NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tenkou-saki no Seiso Karen na Bishoujo Volume 10 Afterword

Kata Penutup


Aku Hibariyu! Tepatnya, aku adalah kucing penjaga di pemandian umum Hibariyu di suatu kota! Meow!

Anime Tenbin akhirnya akan segera mulai tayang, ya! Sebagai penulis aslinya, aku ikut terlibat dalam berbagai hal seperti penulisan skenario, proses rekaman, hingga berpartisipasi di AnimeJapan 2026, tetapi rasanya semua itu berlalu begitu saja dalam sekejap mata.

Di tengah-tengah proses tersebut, aku sempat merasa kurang memiliki ikatan emosional dengan kenyataan sehingga rasanya seperti urusan orang lain. Namun, saat aku sedang memeriksa potongan gambar sekitar episode 9 dan menemukan nama editor penanggung jawab tercantum di bagian kredit lagu pembuka, saat itulah aku benar-benar merasakannya.

Bersama sang editor, kami telah merintis Tenbin ini bersama-sama sebagai dwi-tunggal sejak volume 1. Melihat nama orang lain yang kukenal tertera di sana, aku baru benar-benar sadar bahwa proyek ini berjalan secara nyata.

Omong-omong, sewaktu aku menceritakan hal itu kepada orang-orang di sekitarku, reaksi mereka biasa saja, haha.

Nah, bagaimana dengan Tenbin volume 10? Kurasa volume kali ini dipenuhi dengan berbagai macam kejadian sehingga menjadi buku yang sangat padat.

Kenyataannya, jika dihitung dari jumlah karakter, isinya bahkan meningkat sekitar tiga puluh persen dari biasanya. Karena aku tidak ingin membuat buku ini terlalu tebal, aku sengaja memadatkan jarak antarbarisnya.

Berkat itu, jika dilihat sekilas dari sampul belakangnya, ketebalannya tidak terlalu berbeda jauh dari biasanya.

Selain itu, proses pengerjaan kali ini sangatlah sulit. Sampai-sampai naskahnya sempat ditolak seluruhnya satu kali.

Meskipun begitu, berkat kerja sama yang erat dengan editor, kami berhasil merangkai cerita padat yang memuaskan. Alurnya memang terasa sedikit terburu-buru, tetapi daripada menyeret-nyeret suasana yang suram dan muram, jauh lebih baik membawanya tuntas dalam sekali napas, jadi beginilah bentuk akhirnya.

Dan, Tenbin akan segera tamat pada volume berikutnya. Sambil menulis kata penutup ini sekarang, aku juga sedang sibuk mengetik naskah untuk volume terakhir.

Meskipun ada banyak hal yang ingin kuceritakan tentang Tenbin, aku akan menyimpannya untuk volume terakhir nanti, dan kali ini aku ingin membahas sedikit tentang adaptasi animenya.

Jika aku mengenang kembali, momen saat aku paling kuat menyadari adaptasi anime adalah setelah volume 3 terbit, beberapa waktu berselang saat aku sedang menelepon editor untuk membahas volume 4. Itu bermula dari perkataan sang editor kepadaku.

--Kira-kira sampai volume berapa rencana Tenbin ini? Aku ingin menjadikannya karya visual, jadi aku agak khawatir kalau cerita ini tamat di sekitar volume 5. Aku ingin membuatnya menjadi seri jangka panjang, jadi bagaimana ya kira-kira?

Ayolah, di dunia novel ringan kalau mau dijadikan karya visual ya sudah pasti itu adaptasi anime, kan! Sambil menelan bulat-bulat kata-kata tersebut, aku menjawab sesuai dengan konsep yang sudah kukuhkan sejak awal mulai menulis Tenbin, yaitu: "Kurasa jumlahnya akan mencapai sekitar 10 volume jika semua hal yang ingin kutulis sudah tersampaikan."

Selain itu, dalam percakapan telepon saat itu, dia juga sempat berkata kalau pembicaraan tentang anime sudah mulai masuk, lho. Lantas, untuk apa awalnya dibikin samar-samar sebagai karya visual?

Omong-omong, menjelang pengumuman adaptasi animenya, editor sempat memberitahuku bahwa di tengah banyaknya pekerjaan jarak jauh akibat pandemi COVID-19 dulu, saat cetakan contoh volume 3 selesai dan dia masuk kantor penerbitan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pembicaraan tentang anime tersebut sudah mulai bergulir. Cukup cepat juga ya. Aku sendiri mendengarnya sampai terkejut.

Terlepas dari hal itu, bagaimana suasana hati seorang penulis yang tiba-tiba diberi tahu tentang proyek anime oleh sang editor?

Tunggu sebentar, mana mungkin ada cerita yang semenggiurkan itu, lagi pula pembatalan proyek anime adalah hal yang lumrah terjadi. Mengingat latar belakangku yang sebelumnya berkecimpung di dunia manga, aku sudah sering mendengar desas-desus semacam itu.

Waktu itu, aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dengan anggapan, yah, kalau sampai diadaptasi menjadi anime ya itu sebuah keberuntungan. Kendati demikian, aku tidak bisa mengabaikannya sepenuhnya.

Jelas saja itu mustahil, ini anime, tahu!? Ini adalah salah satu pencapaian puncak sebagai seorang penulis profesional!? Begitu hal itu disyaratkan, mustahil rasanya untuk tidak memikirkannya.

Dengan berpura-pura tenang, aku terus menulis hingga volume 6 diterbitkan. Pada saat itu, aku sempat kesulitan menghubungi sang editor.

Merasa cemas karena jadwal penerbitan sudah mendesak dan jika tidak segera menulis bisa gawat, setelah mengerahkan berbagai cara akhirnya telepon dari editor masuk, dan kalimat pertama yang diucapkannya adalah, "Meskipun belum 100 persen pasti, tapi 90 persen keputusan adaptasi anime sudah final," begitu.

Ya, emosiku langsung hancur berantakan. Perasaanku saat itu sudah kutuliskan di kata penutup volume 7, jadi silakan dibaca ulang ya.

Omong-omong, alasan mengapa jadwal penerbitan melambat sejak volume 7 adalah agar ceritanya tidak tamat sebelum animenya tayang. A-Aku bersumpah tidak sedang malas-malasan, tahu!

Selain itu, karena dampak pandemi COVID-19, jadwal penayangan yang direncanakan juga mengalami penundaan, sehingga temponya menjadi semakin lambat. Padahal di setiap kata penutup aku selalu menulis bahwa volume berikutnya seharusnya bisa terbit lebih cepat, ya!

Oleh karena itu, aku juga sangat menantikan anime Tenbin ini.

Terakhir, kepada editor K-san, terima kasih banyak atas berbagai konsultasi dan saran yang selalu diberikan. Kepada ilustrator Siso-san, terima kasih atas ilustrasinya yang begitu indah.

Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya aku tujukan kepada para pembaca sekalian yang telah membaca karya ini hingga sejauh ini. Aku akan sangat senang jika kalian terus mendukung Tenbin sampai akhir.

Surat penggemar selalu menjadi sumber semangat bagiku. Jangan ragu untuk terus mengirimkannya, ya!

Eh, bingung mau menulis apa? Cukup tuliskan satu patah kata, "Meow", saja sudah cukup, kok!

Meow!

Mei 2026, Hibariyu



Previous Chapter | ToC 

Post a Comment

Post a Comment

close