NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nee Shinyuu. Kyou mo Kisu, Shiyokka? V1 Interlude 3

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Interlude 3

『Buku Harian Sagiri Bagian 3』

18 Juli (Senin)


Hari ini, aku sudah berbohong besar.


Mulai dari fakta bahwa aku sampai melewatkan menulis buku harian pada hari Sabtu dan Minggu karena terlampau senang setelah Renji menciumku pada hari Jumat.


Fakta bahwa saat aku mengendap-endap masuk ke dalam ranjangnya di pagi hari untuk membangunkan si tukang tidur Renji, dia yang masih setengah tertidur justru langsung memelukku erat.


Fakta bahwa momen itu sempat tepergok oleh Ibunya Renji hingga membuatku merasa sangat malu.


Fakta menyenangkan karena aku bisa berangkat ke sekolah bersama-sama sembari saling bergandengan tangan dengan Renji.


Fakta bahwa jantungku sempat dibuat berdegup kencang saat Yuzurun yang memiliki intuisi tajam bertanya apakah telah terjadi sesuatu di antara diriku dan Renji.


Fakta saat Hinachin yang merupakan teman sekelasku menceritakan tentang aktivitas cekik-mencekik leher yang sangat disukainya.


Hingga fakta tentang hatiku yang sempat terasa sesekali bergejolak tidak tenang saat Renji dipanggil dengan sebutan "Rekan" dan pergi membeli minuman bersama dengan akrabnya.


Semua itu terasa menyenangkan, membuatku malu, terasa seru, namun di saat yang sama juga terasa sangat menyesakkan.


Aku, yang biasanya selalu menjadi pihak yang menerima ungkapan cinta dari orang lain, selama ini terus-menerus membuat Renji menunggu. Melalui kejadian ini, aku jadi berpikir ternyata berada di pihak yang menunggu itu rasanya sangat mencemaskan dan begitu menyakitkan. Sebab, Renji selalu menungguku tanpa pernah mengeluhkan sepatah kata pun.


Padahal aku sekarang sudah tahu kalau hal itu adalah sesuatu yang berat, tetapi fakta tersebut justru membuatku merasa bahagia dan membuatku menjadi semakin jatuh cinta kepadanya.


Oleh karena itu, di taman yang biasa kami datangi dalam perjalanan pulang, aku menanyakan tentang kejadian pada hari Jumat lalu.


Tentang momen saat Renji menciumku terlebih dahulu. Dan untuk pertanyaan itu, Renji...... mengatakan kalau dia melakukannya karena kami adalah Sahabat.


Aku menyukaimu, aku menyukai Renji, aku paling menyukaimu di seluruh dunia. Aku sangat mencintai Renji...... yang selalu mau menuruti sifat egoku, yang selalu bersedia menungguku, yang selalu berada di sampingku, serta yang selalu memikirkan dan mencemaskan keadaanku.


Ciuman yang kami lakukan setelah terakhir kali melakukannya pada hari Jumat lalu rasanya sangat luar biasa nyaman, membuatku merasa melayang, dan begitu membahagiakan. Namun, di saat Renji hendak memasukkan lidah ke dalam mulutku, aku yang terkejut justru melontarkan kata-kata yang kejam kepadanya.


Padahal kenyataan yang sebenarnya adalah aku ingin dia melakukannya dengan lebih jauh lagi.


Hanya saja, aku merasa takut terhadap diriku sendiri yang bisa saja terus-menerus bertindak manja dengan memanfaatkan kebaikan hati Renji, hingga membuat isi kepalaku menjadi benar-benar kacau berantakan.


Raut wajah Renji yang tampak terluka pada saat itu kini terus terbayang dan sama sekali tidak mau hilang dari benakku.


Padahal ini semua sepenuhnya adalah salahku sendiri.


Aku benar-benar...... adalah anak yang sangat nakal.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close