NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Eroge no Utsu End kara Heroine-tachi o Kyuusai Shitara Volume 1 Afterword + Short Story

Kata Penutup


Halo, semuanya. Saya HaLu. Terima kasih banyak karena telah memilih dan membaca buku "Eroge no Utsu End kara Heroine-tachi wo Kyuusai Shitara" (Jika Aku Menyelamatkan Para Heroine dari Ending Depresi Eroge) ini.

Karya ini telah saya poles habis-habisan, baik untuk kalian yang sudah mendukung sejak versi web, maupun untuk kamu yang baru pertama kali membacanya lewat versi buku.

Bagaimana menurutmu? Jika kamu merasa buku ini "menarik!", saya akan sangat senang sekali……

Eh, tapi tunggu dulu! Coba lihat sekali lagi ilustrasi sampul dari Sensei Ame yang luar biasa ini! Dan ilustrasi bagian dalamnya yang sangat imut!

Belum lagi, komik preview yang digambar oleh Sensei Shunsuke Himuro! Reo! Akari! Semuanya bergerak hidup di sana! Saya benar-benar tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan mereka. Terima kasih banyak!

Tentu saja, karena ini adalah pengalaman pertama saya melakukan pekerjaan seperti ini, saya sempat kesulitan karena ada begitu banyak hal yang tidak saya mengerti.

Namun, seiring berjalannya waktu, ada banyak hal menyenangkan yang terjadi, seperti menerima kiriman ilustrasi yang sangat imut, melihat draf komik yang sedang dikerjakan, dan bisa menulis kisah Reo serta yang lainnya yang tampak begitu seru.

Teruslah dukung saya dan karya-karya saya ke depannya.

Sampai jumpa lagi.


Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

"Krisis Baru yang Mendekati Mereka……?"

"Tak disangka ya, ternyata Fujita berpacaran dengan berandalan seperti itu? Benar-benar pergaulan bebas yang tidak pantas," suara pria rendahan itu menggema di dalam gudang olahraga yang remang-remang.

Di depan pria itu, ada tiga siswi yang pakaiannya tampak berantakan.

"Memangnya kenapa kalau begitu……? Aku tidak sudi mendengar ceramah dari seorang pria yang bahkan rela menculik dan mengurung siswinya sendiri, meski dia berstatus guru," ujar salah satu dari mereka, Fujita Shiori, ketua OSIS di sekolah ini.

Meski nyawanya terancam, Shiori terus menatap tajam pria itu, menunjukkan perlawanan.

"Shiori-chan…… bagaimana ini…………?"

Kinoshita Nanami memeluk lengan Shiori dengan erat karena ketakutan. Dia berusaha menahan air mata yang hampir tumpah, sementara tubuhnya gemetar hebat.

"…………Tenanglah, kalian berdua," ujar siswi lainnya.

Dia adalah Sera Akari, seorang gadis tomboi yang, meski sama takutnya dengan Nanami, masih memegang teguh harapan terakhir mereka. Akari tersenyum getir sembari memberikan kata-kata penyemangat pada kedua temannya.

"Reo-senpai kita…… kalau dia orangnya, pasti dia akan datang menyelamatkan kita!"

"……Benar juga."

"Iya…… kau benar."

"Hah…… kalau begitu, biarkan aku bersenang-senang dulu sebelum itu terjadi!"

Tangan kotor pria itu mulai mendekat ke arah mereka bertiga. Tepat saat situasi tampak sudah berakhir, aku menendang pintu gudang olahraga itu dengan sekuat tenaga.

"Hiaaa!"

"Apa…… ughh!?"

Pria yang berada di dekat pintu tertimpa daun pintu yang tertendang, dan hantaman itu membuatnya jatuh pingsan. Aku segera berlari ke arah mereka bertiga untuk memastikan keadaan mereka.

"Kalian tidak apa-apa!? Tidak diapa-apakan, kan!?"

"Ah…… aku tidak apa-apa. Terima kasih, Reo."

"Ughh…… aku takut sekali, Reo-kun……"

Shiori tersenyum lega dengan ekspresi lembut. Nanami memeluk lenganku erat-erat sembari meneteskan air mata yang deras.

"Senpai…………"

Akari, yang mungkin baru saja melepas ketegangan, terduduk lemas di lantai sambil menatapku dengan mata yang berkaca-kaca. Aku pun merentangkan tangan ke arahnya.

"Nah, kemarilah."

"Eh………… Senpai!! Tackle!!"

"Woi!? Aku tidak bilang kau boleh menambah kecepatan sampai seperti itu──"

"Gah!?"

Aku terbangun karena hantaman di tubuhku. Sesuatu jatuh tepat di atasku saat aku sedang tidur.

"Sakitnya………… ah…… Akari rupanya……"

Begitu membuka mata, aku melihat wujud benda yang menimpaku itu—ternyata Akari yang masih mengenakan baju tidur. Sepertinya dia terjatuh dari tempat tidur di sebelahku. Mungkin tempat tidur itu terlalu sempit untuk ditiduri bertiga bersama Shiori dan Nanami.

"Suuu………… suuu……"

Padahal hantamannya cukup keras, tapi Akari masih saja tidur dengan nyenyak. Memang tidak seharusnya aku membentangkan kasur di samping tempat tidur. Lain kali, aku akan menjauhkannya.

Omong-omong soal itu…… kupikir ada yang ganjil, ternyata itu hanya mimpi. Tapi, mimpi itu terasa sangat nyata. Tiga gadis yang diancam dan diserang oleh guru sampah yang tidak pernah kukenal. Harusnya akhir cerita seperti itu tidak ada.

Aku bisa saja menganggapnya sebagai mimpi biasa. Namun, seandainya itu adalah semacam mimpi pertanda, dan sesuatu yang buruk menimpa mereka bertiga……

"……Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi."

Aku memeluk Akari dengan lembut, dan bersumpah dalam hati untuk terus melindungi kebahagiaan semua orang yang telah kugapai ini──

"Fuhehe………… Suuu…… hehehe……"

Tepat saat aku hendak kembali tidur, aku menyadari napas Akari mulai memburu.

"Woi."

"…………Aku lagi tidur."

Saat kucoba memanggilnya karena curiga, dia menjawab dengan racauan tidur yang terlalu jelas.

"……Kalau begitu, setidaknya tidurlah di sampingku."

"Cih. Guling-guling."

Akari menuruti permintaanku tanpa membuka matanya, meski aku bahkan sudah tidak berniat untuk berdebat lagi. Tubuhku terguling perlahan, dan akhirnya kami kembali tertidur berdampingan untuk beberapa saat lagi.



Previous Chapter | ToC

0

Post a Comment

close