Fragmen:
Buku Harian Masa Depan Lily III
[1 September Tahun
Kalender Divine 794]
Dua minggu telah berlalu
begitu saja sejak kami tiba di Punosis Territory.
Punosis Territory
benar-benar damai, dan kami menghabiskan hari-hari dengan santai di tengah
waktu yang berjalan lambat.
Semua ini berkat kedua
orang tua Hugh yang sangat memperhatikan kami.
Ayah Hugh, Lord dari
Punosis Territory, yaitu Baron Mike Punosis, adalah sosok yang bersemangat dan
baik hati. Pada hari kedatangan kami, beliau sengaja pergi ke hutan untuk
berburu rusa demi menyambut kami. Penampilannya saat menyeret rusa dengan
berlumuran lumpur dan darah memang sedikit menakutkan, tapi...
Rusa yang berhasil dibawa
pulang itu dimasak dengan sangat lezat oleh ibu Hugh.
Ibu Hugh, Nona Rain,
adalah orang yang sedikit unik. Rambut panjangnya yang indah berwarna biru
malam, sama persis seperti milik Hugh, sangat berkesan, dan wajahnya begitu
awet muda hingga terkesan kekanak-kanakan. Ibu mertua yang memiliki wajah
begitu muda sampai-sampai bisa disangka sebagai adik perempuan Hugh ini,
menurut Hugh, adalah tipe orang yang kurang mahir mengekspresikan emosi di
wajahnya.
Ibu mertua yang menyambut
kami tidak menunjukkan keterkejutan yang berlebihan dan mengurus kami dengan
tenang. Mulai dari mengantar ke pemandian, menyiapkan pakaian ganti, hingga
memasak sendiri rusa hasil buruan Mike-sama untuk dihidangkan kepada kami.
Masakan Ibu mertua yang
memiliki Skill ini jauh lebih enak dari makanan apa pun yang pernah kucicipi
sebelumnya. Daging rusanya begitu empuk hingga meleleh di mulut, dan sup yang
direbus bersama sayur-sayuran menyerap kelezatan sari dagingnya hingga terasa
begitu………… Tidak, ini gawat.
Kami baru saja selesai makan malam tadi, tapi memikirkannya saja membuatku
merasa lapar lagi.
Bisa memakan masakan Rain-sama
setiap hari adalah kebahagiaan tertinggi, tapi masalahnya adalah jadi terlalu
banyak makan. Tia dan Lecty bahkan terlalu kurus, jadi tidak masalah seberapa
banyak mereka makan, tapi tubuhku akan langsung mengubah makanan yang masuk
menjadi lemak.
Aku ingin menghindari agar dadaku
tidak menjadi lebih besar lagi, dan lemak di perutku juga mulai mengganggu.
Tapi makanannya begitu enak sampai aku tidak bisa menghentikan tanganku. Ah,
apa yang harus kulakukan?
……Yah, terlepas dari itu.
Selama dua minggu ini, kami
masing-masing menantang berbagai hal demi mengisi hari-hari kami di Punosis
Territory agar lebih bermakna.
Pertama, Tia mulai belajar
memasak dari Rain-sama.
Pada awalnya, aku dan Hugh
benar-benar dibuat ketakutan melihat Tia yang bahkan memegang pisau saja tampak
begitu berbahaya, namun Rain-sama dengan tanpa ekspresi terus mengajari Tia
memasak dengan tenang.
Tia berkembang selangkah
demi selangkah dengan pasti.
"Aku punya target
agar Hugh bilang kalau masakan buatanku itu enak,"
ucapnya dengan ekspresi
yang terlihat sangat gembira.
Hubungannya dengan Rain-sama juga
tampak baik, dan Hugh pasti merasa lega karenanya.
Lalu, Lecty magang pada seorang
kakek Apothecary di klinik desa. Kakek Apothecary tersebut sudah lanjut
usia dan sepertinya sedang mencari penerus. Setelah mendengarnya dari Hugh,
Lecty mengajukan diri untuk magang.
"Karena aku juga ingin berguna bagi semuanya...!"
Dengan semangat membara, Lecty mendedikasikan dirinya untuk berlatih sebagai
Apothecary sembari merawat orang-orang yang terluka dan sakit di klinik
tersebut.
Mungkin karena tersentuh oleh sosok Lecty yang seperti itu, klub penggemar
Lecty dikabarkan terbentuk di kalangan para lansia penduduk desa. Hugh tersenyum masam dan berkata,
"Kakek-nenek di sini benar-benar penuh energi, ya."
Dan kalau bicara tentang
diriku, aku mulai menangani reformasi Punosis Territory bersama Hugh dan
Mike-sama.
Meskipun kukatakan
begitu, bukan berarti kami langsung mengubah sesuatu dalam waktu dekat, saat
ini kami masih berada di tahap persiapan. Kami sedang menyelidiki informasi di
dalam wilayah... terutama jumlah populasi keluarga, situasi ekonomi, serta tingkat
swasembada pangan.
Karena lokasinya, Punosis
Territory memang berada dalam kondisi terisolasi, namun wilayahnya secara
mengejutkan cukup luas. Mengingat daerah ini dikelilingi pegunungan, ada
harapan besar pada sumber daya hutan dan pertambangan, dan jika hutan-hutan
dibuka, lahan pertanian juga bisa ditambah.
Masalah terbesarnya
adalah sedikitnya jumlah populasi dan kekurangan tenaga kerja, yang bukanlah
masalah yang bisa diselesaikan dalam semalam, sehingga kami harus menghadapinya
dengan sabar.
Jika situasi sudah
stabil, kami akan kembali lagi ke Royal Capital, jadi reformasi Punosis
Territory secara penuh baru akan dimulai setelah lulus dari Royal Academy.
Mungkin setelah aku menikah dengan Hugh.
Jika masa depan itu bisa
terwujud, alangkah bahagianya...
Kabar dari Ayah, belum
juga tiba. Jika kami ingin kembali ke Royal Capital agar sempat sebelum
semester kedua dimulai, sekarang adalah waktunya kami harus meninggalkan
Punosis Territory.
Namun, Ayah telah
memberikan perintah yang tegas agar kami tidak meninggalkan Punosis Territory
sampai kabar darinya datang.
Aku juga mengkhawatirkan
kemana tujuan dari pasukan Bangsawan dari faksi Pangeran Sleigh yang kami temui
di tengah perjalanan. Apakah mereka menuju Royal Capital yang situasinya sedang
tidak stabil, atau justru menuju wilayah keluarga Puridy yang telah berkhianat
kepada Pangeran Sleigh?
Punosis Territory yang
dikelilingi oleh pegunungan jarang sekali menerima informasi dari dunia luar.
Kapan ketidakpastian dari
rasa frustrasi karena terus menunggu kabar ini akan berakhir?
[25 September Tahun
Kalender Divine 794]
Pangeran Lucas telah
dieksekusi atas dakwaan pembunuhan Yang Mulia Raja.
Kabar itu sampai ke
telinga kami lewat tengah hari tadi. Plum, seorang wanita paruh baya yang telah
bekerja bertahun-tahun sebagai Kepala Pelayan (Head Maid) di keluarga Puridy,
dibawa ke klinik tempat Lecty bertugas dalam keadaan pingsan di pintu masuk jalan
raya yang menghubungkan Punosis Territory dengan dunia luar.
Wanita itu jatuh dalam
kondisi sekarat akibat luka-luka dan kelelahan yang ekstrem, namun berkat
perawatan sungguh-sungguh dari Lecty, ia berhasil selamat dari ambang
kematian...
Surat dari Ayah yang
dibawa olehnya begitu mengejutkan, dan aku terus berpikir alangkah senangnya
jika isi yang tertulis di sini semuanya hanyalah kebohongan belaka.
Namun, mustahil Plum akan
mempertaruhkan nyawanya untuk menyampaikan sepucuk surat palsu.
Berdasarkan isi surat tersebut, Yang
Mulia Raja dibunuh pada tanggal 18 Agustus.
Itu adalah hari yang sama persis
saat kami tiba di Punosis Territory.
Yang Mulia Raja ditusuk hingga
tewas oleh seseorang di kamar tidurnya, dan saat ditemukan, nyawanya sudah
melayang.
Berdasarkan barang bukti
situasional, pada hari itu juga Pangeran Lucas ditangkap oleh pihak militer
sebagai pelaku.
Ksatria Kerajaan segera mencoba
untuk menyelamatkannya, namun karena kalah jumlah dari Pasukan Kerajaan yang
dibantu oleh pasukan privat para Bangsawan, mereka terdesak dan terpaksa
mundur. Dikatakan bahwa banyak Ksatria Kerajaan yang dihukum mati bersama Pangeran
Lucas karena dianggap telah mengancam ketenteraman negara.
Kudeta itu... kemungkinan besar,
Guru Alyssa dan Wakil Komandan Roan juga...
Apakah Pangeran Lucas benar-benar
membunuh Yang Mulia Raja, surat itu tidak menjelaskannya. Namun dari pergerakan
pihak militer dan para Bangsawan, Ayah menegaskan bahwa ini adalah konspirasi
yang dilakukan bersama oleh Pangeran Sleigh dan Pangeran Brute.
Ayah tampaknya berniat
meninggalkan Royal Capital bersama sebagian Ksatria Kerajaan yang mundur, dan
bertahan di dalam Punosis Territory. Surat itu juga menuliskan bahwa ke
depannya Royal Capital kemungkinan besar akan jatuh ke dalam kondisi perang
saudara akibat pertikaian antara faksi Bangsawan Pangeran Sleigh dan faksi
militer Pangeran Brute.
Dan, dengan dieksekusinya Pangeran
Lucas, fakta bahwa Lucretia tidak berada di istana kerajaan telah menjadi
terang-terangan. Baik faksi Pangeran Sleigh maupun faksi Pangeran Brute saat
ini mungkin belum memiliki waktu luang untuk mencari Lucretia, namun sangat
besar kemungkinan pencarian itu cepat atau lambat akan menjangkau tempat ini.
Surat tersebut ditutup dengan
instruksi agar aku tinggal dengan tenang di Punosis Territory sambil mendukung
Tia, serta kata-kata cinta dan perpisahan untukku.
……Ayah, Ibu, Leopard.
Saat memejamkan mata, wujud
keluarga tercinta terbayang di benakku, lalu perlahan memudar.
Tia bersikap tegar setelah
membaca surat itu.
Sambil menahan rasa sedih yang
mendalam karena kehilangan ayah dan kakak kandungnya, ia berbicara tentang
rencananya untuk menghadapi hari-hari ke depan, dan dari sikapnya aku
benar-benar melihat kebanggaan seorang Royalty.
……Mulai sekarang, dunia ini, dan
kita semua, akan dibawa ke mana?



Post a Comment