NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tenkou-saki no Seiso Karen na Bishoujo Volume 11 Extra Chapter

Chapter Tambahan

Pengantin Lainnya


Twinkle kini telah menjadi grup idola yang populer secara nasional.

Para anggotanya aktif di berbagai bidang—drama, panggung teater, seni, hingga acara variety show—dan tidak ada satu hari pun berlalu tanpa melihat wajah mereka.

Salah satu dari mereka, Nikaidou Haruki, mengumumkan pernihakannya bersamaan dengan perilisan photo book pertamanya.

Tentu saja, publik dibuat geger.

Bagi seorang idola, terungkapnya hubungan asmara biasanya akan menjadi skandal besar-besaran.

Namun keadaan berbalik ketika terungkap bahwa pasangannya adalah teman masa kecil sekaligus cinta pertamanya, seorang kenalan sejak kecil yang dikenalnya sejak masa kanak-kanak, serta seorang fotografer naik daun yang telah memenangkan berbagai penghargaan setelah menelusuri jalan yang sama dengannya—seseorang yang mendesaknya untuk bangkit kembali saat dia terpuruk setelah kehilangan ibunya. Terlebih lagi, mereka menikah dengan durasi pacaran nol hari tepat setelah bersatu kembali.

Kisah itu begitu menyerupai manga atau drama hingga para penggemar pun ikut memberikan restu mereka.

Dan begitu, pada tanggal 22 November—hari yang baik untuk para pasangan—upacara pernikahan Haruki dan Hayato pun digelar.

Lokasinya berada di sebuah gedung pernikahan di Tokyo.

Acara itu merupakan perkumpulan sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga dan teman-teman dekat saja.

Upacara berlangsung secara khidmat dan tanpa kendala, lalu dilanjutkan dengan acara resepsi.

Himeko, sembari memberi selamat kepada kakaknya dan Haruki yang tampak bahagia, tak sanggup menahan diri untuk tidak mengeluh.

"Maksudku, tentu saja, aku memang pernah bilang kalau Kakak tidak boleh pulang ke rumah kecuali bersama Haru-chan! Tapi siapa yang menyangka kalau dia bakal menikah dan membawanya pulang ke rumah pada hari yang sama saat mereka bersatu kembali!? Dan menikah bahkan sebelum sempat berpacaran—sebenarnya apa-apaan ini!"

Kazuki, yang duduk di meja yang sama, menyetujui hal itu dengan senyum getir.

"Aku juga mendengarnya dari Hayato-kun belakangan. Dia bilang kalau orangnya adalah Nikaidou-san, ini cuma masalah apakah mereka akan mendaftar cepat atau lambat, jadi tempa besi selagi masih panas. Aku sampai dibuat syok."

"Aku selalu berpikir Kakak dan Haru-chan pada akhirnya bakal bersatu suatu hari nanti, tapi ini benar-benar terlalu cepat."

"Yah, ketegasan seperti itu sangat mencerminkan seorang Hayato-kun."

Kazuki dan Himeko saling bertukar pandang penuh rasa jengkel.

Kemudian Mari, yang berada di meja yang sama, mengeluarkan suara yang terdengar hampir seperti bermimpi.

"Tapi bukankah itu sangat romantis!? Mereka berjanji untuk pergi ke tempat yang sama, dan mereka benar-benar mewujudkannya! Ah, aku juga ingin dicintai sekuat itu!"

Namun Himeko memberikan senyuman sinis dan berkata kepada Mari.

"Dengar ya. Saat seseorang di keluargamu sendiri melakukan hal seperti ini, itu akan menaikkan standar romantisme. Kamu juga bakal melakukan hal yang sama, kan, Mari-chan?"

"Hah, kamu benar! …Tunggu, bagaimana bisa aku punya kehidupan asmara seperti bibiku!?"

Saat Mari kelihatan cemas, Himeko memberinya tatapan yang mendekati rasa kasihan.

Kemudian Saki, yang duduk di sampingnya, bergumam dengan raut wajah pasrah.

"Sekarang aku tidak bisa menahan diri untuk membandingkan calon pasangan mana pun dengan Kak Hayato… dan kalau hal itu terjadi, yah…"

"Tunggu, apa bibiku dan Hayato baru saja meroketkan standar romantisme kita!?"

Mari menyadari kebenarannya dan gemetar.

Himeko memberikan senyum getir seolah ingin mengatakan "turut berduka cita".

Gadis itu murni merasa bahagia karena Haruki dan kakaknya bisa bersatu.

Bagaimanapun juga, itu telah menjadi harapannya juga.

Namun memang benar bahwa kisah cinta mereka terlalu mirip dengan dongeng.

Ketika orang-orang terdekat di sekitarmu memiliki kehidupan asmara seperti itu, kamu tidak bisa menahan diri untuk berpikir bahwa begitulah seharusnya sebuah percintaan.

Tentu saja, dia tahu bahwa sebagian besar kisah cinta tidaklah seperti itu.

Tetap saja, dia tidak bisa menahan diri untuk terpikat oleh kisah cinta seperti milik mereka.

Himeko mengembuskan napas pasrah lalu menggerutu.

"Kalau kita tidak bisa menikah, ini bakal jadi kesalahan Kakak dan Haru-chan. Orang-orang yang bisa tetap jatuh cinta secara teguh selama lebih dari lima tahun dan terus bekerja keras demi pasangan mereka—mereka itu hampir mustahil untuk ditemukan."

"Itu tidak benar!"

Kazuki mendadak membantah.

Wajahnya tampak tegang—bukan bercanda, bukan menghibur, benar-benar serius.

"Um, Kazuki-san…?"

Mendengar letupan yang tidak pada tempatnya itu, Himeko memanggil namanya dengan bingung.

Kazuki, yang kelihatan gugup tidak seperti biasanya, memaksakan kata-katanya keluar.

"A-Ada satu orang di sini! Seseorang yang telah mencintai Himeko-chan selama lima—tidak, sebenarnya lebih dari enam tahun…!"

"…………Eh?"

Tidak sanggup memproses situasi yang ada, Himeko mengeluarkan suara tercengang.

Melihat gadis itu bersikap sangat biasa saja, Kazuki dengan nekat mencurahkan perasaannya seolah-olah tidak ada lagi yang perlu dipertaruhkan.

"Aku telah mencintaimu sepanjang waktu ini, Himeko-chan! Bahkan alasanku mulai menjadi model adalah karenamu. Aku ingin mengubah diriku agar layak bagimu. Aku masuk ke universitas yang sama karena aku ingin bersamamu sebanyak mungkin! Saat kamu mendirikan perusahaanmu, dan saat aku menerima pekerjaan model busana wanita itu karena aku bisa kelihatan imut meskipun sebagai seorang pria—itu semua demi kamu! Karena aku ingin menjadi seseorang yang berguna bagi orang yang kucintai!"

"Eh, tidak mungkin…!?"

Hal itu sangat sulit untuk dipercaya.

Saat Himeko menatap dengan mata membelalak, bahkan sang pengantin wanita yang seharusnya menjadi bintang utama hari ini—Haruki—ikut menimpali.

"…Itu benar. Hime-chan mungkin tidak menyadarinya, tapi Kaidou telah diselamatkan olehmu. Dia melakukan segala hal dengan memikirkan dirimu."

Kemudian adik Kazuki, Momoka, menambahkan.

"Itu benar. Dan sejujurnya, aku ingin kamu bersatu dengannya agar Airi akhirnya bisa move on secara total."

"Hei, Kak Momocchi!?"

Tampaknya hal itu benar adanya.

Yuzu juga terlihat mengedikkan bahunya.

Mungkin gadis itu juga tidak tahu, tetapi bahkan kakaknya sendiri tampak terkejut—yang mana entah bagaimana terasa menggelikan.

Kemudian Kazuki memohon kepada Himeko.

"Aku tidak memintamu untuk menerima perasaanku. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku telah jatuh cinta kepadamu sepanjang waktu ini, bahwa aku telah bekerja keras demi kamu. Meskipun aku mungkin tidak mencapai sebanyak yang didapatkan Hayato-kun."

"Tidak, tidak, tidak, kamu tidak bisa bilang begitu, Kazuki-san! Kamu adalah model papan atas yang melakukan pemotretan busana pria maupun wanita sekarang, kan!? Dan lagipula, aku tidak cukup baik untukmu—apa kamu yakin tidak sedang menggodaku saja?"

"Itu tidak benar—aku benar-benar serius! Aku berpikir bahwa pekerjaan model itu singkat, jadi untuk bersiap menghadapi situasi apa pun, aku telah mengambil berbagai kualifikasi sertifikasi agar setidaknya bisa menafkahi satu orang—yaitu kamu—sebagai seorang pria!"

"Ah, kamu memang pernah menyebutkan dalam wawancara kalau hobimu adalah mengambil kualifikasi sertifikasi! Dan kamu memilih universitas serta jurusanmu dengan memikirkan hal itu juga!"

"…Mungkin Himeko-chan cuma tidak menganggapku sebagai lawan jenis."

"Eh, aku benar-benar melihatmu sebagai pria yang keren, tahu? Lebih dari itu, kamu bisa diandalkan—kamu sudah menolongku berkali-kali. Aku berpikir kamu tidak punya pacar karena standartmu terlalu tinggi. Dan aku berpikir siapa pun yang menjadi pacarmu bakal sangat beruntung."

"Orang yang kuinginkan sebagai pacarku! Orang yang ingin kubuat bahagia—hanya kamu, Himeko-chan!"

Teriakannya memenuhi seluruh ruang resepsi, mengheningkan kebisingan yang ada.

Semua orang sedang memperhatikan Himeko dan Kazuki.

Gadis itu tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Dulu dia berpikir Kazuki memperhatikannya karena dia adalah adik perempuan dari sahabatnya.

Dia tidak pernah membayangkan pria itu merasakan hal seperti ini—bagaimana dia seharusnya memproses hal ini?

Namun pria itu kemungkinan besar memang serius.

Gadis itu tahu betul bahwa Kazuki bukanlah tipe orang yang bakal bercanda tentang hal seperti ini di saat-saat seperti sekarang.

Himeko meletakkan sebelah tangannya di dada dan merangkai perasaannya untuk Kazuki ke dalam kata-kata.

"…Um, bagiku, Kazuki-san adalah sahabat Kakak, sosok yang bisa diandalkan, dan seseorang yang kuhormati sebagai pribadi. Aku bisa membicarakan apa saja dengannya dengan mudah, aku menikmati berada bersamanya, aku mempercayainya tanpa syarat—dia adalah kehadiran yang sangat besar dalam hidupku… Tunggu, sebenarnya, apa aku sudah mencintai Kazuki-san?"

"Hah, Himeko-chan, kalau begitu itu artinya—!"

Saat Himeko gemetar karena terkejut atas kesadarannya sendiri, Kazuki menatapnya dengan mata penuh harapan dan keputusasaan.

Setelah menerima perasaan Kazuki secara penuh, Himeko memberikan balasan jujurnya sendiri.

"Aku mengerti. Kalau kamu serius, kalau begitu ayo kita juga menikah."

"Ah, terima ka—tunggu, menikah!?"

"Iya, kalau itu kamu, Kazuki-san, ini cuma masalah cepat atau lambat, kan?"

Setelah Himeko memberikan jawaban yang sama persis seperti kakaknya dan membuat semua orang terpana, sorak-sorai yang sangat besar pun meledak.

Dan dengan begitu, pernikahan dengan durasi pacaran nol hari dari mahasiswi CEO terkenal dan model populer itu pun turut menjadi bahan pembicaraan di seluruh penjuru kota.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close