NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Shujinkou no Osananajimi ga, Wakiyaku no Ore ni Guigui Kuru V4 Prologue

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Prologue

Komedi romantis adalah permainan yang pada akhirnya salah satu pihak pasti berbuat curang

Sekarang kalau dipikir-pikir lagi, aku benar-benar sadar kalau saat itu aku sama sekali tidak mengerti apa pun.


Awal semester dua yang sedikit terasa muram setelah libur musim panas berakhir.


Kenapa Hidaka Mikoto menolak Amada Teruhito bahkan lebih keras daripada biasanya.


Kenapa wanita itu mengatakan hal seperti itu.


Aku sama sekali tidak memahaminya....


Katanya, setiap awal adalah pertanda akan adanya akhir──entah kenapa dengan memikirkan hal yang terdengar keren seperti itu, aku berharap sedikit saja kalau hari-hariku juga akan menjadi sesuatu yang istimewa saat menghadiri upacara pembukaan semester dua.


Aku──Ishii Kazuki, pemeran tokoh pendukung nomor delapan di SMA Hirasaka.


Tidak ada sedikit pun rasa bersemangat karena semester baru dimulai, sebab rasa kehilangan akibat berakhirnya liburan musim panas yang menyenangkan jauh lebih besar.


Tradisi tahunan keluarga Ishii saat liburan panjang.


Tahun ini kami pergi ke Prefektur Iwate.


Aku dan Ayah menantang diri makan wanko soba Morioka sampai batas kemampuan, lalu sama-sama tumbang.


Ibu dan Yuzu hanya bisa memandang kami dengan tatapan pasrah. Menghabiskan waktu bersama keluarga yang setiap hari selalu bersama, tetapi di tempat yang berbeda, entah kenapa selalu terasa begitu menyenangkan.


Tentu saja, aku tidak hanya menghabiskan waktu bersama keluarga.


Bersama anggota "Aliansi Ingin Akur dengan Cewek Seenaknya"... atau disingkat Tsugo-ren (kecuali satu orang), kami menghabiskan waktu berjam-jam nongkrong di restoran keluarga sambil berharap bertemu cewek secara kebetulan, mengobrol, pergi bermain bowling, dan sebagainya. Lumayan juga menghabiskan waktu bersama teman-teman cowok dari sekolah.


Cewek? 


Tidak ada. Biarkan saja.


Liburan musim panas seorang tokoh pendukung yang bahkan tidak layak menjadi satu panel manga itu pun berakhir kemarin.


Mulai hari ini, tugasku sebagai tokoh pendukung nomor delapan yang menyedihkan kembali dimulai.


"Haaah.... Liburanmu bagaimana?"


"Seru banget. Haaah...."


Alasan begitu banyak siswa laki-laki menghela napas dengan suasana muram di kelas bukan hanya karena semester dua dimulai....


Melainkan karena arc semester dua akhirnya dimulai.


Mungkin hanya di SMA Hirasaka seorang siswa SMA biasa bisa sampai memiliki pola pikir seperti ini.


Soalnya SMA Hirasaka benar-benar menjadi panggung komedi romantis layaknya sebuah cerita....


"Teru-kun, semester ini juga mohon bantuannya ya."


Dengan senyum lembut, Kanie Kokoro berkata demikian.


"Teruchi! Makasih ya buat liburan musim panas kemarin! Berkatmu, siaranku jadi rame banget!"


Hitsujitani Miwa mengucapkan terima kasih dengan sikap ceria.


"Selamat pagi, Teru-san."


Iba Kouki datang sambil tersenyum tenang.


"Pagi! Teru!"


Menyusul di belakang Iba, Ushimaki Fuuka menyapa dengan suara penuh semangat.


"Ya. Semester ini juga mohon bantuannya, semuanya."


Amada Teruhito menerima perhatian dari empat gadis cantik itu dengan senyum polos.


"Yo. Senang bisa bareng lagi."


Di sampingnya tentu saja sudah berdiri sahabatnya, Tsukiyama Ouji.


Melihat pemandangan itu, para siswa laki-laki kembali menghela napas bosan.


Tokoh utama komedi romantis yang terjadi di SMA Hirasaka jelas tidak lain adalah Amada Teruhito. Padahal sekolah ini dipenuhi gadis-gadis cantik, tetapi semuanya justru jatuh cinta kepada satu orang pria.


Aku tahu Amada memang orang yang luar biasa baik. Tapi memahami dan menerima adalah dua hal yang berbeda.


Bukankah dia terlalu berlebihan menaklukkan dan memonopoli gadis-gadis cantik?


Dunia memang benar-benar tidak adil. Entah kenapa rasanya seperti ada seseorang yang membisikkan kata-kata itu.


Meski komedi romantis Amada masih semewah biasanya, sepertinya selama liburan musim panas tidak ada heroine baru yang bergabung.


Entah kenapa aku sedikit lega.


...Meski di sisi lain juga kecewa. Kalau bisa, aku berharap dia benar-benar jadian dengan cinta utamanya berkat kenangan musim panas.


Kalau begitu, para heroine yang selama ini dimonopolinya akan bebas, dan mungkin kami juga mendapat kesempatan.


Pikiran kotor seperti itulah yang dimiliki seluruh tokoh pendukung Kelas 1-C.


Nah, yang paling penting adalah hubungan Amada Teruhito dengan teman masa kecilnya, Hidaka Mikoto....


"Hei, Mikoto. Selama liburan musim panas kamu ngapain?"


"............"


Jangankan ada perkembangan.


Hubungan mereka malah terlihat semakin memburuk.


Meski ditanya dengan suara yang dipenuhi rasa penasaran sekaligus perhatian, "Ratu Es" Hidaka Mikoto benar-benar mengabaikannya.


Melihat sikap Hidaka, Ushimaki tampak sedikit kesal, tetapi ia tidak mengatakan apa pun.


Bagaimanapun juga, lawannya adalah gadis yang paling dicintai orang yang ia sukai. Kalau ia ikut menyela dan malah membuat Amada membencinya, itu akan menjadi bencana.


Amada memandang Hidaka dengan wajah sedih lalu meminta maaf.


"Maaf ya...."


Bahkan tokoh utama komedi romantis pun akhirnya menyerah setelah terus-menerus diabaikan.


Dengan senyum penuh kesepian, ia perlahan mengalihkan pandangan.


Tapi memang ya....


Bukan cuma Amada, aku juga sedikit penasaran bagaimana Hidaka menghabiskan liburan musim panasnya.


Apa dia menghabiskan waktu bersama teman?


...Tidak mungkin.


Satu-satunya orang di SMA Hirasaka yang akrab dengannya, Kitami Sae, sudah pindah sekolah karena suatu kejadian.


Memang itu akibat ulahnya sendiri karena membocorkan informasi Hitsujitani kepada penguntitnya. Tetapi bagi Hidaka sendiri, pasti itu pengalaman yang berat.


Sejak kejadian itu, Hidaka bahkan semakin jarang berinteraksi dengan siapa pun. 


Justru karena itulah aku penasaran bagaimana dia menghabiskan liburan musim panasnya....


Eh?!


"............"


Mungkin dia sadar aku sedang melihatnya.


Hidaka langsung menatapku dengan ekspresi yang benar-benar mengerikan.


Tenang. Jangan membuatnya semakin marah.


Alihkan pandangan perlahan... tapi pasti.


...Sip.


Misi selesai. Hari ini aku benar-benar tidak akan melihat ke arah Hidaka lagi.


Tatapan tajam heroine utama benar-benar terlalu berat untuk seorang tokoh pendukung.


Tapi kenapa ya?


Kenapa Hidaka begitu membenciku?


Padahal kami hampir tidak pernah berbicara, dan aku juga tidak merasa pernah melakukan apa pun....


"Oh iya! Waktu liburan kita sempat ke Round One, kan? Yang gara-gara kerjaan promosiku itu."


Saat aku masih gemetar ketakutan, Hitsujitani tiba-tiba berkata dengan suara nyaring.


Seolah sengaja ingin menarik perhatian seluruh kelas.


Pergi bermain ke Round One saat liburan memang terdengar seperti kehidupan para anak populer.


Tetapi kata "karena pekerjaan promosi" yang ditambahkan di akhir langsung membuatnya terdengar luar biasa.


Hitsujitani Miwa memang gadis SMA cantik. Namun di saat yang sama ia juga merupakan VTuber populer Hanatori Miyabi.


Karena itu, meskipun masih pelajar SMA, ia sudah menerima pekerjaan dari perusahaan.


Benar-benar sosok yang membuat iri siswa biasa.


Orang-orang di sekitar Amada memang penuh orang-orang istimewa.


"Benar. Aku benar-benar tidak menyangka kita akan mencoba semua fasilitas di sana. Aku sampai kelelahan."


"Belum lagi Miwa diam-diam mengatur supaya seseorang bisa berduaan dengan orang tertentu."


"Himechi sama Mokachi serem banget sih. Jangan marah begitu dong."


Rupanya selama liburan musim panas pun perang memperebutkan Amada di antara para heroine masih terus berlangsung.


Iri sekali. Aku juga ingin menjadi hadiah dari pertarungan para gadis itu.


"Lalu, siaran yang kuunggah setelahnya ternyata mendapat respons luar biasa. Sebagai ucapan terima kasih, aku dikasih tiket gratis. Jadi lain kali ayo kita pergi bareng!"


"Itu usul yang bagus.... Untuk ukuran Miwa."


"Hei, Korochi! Barusan kayaknya kamu diam-diam menyelipkan hinaan, deh!"


Sambil berkata begitu, Hitsujitani mengacak-acak kepala Kanie. 


Meski Kanie tampak sedikit terganggu, sepertinya ia tidak benar-benar membencinya. Bahkan mungkin diam-diam menikmatinya.


Walaupun semuanya saling memperebutkan Amada, Kanie termasuk yang paling santai. 


Memang ia menyukai Amada, tetapi sepertinya ia lebih menikmati suasana pertemanan mereka saat ini.


Lalu Amada bertanya.


"Miwa, memangnya kamu dapat berapa tiket gratis?"


"...!"


Suasana para heroine langsung menegang.


Begitu pertanyaan itu keluar, baik para heroine maupun kami para tokoh pendukung yang diam-diam menguping langsung berpikir hal yang sama.


Amada pasti akan mengajak Hidaka Mikoto.


"Hmm... berapa ya? Maaf. Aku harus pulang dulu buat ngecek."


"Oh begitu."


Kemungkinan besar Hitsujitani sedang berbohong.


Tiketnya pasti sudah ada di dalam tas. Tetapi kalau sekarang ia mengeluarkannya, Amada pasti akan mengajak Hidaka tanpa peduli jumlah tiketnya.


Karena itulah ia sengaja berkata harus mengeceknya nanti.


Namun....


"Hei, Mikoto. Kalau tidak keberatan, kamu juga ikut, yuk. Kalau tiketnya kurang, aku yang bayar."


Begitu topik itu diangkat, Hitsujitani sudah kalah.


Amada, sang tokoh utama komedi romantis yang sangat tidak peka terhadap perasaan orang lain, hanya terus mengarahkan cintanya kepada heroine utama.


Meski begitu, Amada juga benar-benar keras kepala.


Sekarang pun kau masih mengajaknya....


"............"


Ya.


Sesuai dugaan, diabaikan. Bahkan Hidaka berdiri lalu pergi entah ke mana.


Sikap Hidaka yang terus mengabaikan Amada memang jauh lebih parah dibanding semester lalu. Namun ini sebenarnya akibat perbuatannya sendiri.


Di antara semua tokoh pendukung, hanya aku yang mengetahui kenyataannya.


Bahwa Hidaka juga diam-diam menyukai Amada.


Kemungkinan besar selama liburan musim panas, Hidaka ingin menghabiskan waktu berdua dengannya.


Tetapi Amada, sang tokoh utama komedi romantis yang tidak peka, sama sekali tidak menyadari perasaan teman masa kecilnya itu.


Sebaliknya, ia justru menghabiskan musim panas dengan bersenang-senang bersama berbagai heroine.


Akibatnya, kemarahan Hidaka akhirnya mencapai puncaknya.


Inilah dampak buruk komedi romantis. Cepatlah jadian dengan cinta utamamu. Kalau begitu gadis-gadis lain akan menjadi bebas.


Aku hanya bisa mengeluh dalam hati.


"Oh ya, festival musim panas kemarin juga seru banget ya! Kita main tembak-tembakan bareng!"


"Benar. Aku kaget Koro-san ternyata jago sekali."


"Makasih...."


Mungkin untuk mengusir suasana canggung, Ushimaki sengaja mengubah topik dengan ceria, lalu Iba dan Kanie ikut menimpali.


Namun setelah menguping sampai sejauh ini, ada satu hal yang membuatku penasaran.


Sejak tadi kelompok Amada sibuk membicarakan kenangan liburan musim panas. Tapi kenapa tidak ada satu pun yang membahas perjalanan itu?


Menjelang akhir semester lalu, Tsukiyama pernah berkata,


"Liburan musim panas nanti, bagaimana kalau kalian datang ke vila keluargaku?"


Mereka semua seharusnya pergi berlibur ke Okinawa. Buktinya, Ushimaki dan Tsukiyama terlihat cukup belang karena terbakar matahari.


Daripada cerita soal Round One atau festival musim panas, bukankah cerita perjalanan jauh pasti jauh lebih seru?


Kenapa mereka tidak membahasnya?


Dan kenapa mereka tidak memberiku foto-foto saat memakai baju renang?


"Terus, waktu kita pergi belanja bareng juga seru banget! Beli baju sama aksesori...."


Sampai jam homeroom dimulai, kelompok Amada tidak pernah sekalipun membicarakan perjalanan ke Okinawa.


◆ ◆ ◆


Saat guru wali kelas datang, Iba dan Ushimaki yang berasal dari kelas lain kembali ke kelas masing-masing.


Setelah berdiri di depan kelas, wali kelas berkata,


"Mulai hari ini, kelas kita akan kedatangan satu murid pindahan."


Kelas 1-C langsung gaduh.


Murid pindahan?

Cowok atau cewek?


Kalau bisa sih semoga gadis cantik. Meski kalau begitu juga sedikit mengkhawatirkan.


Saat aku sedang memikirkan itu, pintu kelas terbuka.


Orang itu perlahan melangkah masuk.


"Halo! Senang berkenalan!"


Sambil mengayunkan rambut twintail bergaya country, seorang gadis cantik dengan tahi lalat di bawah mata kanannya tersenyum ceria.


Oi oi....


Akhirnya datang juga?


Apa akhirnya kesempatan kami tiba?


Kami bisa berharap seperti itu karena ini sudah menjadi murid pindahan kedua. Semester lalu, Hitsujitani Miwa juga datang sebagai murid pindahan.


Karena itu adalah acara klasik komedi romantis, Amada langsung mendapatkan heroine baru. 


Justru karena itu, kali ini mungkin masih ada harapan.


Tak seorang pun mempertanyakan kenapa kelas kami bisa kedatangan dua murid pindahan berturut-turut.


Selama menguntungkan kami, apa pun tidak masalah.


Kumohon....


Kali ini setidaknya──


"K-kamu...!"


"Haaaaaaah....!"


Seluruh kelas serempak menghela napas panjang.


Ya ya, kami sudah tahu....


Orang yang paling cepat bereaksi terhadap gadis cantik itu hingga langsung berdiri tentu saja Amada Teruhito.


Saat Amada menatapnya dengan mata terbelalak, gadis itu melambaikan tangan dengan malu-malu sambil mengedipkan sebelah mata.


Sekilas ia melirik Tsukiyama, Kanie, dan Hitsujitani.


Mereka bertiga menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda, tetapi emosi yang tampak pada mereka sama.


Terkejut.


Jangan bikin acara murid pindahan dua kali berturut-turut.


Kehabisan ide apa?


Keluhan itu kusampaikan kepada entah ada atau tidaknya sang dewa.


"Namaku Souda Hiromi. Mulai hari ini mohon bantuannya ya!"


Perkenalan itu baru saja selesai, tetapi sebelum wali kelas sempat berkata, "Kalau begitu, ada yang ingin bertanya...," Souda mulai berjalan, seolah memotong ucapannya.


Tujuannya, tentu saja, adalah tempat Amada berada.


Oi oi, bahkan Hitsujitani saja tidak sampai melakukan hal seperti itu. Seberapa keras dia ingin mengikuti pakem cerita begini?


Sambil memendam rasa jengah dalam hati, kami semua hanya bisa memandang Souda dan Amada dengan wajah muak.


"A-ah, itu...."


"Hehe. Anggap saja sudah lama tidak bertemu, ya?"


"Iya... kurasa begitu...."


Apa maksudnya dengan anggap saja? 


Jangan-jangan kalian ternyata tetap bertemu selama liburan musim panas?


Keluhan seperti itu memenuhi hati seluruh siswa laki-laki SMA Hirasaka.


Awalnya, aku juga sama seperti anak-anak cowok lainnya.


Aku hanya merasa iri. Namun, perasaan itu langsung lenyap seketika. Karena kebetulan tempat dudukku dekat dengan Amada, aku sempat melihatnya....


"Dengan wajah secemas itu, tidak perlu khawatir kok, Teru Teru."


Wajah Souda Hiromi yang cantik dan tertata rapi....


"Semua keinginanmu, Teru Teru... akan aku wujudkan satu per satu...."


...menampilkan senyum yang begitu ganjil dan mengerikan, seolah dipenuhi kebencian dan obsesi yang tak berkesudahan.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close