak perlu penjelasan."
"……Eh?"
Mari kita mulai bermain sebagai penjahat.
Penjahat hari ini adalah, [Peringkat ke-4 penjahat
yang ingin kuperankan: "Penjahat tipe pejuang yang memiliki kekuatan
dahsyat, berperilaku sombong, namun sebenarnya baik hati secara
mengejutkan"].
Memberikan kematian yang mulia bagi jiwa yang mendambakan
kematian…… Ya, bagus, rasanya pas sekali.
"Bersyukurlah, keinginanmu akan terkabul."
Sejak hari di mana gadis yang sedikit akrab denganku
meninggal karena demam beberapa tahun lalu, aku terus mengulangi eksperimen
menyalurkan Cursed Power pada orang lain.
Kesimpulannya, Cursed Power tidak bisa
menyelamatkan orang.
Bagi
orang lain selain diriku, Cursed Power tampaknya adalah racun. Melihat
kondisi gadis berambut putih ini yang kian melemah, dia pasti akan mati hanya
dengan dialiri Cursed Power.
《Player.
Ini saatnya memilih. Jiwa yang malang mendambakan kematiannya sendiri.
Tunjukkan padaku jawabanmu.》
Navi sedang bersemangat, ada apa dengannya tiba-tiba?
"Tidurlah, jiwa yang malang."
Aku naik ke atas mimbar dan menyentuh dada gadis
berambut putih yang terikat salib itu.
《Eh? Pl-, Player!? Apa yang kau lakukan pada dada
wanita i──tunggu! Kau ini mesum!! Cabul!!》
Mau bagaimana lagi, aku harus menyalurkannya langsung
ke jantungnya.
Funi, terasa empuk, namun ada sensasi
kenyal yang menekan balik.
Hmm…… dilihat dari sensasinya, tubuhnya
tidak hanya sehat, tapi sangat kuat.
Aku juga mengelus pinggang dan lehernya, tapi tidak ada
kelainan pada tubuhnya.
Dia hebat juga, padahal sedang dipaku dan jantungnya
tertusuk pedang.
Yah sudahlah, mari lakukan apa yang seharusnya dilakukan
sebagai penjahat.
"……Te-, terima, kasih……"
Aku tidak punya hobi menyiksa orang tanpa guna.
Aku
menyalurkan Cursed Power padanya. Cahaya mirip api hitam kemerahan
mengalir dari tanganku ke tubuhnya.
Aku tidak bermaksud memberinya penderitaan.
Dia pasti punya neraka versinya sendiri.
Meski aku tidak tahu maupun punya alasan untuk
merasakannya.
"Selamat tinggal."
Aku meningkatkan aliran Cursed Power. Berniat
untuk menghabisinya.
《──Begitu ya, mengelus tubuhnya tadi adalah cara untuk
memicu sirkulasi Cursed Power……》
Apa yang kau bicarakan, Navi?
《Apakah itu pilihanmu? Bukan kematian yang mudah,
melainkan berjalan di kehidupan yang terjal. Begitu ya maksudmu, Player.》
Serius, apa maksudmu, Navi-chan?
Krak.
Eh. Suara apa itu?
Aku menghentikan "Curse Manipulation"
dan membuka mata. Salib itu telah patah.
"Eh?"
Brukk…… Gadis cantik berambut putih yang
tadinya terikat, jatuh terkulai.
Kejang.
Tubuh gadis itu bergetar.
Masih dalam posisi telentang, dia mencabut pedang
yang tadi tertancap di jantungnya sendiri.
"──Ke-, kenapa."
"Hm?"
"Kenapa, kau membuka, segelnya……? Kenapa!!?? Tidak
seperti ini perjanjiannya!!"
Eh?
Padahal sudah kualiri Cursed Power, tapi dia tidak mati.
Bahkan,
sepertinya gadis berambut putih ini malah jadi bugar.
Oooh…… luar biasa, magic power
putih seperti badai berkumpul padanya.
"Datanglah,
lihatlah, jawablah."
Gadis
berambut putih itu berdiri perlahan.
Gadis
berambut putih yang diselimuti magic power putih itu berubah menjadi
ksatria berzirah putih.
……Karakter
bos?
Luar
biasa, magic power-nya memadat menjadi jubah dan zirah……
Bisakah
aku melakukan hal serupa dengan Cursed Power?
"Ke-,
keren……"
"……Kenapa, kau melepaskan segelku? Tanpa raja, tubuh
ini, tanpa raja, pedang ini, tanpa raja, untuk apa kau melepas kutukan bencana
ini? Aku……"
Ksatria putih itu mulai bercerita tentang dirinya
sendiri.
Karena ceritanya panjang, aku rangkum saja.
Sepertinya dia adalah gadis yang disegel di sini sejak
dulu.
Dilahirkan sebagai bencana, dan suatu hari akan terbangun
sebagai kutukan yang memusnahkan dunia.
Aku pernah mendengarnya dari Navi.
[Seven Calamities].
Ramalan kiamat yang ada di dunia ini.
Katanya ada tujuh monster yang akan memusnahkan dunia
sedang tertidur.
Sepertinya
Gereja bertugas mengawasi dan mengelola [Seven Calamities].
《Tidak
mungkin…… Salah satu dari tujuh bencana, "Knight of Domination"!?
Itu senjata buatan Dewa! Player, segera kabur!》
Wah,
kelas berat nih……
Hmm. Tapi, penampilan ini, latar belakang
cerita ini……
"Aku tidak ingin menghancurkan dunia, aku tidak
ingin menjadi kutukan…… karena itulah aku memilih jalan untuk disegel sampai
akhir dunia……!"
!? Ka-, kalimat barusan! Apakah dia mengatakannya dengan
tulus?
Jangan-jangan, anak ini……
"Padahal aku ingin mati! Padahal aku seharusnya
mati!! Padahal aku seharusnya tetap disegel! Aaaaa, tidak, ka-,
burlah……!"
Sudah tidak salah lagi! Anak ini──.
[Peringkat ke-3 penjahat yang ingin kuperankan:
"Penjahat tipe jatuh ke kegelapan, yang sebenarnya tidak ingin menjadi
penjahat, namun karena keadaan tertentu ia terjatuh ke kegelapan"]!
Tak disangka, aku bisa melihat yang asli dengan mata
kepalaku sendiri……
Sangat berkelas dan sangat mendalam.
《Kabur! Player! Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan
manusia!》
Ternyata ada di dunia ini. Penjahat sejati yang
keren.
Kalau begitu, aku tidak boleh kalah.
Aku juga akan melayaninya dengan segenap kekuatanku!
Dengan permainan penjahat terbaik yang bisa kulakukan
sekarang!
《Hei, Player? Kau dengar? Aku bilang kabur, lho.》
──Kehi.
"Kehi."
Aku terlalu bersemangat sampai tertawa aneh.
"……Ke-, kenapa, kau tertawa……?"
Tekanan auranya luar biasa. Tapi, ini bukan saatnya untuk
takut.
Tertawalah dengan tak gentar, bersikaplah sombong,
bayangkan. Masa depan yang tak jauh, wujud idealmu!
"Ah, karena lucu, makanya aku tertawa."
"Lu-, cu? Apa yang kau katakan……? Kekuatan ini,
kutukan ini, adalah bencana yang akan memusnahkan dunia──"
"Apakah dunia akan musnah hanya dengan kutukan
sekecil itu? Dasar kurang wawasan."
Oh, kalimat barusan, bukankah bagus?
Rasanya seperti pertukaran dialog antar penjahat,
bukankah ini sempurna?
《Kenapa kau malah memprovokasi? Aku
bilang kabur!》
Suara Navi mulai terdengar rendah.
Baiklah, mari kita mulai segera.
《Sepertinya kau tidak berniat mendengarkanku.》
"Aku adalah, kutukan…… kutukan dominasi yang
diciptakan Tuhan…… tidak mau, tidak mau, kalau begini, bunuh, hancurkan,
kuasai, tidak, aku tidak ingin, menjadi seperti itu……! Aku tidak mau yang seperti ini! Aa."
Klik.
Gerakan
ksatria putih itu berhenti tiba-tiba seperti boneka yang talinya terputus.
"──Ahahaha! Hahahahaha Hahahahaha!! Segelnya
terlepas!!"
"Ho?"
Ksatria putih yang tadi memegangi kepalanya dan
mengerang, tiba-tiba berubah.
Nada bicara dan auranya benar-benar orang yang
berbeda dari tadi.
Oi, jangan bilang, tidak mungkin……
"──Ah, akhirnya, akhirnya aku bisa keluar!
Selamat tidur! Kepribadian utama!"
Atribut kepribadian ganda!! Ada yang seperti itu
juga!?
Seberapa banyak atribut yang ingin kau tambahkan? Curang
sekali!
"Begitu ya, kau adalah kutukan dominasi itu."
"──Ahahaha, benar! Inilah, diriku yang sebenarnya!
Terima kasih, berkat kau aku bisa merebut tubuh dari kepribadian utama yang
mengganggu itu! Sebagai gantinya, biar kubunuh kau!"
"Kehi."
"──Tertawa lagi! Kau ini, mengerti situasinya
tidak!?"
"Ah, maaf maaf, akan kuladeni. Ayo, kutukan
dominasi."
"──Aha! Aku adalah dominasi, perintis dari tujuh
bencana yang memusnahkan dunia! Datanglah, lihatlah, jawablah! Hari kemurkaan,
telah tiba! Akan kukuasai dengan kutukanku, dunia yang membosankan ini!"
Kiiiiiing. Dengan suara melengking, cahaya
berkumpul pada pedang putih milik ksatria tersebut.
"Bagus. Akan kuajarkan padamu, betapa luasnya dunia.
Dan."
──Didiklah dia.
"Akan kudidik padamu, apa arti kutukan sejati."
──Masukkan
Cursed Power.
"Curse
Enhancement."
"──Ahaa!"
Ksatria
putih menyerang, tebasan pedang besar dari atas.
Cepat,
tapi, bisa kuhindar. Aku menggeser tubuh seolah menyerempet tebasan pedangnya.
"──Eh?
Cepat sekali."
"Ayo,
gunakan magic power untuk bertahan. Bisa kan?"
Cursed
Power Punch!!
Kupukul sekuat tenaga wajah ksatria putih yang tidak terlindungi itu.
Gakiiiiiin!
"──Agh,
aha! Sayang sekali, itu adalah magic barrier! Penyihir
mana pun tidak akan bisa menyentuhku──eh?"
Krak, krek, krak! Sensasi
menghancurkan dinding cahaya putih yang bertumpuk-tumpuk dengan tinjuku!
Brakkk! Aku menghancurkan magic barrier
putih dan memukul wajahnya sampai helmnya hancur.
Sensasi yang bagus!
"Gha, agh!?"
"Boleh juga. Kaulah orang pertama yang bisa bertahan
dari tinju yang dialiri Cursed Power."
"Ba-,
magic barrier-ku, dalam sekali pukul……! Mustahil!"
Sekarang
aku mengerti.
Cursed
Power milikku
menembus dan menimpa magic power.
Saat
keduanya beradu, yang akan bertahan adalah Cursed Power. Ini adalah keuntungan yang sangat besar dalam pertarungan.
Pintu gua yang terbuka tadi pun, pasti karena pengaruh Cursed
Power.
Ksatria putih melepaskan panah cahaya yang ditenun dengan
magic power.
Oh, ini pun bisa kutepis semua dengan
tinju yang menggunakan "Curse Enhancement"!
"──Mustahil, kau menepis panah dominasi yang akan
aktif saat bersentuhan, dengan tangan kosong……"
"Cuma segitu kemampuanmu? Kutukan dominasi!"
"──Itu, bukannya magic power……! Benda apa
itu!? Cahaya hitam apa itu!?"
"Kutukan."
"──Hii."
Sisanya mudah! Aku memukulnya habis-habisan.
Aku menepis panah cahaya milik kutukan dominasi yang akan
mematikan jika terkena, lalu memukulnya, menghindar dari pedang cahaya putih
yang tidak bisa ditahan, dan memukulnya lagi.
Sangat mendebarkan! Endorphin otak rasanya enak
sekaliii!
"──Kenapa, kenapa, tidak kena!? Aaaa!?
Pedangnya, ditepis!?"
Pertarungan berlanjut selama lima menit.
Kutukan dominasi itu jatuh berlutut.
"──Ah, gh. Mus-, mustahil…… aku, kutukan
Tuhan…… begini……"
Brak. Krak krak krak.
Zirah
dan helm ksatria putih yang retak hancur berkeping-keping, dari dalamnya muncul
gadis elf cantik berambut putih.
Gadis
berambut putih itu menatapku dengan tatapan yang seolah tidak percaya.
"……Tak
disangka, kau, mengalahkan, kutukan dominasi……?"
Oh,
nada bicaranya sudah kembali. Sepertinya kepribadian utamanya sudah pulang.
Selanjutnya,
aku akan menghancurkan mentalnya secara tuntas.
《Eh? Apa yang akan kau lakukan? Ja-, jangan-jangan,
penyiksaan?》
Eee…… pemikiranmu menakutkan…… aku malah
jadi risih……
Penjahat sejati cukup menggunakan kata-kata saja.
"Kau terlalu biasa."
"Aku…… bi-, biasa……?"
Fufufufu, kata-kata yang jahat, aku yakin dia
pasti sangat terkejut.
"Eh, he…… bi-, biasa, itu, baru pertama kali…… dibilang……"
Gadis
elf berambut putih itu tersenyum malu-malu.
……Kenapa
dia malah terlihat senang?
Padahal
maksudku adalah kau itu hanyalah mob biasa……
Tidak,
selanjutnya adalah gilirannya.
Seratus
jurus kata-kata penjahat untuk menghancurkan mentalnya masih ada lebih dari
seratus.
"Memusnahkan
dunia dengan kekuatan sekecil itu, benar-benar kurang wawasan."
"……Kau…… apa kau tidak, takut padaku?"
"Apa yang harus kutakuti darimu?"
"…………Ah."
Gadis
elf berambut putih itu membuat matanya berbinar.
……Kenapa?
Padahal
aku seharusnya sudah memenangkannya secara psikologis, tapi kenapa dia malah
senang?
Apa dia seorang M (Masokis)?
Gawat, M itu mentalnya kuat.
Untuk menghancurkan mental M yang senang saat
dimaki…… ah, begitu, sebaliknya aku harus memujinya!
"Tapi, kau cantik."
"Eh? ──Eh?"
"Panah cahaya putih yang ditenun dari magic
power-mu, seperti meteor yang membakar langit malam, pedang putihmu juga, err……
cahayanya membakar
habis jiwa."
"Eh.
A-, ah…… ha-, hal seperti itu…… baru pertama kali…… dibilang……"
Oh? Reaksi yang bagus.
Kulit
putih seputih salju dan telinganya yang lancip memerah, mulutnya sedikit
terbuka saat dia mematung.
Wajah
yang memerah adalah bukti peningkatan aliran darah, dan peningkatan aliran
darah berarti dia sedang terguncang!
Artinya,
dia sedang syok! Bagus!
《Player?
Wajahnya, kurasa bukan wajah seperti itu……》
Navi tidak mengerti hati manusia.
Serahkan hal semacam ini padaku.
Coba
lihat, lihat wajah gadis elf berambut putih itu.
"……Tapi, aku ini, kutukan, monster, dan──"
Matanya berkaca-kaca, sepertinya dia akan menangis.
"Kehi, hi, hihihihi."
"Ke-, kenapa, kau tertawa? Kau sebenarnya……"
"Sudah kubilang tadi, karena lucu. ……Di depan mataku
ini tidak ada monster."
Oke, pertunjukan penjahat dimulai.
Aku mengalirkan Cursed Power ke seluruh tubuh.
Cahaya hitam dan merah menyembur keluar dari tubuhku.
Visibilitas
api Cursed Power sudah di bawah kendaliku. Bisa
kutunjukkan saat ingin menunjukkan, dan kusembunyikan saat ingin
menyembunyikan.
"U-, ah……"
"Kau yang takut dengan Cursed Power-ku, mana
mungkin kau itu monster."
"Ta-, tapi, kutukan ini, aku ini, kutukan
dan──"
"Ketakutan akan kutukan diri sendiri, takut
menyakiti orang lain, takut menghancurkan dunia. Kerdilnya dirimu yang takut
akan dahsyatnya kekuatanmu sendiri, itu jauh dari kata monster."
《Pu-,
Player? Nada bicaramu……》
Eh, mulutku bicara tanpa diperintah.
A-, apa ini, jangan-jangan──.
──Kemampuan kehidupan sebelumnya "Charisma of
Evil" aktif kembali.
Bakat, ya?
Ternyata aku memang punya bakat menjadi penjahat.
Kata-kata keluar dengan lancar, entah kenapa jadi terasa menyenangkan.
──Kemampuan
kehidupan sebelumnya "The Ruler of Evil" aktif kembali.
"……A-, aku ini, monster, menghancurkan dunia,
kutukan dominasi……"
"Kau adalah manusia."
"──!"
Oh, dia memasang wajah syok.
Dia menggigit bibir dan matanya terbuka lebar.
Fufu, apakah kau takut…… dengan gaya
penjahatku yang arogan ini……
"Sebagai manusia, deritalah berulang kali. Meskipun
pada akhirnya kau tertelan oleh kutukanmu sendiri, tenanglah. Kau tidak akan
menghancurkan dunia."
"Ke-, kenapa? Kau bisa bicara seperti itu."
"Di ujung jalan itu, ada aku. Tempat tujuan akhir
dari kutukan bernama dirimu adalah aku ini."
"A……
a……"
"Hiduplah
sesukamu, matilah dengan bebas. Biar aku yang memberimu akhir sebagai
manusia."
Menang.
Ya, selesai. Persidangan ditutup. Bubar. Kau boleh
pulang sekarang.
Aku juga mau pulang, harus lebih banyak berlatih
lagi, sepertinya masih banyak orang kuat di dunia ini.
"──Wahai Raja."
Gadis elf berambut putih itu berlutut dengan satu
kaki.
"Eh?"
"──Kaulah, raja sejati yang seharusnya aku
junjung……"
Apa yang dia bicarakan?
Daripada itu, anak ini, entah kenapa dia tiba-tiba
bersinar──.
──All Curse Technique: Authority Expansion
· Penyerapan Kutukan, serta pengembangan teknik menggunakan itu sebagai bahan.
Tanganku panas.
Tanpa sadar aku mengangkat tangan kananku.
Cahaya yang bocor dari tubuh White diserap ke telapak
tanganku──.
"Uoh."
Di telapak tanganku, ada bola cahaya berwarna campuran
hitam dan putih.
Ini, kumpulan Cursed Power……
──Makanlah semua kutukan.
Tanpa sadar aku menelannya.
Glek. Rasanya manis, dingin, dan
meleleh.
Saat itu juga, aku memahaminya.
Gift milikku bisa menyerap "Kutukan".
Eh~ menarik. Dewi itu benar-benar melakukan perbuatan
yang licik ya.
《I-,
ini…… efek G-Class Gift……? Player, kau ini, sebenarnya, siapa……》
"……Mustahil,
kau…… memakan kutukanku…… memang benar, Raja……"
Navi
dan White tertegun.
Uuun. Meski terjadi banyak hal saat
aku pergi berburu makan malam di kamp bandit……
Dengan menggunakan kekuatan ini, aku sepertinya masih
bisa bertambah kuat! Yah, baguslah!
◇◇◇◇
Pagi hari berikutnya.
Bersamaan dengan matahari terbit, aku bisa kembali ke
perkebunan. Gadis berambut putih itu juga ikut denganku.
Bon-san, manajer perkebunan, awalnya melihatku dan gadis
itu.
"Kau…… itu, North Elf, rakyat utara…… serius? Dari mana kau……"
Bon-san
tiba-tiba bergumam.
Sebagai
salam karena pulang pagi dan tanda terima kasih atas kebaikan sehari-hari, aku
memberinya koin emas dan perhiasan yang kuambil dari kamp bandit.
"…………Hah? Kau, koin emas ini──tidak, sudahlah!
Jangan katakan apa-apa, aku tidak mau dengar! Kau…… artinya, begitu ya?"
Aku tidak begitu mengerti, tapi aku mengangguk saja.
"……Aku paham maksudmu. Memang benar, Gifted……
ya. ……Aku tidak akan melaporkan ini pada Tyler Trading yang memiliki perkebunan
ini. Walaupun gubuk tua…… aku
akan siapkan tempat tinggal. Sisanya, lakukan sesukamu."
Tak
disangka-sangka. Dia menyiapkan gubuk khusus untukku di samping perkebunan!
Bon-san……
kau benar-benar orang baik.
Gubuknya
sudah tua, tapi ini adalah kamar pribadi impianku!
Ah, tidak, tepatnya bukan sendiri sih.
"Raja, apakah ini rumahmu?"
Gadis cantik berambut putih itu juga ikut.
Uun, bagaimana ya, padahal suasananya
sudah perpisahan di gua tadi, tapi dia malah mengikutiku sampai ke sini.
Aku sempat berpikir untuk mengusirnya, tapi karena
dia seperti kucing liar yang terus mengikutiku, jadi sulit untuk membuangnya……
"Hei, setelah ini kau mau apa?"
"……Aku ingin kau membiarkanku berada di
sisimu."
"Hmm, kau, siapa namamu?"
"……Aku tidak punya nama."
"Kalau begitu, namamu White saja ya."
"Eh……"
"Tidak punya nama itu merepotkan, kan? Karena
rambutmu putih, jadi White. Tidak boleh?"
"A-, kau mau, memberiku nama? A-, apakah boleh, aku
bersamamu?"
"Iya, kau sedang luang, kan? Suatu
saat nanti, ada hal yang ingin kulakukan padamu."
"……Raja, kau yang tadi, benar-benar, orang yang
berbeda……"
"Eh."
Ah, gawat.
Dilihat dari permainan penjahatku tadi, cara bicaraku
yang ini terasa janggal ya.
Haruskah aku mengelabuinya dengan permainan otak? 《Otak……?》
"Aku punya banyak wajah. Aku ingin kau terbiasa
dengan hal itu, wahai pengikutku."
"Wa……wah, se-, sungguh luar biasa, wa-, wahai
Rajaku……"
Dia terlalu mudah ditipu, setara dengan anak kecil.
Atau jangan-jangan kecerdasanku yang terlalu tinggi?
"Ra-, Raja, itu, ka-, kalau boleh, a-, aku ingin
tahu, na-, namamu."
"Nama? Ah……"
Untuk nama sebagai budak, aku menggunakan Castani,
nama marga dari dunia sebelumnya…… tapi menyiapkan nama sebagai penjahat juga
bagus.
Bagaimana ya.
《Bagaimana kalau Curse? Diambil dari nama Castani.》
Navi! Bagus, itu dia.
Curse juga punya arti kutukan, dan juga
punya makna ganda dengan namaku.
Poin penjahat modisnya tinggi! Oke, pakai itu!
"Kalau begitu, Curse. Karena Castani
adalah nama untuk di depan orang, jadi nama Curse dirahasiakan ya."
"O-, oke, a-, apakah sekarang, boleh, aku
memanggilmu Curse……?"
"Eh, iya, boleh, kalau sedang tidak ada siapa-siapa
selain kita berdua."
"O-,
oke. Fufu, Curse, Curse, Rajaku……"
Rasanya seperti memungut kucing liar…… tapi
apakah ini artinya aku jadi punya teman secara perlahan?
"Curse…… aku ingin menjadi kekuatan bagimu.
A-, apa pun itu, aku ingin alasan untuk berada di sisimu…… karena kau, yang
memanggilku manusia……"
Aku merasakan semangatnya.
Seorang penjahat pasti punya teman atau bawahan.
Penjahat yang soliter juga keren, tapi organisasi atau
kelompok jahat sama kerennya dengan itu.
Kemampuanku juga sudah bertambah, sudah saatnya──.
"Hmm, kalau begitu, jadilah ksatriaku."
──Ayo kita mulai!
Organisasi jahat terkuat yang aku ciptakan!
"Ksatria……?"
"Iya, tugasmu adalah organisasi yang kubuat…… err…… benar! Kau anggota Curse
Brotherhood. Aku ingin mempekerjakanmu sebagai anggota inti organisasi,
sebagai…… ksatria meja bundar."
"Curse
Brotherhood, ksatria, meja bundar…… sebenarnya, untuk apa……?"
"Kehi."
"──Tawa
itu…… ya, aku mengerti. Aku adalah pedangmu. Aku hanya akan mengasah diriku
untuk diayunkan olehmu, artinya, begitu ya."
"Ah, iya."
Untuk saat ini, angguk saja.
Maaf, jujur saja aku masih belum terpikir tujuan
organisasi jahatku.
Aku tidak terlalu tertarik dengan hal seperti
penaklukan dunia.
Penaklukan dunia yang dilakukan dengan perasaan
setengah-setengah itu kurang menghargai orang-orang yang serius ingin
menaklukkan dunia.
Sikap menghormati segala hal itu penting.
Kruuukkk.
Suara perutku berbunyi.
"Ah…… u……"
Sepertinya
White sedang lapar.
Aku
memberikan sayuran yang diam-diam kupanen dari ladang, yang mirip tomat, kepada
White.
Kemudian──.
"……Enak……"
Dia
menangis.
White
meneteskan air mata tetes demi tetes.
Dia terus mengunyah tomat itu.
Eh, dia makannya banyak sekali…… Yah, penampilan White
mungkin berbeda, tapi dia seperti anak kecil. Biar kubaikkan sedikit padanya.
Karena penjahat yang baik itu harus baik pada anak kecil.
《Bahkan senjata buatan Dewa pun, bisa dijinakkan semudah
ini…… Player, kau ini, sebenarnya apa tujuanmu……》
Navi
bicara sesuatu lagi.
Yah
sudahlah, nah, sudah matahari terbit lagi.
Menghirup
aroma pagi perlahan──.
"Ayo
pergi ke ladang~ Hari ini pun harus kerja, kerja."
Prolog | ToC | Next Chapter



Post a Comment