Kata Penutup
Salam kenal. Nama saya Aniki Brother.
Terima kasih banyak telah berkenan mengambil buku ini di tangan Anda.
(TL/N: Pakai romanisasi dari Aniki
Burazza, jadi Aniki Brother (dalam bahasa inggris))
Bagi yang baru pertama kali membaca karya
saya, salam kenal. Mohon bimbingannya.
Bagi yang terus mendukung sejak versi
WEB, terima kasih banyak seperti biasanya.
Kisah yang menjadi karya asli dari 『Yūsha Rakusen
Yarō wa Dai Akuō he: Nakama ni Suterare Tsūhō Sareda Ore wa, Uragitta Yatsura
no Onna wo Katappashi kara Netori Tsukusu』 ini merupakan
karya yang diserialisasikan di 『Kakuyomu Next』, tetapi saya
sungguh merasa bahagia dari lubuk hati yang paling dalam karena bisa
menghadirkannya ke dunia dalam bentuk buku terbitan melalui Fantasia Bunko.
Dalam penerbitan karya ini, saya
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak: pihak terkait Fantasia Bunko yang
telah menghubungi saya, Shio Kōji-sensei yang telah menggambar para pahlawan
wanita yang luar biasa, para pembaca yang telah mendukung sejak versi WEB, dan
yang terpenting seluruh pihak pengelola Kakuyomu yang meski berulang kali
memberikan peringatan "deskripsi seksual ekstrem yang melanggar
ketentuan", mereka tidak pernah membuang saya dan terus melindungi karya
ini.
Mengenai titik awal dari karya ini,
semuanya berawal dari proyek peluncuran Kakuyomu Next ketika saya dihubungi.
Tahun 2023, di sebuah sore yang berhujan saya berkunjung ke kantor KADOKAWA, dan saat dibilang "silakan menulis dengan bebas" serta "boleh mencoba genre yang belum pernah ditulis sebelumnya", saya ingat betul betapa dada saya terasa membara.
Kalau begitu, saya memutuskan secara
sederhana untuk "menulis karakter utama yang hidup bebas". Lalu, di
saat saya bingung memikirkan "apa hal yang belum pernah kutulis
sebelumnya?", saya teringat gim yang pernah membuat saya keranjingan dulu.
Apakah
kalian tahu gim berjudul 『Dai Akuji』?
Bagi yang menyukainya mari kita minum alkohol bersama dan mengobrol. Bagi yang
tidak tahu, silakan cari tahu sendiri atau membeli gimnya atas tanggung jawab
masing-masing.
Bagaimanapun juga, tema berupa
"memulai dari kekuatan kecil", "perluasan kekuatan",
"kejahatan dengan kekerasan tanpa rasa keadilan maupun belas
kasihan", "bersetubuh itu adalah yang terkuat, berinteraksi secara
intens dengan berbagai pahlawan wanita seolah itu hal yang wajar", dan
"karakter utama yang berbuat sekehendak hati" akhirnya mantap
terbentuk.
Namun,
menjelang mulainya serialisasi, kehidupan nyata saya berubah secara drastis.
Pemberitahuan yang mendadak turun kepada saya yang tadinya bekerja secara
tenang sebagai karyawan kantoran adalah──
"Mulai tahun ini jadilah Kepala
Kantor Perwakilan Asia. Bermarkas dan menetaplah di Vietnam."
"Kenapa harus saya?"
"Soalnya kalau kau kelihatannya
bakal baik-baik saja dilempar ke mana pun!"
"Saya tidak mau."
"Bukan soal mau atau tidak mau, ini
sudah keputusan."
Sambil melakukan percakapan seperti itu,
jujur saja saya sangat panik.
Di satu sisi pengalaman baru bisa menjadi
stimulasi sebagai penulis, tetapi di sisi lain menjaga jatah tenggat waktu
serialisasi dipastikan bakal menjadi sangat sulit. Karena itulah saya
bernegosiasi secara berhadapan langsung dengan perusahaan, dan entah bagaimana
berhasil menghindari menetap di Vietnam.
Itu adalah momen di mana saya paling
menentang keputusan perusahaan sepanjang hidup saya sebagai karyawan kantoran.
Meski begitu, sebagai syaratnya saya
tidak bisa lepas dari perjalanan bisnis luar negeri setiap bulan. Lalu
wawancara dan manajemen staf lokal yang tidak paham bahasa Jepang, terkadang
menangani negosiasi kenaikan gaji, dan yang paling utama adalah rentetan tugas
yang tidak terbiasa berupa aktivitas penjualan kepada pelanggan luar negeri. Di
sela-sela itu jatah tenggat waktu serialisasi membebani, membuat hari-hari saya
menengadah ke langit sambil membatin "ke mana perginya kebebasanku".
Mungkin itu adalah reaksi balasan dari
kehidupan yang seperti itu. Damon sang karakter utama bertindak secara bebas
bagaimanapun juga, tidak menahan diri, tidak merayu siapa pun, dan hanya hidup
menuruti hasrat serta nalurinya sendiri. Saat saya menuliskannya, Damon
bergerak sendiri dan jalannya cerita melesat dengan kencang.
Khususnya bagian setelah Damon
mempermainkan Strayer dan Najimi, lalu di kota mempermainkan gadis rumah bordil
dan Shesta yang merupakan adik dari pria yang memiliki dendam dengannya, saat
itu adalah waktu di mana beban kerja nyata dan mental saya berada di kondisi
paling gawat, sehingga saya ingat betul menuliskannya dengan dorongan perasaan
"terserah mau jadi apa sekalian". Di sisi lain, justru karena ada
dorongan tersebut itulah masa-masa itu menjadi masa yang paling menyenangkan
saat ditulis.
Hasilnya, saat meraih peringkat 1
mingguan di Kakuyomu Next dengan menggeser para penulis profesional ternama,
saya merasa sangat senang sampai-sampai tanpa sadar ingin berteriak "Nih
lihat!".
Di sisi lain, meski kelihatannya
serialisasi WEB berjalan mulus dan mendapatkan tanggapan hangat, di balik layar
akibat dari ekstremnya karya ini saya telah merepotkan pihak pengelola secara
luas. Di tengah jalan ada kalanya saya diperingatkan dengan nada yang cukup
berat, hingga ada beberapa situasi di mana saya berpikir "Ah, ini bukan
bercanda tapi beneran gawat. Kalau begini terus bakal gawat di berbagai
hal".
Meski begitu, saya tidak punya kata
selain terima kasih kepada S-san sang penanggung jawab dan pihak pengelola yang
alih-alih menutup akun, memprivasi karya, atau menghentikan serialisasi, mereka
berusaha untuk melindungi saya dan karya ini.
Lalu terhadap karya yang seperti ini,
selain diterbitkannya menjadi buku, saat mendapatkan tawaran
komikalisasi—walaupun ini cerita di perusahaan lain—saya melakukan pose
mengepalkan tangan kemenangan sambil memakan pho di Kota Hanoi, Vietnam. Ah,
komikalisasi karya ini juga telah diputuskan dan saat ini pengerjaan proyeknya
sedang berlangsung, jadi mohon dukungannya untuk yang satu itu juga.
Kisah dari karya ini masih akan terus
berlanjut. Damon ke depannya tidak peduli lawan, posisi, ras, pasukan, maupun
kekuasaan, ia akan terus mengamuk sembari berhadapan dengan segala jenis lawan.
Terhadap pahlawan wanita pun, tidak
peduli yang seumuran, lebih muda, lebih tua, wanita bersuami, Kaum Iblis,
demi-human, putri bangsawan, ksatria, Raja Iblis, merebut milik orang lain,
dada besar, dada melimpah, maupun yang kecil, ia akan bersetubuh sekehendak
hatinya.
Di dunia sekarang ini kelanjutan kisah
seperti itu memang memungkinkan untuk berlanjut di WEB, tetapi—
"Aku ingin melihat desain karakter
yang belum muncul ini!"
"Aku ingin melihat dada... seluruh
tubuh pahlawan wanita ini!"
"Aku ingin melihat adegan yang lebih
mesum... bermesraan dengan karakter ini di dalam bentuk cetak juga!"
Jika kalian yang telah mengambil buku ini
di tangan berpikir demikian, sebagai penulis tidak ada hal yang lebih
membahagiakan dari itu.
Maksud saya, saya sendiri juga ingin
melihat gambar para pahlawan wanita!
Agar bisa menerbitkan jilid kelanjutan,
dan agar S-san sang penanggung jawab serta pihak pengelola Kakuyomu Next
berpikir "baguslah telah melindunginya", ke depannya saya akan terus
menulis dengan seluruh tenaga.
Saya akan sangat bahagia jika kalian
terus mendukung saya ke depannya.
Aniki Brother
Previous Chapter | ToC | Next Chapter



Post a Comment