NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Seijitsu Sugiru Shounen no Tsuihou-saki ga, Otokogiraina Bishoujo Shika Inai Saikyou Butaidattara? V2 Prologue

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Prologue

Setelah berhasil memukul mundur pasukan besar dari Kerajaan Granzania.


Kami kembali ke markas garis depan dan sedang makan malam bersama di ruang keluarga.


Semua masakan yang dibuat oleh semua orang benar-benar lezat, sampai tanganku terus bergerak tanpa henti.


"Melihat Teraword-kun sedang makan, entah kenapa selalu terlihat menggemaskan..."


"Benar banget..."


"Cara dia makan dengan lahap itu enak dilihat ya..."


"Aku tahu..."


"Kita pernah membicarakan ini juga, tapi aku ingin sekali melihat Teraword-kun makan kue atau makanan manis..."


"Teraword-kun dan kue... cuma membayangkan mereka berdampingan saja sudah terlalu menggemaskan..."


"Aku benar-benar ingin melihat pemandangan itu..."


"Tapi, kalau mau makan yang seperti itu..."


Saat aku sedang fokus menikmati masakan, aku merasakan suasana di ruangan ini sedikit berubah. 


Saat aku bertanya-tanya apa yang terjadi, salah seorang dari mereka pun angkat bicara.


"Elena-senpai! Aku ingin pergi jalan-jalan dalam waktu dekat!"


"Eh? Jalan-jalan?"


"Iya!"


Elena-san tampak sedikit bingung dengan usulan yang tiba-tiba itu.


Namun, sepertinya semua orang juga setuju dengan usulan tersebut, karena mereka langsung menyuarakan persetujuannya satu demi satu.


Pergi jalan-jalan bersama semua anggota pasukan ini....


Hanya membayangkannya saja sudah terdengar sangat menyenangkan. Meski begitu, tempat ini tetaplah pasukan garis depan Tentara Kekaisaran Luvankrum.


Sesuai namanya, ini adalah salah satu unit militer.


Jadi, untuk melakukan kegiatan sebesar itu, keputusan tidak bisa diambil melalui suara terbanyak....


Melainkan harus mendapat persetujuan dari orang yang menjadi komandan.


Di sini, itu berarti persetujuan dari Elena-san, Sefia-san, dan Norn-san. Karena itulah, saat semua orang mengalihkan pandangan kepada Elena-san....


"Jalan-jalan... ya! Memang akhir-akhir ini kita belum pernah pergi, dan aku juga ingin jalan-jalan bersama Fin-kun! Aku setuju!"


"Elena-san...!"


Aku memanggil namanya dengan hati yang dipenuhi rasa senang, dan Elena-san membalasnya dengan senyuman.


Lalu dia mengalihkan pandangannya dariku.


"Kalau Sefia-chan dan Norn bagaimana?"


Saat dia meminta pendapat mereka berdua, Sefia-san menjawab lebih dulu.


"Hari ini kita telah mengalahkan lima ribu prajurit Kerajaan Granzania. Kalaupun mereka hendak melancarkan invasi besar lagi, kurasa mereka akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi memanfaatkan waktu itu untuk bersantai menurutku adalah ide yang baik."


Setelah Sefia-san mengatakannya dengan nada tenang, Norn-san mengangguk dan berkata.


"Aku juga setuju~"


"Kalau begitu, diputuskan!!"


Saat Elena-san berseru lantang, semua orang langsung bersorak kegirangan.


"Yeay~!"


"Bisa jalan-jalan bersama Teraword-kun...!"


"Kalau kita beli banyak makanan manis, nanti setelah kembali ke markas garis depan kita juga bisa melihat Teraword-kun makan makanan manis, kan...!"


"Itu ide terbaik...!"


Setelah mendengar keputusan Elena-san, semua orang mulai mengobrol dengan penuh semangat.


Setelah memperhatikan mereka sejenak, Elena-san melanjutkan pembicaraan.


"Yang tersisa tinggal menentukan tujuan. Pilihannya mungkin kota besar di wilayah pusat, atau wilayah kekuasaan salah satu dari kita?"


"Benar juga~"


"Kurasa dua-duanya bakal menyenangkan. Tapi melihat antusias semua orang, mungkin lebih baik ke kota. Pilihannya lebih banyak daripada pergi ke wilayah milik seseorang."


"Kalau begitu, aku akan merangkum hal itu dalam surat permohonan...."


Sambil mendengarkan Elena-san dan yang lain berbicara, ada satu kata yang menarik perhatianku.


Wilayah kekuasaan.


Bagiku itu adalah kata yang asing, tapi mungkin bagi mereka yang lahir sebagai bangsawan itu adalah hal yang biasa.... Lahir sebagai bangsawan...?


"..."


Benar. Semua orang di sini adalah tentara, bahkan bertugas di garis depan, jadi mereka hampir tidak pernah membicarakan status mereka sebagai bangsawan.


Namun...


Semua orang yang berada di sini adalah bangsawan. Kalau tidak, para petinggi pasti tidak akan mengakui keberadaan mereka.


Artinya, di antara semua orang di sini...


Hanya aku seorang... rakyat biasa?


...Tidak. Kalaupun memang begitu, seharusnya itu tidak ada hubungannya.


──Kau hanyalah penghalang.


Bukan. Semua orang di sini bukanlah orang-orang yang akan berpikir seperti itu.


──Kalau seorang rakyat biasa berada di posisi seperti itu, kami para bangsawan akan kehilangan harga diri.


Aku tahu... itu. Semua orang pasti belum tahu kalau aku hanyalah rakyat biasa.


Kalau begitu... bagaimana kalau mereka mengetahuinya?


Kecemasan itu mulai memenuhi pikiranku.


──Jangan membenciku, ya? Itu sudah diputuskan melalui suara terbanyak para petinggi....


Kata-kata yang dulu diucapkan atasanku kembali terngiang di kepalaku.


"Fin-kun...? Wajahmu kelihatan pucat. Ada apa?"


Elena-san mengkhawatirkanku....


Tapi.


"Ma-maaf... aku... aku...."


Aku sudah tidak sanggup lagi tetap berada di tempat itu.


Makananku bahkan belum habis, tetapi aku berdiri dari kursi. Lalu aku berlari keluar seolah sedang melarikan diri.


"Eh!? Fin-kun!?"


Aku mendengar suara Elena-san yang penuh keterkejutan, tetapi kakiku terus melangkah.


Maafkan aku, Elena-san...!


Sambil berulang kali meminta maaf di dalam hati, aku meninggalkan ruang keluarga.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close