NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Jitsu wa Haisupekkuna Danshi Kōkōsei - Gakunen'ichi no Bishōjo ni Hisho ni Natte Morau Volume 1 Chapter 15

Bab 15: Mencoba Berkeliling Festival Budaya Bersama Sekretaris Cantikku


(Sudut Pandang Siswa SMA Berkemampuan Tinggi)


──Begitu ya, harusnya aku mengajak dengan alasan riset lapangan saja tadi.


Karena mendengar sesuatu yang tidak terduga, aku refleks langsung menyangkalnya, tetapi kalau menjadikannya riset lapangan, mungkin situasinya tidak akan terasa canggung.


Kontrak kerja dengan Himegi-san bakal berakhir hari ini. Sejak menyadari hal itu kemarin, aku terus dilanda rasa gelisah.


Himegi-san adalah wanita luar biasa yang melengkapi kekuranganku dan membuatku berkembang. Aku mutlak ingin memperpanjang 

kontraknya.


Namun, aku merasa tertarik padanya sebagai lawan jenis. Padahal punya perasaan seperti itu, terus mempekerjakannya sebagai sekretaris 

sambil menyembunyikan perasaan ini rasanya tidak tulus.


Meski begitu, aku tidak ingin hubunganku dengan Himegi-san berakhir begitu saja. Aku terus memikirkan semua itu berulang-ulang, sampai akhirnya hari ini tiba.


Walau bagaimanapun aku sudah berhasil membuat janji untuk berkeliling bersama, tetapi setelah ini harus bagaimana ya……


"Omong-omong, Takahashi-kun ada tempat yang ingin kamu datangi?"


"Aah…… Tadinya kupikir kita keliling saja tanpa tujuan khusus, tapi……"


Menyadari bahwa diriku belum memikirkan apa pun, aku bergegas membuka buku panduan festival budaya. Kalau dibatasi ke stan yang bertema gim, tampaknya ada 『Bowling Botol Plastik』, 『Dart』, 『Berburu Harta Karun』, dan sebagainya, tapi sebaiknya pergi ke mana supaya dia senang, ya……?


"Himegi-san sendiri ada tempat yang ingin didatangi?"


"Aku ingin pergi ke Rumah Ramalan yang diadakan kelas 1-3 deh."


"Baiklah, ke sana saja."


Merasa lega karena tujuan sudah ditentukan, tepat setelah festival budaya dimulai, kami langsung menuju ke Rumah Ramal.


Ruang kelas 1-3 dibagi menjadi empat bilik menggunakan tirai hitam. 


Setelah ikut mengantre beberapa saat bercampur dengan para murid dan orang tua, kami dipandu ke salah satu bilik tersebut.


Di dalam ruangan yang sempit dan temaram, kami berhadapan dengan seorang siswi berpakaian layaknya peramal yang meletakkan tangannya di atas bola kristal.


"Selamat datang di Rumah Ramalan. Masa depan seperti apa yang ingin kalian ketahui?"


Ditanyai begitu, aku hampir saja keceplosan mengatakan "Masa depan kami berdua". Bahaya, bahaya. Padahal kami bahkan belum berpacaran, menanyakan hal seperti itu pasti aneh.


"Tolong beri tahu kami bagaimana masa depan kami berdua nantinya."


Himegi-san!? Kamu ingin tahu masa depanmu bersamaku!?



Chapter 14 | ToC | Chapter 16

Post a Comment

Post a Comment

close