NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Rakusen Yarou wa Daiakuou e Nakama ni Suterare Tsuihou Sareta Ore wa - Uragitta Yatsura no Onna o Katappashi kara Netori Tsukusu Volume 1 Chapter 5

Bab 5: Melindungi dan Berhubungan Intim


Bau busuk bangkai melayang di pusat desa.

 

"Guwahahaha, yah, begitulah kira-kira."

 

Di pusat bau busuk itu, berdiri Damon di atas tumpukan bangkai binatang buas dan monster, memamerkan senyum iblis.

 

"Tapi tetap saja... menyusul Red Lizard dan Giant Boar, tidak disangka monster hama ukuran sedang, Blood Deer dan Rabbit Fang jumlahnya ada empat puluh ekor... tambahan lagi..."

 

Di samping tumpukan bangkai tempat Damon berdiri, ada tumpukan bangkai raksasa yang ukurannya sama besar dengan tumpukan itu. Tiga ekor bangkai berbaris di sana.

 

"Ukuran besar Tingkat Bahaya 4... Tidak disangka Tenaga Grizzly sampai ada juga... Ada apa sebenarnya dengan desa ini, atau lebih tepatnya gunung itu..."

 

Bukan cuma jumlahnya. Soal kualitasnya pun membuat Damon terkejut.

 

Jika Damon tidak melakukan apa pun, desa kecil seperti ini pasti sudah langsung hancur.

 

"T-Tidak bisa dipercaya, yang seperti itu ada di gunung..."

"T-Tapi, monster-monster seperti itu bisa dibasmi tanpa luka dalam sekejap... M-Memang luar biasa."

 

Berkat aksi Damon, para warga desa, rumah, maupun ladang tidak ada yang mengalami kerusakan. Namun, tidak ada warga desa yang merasa lega atas hal itu. Malah sebaliknya, mereka makin ketakutan menghadapi monster-monster yang muncul satu demi satu.

 

"Terima kasih atas kerja kerasnya, Master."

 

"Ooh, gampang banget kok ini."

 

Menarik napas sejenak, Damon turun dari tumpukan bangkai. Lalu Damon melingkarkan tangannya ke bahu Strayer, menariknya mendekat, dan meremas dadanya.

 

"Dada, dada, penyegaran, penyegaran."

 

"Silakan, seberapa banyak pun."

 

Pasrah dibiarkan melakukan apa saja, Strayer tampak sedikit mengerang, tetapi Damon tidak peduli dan terus melanjutkannya.

Namun di tengah-tengah itu, ia juga membicarakan hal serius.

 

"Lalu, soal kawanan monster ini... bagaimana menurutmu? Strayer."

 

Sambil meremas dada, Damon bertanya dengan nada serius. Strayer yang sedang mengerang pun mengangguk.

"Ini bukan sesuatu yang muncul secara alami dalam jumlah besar... Seperti kata warga desa, fakta bahwa selama ini monster seperti ini tidak pernah muncul berarti..."

 

"Monster yang dibuang waktu perang... awalnya aku berpikir begitu sih..."

 

"Saya juga merasakan ada campur tangan manusia."

 

Damon dan Strayer berbicara dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh warga desa. Mereka berdua merasakan bahwa situasi saat ini kemungkinan terjadi karena ada seseorang yang sengaja melakukan sesuatu di balik layar.

 

"Tujuannya?"

 

"Kemungkinan... agar tidak disadari oleh Pasukan Aliansi... secara bertahap merebut territory manusia dan memperluasnya dalam batas yang tidak mencurigakan... Kemungkinan mereka berpikir untuk mengamankan markas."

 

"Paham aku. Kalau prajurit Kaum Iblis bergerak sekaligus dalam jumlah besar, Pasukan Aliansi pasti bakal curiga. Monster bermunculan secara alami dalam jumlah besar lalu beberapa desa lenyap... saat disadari monster-monster sudah tinggal di sana dan membuat sarang hingga manusia tidak bisa mendekat... alur ceritanya seperti itu, kan?"

 

"Di zaman sekarang, jika satu atau dua desa kecil di daerah terpencil hancur di tangan monster, hal itu tidak akan menjadi masalah besar."

Meski masih sebatas hipotesis bersama Strayer, Damon mulai merasa agak repot.

 

"Maksudnya, mau dibasmi seberapa banyak pun monster bakal terus bermunculan. Dengan kata lain, kalau beneran ada orang yang mengendalikan di balik layar, kalau orang itu tidak dihancurkan masalah ini tidak bakal selesai, kan?"

 

"Benar. Namun, jika menyadari wilayahnya tidak meluas seberapa banyak pun monster yang dikirim, dalang tersebut mungkin akan melancarkan rencana lain."

 

"Begitu ya. Menjadikan Shesta wanitaku saja rasanya tidak sepadan, nih."

 

Melindungi desa dari monster yang bermunculan dalam jumlah besar bagaikan bencana alam untuk sementara waktu. Batas waktunya memang belum ditetapkan, tetapi selama waktu itu kebutuhan sandang, pangan, dan papan dijamin, ditambah ia bebas meniduri Shesta—gadis imut di desa. Namun jika kekuatan Pasukan Raja Iblis sampai terlibat, Damon mulai merasa melakukannya sendirian itu tidak sepadan.

 

"Kakak Damon, terima kasih atas kerja kerasnya."

 

"Ooh~ Shesta~. Nchujjur."

 

"Nhmu, nnn!"

 

Shesta berlari menghampiri Damon yang sedang menarik napas sejenak. Begitu melihat wujud itu, Damon tersenyum menyeringai, menarik Shesta ke dalam pelukannya, lalu menyumpalnya dengan ciuman tanpa bertanya lagi.

 

"Puha... Penyegaran, penyegaran, pelepasan dahaga♪"

 

"Iya, maksudku, ung, tidak apa-apa, Kakak Damon. Shesta sangat suka melakukannya sama Kakak Damon, kok."

 

Itu adalah akting. Namun jika Damon senang, dan jika itu demi desa, Shesta mematikan hatinya dan membiarkan dirinya disentuh oleh Damon.

 

"Shesta..."

 

"Aaah... Suamiku... Shesta..."

 

Yaoji dan Fukuro yang saat pertama kali bertemu sangat bersemangat, kini benar-benar lesu tak berdaya. Tadi malam, di saat mereka menerima guncangan akibat surat putra mereka—Sekund—putri mereka, Shesta, atas keinginannya sendiri demi desa pergi ke tempat Damon dan menjadi korban.

 

"Guwahahaha, hei Bapak-bapak! Hari ini juga aku bakal menyantap putri kalian dengan lezat, lho! Guwahahahahaha!"

 

""""Kh!""""

"Sudah, malu tahu, stop Kakak Damon. Ayo masuk ke rumah? Ya? Aku tidak mau dilihat orang, jadi mari kita mesra-mesraan di dalam rumah. Hari ini juga jilati dan sentuhlah tubuhku sepuasnya, ya. Atau aku yang harus sret sret?"

 

Bagi desa, selama suasana hati Damon tidak memburuk maka desa akan dilindungi, sehingga perbuatan Shesta adalah garis kehidupan bagi desa.

 

Namun bagi kedua orang tuanya, entah desa hancur atau tidak, pemandangan bagaikan neraka itu membuat mereka benar-benar lelah tak berdaya. Namun, bagi Damon sendiri tidak semua hal berjalan menyenangkan.

 

"H-Hei, Damon-san! Di sebelah sana muncul monster lagi!"

 

"Aahn? Lagi?"

 

Sambil memeluk Strayer dan Shesta, telinga Damon yang hendak melakukan penyegaran kembali menangkap teriakan kemunculan monster.

 

"Guh, guh... Karena sudah menerima imbalan dan menyanggupinya... Guuuuuoohhhhh! Bakal kubasmi dalam sekejap!"

 

Benar-benar tanpa ada waktu untuk menarik napas, Damon berlari menuju lokasi kemunculan monster.

 

"Oraaa, monster-monster hama! Sampaikan pada atasan kalian! Selama aku ada di desa ini, di saat kalian mengulurkan tangan kalian bakal mati seketika!"

 

Damon yang bukan Pahlawan atau apa pun tidak berniat melakukan apa pun secara cuma-cuma.

 

"Uoh, Giant Boar lagi... Uraaaa, bakal kubom sampai hancur! Melapisi kaki dengan sihir ledakan... Meledaklah, Cannon Shoot!"

 

Namun karena sudah menerima imbalan dan menyanggupinya, ia tetap menjalankan apa yang harus dilakukan, mempertahankan prinsip dasarnya.

 

"Damon-aniki, di sebelah sana juga ada!"

 

"Uraaaaaaaaaaa!"

 

"Di sebelah sini juga!"

 

"Doraaaaaaaaaaa!"

 

Karena itulah, entah bagaimana sejak pagi hingga malam Damon berlari ke sana kemari hampir tanpa ada waktu istirahat, mengucurkan keringat lebih banyak dari siapa pun.

 

Hasilnya, untuk pertama kali sejak hari di mana ia melepas masa perjakanya, Damon sama sekali tidak bisa meniduri siapa pun di siang hari.

 

"Ugaaa, Aaaaaah, siang hariiii, tidak bisa bersetubuh sekali punnnnn!"

 

Matahari mulai tenggelam, serangan monster akhirnya mereda untuk sementara, dan hal itulah yang pertama kali diteriakkan oleh Damon yang diliputi amarah.

 

"Master, malam ini silakan sepuasnya. Jika Anda lelah, saya yang akan bergerak."

 

"Kakak Damon, a-aku bakal membuatmu merasa sangat enak, kok!"

 

Beberapa hari terakhir ini, jumlah ronde dalam sehari mencapai dua digit sudah menjadi hal yang lumrah bagi Damon, tetapi dari pagi sampai sore ia harus bekerja terus-menerus. Meski tidak terluka sedikit pun, rasa lelah dan frustrasi seksualnya meledak.

 

(Padahal malam hari melakukannya sebanyak itu, orang ini masih ingin lagi...)

 

Padahal di tengah malam ia melakukannya tanpa istirahat hingga terdengar sampai ke luar rumah, tetapi hanya karena siang hari tidak bisa melakukannya saja Damon sampai meledak amarahnya, membuat para warga desa benar-benar hilang akal. Namun meski begitu, berkat kerja keras Damon itulah desa tetap aman.

 

"Tolong, Kakak Damon. Apa pun yang kau ingin kulakukan bakal kulakukan... m-makanya besok juga..."

"Tentu saja aku bakal bersetubuh sepuasnya... tapi rasanya kok agak tidak sepadan, ya..."

 

Mengucapkan "besok juga tolong ya" pada Damon yang seperti itu sangat menyiksa hati para warga desa maupun Shesta, tetapi meski begitu mereka tidak punya pilihan lain selain meminta Damon berusaha keras.

 

"Maksudku, mau bagaimanapun setidaknya aku harus menyuruh seseorang membantuku. Desa ini ada sekitar seratus orang, kan? Apa tidak ada pria berdada bidang atau semacamnya?"

 

"Emm, yang paling kuat tenaganya adalah Ayah... mungkin."

 

"............"

 

Seperti kata Shesta, orang yang paling kekar di desa ini adalah Yaoji.

 

Namun tenaga itu pun tidak sanggup memberi luka sedikit pun pada kulit Red Lizard. Dan yang paling utama, saat ini Yaoji sedang terpuruk akibat berbagai guncangan, jadi tidak akan berguna.

 

"Emm~ melakukan pekerjaan tani, atau rumah-rumah di sekitar sini kan semuanya buatan tangan, kan? Makanya pekerjaan seperti penebang kayu atau tukang kayu biasa dilakukan, jadi tenaga fisik dasarnya bukannya tidak ada sama sekali... Masalahnya adalah mereka tidak tahu cara bertarung... Mengajarinya juga merepotkan dan tidak ada waktu, sih..."

Hal yang sama berlaku bagi warga desa lainnya. Pondasi fisiknya mungkin ada, tetapi tidak ada seorang pun yang tahu cara bertarung. Karena itulah tidak ada pria yang bisa membantu Damon membasmi monster.

 

"Gawat, beneran jadi makin repot nih."

 

"Kh, h-hei, Kakak Damon... bangkai monster itu... seperti Red Lizard kemarin, bakal dibeli di kota, kan?"

 

"Emm? Ya begitulah. Maksudku, kalau petualang yang terdaftar di asosiasi malah bisa dapat uang imbalan. Maksudku, kalau aku terdaftar dari awal pasti tidak akan kesulitan uang."

 

"Master. Pendaftaran ke asosiasi memiliki syarat minimal yaitu 'Class Holder', baik perorangan maupun perwakilan kelompok."

 

"Begitu ya, anggap saja aku sekarang terdaftar sebagai Rakyat Jelata. Cih, Class Holder ya..."

 

"T-Tapi, kalau dibeli di toko peralatan atau semacamnya, barang itu tidak seperti kemarin, boleh dijadikan milik Kakak Damon semuanya, jadi uangnya semuanya buat Kakak Damon... makanya..."

 

"Aah~ yah, uangnya sih bakal kuterima... tapi sekarang dibanding uang..."

 

Shesta panik takut Damon akan pergi meninggalkan mereka. Namun saat ini selain tubuh Shesta, hal yang bisa dibayar hanyalah uang. Namun dibanding uang, yang dibutuhkan saat ini adalah tenaga kerja, membuat Damon memegang kepalanya.

 

"Strayer. Kau tidak bisa sihir penyerang atau semacamnya?"

 

"Jika sihir jenis pendukung, pemulihan, penawar racun, hal-hal seperti itu bisa... Namun untuk pertarungan..."

 

"Benar juga ya... Yah, aku juga tidak berniat menyuruhmu bertarung karena tidak mau kau terluka sedikit pun, sih."

 

"/////"

 

"Emm? Ada apa?"

 

"Tidak..."

 

Satu-satunya orang selain dirinya yang bisa memakai sihir adalah Strayer. Sihir agung seperti sihir perpindahan ruang yang tidak bisa dipakai oleh penyihir biasa pun bisa digunakannya sehingga luar biasa, tetapi untuk pertarungan tidak demikian. Kalau begitu, memang tidak ada orang lain yang bertarung selain dirinya, Damon kembali memegang kepalanya.

 

"Sialan, walau jadi kaya mendadak karena monster terus, kalau begini sih cuma kerja doang... Emm? Uang..."

 

Saat itu, di tengah percakapan Damon tersentak. Lebih tepatnya, hal "itu" adalah cara standar yang biasa digunakan oleh desa yang kesulitan menghadapi monster hama untuk menyelesaikan masalah.

 

"Hei, Strayer! Sekarang juga kita ke kota buat menjual bangkai di luar! Tokonya pasti masih buka, kan! Selain itu, ada orang-orang yang mau kubawa ke mari!"

 

""""Eh??""""

 

Ya, hal yang baru disadari Damon sekarang. Jika butuh tenaga orang berpengalaman atau Class Holder yang jago bertarung, tinggal membawa orang dari luar. Untuk itu apa yang harus dilakukan?

 

Jawabannya mudah, tinggal menyewa memakai uang.

 

"D-Damon-aniki, anu itu, a-anu!"

 

Damon mendadak bilang mau pergi ke kota sekarang juga. Tidak memahami niat sebenarnya, Shesta menjadi panik. Jangan-jangan Damon akan meninggalkan mereka begitu saja.

 

"Shesta. Nchujjutsuyuchujuru."

 

"Nhmu? Nh, nn? Nnn!"

 

Damon memberikan ciuman pekat pada Shesta yang tampak cemas itu hingga kakinya lemas.

 

"H-Hawa, a, a, hawawa..."

 

Menerima serangan mendadak, Shesta memasang wajah tertegun. Lalu Damon tertawa memasang wajah "berhasil" seperti anak nakal.

 

"Jangan cemas, aku bakal segera kembali! Daripada itu bersiaplah ya, Shesta! Malam ini sampai fajar, dan besok siang pun aku bakal menidurimu sepuasnya!"

 

"Fue? A, eh, fue! E-Eee!"

 

Mengucapkan hal paling tidak berguna dengan kekanak-kanakan seperti seorang anak laki-laki, Damon menjepit Strayer di ketiaknya lalu melesat berlari. Shesta hanya bisa menatap punggung itu dengan melongo.

 

"Mulutmu, mau diusap?"

 

"Eh? Ah, Mbak Najimi... Ah, ung, tidak apa-apa..."

 

"Begitu..."

 

Diberikan ciuman pekat oleh pria yang tidak disukainya. Dan kesucian Shesta serta Najimi sudah direbut oleh pria itu. Seharusnya ia adalah sosok yang tidak aneh jika dibenci. Namun saat ini bukan cuma itu saja.

 

"Dia sudah pergi... tidak apa-apa, ya? Dia bakal pulang... kan?"

 

"Anak itu... sangat kuat, kan? Makanya kalau dia mau... dia bisa saja memperkosa aku dan Shesta secara paksa."

 

"Mbak Najimi..."

 

"Apalagi dia punya dendam sama Sekund... Kita kan pas banget buat jadi bahan balas dendam... Tapi anak itu tidak melakukan hal itu, kan. Dia menerimanya secara benar sebagai imbalan, dan dia juga membayar imbalan bagian dirinya... Lalu dia menepati hal itu bukan cuma di bibir saja. Sekarang pun demi mematuhi aturan itu dia berlari ke sana kemari sekuat tenaga."

 

Ya, meski ia adalah sosok yang tidak aneh jika dibenci, Najimi dan Shesta merasakan sensasi yang aneh.

 

"Makanya, karena anak itu bilang bakal segera kembali, aku pikir dia bakal beneran kembali. Karena sudah menerima Shesta sebagai imbalan, dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Demi bersetubuh lagi sama Shesta..."

 

 "Fufu, benar ya."

Entah kenapa, mereka malah tertawa.

 

"Tapi, kalau apa yang dikatakan Kakak Damo... Damon-san beneran dilakukan, aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi malam ini sampai fajar, dan besok siang juga terus-terusan... a-aku bisa hancur nih~"

 

"Tidak apa-apa. Saat itu terjadi, aku... aku bakal ganti ditiduri buat mengurangi bebanmu."

 

"Eh? K-Kenapa Mbak Najimi..."

 

"Sama Sekund memang sudah jadi begini, tapi fakta kalau Shesta adalah adikku tidak berubah, kan. Makanya aku tidak akan membiarkan adikku sendirian mengalami hal yang menyiksa. Malah sebaliknya mari kita berdua buat anak itu lemas tak berdaya."

 

"Ung, benar ya! Terima kasih, Mbak Najimi! Mari kita berdua sret sret!"

 

"Eh? Anak itu kan sukanya yang di-sret sret? Maksudku dadaku diisap terus-terusan..."

 

"Ah, benar juga ya... Damon-san itu padahal tidak keluar apa-apa tapi milikku yang kecil diisap-isap... yang bagian bawah juga..."

 

"Kan? Tambahan lagi pakai jari atau apa... beneran membuat kesadaran melayang berulang kali, tahu."

 

"Begitu ya... T-Tapi kan, tetap saja ada saatnya disuruh *sret sret* juga, kan? Aku saja disuruh *sret sret* di tempat yang parah, tahu!"

 

"Hal itu aku juga sama, mungkin... yang itu, kan? Karena disuruh mengobrak-abrik..."

 

"Ung. Tapi Damon-san waktu itu kelihatan tidak siaga, atau seperti belum terbiasa sama rangsangan sampai mengeluarkan suara tidak berguna seperti 'ohho', kan? Hei, bagaimana kalau kita berdua menyerang balik secara bersamaan sampai Damon-san lemas kakinya?"

 

"Uh... hal itu lagi... t-tapi boleh juga tuh. Selalu dilakukan atau disuruh melakukan terus kan tidak cocok sama sifatku, kali ini dari pihak kita yang mengobrak-abrik lalu mengejeknya~"

 

Begitulah, dua orang yang seharusnya tidak bahagia karena dipaksa melakukan hal yang dibenci...

 

(Kalian berdua kok agak...)

 

Hingga membuat para warga desa kehilangan kata-kata, mereka telah menjadi agak lebih tangguh.

 

Di tanah yang jauh dari perang melawan Pasukan Raja Iblis, mereka yang mengumpulkan koin harian dari pekerjaan membasmi perampok atau monster, mencoba menjadikan Kota Tehajime sebagai markas berikutnya untuk beraktivitas, tetapi mengalami jalan buntu.

 

"Sialan. Pekerjaan kok tidak ada begini. Hari ini juga cuma pekerjaan kasar di belakang kedai minuman."

 

"Padahal kita ini pasukan prajurit bayaran, lho... Di kota besar ada pasukan ksatria yang bermarkas jadi tidak ada pekerjaan berarti makanya kita datang ke kota sedang... tetap saja harus pergi ke medan perang yang keamanannya buruk, ya?"

 

"Bodoh, perang itu kan kita tidak mau karena diperlakukan seperti pion buangan kaum bangsawan makanya kita pergi, kalau kembali ya buat apa."

 

"Tapi Suamiku... kalau begini terus pasukan prajurit bayaran kita tidak bakal bisa makan, tahu."

 

Meski menyebut diri mereka pasukan prajurit bayaran, wujud aslinya adalah serabutan. Kalau tidak ada pekerjaan prajurit bayaran, pekerjaan fisik apa pun bakal dilakukan. Namun karena itulah kehidupan mereka tidak stabil, dan saat mengalami kesulitan mereka benar-benar memegang kepala.

 

"Ini semua juga gara-gara bocah kemarin itu. Walau sudah menerima sihir pemulihanmu, perutku masih sakit, tahu."

 

"Ya. Bertemu sama bocah monster seperti itu benar-benar kesialan kita. Seluruh uang kita dibawa pergi semuanya, sih."

 

Ketua Pasukan Iwankutu yaitu Shattei dan wakil ketua yaitu Mazonea. Mereka berdua adalah Class Holder resmi, dan memiliki kebanggaan besar pada tenaga mereka.

 

"Ketua, Mbak, aku sudah bertanya pada pasukan prajurit kota apa ada lowongan pekerjaan penjagaan, tapi tidak bisa."

 

"Kalau sudah begini, aku mungkin tidak ada pilihan lain selain pergi ke rumah bordil."

 

"Tapi kota ini tuan tanahnya bertindak sesuka hati, semua orang kondisi keuangan ketat jadi tidak banyak pelanggan. Menjadi selir tuan tanah mungkin ada kemungkinannya, tapi sekarang dia sedang berkeliling ke kota-kota lain di daerah."

 

"Cih. Kita harus bagaimana... sekalian mencuri saja begitu."

 

"Jangan bicara sembarangan. Kalau tertangkap langsung hukuman mati. Merekpun lolos dari hukuman mati, Ketua dan Mbak bakal dicabut kualifikasinya, kalau begitu kita benar-benar tamat."

 

Anggota pasukan prajurit bayaran lainnya juga walau Rakyat Jelata tetapi telah memupuk pengalaman dalam pertarungan sungguhan, dan kemampuan mereka sanggup membasmi monster tingkat bahaya rendah dengan kekuatan sendiri, memiliki rasa percaya diri dan rekam jejak yang lumayan, terdiri dari tujuh pria dan tiga wanita dengan total sepuluh orang pasukan prajurit bayaran kecil.

 

Namun mereka sekarang berada dalam kondisi dompet pasukan prajurit bayaran kosong, jatuh ke dalam situasi kesulitan untuk makan dan menginap hari ini, karena itulah tidak bisa masuk ke toko mana pun dan berkerumun di sudut kota. Hal itu semua disebabkan oleh pria yang memicu masalah kemarin.

 

"Guwahahahahaha, ketemuuu~!"

 

"""""Gekkkk!"""""

 

Semua biang keroknya adalah Damon.

"K-Kau, a-ah, tidak, kau kan yang kemarin... Mau apa kau ke mari!"

 

"Bukannya uangnya sudah kuberikan? Makanya, bukannya masalahnya sudah selesai lewat itu?"

 

Seseorang yang telah membuat kehidupan mereka jatuh ke dalam kesulitan sejauh ini. Namun meski orang itu muncul di hadapan mata mereka, justru karena tahu perbedaan kekuatan mereka yang teramat jauh, Shattei, Mazonea, maupun para anggota pasukan prajurit bayaran tidak bisa bersikap kasar, raut wajah mereka menegang dan gemetar.

 

Namun kata-kata Damon adalah hal yang tak terduga bagi pasukan prajurit bayaran tersebut.

 

"Bergembiralah, wahai para sampah. Aku membawakan pekerjaan buat kalian, tahu?"

 

"""""Eh..."""""

 

Mendengar kata-kata Damon tersebut, para prajurit bayaran mematung dengan mulut melongo.

 

"S-Sebentar, k-kau... pekerjaan itu... maksudnya..."

 

"Sesuai yang kuucapkan. Maksudku aku mau menyewa kalian Pasukan Bengkok atau apa pun itu."

 

"He? A-Ah bukan, Pasukan Iwankutu... tidak, dibanding itu, menyewa maksudnya..."

Para anggota pasukan panik mendengar kata-kata Damon yang di luar dugaan. Untuk sementara Shattei bertanya apa urusannya.

 

"Saat ini aku sedang berada di sebuah tempat bernama Desa Dokaina di terpencil yang dikelilingi hutan dan gunung, tapi sebenarnya sejak kemarin lusa monster bermunculan dalam jumlah besar di sekitar sana. Malam hari sih tenang, tapi siang hari mereka masuk ke desa dan menyerang tanpa istirahat. Monster Tingkat Bahaya 2 sampai 4 bermunculan banyak banget."

 

"Monster sebanyak itu? Tidak, tapi tunggu dulu. Kami baru saja datang dari negara lain ke wilayah Kekaisaran belum lama ini, dan baru-baru ini kami tahu kalau di wilayah Ibu Kota Pasukan Ksatria berfungsi dengan baik jadi monster seperti itu hampir semuanya sudah dibasmi... Makanya pekerjaan buat prajurit bayaran dan petualang sendiri berkurang drastis... Kami juga sedang kesulitan gara-gara itu..."

 

"Desa Dokaina itu di terpencil, sih. Entah karena perhatian tidak sampai ke sana, atau monster yang kabur tinggal menetap di sana, atau ada yang mengendalikan di balik layar... Bagaimanapun juga, harusnya melapor pada tuan tanah di sini supaya mengirimkan pasukan pembasmi, tapi kelihatannya tuan tanahnya tidak sebisa itu, makanya aku berpikir buat menyewa kalian."

 

Bagi Shattei dan yang lainnya, hal itu benar-benar bagaikan pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebab mereka sedang memegang kepala karena tidak ada pekerjaan yang cocok untuk mereka. Meski begitu, karena mereka berdua bagaimanapun juga adalah profesional, walau ini adalah penawaran yang menggiurkan mereka tidak langsung menyambarnya begitu saja.

 

"Tunggu dulu. Kami paham betul dari kejadian kemarin kalau kekuatanmu itu di luar nalar. Monster Tingkat Bahaya 2 sampai 4 sih harusnya bisa kau bereskan sendirian, kan? Lagipula di desa terpencil seperti itu apa sanggup menyewa sepuluh orang seperti kami?"

 

Yang pertama adalah 'alasan'. Dan yang satu lagi adalah 'uang'.

 

Konfirmasi akan hal itu memang dibutuhkan. Namun hal itu adalah kecemasan yang tidak perlu.

 

"Kalau uang sih nih, pertama-tama buat uang muka bagaimana kalau segini? Tadi aku baru dapat uang lagi di toko peralatan. Isinya dua kali lipat dari uang yang kudapatkan dari kalian kemarin."

 

"""""Uehhh!"""""

 

Itu adalah kantong kain yang menggelembung penuh dengan uang dan nyaris robek. Damon melemparkannya kepada Mazonea tanpa rasa ragu.

 

Mazonea melihat ke dalam kantong dengan ragu-ragu, dan memastikan bahwa semuanya adalah uang asli.

 

"Kulit, taring, dan tanduk monster yang dibasmi saat muncul di desa adalah hasil rampasan perang, tambahan lagi ada uang imbalan dari pembasmian... Benar juga, biasanya menyewa pasukan prajurit bayaran seperti ini pembagian hasil rampasan perang dan uang imbalannya bagaimana?"

 

"Biasanya, uang imbalan pembasmian monster jadi milik kami. Soal hasil rampasan perang jadi milik penyewa. Tapi kalau dapat uang muka seperti kali ini, uang imbalannya bakal dipotong sebagian buat kompensasi..."

 

"Aah, bikin repot saja. Ya sudah, hasil rampasan perang bakal kuambil, tapi uang imbalannya boleh buat kalian semuanya. Uang mukanya juga boleh kalian ambil semuanya utuh."

 

"Kh, s-sebentar, kau ini memberi secara santai banget..."

 

Biaya penanganan tetap diambil. Namun bagi mereka yang sekarang, itu adalah syarat yang teramat luar biasa murah hati. Para anggota pasukan lainnya matanya berbinar-binar. Namun karena penawarannya terlalu menggiurkan, Shattei dan Mazonea tidak mengubah tatapan mata curiga mereka.

 

"Kami belum mendengar alasannya, tahu! Kenapa menyewa orang!"

Itu karena mereka belum mendengar "alasan"-nya. Namun hal itu juga kecemasan yang tidak perlu.

 

"Kalau pembasmian monsternya sendiri sih gampang banget walau cuma aku sendirian. Tapi monster-monster itu datang terus-terusan di siang hari tanpa istirahat."

 

"Aah."


"Lalu, sebagai imbalan melindungi desa dari monster, aku menerima syarat boleh melakukan hal mesum sesukaku pada seorang gadis desa... Malam hari sih tidak apa-apa, tapi siang hari sibuk banget jadi tidak bisa melakukan hal mesum! Makanya aku butuh tenaga orang supaya di siang hari pun aku bisa melakukan hal mesum!"

 

"""""............"""""

 

Untuk sekejap, itu adalah alasan konyol yang disangka bohong, tetapi karena Damon berteriak dengan sangat mendesak, Pasukan Iwankutu yang memahami bahwa rupanya hal itu adalah alasan sebenarnya, menerima syarat Damon.

 

***


"S-Sebentar, D-Damon, kau..."

 

"Kakak Damon..."

 

Najimi, Shesta, dan para warga desa menyambut Damon yang telah pulang. Namun mereka mematung melihat orang-orang yang dibawanya serta...

 

"Begitulah, mulai hari ini orang-orang ini juga bakal tinggal di sini untuk sementara waktu."

 

"""""Mohon bantuannya."""""

 

"""""..................."""""

 

Bagaimanapun juga, kekuatan tempur desa telah meningkat secara drastis.

 

Kekuatan Tempur Desa Dokaina

● Manusia Super Terlahir Berbakat Damon

● Mantan Saint Strayer

● Ketua Pasukan Prajurit Bayaran Shattei

● Wakil Ketua Pasukan Prajurit Bayaran Mazonea

● Anggota Pasukan Prajurit Bayaran Pria (6 orang)

● Anggota Pasukan Prajurit Bayaran Wanita (2 orang)

● Warga Desa Pria dan Wanita (100 orang)



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close