NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tokidoki Bosotto Russia-go de Dereru Tonari no Alya-sa Volume 2 Afterword

Kata Pemutup


Sudah sekitar setengah tahun tidak menyapa. Saya Sunsunsun. Berkat dukungan dari Anda sekalian, volume kedua ini akhirnya berhasil diterbitkan tanpa kendala. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Anda sekalian.

 

Ya ampun, waktu awal-awal menerbitkan jilid pertama dulu, saya sempat berpikir hal-hal puitis semacam: "Kalau seandainya tidak laku, mari simpan kenangan indah ini baik-baik di dalam dada lalu pulang ke dunia Narou yang kucintai. Lantas di sudut dunia Narou, sambil diam-diam melahirkan cerita pendek, sesekali mari keluarkan Alya-san yang disimpan di dalam kotak sambil mengenang kembali bahwa pernah ada masa-masa seperti itu ya."

 

Namun begitu dibuka, tanggapan yang didapat justru jauh melampaui perkiraan. Memang ya, ilustrasi tingkat dewa dari Momoco-sensei dan produseri kelas berat dari Wakil Pemred itu sungguh luar biasa. Rasanya seperti menjadi pahlawan level 1 yang diberi anggota party level 90 ke atas oleh Raja yang terlalu protektif, tapi... umm, pembicaraan apaan sih ini.

 

(Berpikir selama 5 menit 17 detik)

 

Nng, saya jadi tidak tahu mau bilang apa, tapi ya sudahlah. Toh yang namanya kata pengantar sebagian besar orang tidak bakal membacanya secara serius kan. Kebalikannya kalau orang yang membaca secara serius, pasti bisa menangkap apa yang ingin saya sampaikan.

Kalau bicara soal menangkap niat penulis, jadi teringat ujian Bahasa Jepang waktu zaman sekolah dulu ya. Hal itu kan, niat penulis kalau tidak ditanyakan ke penulisnya langsung mana bisa tahu, tapi apakah jawaban benar yang ditentukan seenaknya oleh pembuat soal beneran bisa dipanggil jawaban benar? Kepada adik-adik SMP dan SMA se-Jepang, coba lontarkan keraguan ini ke guru Bahasa Jepang kalian saat jam pelajaran. Pasti kalian bakal ditatap dengan wajah yang sangat jengkel. Beneran deh, ini pembicaraan apaan coba. Niat menulis kalimat ini? Saya sendiri juga tidak tahu lho, kepada Bapak dan Ibu guru Bahasa Jepang se-Jepang tolong bedah niat saya ini, saya mohon.

 

Siiip, gara-gara menulis kalimat asal-asalan, halamannya jadi hampir terpenuhi. Bagaimana, saya berhasil menyelesaikan kata pengantar tanpa menyentuh isi jilid kedua sama sekali lho.

 

Rasanya editor yang baru pernah kutemu lewat remote menggelengkan kepala dari jauh, tapi pasti cuma perasaan saya saja.

 

Kalau begitu terakhir, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih.

 

Kepada Editor Miyakawa Natsuki-sama yang telah mencurahkan tenaga dalam pembuatan dan promosi Roshidere lewat kemampuan perencanaan dan pengeditan yang luar biasa. Kepada Momoco-sensei yang di volume ini pun menggambar ilustrasi tingkat dewa yang terlalu luar biasa. Kepada Tapioka-sensei yang menyambung dari volume pertama, menggambar manga yang makin power up. Kepada Uesaka Sumire-sama yang telah mengisi suara Alya. Kepada Amasaki Kouhei-sama yang telah mengisi suara Masachika. Serta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan buku ini, dan para pembaca sekalian yang telah mengambil karya ini, saya kirimkan rasa terima kasih berukuran XL. Terima kasih banyak!

 

Semoga kita bisa bertemu kembali di jilid ketiga. Sampai jumpa.



Previous Chapter| ToC

Post a Comment

Post a Comment

close