Kata Penutup
Era rom-com
cinta murni telah tiba! Genre yang selama ini mati suri sepertinya akhir-akhir
ini mulai bangkit lagi.
Kalau
begitu, aku cuma bisa menulis rom-com cinta murni dengan adik perempuan
pacarku yang sudah lama aku pendam ini!
Hah? Itu
bukan cinta murni, katamu? Yeee, ngomong apa, sih, kamu ini.
Cinta yang
begitu kuat hingga tidak terikat oleh moralitas umum. Kasih sayang dengan
kemurnian setinggi ini masa sih bukan cinta murni—
Waktu aku
bilang begitu, editorku langsung menentang keras. Alhasil, dengan sangat,
SANGAT terpaksa, aku memutuskan untuk menyebutnya "rom-com cinta
TIDAK murni".
Halo, aku
Misora Riku, penulis dari "Imo Kiss".
Tapi asyik
juga, 'kan? Punya pacar manis yang sangat mencintaimu, tapi kamu malah didekati
oleh cewek yang cintanya sama besarnya dengan pacarmu itu.
Apalagi
kalau ternyata cewek-cewek itu bersahabat baik, wah, itu sih SUPER MANTAP, ya
(pernyataan ampas).
Konflik
batin untuk sampai ke titik itu, pertarungan antar-heroine saat
mengetahui kebenarannya... Yah, pokoknya semacam itulah.
Menurutku,
ada banyak banget gejolak emosi yang cuma bisa diekspresikan lewat rom-com
genre ini.
Dari
semuanya, hal yang paling ingin aku tonjolkan di "Imo Kiss" adalah
bagian "rom-com yang nggak bisa diceritakan ke pacar" seperti
yang tertulis di sinopsis. Saat pacar nggak ada, akal sehat dan moralitasmu
dilelehkan habis-habisan oleh sentuhan ekstrem dan kata-kata manis dari cewek
yang bukan pacarmu, tapi sama manisnya dan sama-sama bucin kepadamu.
Kamu tahu
itu salah, tapi kamu nggak bisa menolak besarnya cinta dan pesonanya, lalu
akhirnya dibiarkan ikut terseret ke dalam kebejatan.... Aku berencana untuk
menggambarkan proses tersebut dengan sangat mendetail.
Untuk saat
ini, pembangunan dinamika hubungan antar-karakter di volume pertama sudah
selesai. Saat dia gagal menolak Shigure, Hiromichi di garis waktu ini sudah
hancur lebur (haha).
Mulai
volume kedua, aku akan menuliskan kehidupan kohabitasi dua orang ini yang lebih
nggak bisa lagi diceritakan ke pacarnya. Jadi, aku harap kalian bisa
menikmatinya.
Meskipun
begitu, volume kedua itu baru bisa terwujud berkat dukungan dari kalian semua
para pembaca. Makanya, aku hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih kepada
kalian yang sudah membeli, membaca sampai habis, dan membaca kata penutup buku
ini.
Karya apa
pun bisa terus berlanjut karena ada kalian semua yang membelinya. Apalagi untuk
karya maniac yang menyimpang dari jalan lurus seperti "Imo
Kiss" ini, aku benar-benar berterima kasih!
Aku bakal
senang banget kalau kalian yang sudah membaca buku ini dan merasa ingin ikut
bejat bareng Shigure-chan mau terus mendukung serial ini ke depannya!
—Berikutnya
adalah ucapan terima kasih.
Sabamizore-sensei.
Terima kasih banyak sudah menghiasi wajah karya ini dengan ilustrasi sampul
yang SANGAT SEMPURNA dan pas sasaran!
Bibir para
gadis buatan Sabamizore-sensei memang selalu memesona, ya!
Terima
kasih juga untuk Departemen Redaksi GA dan editorku yang sudah meloloskan
proyek ini. Yah, meskipun kita beda pendapat soal definisi cinta murni, sih!
Mohon
bantuannya terus untuk ke depannya, ya.
Terakhir,
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kalian para pembaca buku ini.
Semoga kita bisa bertemu lagi di kata penutup volume dua, sampai jumpa dari
Misora Riku.



Post a Comment