NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tenkou-saki no Seiso Karen na Bishoujo Volume 1 Prolog

Prolog


Senja di penghujung musim panas tertentu.

Saat mereka masih polos mempercayai bahwa hari-hari penuh kegembiraan akan berlangsung selamanya.

"Pindahan?"

"Ya, ke tempat yang sangat jauh."

"Kita tidak bisa bermain bersama lagi?"

"...Entah."

Jauh di dalam pegunungan, melewati kuil tua, terdapat markas rahasia yang dibuat dari tempat suci kuno—sebuah tempat anak-anak bermain dengan bebas.

Dua anak berdiri di sana, kebingungan, kepala menunduk, bahu bergetar, menahan air mata.

Pindahan.

Mereka tidak cukup kecil untuk salah mengartikan maknanya, namun cukup dewasa untuk memahami keniscayaan dari sebuah perpisahan.

Pikiran mereka berantakan, emosi yang tak terlukiskan bergelora di dalam tubuh, membakar hati mereka.

Mereka adalah teman berharga.

Di desa pegunungan berpenduduk sedikit yang minim anak-anak, mereka, bersama seorang adik perempuan, bermain bersama setiap hari, tak pernah meragukan bahwa mereka akan selalu bersama.

Jadi itu adalah bentuk perlawanan, kekeraskepalaan, penolakan untuk menerima kenyataan.

Yang satu dengan paksa meraih kelingking yang lain, menautkannya.

Tanpa mempedulikan kebingungan pihak lainnya.

Namun sesuatu—apa pun itu—harus dilakukan.

"Haruki, kita akan selalu menjadi teman!"

"I-Iya! Meskipun kita terpisah, kita tetap berteman, Hayato!"

Sebuah janji kecil di antara anak-anak.

Disaksikan oleh bunga matahari yang sedang mekar, botol ramune kosong, dan paduan suara jangkrik, kelingking mereka tertaut dalam sebuah ritual kecil.

Sebuah harapan untuk bertemu kembali di tengah perpisahan yang tak terelakkan.

Maka mereka memaksakan senyum.

"Aku berangkat!"

"Ya, berhati-hatilah!"

Begitulah, mereka tidak bertukar kata perpisahan.

Itu terjadi sudah tujuh tahun yang lalu.



Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close