NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Bonjin Jujutsushi no Tanoshii Isekai Akuyaku Play Volume 1 Chapter 1

Chapter 1

Menjadi Penjahat Butuh Persiapan Matang


Sudah sekitar lima tahun berlalu sejak aku bereinkarnasi.

Saat masih bayi, aku hampir mati karena wabah penyakit, tapi aku berhasil bertahan hidup berkat tekad yang kuat.

Menurut Navi, dunia ini memiliki energi yang disebut "Magic Power".

Eksistensi hebat yang mampu mengendalikan energi itu disebut penyihir, dan mereka hidup sebagai kasta istimewa.

Dunia lain dengan pedang dan sihir, ya? Kedengarannya menarik.

Sepertinya ini dunia fantasi yang dipenuhi perang, jadi sepertinya akan ada banyak peran untuk penjahat sepertiku.

Namun, di dunia seperti ini, aku tidak bisa menggunakan Magic Power.

Sebagai gantinya, berkat Gift, aku bisa mengendalikan energi yang disebut "Cursed Power".

"Cursed Power".

Sesuatu yang mutlak diperlukan bagi seorang penjahat, yaitu "Absolute Power".

Tujuanku untuk saat ini adalah melatih Cursed Power ini.

Secara kebetulan, aku tahu cara melatihnya.

Cursed Power hanya bisa dilatih dengan [menempatkan diri di lingkungan yang keras atau hampir mati].

Itu sama persis dengan spesifikasi game yang dulu sangat kuminati di kehidupan sebelumnya.

Lalu, jika aku terus mensirkulasikan Cursed Power ke seluruh tubuh, kekuatan fisikku akan meningkat drastis.

Di kehidupan sebelumnya, saat bermain online VR game "Life Field", aku menamai teknik ini "Curse Enhancement".

Beruntung sekali aku bisa memahami trik "Curse Enhancement" saat hampir mati karena demam tinggi dulu.

……Player, sudah pagi. Manajer perkebunan akan segera datang.

"Ngh, terima kasih, Navi."

Tepat setelah suara Navi terdengar.

"Bangun! Waktunya kerja! Cepat pergi membajak ladang!"

Suara keras pria itu menggema di kandang kuda. Tempat tidurku adalah kandang kuda yang baunya luar biasa menyengat ini.

Baik orang dewasa maupun anak-anak, kami semua tidur berdesakan di atas jerami.

Di dunia ini, aku hidup sebagai budak pertanian.

Sepertinya sang Dewi benar-benar menyiapkan kehidupan yang penuh penderitaan untukku.

Memiliki masa kecil yang tidak beruntung akan memberikan kedalaman karakter saat nanti aku benar-benar menjadi penjahat, kan?

Baiklah, mari bekerja hari ini.

Pekerjaan saat ini hanyalah membajak ladang tanpa henti.

Konon, ini dianggap sebagai pekerjaan yang sangat berat di dunia ini, tapi bagiku, lingkungan ini sangatlah bersyukur.

"Curse Enhancement."

Wush. Cahaya seperti api hitam menyelimuti tubuhku.

Inilah Cursed Power.

Cahaya mirip api hitam yang menyelimuti tubuhku ini hanya bisa kulihat sendiri.

Melakukan pekerjaan ladang dengan "Curse Enhancement" adalah latihan yang luar biasa bagus.

Aku terus mengayunkan cangkul sambil terus mengalirkan Cursed Power ke seluruh tubuh.

Tentu saja, stamina yang terkuras sangat besar. Menjelang akhir hari, aku selalu merasa hampir mati.

Tapi, hanya latihan yang tekunlah yang akan mendorongku menjadi sosok yang luar biasa.

Dulu, latihan mati-matian di kehidupan sebelumnya benar-benar berguna.

Pengalaman mencari Jujutsu (Sihir Kutukan) hingga ke kedalaman hutan Jukai di Fuji dan hampir mati saat itu benar-benar terpakai sekarang.

Hari ini pun aku akan berusaha membajak ladang untuk melatih kekuatan otot dan Cursed Power.

Katanya, Gift juga akan semakin kuat jika terus dilatih, begitu kata Navi-chan.

Melakukan kerja keras demi sebuah tujuan itu ternyata cukup menyenangkan, ya.

"Selamat pagi! Pak Manajer! Saya berangkat kerja dulu!"

"Oh, oh, bekerjalah yang benar!"

"Siap!"

Aku menyapa manajer perkebunan itu.

Di bawah langit biru, aku menghirup aroma tanah. Mari kita bekerja dengan giat hari ini.

◇◇◇◇

"……Anak itu, dia masih bertahan hidup, ya."

"Eh? Ah, bocah berambut hitam itu? Memang benar, kupikir dia akan segera mati, tapi……"

"Ingat tidak, dia pernah terkena wabah penyakit sekali?"

"Ah~ wabah penyakit angin maut empat tahun lalu ya. Banyak budak yang mati, itu menyakitkan."

"Ya, semua orang yang kena demam, baik dewasa maupun anak-anak, semuanya mati. Kecuali bocah itu."

"……Jangan-jangan dia punya Magic Power? Kudengar orang yang punya bakat penyihir punya tubuh kuat sejak kecil dan tidak mudah sakit."

"Mustahil. Hanya orang dengan darah bangsawan yang bisa memakai Magic Power."

"Benar juga, ya? ……Kalau begitu, jangan-jangan……"

"Apakah dia seorang Gifted yang diberkati?"

"Hahaha, mustahil. Tidak mungkin bocah seperti dia adalah seorang Gifted yang dipilih oleh Dewa."

"Benar juga. Kalau dia Gifted, tidak mungkin dia mau jadi budak pertanian dengan sukarela, kan?"

"Betul sekali. Coba bayangkan kalau bocah itu benar-benar Gifted. Dengan jatah makan seadanya, kerja keras, dicambuk kalau membangkang, kita yang mengelola budak ini pasti sudah dibenci dan dibunuh sejak lama."

"Benar juga! Gyahahahaha…… ha…… te-, tenang saja, kan?"

◇◇◇◇

Lima tahun berlalu lagi sejak saat itu.

Kini aku sudah berusia 10 tahun.

Sejauh ini, keberadaan Gift dan Cursed Power belum diketahui oleh orang sekitar.

Navi-chan sudah berkali-kali mengatakan bahwa jika aku menggunakan Gift, aku bisa lepas dari kehidupan ini.

Pfft, aku tidak akan termakan bujukan itu.

Lagipula, firasatku mengatakan Navi-chan punya aura sebagai suara navigasi dalang di balik layar.

Penjahat yang keren tidak akan memamerkan kekuatannya dengan mudah.

Lagipula, meskipun disebut penjahat, jenisnya ada banyak sekali.

Aku ingin menjadi penjahat.

Keinginan ini tidak salah, tapi…… aku belum memutuskan penjahat seperti apa yang ingin kujadikan target utama.

Aku selalu memikirkan [Daftar Penjahat yang Ingin Diperankan] setiap hari, tapi rasanya belum ada yang pas.

Artinya, sekarang bukan saat yang tepat untuk menunjukkan kekuatanku.

Pasti ada situasi yang lebih pantas untuk itu.

Saat ini masih tahap persiapan, jadi aku menikmati kehidupan sebagai budak sambil menyembunyikan kemampuan asliku.

Aku sudah sangat terbiasa dengan kehidupan ini.

Keluar ke ladang sebelum matahari terbit, dan terus mengayunkan cangkul sampai matahari terbenam.

Merasakan aroma tanah, menyentuh tekstur tanah dengan cangkul.

Ini ternyata jauh lebih menyenangkan daripada yang kukira.

"CHU!!"

"Ah, hei, diamlah."

Tikus putih peliharaanku muncul dari saku kemeja kainku.

Sejak tiba-tiba muncul sekitar tiga tahun lalu, dia jadi sangat jinak padaku.

Tikus putih ini tidak buang air, dan tidak berbau sama sekali.

Tubuhnya yang putih dan kenyal entah kenapa mengeluarkan aroma seperti dupa. Karena baunya enak, aku diam-diam menjadikannya peliharaan.

"Dengar, diamlah saat aku sedang bekerja."

"CHU?"

Tikus putih kenyal itu memiringkan kepalanya dengan lucu.

Meskipun kau berpose lucu, tidak akan mempan.

"CHU~……"

Tikus putih itu masuk kembali ke dalam saku sambil menggoyangkan ekornya.

Saat aku sedang melakukan itu, seseorang mendekat.

"Oi, Takihito, kau giat sekali hari ini."

"Ah, Bon-san, terima kasih atas kerja kerasnya."

Pria berjanggut dengan rambut afro yang jahat, salah satu manajer perkebunan, Bon-san.

Dia adalah orang yang dipekerjakan oleh pemilik perkebunan, Tyler Trading.

"Ini, cangkul baru yang kau inginkan. Pakai saja."

"Eh, bolehkah? Terima kasih banyak!"

"Dasar, padahal kau budak, tapi kau merepotkan sekali……"

Uwooo!!

Ini cangkul baru yang berkilau! Gagangnya sangat halus dan pas sekali di telapak tanganku!

"……Andai saja budak lain sepolos dirimu."

Belakangan ini, aku mulai sedikit akrab dengan manajer perkebunan.

Di saat budak lain mencoba kabur atau melakukan pemberontakan, mungkin aneh melihat orang sepertiku yang terus membajak tanah.

Pemberontakan budak. Tidak ada satu pun yang mengajakku bergabung.

……Itu karena kau ditakuti oleh para budak lain sebagai orang aneh yang menikmati pertanian.

Kenapa? Membajak ladang itu menyenangkan, tahu.

Tanah yang tadinya keras berubah menjadi gembur, kan?

Kau benar-benar tidak sadar, ya…… Kasihan sekali, demi melindungi hatimu dari takdir penderitaan yang diberikan Tuhan…… Uuu…… yoyoyo.

Aku sudah menjalin hubungan dengan Navi selama lebih dari 10 tahun.

Begitu terus membajak, hari sudah malam.

Mencuci pakaian di sungai, lalu menuju kandang kuda tempat tidurku.

Memakan sup asin encer dan roti kering. Rasanya tidak enak…… aku ingin makan sesuatu yang lebih baik……. Karena kami berbagi indra perasa, aku mengabaikan Navi yang mengeluh, membagi sedikit roti untuk si tikus putih, lalu sisanya tinggal tidur──.

"Hi-, ti-, tidak mau…… tolong aku…… mama, papa……"

"Haa, haa……! Jangan berisik, nanti manajer bodoh itu bangun, jangan meronta, haa, haa, ke-, kecil, dan lucu…… aa, lucu sekali, dia milikku……"

Lagi ya.

Di kandang kuda, para budak tidur tanpa mempedulikan gender atau usia.

Karena itulah, pria bodoh sering mencoba melakukan kekerasan secara diam-diam pada budak perempuan yang lemah…… yah, terus terang saja, mereka mencoba memperkosa.

"Haa, haa…… jangan menangis, kalau kau menangis, kubunuh kau……"

"Hi-, tidak, berhenti…… sakit……"

"Tidak kok, sebentar lagi kau akan merasa nyaman…… haa, haa, ayo, keluarkan lidahmu……"

Seorang pria bertubuh besar menyeret seorang gadis kecil ke tempat gelap.

Para budak di sekitar hanya pura-pura tidak melihat.

Yah, manusia memang seperti itu.

Tidak ada yang mau terlibat dalam masalah.

Baik di dunia asalku maupun di dunia lain, tidak ada orang baik seperti pahlawan atau protagonis.

……Budak pria itu sepertinya mantan petualang. Dia jatuh menjadi budak karena terlilit hutang judi.

Hmm, begitu ya.

Yah, terserah saja. Aku tidak peduli karena itu tidak ada hubungannya denganku──.

"Ti-, tidak…… papa, mama…… tolong aku, siapa saja……"

"Bodoh! Tidak mungkin budak menolong budak lain, kalau kau jadi milikku, aku akan melindungimu…… ah?"

Pria itu sepertinya menyadari keberadaanku yang berdiri di belakangnya. Dia berbalik dan menatapku tajam.

Aku bukan protagonis, dan aku bukan orang baik. Aku adalah penjahat.

Aku tidak tertarik pada hal lain selain tujuanku sendiri. Aku manusia seperti itu.

Namun.

"Menjijikkan, aku benci hal semacam ini."

"……Ah? Hei, bocah, apa kau baru saja bicara?"

Pria itu mencengkeram kerah bajuku dan mengangkatnya. Kakiku terangkat dari tanah, oh, tenaga yang lumayan.

Lengan kekarnya mulai mencekik leherku. Bagus, aku suka tipe yang tidak punya otak seperti ini.

"Apa kau bicara sesuatu!! Bocah! Kalau kau punya masalah denganku, akan kubunuh kau──"

"Paman, kau mantan petualang, kan? Berusahalah bertahan, ya."

"Hah? Apa yang kau katakan──pukyu."

Shuboh. Pakyah.

Kepalan tangan yang dipenuhi Cursed Power. Aku memukul dagu pria itu dengan punggung tanganku. Itu adalah teknik backhand.

Leher pria itu berputar satu putaran.

Pria itu langsung berlutut dan jatuh terkapar.

"……"

Hmm, dia sudah mati.

Jika menggunakan "Curse Enhancement", anak kecil pun bisa menjatuhkan orang dewasa dengan satu pukulan.

Sekadar eksperimen, setiap kali aku melihat pelaku pemerkosaan di kandang kuda, aku menghabisi mereka semua seperti ini……

Bahkan budak yang merupakan mantan petualang pun tidak bisa bereaksi terhadap seranganku.

"Curse Enhancement". Sepertinya kemampuanku sudah cukup terasah, ya?

"Oi! Keributan apa ini!"

"Jangan ada yang bergerak!"

"Wah, bukankah dia mati? Orang itu……"

Suara manajer yang terdengar bersemangat menggema di kandang kuda.

Paman afro, Bon-san si manajer, dan anak buahnya.

"Ah, ternyata kau lagi……"

Melihatku dan pria gemuk yang sudah mati itu, dia menghela napas.

Sebagai pemburu pelaku pemerkosaan di kandang kuda, aku sudah sangat dikenal.

"Ah, Bon-san, terima kasih atas kerja kerasnya! Itu, maaf, orang ini──"

"Ah, sudahlah, biar kami yang urus sisanya. Dasar, belakangan ini kualitas budak semakin menurun ya, sampai bernafsu pada bocah…… dasar sampah manusia."

"Eh, Senior, ti-, tidak apa-apa? Ini, bukankah bocah ini yang membunuhnya……"

"Ah, kau anak baru ya? Sudahlah, ayo angkut mayatnya, pegang bagian kakinya."

"Eh, ta-, tapi, membiarkan budak saling membunuh itu……"

"Anak baru, jangan ikut campur dengan urusan bocah itu, kau akan mati."

"Eh."

Sambil mengomel, Bon-san dan anak buahnya mengangkut pria gemuk itu dengan tangan yang sudah terbiasa.

Setelah kejadian itu, gadis yang kutolong jadi sangat melekat padaku.

Dia adalah gadis yang sering tersenyum sambil menceritakan tentang kucingnya atau orang tuanya yang akan datang menjemputnya.

Tidak sampai seminggu setelah itu, gadis itu meninggal karena pilek.

Itu adalah pilek yang sama saat aku hampir mati dulu.

Hidup, mati.

Di dunia fantasi abad pertengahan dengan pedang dan sihir ini, yang menentukan hal itu adalah ada atau tidaknya kekuatan.

Aku kuat, dia lemah. Hanya itu saja.

Namun, terkadang aku sedikit berpikir.

Seandainya gadis itu bisa menggunakan Cursed Power, apakah dia tidak akan mati?

Hei, Navi.

……Ada apa, Player?

Menurutmu, apa ada cara lain menggunakan Cursed Power?

……Ayo kita cari tahu bersama, caranya. My Player……

Sejak hari itu, entah kenapa aku merasa suara Navi menjadi lebih lembut.

◇◇◇◇

Dua tahun kemudian, aku sudah berusia 12 tahun.

Jika ditanya apakah ada keluhan tentang kehidupanku saat ini…… mungkin makanannya, ya.

Makan hanya dua kali sehari.

Pagi dan malam hanya sup kacang encer dengan roti hitam keras. Ditambah air.

Dilihat dari sudut pandang pembentukan tubuh, ini jelas kekurangan protein.

Belakangan ini, saat malam tiba, aku pergi ke gunung terdekat.

Sebagai budak pertanian, aku tidak punya kebebasan, tapi Bon-san mengizinkanku pergi keluar dengan syarat harus kembali sebelum pagi.

Dia orang yang sangat baik.

Dan, apa yang kulakukan setelah masuk ke gunung adalah──.

"Selamat malam, para bandit! Matilah! Curse Enhancement Curse Enhancement Curse Enhancement!!"

Dengan tubuh yang diperkuat "Curse Enhancement", aku membantai para bandit yang bersenjata lengkap.

Aku menangkis pedang dan kapak dengan tinjuku, dan menembus baju besi dengan tangan kosong.

Ah, bagian ketiak atau siku, perlindungan baju besinya tipis ya.

"Aaaaaaaa!!"

"Ap-, apa, kau, dari gereja──"

"Ada celah!!"

"Gyaaaaaa!?"

"Ketua dikalahkan!? Bocah itu menusuk perutnya sampai mati! Oi, jangan bercanda! Pakai tangan kosong!?"

"Mustahil, menembus baju besi dengan sihir pelindung pakai tangan kosong!? Bahkan penyihir tingkat satu pun tidak bisa melakukan itu──gyaaaaa!?"

"Ah, Jean Louis dikalahkan!!"

Berburu bandit.

Ya, dengan tubuh yang diperkuat "Curse Enhancement", orang dewasa bersenjata pun bukan lawan bagiku.

Aku tidak menguasai bela diri khusus, tapi pengalaman pertarungan antar manusia di full-dive VR game "Life Field" sangat berguna untuk pertarungan di dunia lain ini.

Jika menggunakan "Curse Enhancement", aku bisa bergerak dengan sensasi yang sama seperti di game.

Di dunia ini, kamp bandit berserakan di mana-mana. Saat berjalan, setiap 10 menit aku pasti akan berurusan dengan bandit.

Rasanya sudah seperti minimarket di dunia modern saja.

Tempat makan hari ini adalah kamp bandit yang berada di bawah tebing.

Membuat para bandit itu diam selamanya, lalu──.

"Umm, lezat."

Kremes, kremes.

Makanan yang disembunyikan bandit, seperti daging kering dan sosis, kubakar di api unggun lalu kunikmati.

Ah, ini enak sekali, Player. Tolong sosis dengan herbal selanjutnya.

Memenuhi permintaan Navi yang berbagi indra denganku, aku membakar daging itu.

Suara lemak daging yang meletup, aroma smoky dari asap kayu, rasa daging yang menggugah selera.

"CHU CHU!"

Aku memberikan potongan daging pada si tikus putih peliharaanku. Tikus itu kembali ke sakuku sambil membawa daging dengan senang. Aku ingin dia berhenti makan di dalam saku, ini bukan sarangnya tahu.

Melihat ke langit malam, bintang-bintang bertebaran.

Tekanannya berbeda dari dunia modern.

Biru, hijau, kuning, berbagai warna bintang, semuanya bersinar seolah sedang berdenyut, dan langit malam yang berwarna tinta pekat tampak seperti sungai bintang.

Bukan sekadar langit malam, ini adalah──.

"……Bintang yang luar biasa. Seperti luar angkasa saja."

Langit malam yang jika disentuh akan sobek dan mengeluarkan darah, ya.

Sambil mengabaikan kalimat puitis Navi, aku melahap daging itu.

Mengapa makanan yang dimakan di luar terasa begitu lezat, ya……

Lagipula, kamp bandit malam ini mewah sekali.

Peralatan mereka juga, baju besi ksatria emas, halberd besar…… makanannya pun, bumbu-bumbu lengkap tersedia.

Tidak seperti bandit biasanya, terasa sekali nuansa selebritinya ya……

Aku membakar salami dan meletakkannya di atas roti putih lembut.

Menaburkan sedikit lada hitam dari bungkusnya.

Umm, tekstur rotinya juga bagus, sari daging meresap ke dalam adonan, rasanya luar biasa…… ditambah rasa lada hitam ini……

Bandit ini, benar-benar makan makanan yang enak ya.

Lambang belah ketupat di baju besi para ksatria ini…… gereja? ……Anu, Player, orang-orang ini, jangan-jangan…… gereja……

"Eh? Bukankah mereka bandit? Kelompok bersenjata yang ada di gunung, kan?"

……Fuh. Begitu ya, ternyata begitu. Bagimu, bahkan gereja pun…… sama saja dengan bandit, ya.

Navi mulai mengatakan hal yang penuh arti lagi.

Tidak mungkin gereja dan bandit itu sama, kan.

Ada di gunung, bersenjata = bandit. Ini sudah jadi aturan dasar dunia fantasi.

"Hmm? Apa itu…… gua?"

Saat sedang menikmati hidangan bandit, aku baru menyadarinya.

Di belakang tempat perkemahan, di bawah tebing…… ada sebuah pintu.

Pintu masuk gua?

……Ini, ada segel yang sangat kuno di sana.

"Heh. Oh, ada tulisan di sana.…… Ah."

Eh?

Klik. Begitu disentuh, pintu itu terbuka dengan sendirinya.

Seolah-olah Cursed Power yang menyelimuti tubuhku bereaksi pada pintu itu……

"……Ternyata benar gua, ya."

……Sepertinya ini terhubung ke ruangan yang sangat luas, Player, aku punya firasat buruk……

Mengabaikan suara Navi, aku melangkah masuk ke dalam gua.

Lorongnya tertata rapi, dan obor api biru menerangi seluruh gua.

Lalu, di ujung terdalamnya──.

A-, itu……

"……Manusia?"

Salib hitam.

Seseorang sedang dipaku di sana.

……Salib itu adalah Divine Artifact. Di dalamnya terkandung berkat dari tujuh dewa besar yang sangat kuat……

"Heh, perlakuan VIP ya."

Dia seorang gadis.

Rambut putih panjang nan murni dengan gaun hitam.

Telinganya lancip, apakah dia seorang elf? Luar biasa, ternyata mereka benar-benar ada.

Setengah wajah bagian atasnya tertutup topeng perak. Meskipun begitu, kecantikannya tetap terpancar.

Bahkan dalam posisi dipaku seperti itu pun, dia tampak menawan.

Tapi, dia sudah babak belur.

Tidak ada darah yang keluar, tetapi ada pedang yang tertancap di dadanya, dan di sekujur kulit putihnya terlilit sesuatu yang menyerupai duri.

"……Apa, ada, orang?"

"Oh, dia bicara."

"To-, long, bunuh."

Begitu bertemu, aku langsung diminta untuk membunuhnya.

Begitu ya, event tipe melankolis, ya.

Dalam online game yang dulu kuminati, "Life Field", juga ada event melankolis seperti ini.

Pemula mungkin akan menanggapi setiap event melankolis dengan serius.

Tapi, seorang profesional itu berbeda.

Shogyo Mujo (Segala sesuatu tidak kekal). Tidak terlalu terbawa perasaan mungkin adalah salah satu cara untuk berbelasungkawa.

"To-, long, aku, harus…… mati…… entah kenapa, segelnya, tiba-tiba terlepas……"

"Bagus, tidak perlu penjelasan."

"……Eh?"

Mari kita mulai bermain sebagai penjahat.

Penjahat hari ini adalah, [Peringkat ke-4 penjahat yang ingin kuperankan: "Penjahat tipe pejuang yang memiliki kekuatan dahsyat, berperilaku sombong, namun sebenarnya baik hati secara mengejutkan"].

Memberikan kematian yang mulia bagi jiwa yang mendambakan kematian…… Ya, bagus, rasanya pas sekali.

"Bersyukurlah, keinginanmu akan terkabul."

Sejak hari di mana gadis yang sedikit akrab denganku meninggal karena demam beberapa tahun lalu, aku terus mengulangi eksperimen menyalurkan Cursed Power pada orang lain.

Kesimpulannya, Cursed Power tidak bisa menyelamatkan orang.

Bagi orang lain selain diriku, Cursed Power tampaknya adalah racun. Melihat kondisi gadis berambut putih ini yang kian melemah, dia pasti akan mati hanya dengan dialiri Cursed Power.

Player. Ini saatnya memilih. Jiwa yang malang mendambakan kematiannya sendiri. Tunjukkan padaku jawabanmu.

Navi sedang bersemangat, ada apa dengannya tiba-tiba?

"Tidurlah, jiwa yang malang."

Aku naik ke atas mimbar dan menyentuh dada gadis berambut putih yang terikat salib itu.

Eh? Pl-, Player!? Apa yang kau lakukan pada dada wanita i──tunggu! Kau ini mesum!! Cabul!!

Mau bagaimana lagi, aku harus menyalurkannya langsung ke jantungnya.

Funi, terasa empuk, namun ada sensasi kenyal yang menekan balik.

Hmm…… dilihat dari sensasinya, tubuhnya tidak hanya sehat, tapi sangat kuat.

Aku juga mengelus pinggang dan lehernya, tapi tidak ada kelainan pada tubuhnya.

Dia hebat juga, padahal sedang dipaku dan jantungnya tertusuk pedang.

Yah sudahlah, mari lakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai penjahat.

"……Te-, terima, kasih……"

Aku tidak punya hobi menyiksa orang tanpa guna.

Aku menyalurkan Cursed Power padanya. Cahaya mirip api hitam kemerahan mengalir dari tanganku ke tubuhnya.

Aku tidak bermaksud memberinya penderitaan.

Dia pasti punya neraka versinya sendiri.

Meski aku tidak tahu maupun punya alasan untuk merasakannya.

"Selamat tinggal."

Aku meningkatkan aliran Cursed Power. Berniat untuk menghabisinya.

──Begitu ya, mengelus tubuhnya tadi adalah cara untuk memicu sirkulasi Cursed Power……

Apa yang kau bicarakan, Navi?

Apakah itu pilihanmu? Bukan kematian yang mudah, melainkan berjalan di kehidupan yang terjal. Begitu ya maksudmu, Player.

Serius, apa maksudmu, Navi-chan?

Krak.

Eh. Suara apa itu?

Aku menghentikan "Curse Manipulation" dan membuka mata. Salib itu telah patah.

"Eh?"

Brukk…… Gadis cantik berambut putih yang tadinya terikat, jatuh terkulai.

Kejang.

Tubuh gadis itu bergetar.

Masih dalam posisi telentang, dia mencabut pedang yang tadi tertancap di jantungnya sendiri.

"──Ke-, kenapa."

"Hm?"

"Kenapa, kau membuka, segelnya……? Kenapa!!?? Tidak seperti ini perjanjiannya!!"

Eh? Padahal sudah kualiri Cursed Power, tapi dia tidak mati.

Bahkan, sepertinya gadis berambut putih ini malah jadi bugar.

Oooh…… luar biasa, magic power putih seperti badai berkumpul padanya.

"Datanglah, lihatlah, jawablah."

Gadis berambut putih itu berdiri perlahan.

Gadis berambut putih yang diselimuti magic power putih itu berubah menjadi ksatria berzirah putih.

……Karakter bos?

Luar biasa, magic power-nya memadat menjadi jubah dan zirah……

Bisakah aku melakukan hal serupa dengan Cursed Power?

"Ke-, keren……"

"……Kenapa, kau melepaskan segelku? Tanpa raja, tubuh ini, tanpa raja, pedang ini, tanpa raja, untuk apa kau melepas kutukan bencana ini? Aku……"

Ksatria putih itu mulai bercerita tentang dirinya sendiri.

Karena ceritanya panjang, aku rangkum saja.

Sepertinya dia adalah gadis yang disegel di sini sejak dulu.

Dilahirkan sebagai bencana, dan suatu hari akan terbangun sebagai kutukan yang memusnahkan dunia.

Aku pernah mendengarnya dari Navi.

[Seven Calamities]. Ramalan kiamat yang ada di dunia ini.

Katanya ada tujuh monster yang akan memusnahkan dunia sedang tertidur.

Sepertinya Gereja bertugas mengawasi dan mengelola [Seven Calamities].

Tidak mungkin…… Salah satu dari tujuh bencana, "Knight of Domination"!? Itu senjata buatan Dewa! Player, segera kabur!

Wah, kelas berat nih……

Hmm. Tapi, penampilan ini, latar belakang cerita ini……

"Aku tidak ingin menghancurkan dunia, aku tidak ingin menjadi kutukan…… karena itulah aku memilih jalan untuk disegel sampai akhir dunia……!"

!? Ka-, kalimat barusan! Apakah dia mengatakannya dengan tulus?

Jangan-jangan, anak ini……

"Padahal aku ingin mati! Padahal aku seharusnya mati!! Padahal aku seharusnya tetap disegel! Aaaaa, tidak, ka-, burlah……!"

Sudah tidak salah lagi! Anak ini──.

[Peringkat ke-3 penjahat yang ingin kuperankan: "Penjahat tipe jatuh ke kegelapan, yang sebenarnya tidak ingin menjadi penjahat, namun karena keadaan tertentu ia terjatuh ke kegelapan"]!

Tak disangka, aku bisa melihat yang asli dengan mata kepalaku sendiri……

Sangat berkelas dan sangat mendalam.

Kabur! Player! Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan manusia!

Ternyata ada di dunia ini. Penjahat sejati yang keren.

Kalau begitu, aku tidak boleh kalah.

Aku juga akan melayaninya dengan segenap kekuatanku!

Dengan permainan penjahat terbaik yang bisa kulakukan sekarang!

Hei, Player? Kau dengar? Aku bilang kabur, lho.

──Kehi.

"Kehi."

Aku terlalu bersemangat sampai tertawa aneh.

"……Ke-, kenapa, kau tertawa……?"

Tekanan auranya luar biasa. Tapi, ini bukan saatnya untuk takut.

Tertawalah dengan tak gentar, bersikaplah sombong, bayangkan. Masa depan yang tak jauh, wujud idealmu!

"Ah, karena lucu, makanya aku tertawa."

"Lu-, cu? Apa yang kau katakan……? Kekuatan ini, kutukan ini, adalah bencana yang akan memusnahkan dunia──"

"Apakah dunia akan musnah hanya dengan kutukan sekecil itu? Dasar kurang wawasan."

Oh, kalimat barusan, bukankah bagus?

Rasanya seperti pertukaran dialog antar penjahat, bukankah ini sempurna?

Kenapa kau malah memprovokasi? Aku bilang kabur!

Suara Navi mulai terdengar rendah.

Baiklah, mari kita mulai segera.

Sepertinya kau tidak berniat mendengarkanku.

"Aku adalah, kutukan…… kutukan dominasi yang diciptakan Tuhan…… tidak mau, tidak mau, kalau begini, bunuh, hancurkan, kuasai, tidak, aku tidak ingin, menjadi seperti itu……! Aku tidak mau yang seperti ini! Aa."

Klik.

Gerakan ksatria putih itu berhenti tiba-tiba seperti boneka yang talinya terputus.

"──Ahahaha! Hahahahaha Hahahahaha!! Segelnya terlepas!!"

"Ho?"

Ksatria putih yang tadi memegangi kepalanya dan mengerang, tiba-tiba berubah.

Nada bicara dan auranya benar-benar orang yang berbeda dari tadi.

Oi, jangan bilang, tidak mungkin……

"──Ah, akhirnya, akhirnya aku bisa keluar! Selamat tidur! Kepribadian utama!"

Atribut kepribadian ganda!! Ada yang seperti itu juga!?

Seberapa banyak atribut yang ingin kau tambahkan? Curang sekali!

"Begitu ya, kau adalah kutukan dominasi itu."

"──Ahahaha, benar! Inilah, diriku yang sebenarnya! Terima kasih, berkat kau aku bisa merebut tubuh dari kepribadian utama yang mengganggu itu! Sebagai gantinya, biar kubunuh kau!"

"Kehi."

"──Tertawa lagi! Kau ini, mengerti situasinya tidak!?"

"Ah, maaf maaf, akan kuladeni. Ayo, kutukan dominasi."

"──Aha! Aku adalah dominasi, perintis dari tujuh bencana yang memusnahkan dunia! Datanglah, lihatlah, jawablah! Hari kemurkaan, telah tiba! Akan kukuasai dengan kutukanku, dunia yang membosankan ini!"

Kiiiiiing. Dengan suara melengking, cahaya berkumpul pada pedang putih milik ksatria tersebut.

"Bagus. Akan kuajarkan padamu, betapa luasnya dunia. Dan."

──Didiklah dia.

"Akan kudidik padamu, apa arti kutukan sejati."

──Masukkan Cursed Power.

"Curse Enhancement."

"──Ahaa!"

Ksatria putih menyerang, tebasan pedang besar dari atas.

Cepat, tapi, bisa kuhindar. Aku menggeser tubuh seolah menyerempet tebasan pedangnya.

"──Eh? Cepat sekali."

"Ayo, gunakan magic power untuk bertahan. Bisa kan?"

Cursed Power Punch!! Kupukul sekuat tenaga wajah ksatria putih yang tidak terlindungi itu.

Gakiiiiiin!

"──Agh, aha! Sayang sekali, itu adalah magic barrier! Penyihir mana pun tidak akan bisa menyentuhku──eh?"

Krak, krek, krak! Sensasi menghancurkan dinding cahaya putih yang bertumpuk-tumpuk dengan tinjuku!

Brakkk! Aku menghancurkan magic barrier putih dan memukul wajahnya sampai helmnya hancur.

Sensasi yang bagus!

"Gha, agh!?"

"Boleh juga. Kaulah orang pertama yang bisa bertahan dari tinju yang dialiri Cursed Power."

"Ba-, magic barrier-ku, dalam sekali pukul……! Mustahil!"

Sekarang aku mengerti.

Cursed Power milikku menembus dan menimpa magic power.

Saat keduanya beradu, yang akan bertahan adalah Cursed Power. Ini adalah keuntungan yang sangat besar dalam pertarungan.

Pintu gua yang terbuka tadi pun, pasti karena pengaruh Cursed Power.

Ksatria putih melepaskan panah cahaya yang ditenun dengan magic power.

Oh, ini pun bisa kutepis semua dengan tinju yang menggunakan "Curse Enhancement"!

"──Mustahil, kau menepis panah dominasi yang akan aktif saat bersentuhan, dengan tangan kosong……"

"Cuma segitu kemampuanmu? Kutukan dominasi!"

"──Itu, bukannya magic power……! Benda apa itu!? Cahaya hitam apa itu!?"

"Kutukan."

"──Hii."

Sisanya mudah! Aku memukulnya habis-habisan.

Aku menepis panah cahaya milik kutukan dominasi yang akan mematikan jika terkena, lalu memukulnya, menghindar dari pedang cahaya putih yang tidak bisa ditahan, dan memukulnya lagi.

Sangat mendebarkan! Endorphin otak rasanya enak sekaliii!

"──Kenapa, kenapa, tidak kena!? Aaaa!? Pedangnya, ditepis!?"

Pertarungan berlanjut selama lima menit.

Kutukan dominasi itu jatuh berlutut.

"──Ah, gh. Mus-, mustahil…… aku, kutukan Tuhan…… begini……"

Brak. Krak krak krak.

Zirah dan helm ksatria putih yang retak hancur berkeping-keping, dari dalamnya muncul gadis elf cantik berambut putih.

Gadis berambut putih itu menatapku dengan tatapan yang seolah tidak percaya.

"……Tak disangka, kau, mengalahkan, kutukan dominasi……?"

Oh, nada bicaranya sudah kembali. Sepertinya kepribadian utamanya sudah pulang.

Selanjutnya, aku akan menghancurkan mentalnya secara tuntas.

Eh? Apa yang akan kau lakukan? Ja-, jangan-jangan, penyiksaan?

Eee…… pemikiranmu menakutkan…… aku malah jadi risih……

Penjahat sejati cukup menggunakan kata-kata saja.

"Kau terlalu biasa."

"Aku…… bi-, biasa……?"

Fufufufu, kata-kata yang jahat, aku yakin dia pasti sangat terkejut.

"Eh, he…… bi-, biasa, itu, baru pertama kali…… dibilang……"

Gadis elf berambut putih itu tersenyum malu-malu.

……Kenapa dia malah terlihat senang?

Padahal maksudku adalah kau itu hanyalah mob biasa……

Tidak, selanjutnya adalah gilirannya.

Seratus jurus kata-kata penjahat untuk menghancurkan mentalnya masih ada lebih dari seratus.

"Memusnahkan dunia dengan kekuatan sekecil itu, benar-benar kurang wawasan."

"……Kau…… apa kau tidak, takut padaku?"

"Apa yang harus kutakuti darimu?"

"…………Ah."

Gadis elf berambut putih itu membuat matanya berbinar.

……Kenapa?

Padahal aku seharusnya sudah memenangkannya secara psikologis, tapi kenapa dia malah senang?

Apa dia seorang M (Masokis)?

Gawat, M itu mentalnya kuat.

Untuk menghancurkan mental M yang senang saat dimaki…… ah, begitu, sebaliknya aku harus memujinya!

"Tapi, kau cantik."

"Eh? ──Eh?"

"Panah cahaya putih yang ditenun dari magic power-mu, seperti meteor yang membakar langit malam, pedang putihmu juga, err…… cahayanya membakar habis jiwa."

"Eh. A-, ah…… ha-, hal seperti itu…… baru pertama kali…… dibilang……"




Oh? Reaksi yang bagus.

Kulit putih seputih salju dan telinganya yang lancip memerah, mulutnya sedikit terbuka saat dia mematung.

Wajah yang memerah adalah bukti peningkatan aliran darah, dan peningkatan aliran darah berarti dia sedang terguncang!

Artinya, dia sedang syok! Bagus!

Player? Wajahnya, kurasa bukan wajah seperti itu……

Navi tidak mengerti hati manusia.

Serahkan hal semacam ini padaku.

Coba lihat, lihat wajah gadis elf berambut putih itu.

"……Tapi, aku ini, kutukan, monster, dan──"

Matanya berkaca-kaca, sepertinya dia akan menangis.

"Kehi, hi, hihihihi."

"Ke-, kenapa, kau tertawa? Kau sebenarnya……"

"Sudah kubilang tadi, karena lucu. ……Di depan mataku ini tidak ada monster."

Oke, pertunjukan penjahat dimulai.

Aku mengalirkan Cursed Power ke seluruh tubuh. Cahaya hitam dan merah menyembur keluar dari tubuhku.

Visibilitas api Cursed Power sudah di bawah kendaliku. Bisa kutunjukkan saat ingin menunjukkan, dan kusembunyikan saat ingin menyembunyikan.

"U-, ah……"

"Kau yang takut dengan Cursed Power-ku, mana mungkin kau itu monster."

"Ta-, tapi, kutukan ini, aku ini, kutukan dan──"

"Ketakutan akan kutukan diri sendiri, takut menyakiti orang lain, takut menghancurkan dunia. Kerdilnya dirimu yang takut akan dahsyatnya kekuatanmu sendiri, itu jauh dari kata monster."

Pu-, Player? Nada bicaramu……

Eh, mulutku bicara tanpa diperintah.

A-, apa ini, jangan-jangan──.

──Kemampuan kehidupan sebelumnya "Charisma of Evil" aktif kembali.

Bakat, ya?

Ternyata aku memang punya bakat menjadi penjahat. Kata-kata keluar dengan lancar, entah kenapa jadi terasa menyenangkan.

──Kemampuan kehidupan sebelumnya "The Ruler of Evil" aktif kembali.

"……A-, aku ini, monster, menghancurkan dunia, kutukan dominasi……"

"Kau adalah manusia."

"──!"

Oh, dia memasang wajah syok.

Dia menggigit bibir dan matanya terbuka lebar.

Fufu, apakah kau takut…… dengan gaya penjahatku yang arogan ini……

"Sebagai manusia, deritalah berulang kali. Meskipun pada akhirnya kau tertelan oleh kutukanmu sendiri, tenanglah. Kau tidak akan menghancurkan dunia."

"Ke-, kenapa? Kau bisa bicara seperti itu."

"Di ujung jalan itu, ada aku. Tempat tujuan akhir dari kutukan bernama dirimu adalah aku ini."

"A…… a……"

"Hiduplah sesukamu, matilah dengan bebas. Biar aku yang memberimu akhir sebagai manusia."

Menang.

Ya, selesai. Persidangan ditutup. Bubar. Kau boleh pulang sekarang.

Aku juga mau pulang, harus lebih banyak berlatih lagi, sepertinya masih banyak orang kuat di dunia ini.

"──Wahai Raja."

Gadis elf berambut putih itu berlutut dengan satu kaki.

"Eh?"

"──Kaulah, raja sejati yang seharusnya aku junjung……"

Apa yang dia bicarakan?

Daripada itu, anak ini, entah kenapa dia tiba-tiba bersinar──.

──All Curse Technique: Authority Expansion · Penyerapan Kutukan, serta pengembangan teknik menggunakan itu sebagai bahan.

Tanganku panas.

Tanpa sadar aku mengangkat tangan kananku.

Cahaya yang bocor dari tubuh White diserap ke telapak tanganku──.

"Uoh."

Di telapak tanganku, ada bola cahaya berwarna campuran hitam dan putih.

Ini, kumpulan Cursed Power……

──Makanlah semua kutukan.

Tanpa sadar aku menelannya.

Glek. Rasanya manis, dingin, dan meleleh.

Saat itu juga, aku memahaminya.

Gift milikku bisa menyerap "Kutukan".

Eh~ menarik. Dewi itu benar-benar melakukan perbuatan yang licik ya.

I-, ini…… efek G-Class Gift……? Player, kau ini, sebenarnya, siapa……

"……Mustahil, kau…… memakan kutukanku…… memang benar, Raja……"

Navi dan White tertegun.

Uuun. Meski terjadi banyak hal saat aku pergi berburu makan malam di kamp bandit……

Dengan menggunakan kekuatan ini, aku sepertinya masih bisa bertambah kuat! Yah, baguslah!

◇◇◇◇

Pagi hari berikutnya.

Bersamaan dengan matahari terbit, aku bisa kembali ke perkebunan. Gadis berambut putih itu juga ikut denganku.

Bon-san, manajer perkebunan, awalnya melihatku dan gadis itu.

"Kau…… itu, North Elf, rakyat utara…… serius? Dari mana kau……"

Bon-san tiba-tiba bergumam.

Sebagai salam karena pulang pagi dan tanda terima kasih atas kebaikan sehari-hari, aku memberinya koin emas dan perhiasan yang kuambil dari kamp bandit.

"…………Hah? Kau, koin emas ini──tidak, sudahlah! Jangan katakan apa-apa, aku tidak mau dengar! Kau…… artinya, begitu ya?"

Aku tidak begitu mengerti, tapi aku mengangguk saja.

"……Aku paham maksudmu. Memang benar, Gifted…… ya. ……Aku tidak akan melaporkan ini pada Tyler Trading yang memiliki perkebunan ini. Walaupun gubuk tua…… aku akan siapkan tempat tinggal. Sisanya, lakukan sesukamu."

Tak disangka-sangka. Dia menyiapkan gubuk khusus untukku di samping perkebunan!

Bon-san…… kau benar-benar orang baik.

Gubuknya sudah tua, tapi ini adalah kamar pribadi impianku!

Ah, tidak, tepatnya bukan sendiri sih.

"Raja, apakah ini rumahmu?"

Gadis cantik berambut putih itu juga ikut.

Uun, bagaimana ya, padahal suasananya sudah perpisahan di gua tadi, tapi dia malah mengikutiku sampai ke sini.

Aku sempat berpikir untuk mengusirnya, tapi karena dia seperti kucing liar yang terus mengikutiku, jadi sulit untuk membuangnya……

"Hei, setelah ini kau mau apa?"

"……Aku ingin kau membiarkanku berada di sisimu."

"Hmm, kau, siapa namamu?"

"……Aku tidak punya nama."

"Kalau begitu, namamu White saja ya."

"Eh……"

"Tidak punya nama itu merepotkan, kan? Karena rambutmu putih, jadi White. Tidak boleh?"

"A-, kau mau, memberiku nama? A-, apakah boleh, aku bersamamu?"

"Iya, kau sedang luang, kan? Suatu saat nanti, ada hal yang ingin kulakukan padamu."

"……Raja, kau yang tadi, benar-benar, orang yang berbeda……"

"Eh."

Ah, gawat.

Dilihat dari permainan penjahatku tadi, cara bicaraku yang ini terasa janggal ya.

Haruskah aku mengelabuinya dengan permainan otak? Otak……?

"Aku punya banyak wajah. Aku ingin kau terbiasa dengan hal itu, wahai pengikutku."

"Wa……wah, se-, sungguh luar biasa, wa-, wahai Rajaku……"

Dia terlalu mudah ditipu, setara dengan anak kecil.

Atau jangan-jangan kecerdasanku yang terlalu tinggi?

"Ra-, Raja, itu, ka-, kalau boleh, a-, aku ingin tahu, na-, namamu."

"Nama? Ah……"

Untuk nama sebagai budak, aku menggunakan Castani, nama marga dari dunia sebelumnya…… tapi menyiapkan nama sebagai penjahat juga bagus.

Bagaimana ya.

Bagaimana kalau Curse? Diambil dari nama Castani.

Navi! Bagus, itu dia.

Curse juga punya arti kutukan, dan juga punya makna ganda dengan namaku.

Poin penjahat modisnya tinggi! Oke, pakai itu!

"Kalau begitu, Curse. Karena Castani adalah nama untuk di depan orang, jadi nama Curse dirahasiakan ya."

"O-, oke, a-, apakah sekarang, boleh, aku memanggilmu Curse……?"

"Eh, iya, boleh, kalau sedang tidak ada siapa-siapa selain kita berdua."

"O-, oke. Fufu, Curse, Curse, Rajaku……"

Rasanya seperti memungut kucing liar…… tapi apakah ini artinya aku jadi punya teman secara perlahan?

"Curse…… aku ingin menjadi kekuatan bagimu. A-, apa pun itu, aku ingin alasan untuk berada di sisimu…… karena kau, yang memanggilku manusia……"

Aku merasakan semangatnya.

Seorang penjahat pasti punya teman atau bawahan.

Penjahat yang soliter juga keren, tapi organisasi atau kelompok jahat sama kerennya dengan itu.

Kemampuanku juga sudah bertambah, sudah saatnya──.

"Hmm, kalau begitu, jadilah ksatriaku."

──Ayo kita mulai!

Organisasi jahat terkuat yang aku ciptakan!

"Ksatria……?"

"Iya, tugasmu adalah organisasi yang kubuat…… err…… benar! Kau anggota Curse Brotherhood. Aku ingin mempekerjakanmu sebagai anggota inti organisasi, sebagai…… ksatria meja bundar."

"Curse Brotherhood, ksatria, meja bundar…… sebenarnya, untuk apa……?"

"Kehi."

"──Tawa itu…… ya, aku mengerti. Aku adalah pedangmu. Aku hanya akan mengasah diriku untuk diayunkan olehmu, artinya, begitu ya."

"Ah, iya."

Untuk saat ini, angguk saja.

Maaf, jujur saja aku masih belum terpikir tujuan organisasi jahatku.

Aku tidak terlalu tertarik dengan hal seperti penaklukan dunia.

Penaklukan dunia yang dilakukan dengan perasaan setengah-setengah itu kurang menghargai orang-orang yang serius ingin menaklukkan dunia.

Sikap menghormati segala hal itu penting.

Kruuukkk.

Suara perutku berbunyi.

"Ah…… u……"

Sepertinya White sedang lapar.

Aku memberikan sayuran yang diam-diam kupanen dari ladang, yang mirip tomat, kepada White.

Kemudian──.

"……Enak……"

Dia menangis.

White meneteskan air mata tetes demi tetes.

Dia terus mengunyah tomat itu.

Eh, dia makannya banyak sekali…… Yah, penampilan White mungkin berbeda, tapi dia seperti anak kecil. Biar kubaikkan sedikit padanya. Karena penjahat yang baik itu harus baik pada anak kecil.

Bahkan senjata buatan Dewa pun, bisa dijinakkan semudah ini…… Player, kau ini, sebenarnya apa tujuanmu……

Navi bicara sesuatu lagi.

Yah sudahlah, nah, sudah matahari terbit lagi.

Menghirup aroma pagi perlahan──.

"Ayo pergi ke ladang~ Hari ini pun harus kerja, kerja."



Prolog | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close