NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Rakusen Yarou wa Daiakuou e Nakama ni Suterare Tsuihou Sareta Ore wa - Uragitta Yatsura no Onna o Katappashi kara Netori Tsukusu Volume 1 Afterword

Kata Penutup


Salam kenal. Nama saya Aniki Brother. Terima kasih banyak telah berkenan mengambil buku ini di tangan Anda.

 

(TL/N: Pakai romanisasi dari Aniki Burazza, jadi Aniki Brother (dalam bahasa inggris))

 

Bagi yang baru pertama kali membaca karya saya, salam kenal. Mohon bimbingannya.

 

Bagi yang terus mendukung sejak versi WEB, terima kasih banyak seperti biasanya.

 

Kisah yang menjadi karya asli dari Yūsha Rakusen Yarō wa Dai Akuō he: Nakama ni Suterare Tsūhō Sareda Ore wa, Uragitta Yatsura no Onna wo Katappashi kara Netori Tsukusu ini merupakan karya yang diserialisasikan di Kakuyomu Next, tetapi saya sungguh merasa bahagia dari lubuk hati yang paling dalam karena bisa menghadirkannya ke dunia dalam bentuk buku terbitan melalui Fantasia Bunko.

 

Dalam penerbitan karya ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak: pihak terkait Fantasia Bunko yang telah menghubungi saya, Shio Kōji-sensei yang telah menggambar para pahlawan wanita yang luar biasa, para pembaca yang telah mendukung sejak versi WEB, dan yang terpenting seluruh pihak pengelola Kakuyomu yang meski berulang kali memberikan peringatan "deskripsi seksual ekstrem yang melanggar ketentuan", mereka tidak pernah membuang saya dan terus melindungi karya ini.

 

Mengenai titik awal dari karya ini, semuanya berawal dari proyek peluncuran Kakuyomu Next ketika saya dihubungi.

 

Tahun 2023, di sebuah sore yang berhujan saya berkunjung ke kantor KADOKAWA, dan saat dibilang "silakan menulis dengan bebas" serta "boleh mencoba genre yang belum pernah ditulis sebelumnya", saya ingat betul betapa dada saya terasa membara.

 

Kalau begitu, saya memutuskan secara sederhana untuk "menulis karakter utama yang hidup bebas". Lalu, di saat saya bingung memikirkan "apa hal yang belum pernah kutulis sebelumnya?", saya teringat gim yang pernah membuat saya keranjingan dulu.

 

Apakah kalian tahu gim berjudul Dai Akuji? Bagi yang menyukainya mari kita minum alkohol bersama dan mengobrol. Bagi yang tidak tahu, silakan cari tahu sendiri atau membeli gimnya atas tanggung jawab masing-masing.

 

Bagaimanapun juga, tema berupa "memulai dari kekuatan kecil", "perluasan kekuatan", "kejahatan dengan kekerasan tanpa rasa keadilan maupun belas kasihan", "bersetubuh itu adalah yang terkuat, berinteraksi secara intens dengan berbagai pahlawan wanita seolah itu hal yang wajar", dan "karakter utama yang berbuat sekehendak hati" akhirnya mantap terbentuk.

Namun, menjelang mulainya serialisasi, kehidupan nyata saya berubah secara drastis. Pemberitahuan yang mendadak turun kepada saya yang tadinya bekerja secara tenang sebagai karyawan kantoran adalah──

 

"Mulai tahun ini jadilah Kepala Kantor Perwakilan Asia. Bermarkas dan menetaplah di Vietnam."

 

"Kenapa harus saya?"

 

"Soalnya kalau kau kelihatannya bakal baik-baik saja dilempar ke mana pun!"

 

"Saya tidak mau."

 

"Bukan soal mau atau tidak mau, ini sudah keputusan."

 

Sambil melakukan percakapan seperti itu, jujur saja saya sangat panik.

 

Di satu sisi pengalaman baru bisa menjadi stimulasi sebagai penulis, tetapi di sisi lain menjaga jatah tenggat waktu serialisasi dipastikan bakal menjadi sangat sulit. Karena itulah saya bernegosiasi secara berhadapan langsung dengan perusahaan, dan entah bagaimana berhasil menghindari menetap di Vietnam.

 

Itu adalah momen di mana saya paling menentang keputusan perusahaan sepanjang hidup saya sebagai karyawan kantoran.

 

Meski begitu, sebagai syaratnya saya tidak bisa lepas dari perjalanan bisnis luar negeri setiap bulan. Lalu wawancara dan manajemen staf lokal yang tidak paham bahasa Jepang, terkadang menangani negosiasi kenaikan gaji, dan yang paling utama adalah rentetan tugas yang tidak terbiasa berupa aktivitas penjualan kepada pelanggan luar negeri. Di sela-sela itu jatah tenggat waktu serialisasi membebani, membuat hari-hari saya menengadah ke langit sambil membatin "ke mana perginya kebebasanku".

 

Mungkin itu adalah reaksi balasan dari kehidupan yang seperti itu. Damon sang karakter utama bertindak secara bebas bagaimanapun juga, tidak menahan diri, tidak merayu siapa pun, dan hanya hidup menuruti hasrat serta nalurinya sendiri. Saat saya menuliskannya, Damon bergerak sendiri dan jalannya cerita melesat dengan kencang.

 

Khususnya bagian setelah Damon mempermainkan Strayer dan Najimi, lalu di kota mempermainkan gadis rumah bordil dan Shesta yang merupakan adik dari pria yang memiliki dendam dengannya, saat itu adalah waktu di mana beban kerja nyata dan mental saya berada di kondisi paling gawat, sehingga saya ingat betul menuliskannya dengan dorongan perasaan "terserah mau jadi apa sekalian". Di sisi lain, justru karena ada dorongan tersebut itulah masa-masa itu menjadi masa yang paling menyenangkan saat ditulis.

 

Hasilnya, saat meraih peringkat 1 mingguan di Kakuyomu Next dengan menggeser para penulis profesional ternama, saya merasa sangat senang sampai-sampai tanpa sadar ingin berteriak "Nih lihat!".

 

Di sisi lain, meski kelihatannya serialisasi WEB berjalan mulus dan mendapatkan tanggapan hangat, di balik layar akibat dari ekstremnya karya ini saya telah merepotkan pihak pengelola secara luas. Di tengah jalan ada kalanya saya diperingatkan dengan nada yang cukup berat, hingga ada beberapa situasi di mana saya berpikir "Ah, ini bukan bercanda tapi beneran gawat. Kalau begini terus bakal gawat di berbagai hal".

 

Meski begitu, saya tidak punya kata selain terima kasih kepada S-san sang penanggung jawab dan pihak pengelola yang alih-alih menutup akun, memprivasi karya, atau menghentikan serialisasi, mereka berusaha untuk melindungi saya dan karya ini.

 

Lalu terhadap karya yang seperti ini, selain diterbitkannya menjadi buku, saat mendapatkan tawaran komikalisasi—walaupun ini cerita di perusahaan lain—saya melakukan pose mengepalkan tangan kemenangan sambil memakan pho di Kota Hanoi, Vietnam. Ah, komikalisasi karya ini juga telah diputuskan dan saat ini pengerjaan proyeknya sedang berlangsung, jadi mohon dukungannya untuk yang satu itu juga.

 

Kisah dari karya ini masih akan terus berlanjut. Damon ke depannya tidak peduli lawan, posisi, ras, pasukan, maupun kekuasaan, ia akan terus mengamuk sembari berhadapan dengan segala jenis lawan.

 

Terhadap pahlawan wanita pun, tidak peduli yang seumuran, lebih muda, lebih tua, wanita bersuami, Kaum Iblis, demi-human, putri bangsawan, ksatria, Raja Iblis, merebut milik orang lain, dada besar, dada melimpah, maupun yang kecil, ia akan bersetubuh sekehendak hatinya.

 

Di dunia sekarang ini kelanjutan kisah seperti itu memang memungkinkan untuk berlanjut di WEB, tetapi—

 

"Aku ingin melihat desain karakter yang belum muncul ini!"

 

"Aku ingin melihat dada... seluruh tubuh pahlawan wanita ini!"

 

"Aku ingin melihat adegan yang lebih mesum... bermesraan dengan karakter ini di dalam bentuk cetak juga!"

 

Jika kalian yang telah mengambil buku ini di tangan berpikir demikian, sebagai penulis tidak ada hal yang lebih membahagiakan dari itu.

 

Maksud saya, saya sendiri juga ingin melihat gambar para pahlawan wanita!

 

Agar bisa menerbitkan jilid kelanjutan, dan agar S-san sang penanggung jawab serta pihak pengelola Kakuyomu Next berpikir "baguslah telah melindunginya", ke depannya saya akan terus menulis dengan seluruh tenaga.

 

Saya akan sangat bahagia jika kalian terus mendukung saya ke depannya.

 

Aniki Brother



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close