NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 9 Chapter 16

Chapter 176

Reuni dengan Chimera


"Sudah kuduga, itu kau... Ganei-san!"

"Tepat sekali!"

Sosok yang muncul dari balik reruntuhan bangunan adalah Ganei—seorang peneliti Chimera berwujud undead yang pernah bertarung melawan kami dulu—beserta seekor Chimera raksasa yang tampaknya merupakan hasil ciptaannya.

Hingga saat ini, Chimera yang kami temui selalu berbasis Orc, namun Chimera yang satu ini hampir tidak menyisakan jejak Orc sedikit pun.

Tubuh yang menyimpan karakteristik dari makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya itu adalah 'Chimera' dalam arti yang sesungguhnya.

"Apa sebenarnya tujuanmu melakukan hal semacam ini!?"

"Sudah jelas, bukan? Tentu saja untuk menciptakan Chimera terkuat!"

Ternyata dugaanku benar. Namun, jika itu alasannya, sebuah pertanyaan muncul di benakku.

"Terkuat? Tapi kalau begitu, bukankah kau tidak punya alasan untuk terus terpaku pada Orc...?"

"Heh, kau benar. Tapi ini pun demi sebuah eksperimen besar."

"Eksperimen besar?"

"Benar. Selama ini aku—tidak, maksudku rekan-rekanku dulu—telah menciptakan berbagai macam Chimera dengan menggabungkan bermacam monster demi membasmi sang Malapetaka Putih. Namun, dari sekian banyak kombinasi yang kami ciptakan, tak satu pun Chimera itu yang mampu menandingi sang Malapetaka Putih."

Memang benar, karena alasan itulah Ganei-san terus melanjutkan penelitian Chimeranya bahkan setelah dia menjadi undead.

"Lalu, setelah kehilangan serpihan terakhir dari Malapetaka Putih, aku benar-benar kehilangan akal..."

Ganei-san mendongak ke arah langit sambil membungkukkan bahunya dengan lesu.

"Di saat itulah, aku menemukan sebuah kebetulan."

Ganei-san mengalihkan pandangannya ke arah bangunan yang runtuh.

"Saat aku sedang menggabungkan monster secara membabi buta untuk mencari tahu apakah ada yang terlewat dari penelitian sebelumnya, sebuah keajaiban terjadi."

"Keajaiban?"

"Atau mungkin ini adalah ulah iseng iblis. Saat sedang melakukan sintesis Chimera, aku menemukan sebuah mutasi."

"""""Mutasi?"""""

"Itu apaan, Kak?"

Jairo-kun yang tidak mengerti arti kata mutasi bertanya sambil memiringkan kepalanya.

"Mutasi itu adalah individu spesial yang memiliki karakteristik yang seharusnya tidak dimiliki oleh rasnya. Misalnya burung yang punya tiga sayap, atau kuda yang kakinya sangat panjang. Biasanya kan tidak ada yang seperti itu, kan?"

"Ooh, jadi itu yang namanya mutasi."

"Benar. Seharusnya, Chimera mutasi adalah produk gagal yang tidak sesuai dengan hasil yang direncanakan, tapi aku justru melihat harapan di sana. Bukan jawaban dari rumus perhitungan yang bisa diprediksi, melainkan sebuah mutasi di luar dugaan yang mungkin saja bisa menciptakan individu yang mampu mencapai level sang Malapetaka Putih!"

Begitu rupanya. Memang benar, bahkan di antara monster liar sekalipun, individu varian sering kali menjadi musuh yang sangat merepotkan.

Pemikiran untuk menciptakan hal itu secara sengaja mungkin ada benarnya juga, dalam artian tertentu.

"Tapi kenapa harus Orc? Kalau tujuannya mencari mutasi, bukankah tidak harus Orc?"

Ya, apa yang dikatakan Liliera-san benar. Jika tujuannya adalah melahirkan individu kuat melalui mutasi, akan lebih baik jika menggunakan subjek yang sudah kuat sejak awal.

"Pertanyaan yang bagus. Keraguan seperti itu sangat penting dalam penelitian. Kau mungkin punya bakat jadi peneliti."

"Eh? Benarkah? Terima kasih."

Melihat Liliera-san yang tersipu malu karena tiba-tiba dipuji terasa sedikit manis.

"Pertanyaan kalian memang masuk akal. Orc bukanlah ras yang terlalu kuat bahkan untuk ukuran spesies tingkat atas. Tapi tujuannya bukan untuk menciptakan Orc yang kuat. Tujuanku adalah menciptakan Orc mutasi sebagai bahan perantara!"

"Bahan perantara!?"

"Memang benar seperti yang kalian katakan, akan lebih efisien jika menggunakan individu kuat lalu menunggu mutasinya muncul. Namun, karena kekuatan mereka, individu yang kuat biasanya memiliki jumlah reproduksi yang sedikit. Karena itulah, aku memilih Orc yang memiliki daya reproduksi tinggi sebagai subjek dasarnya."

"Eh? Tunggu sebentar. Kau sedang membuat Chimera, kan? Kenapa harus repot-repot membiakkan mereka?"

Kami merasa bingung karena dia tiba-tiba menyebutkan kata 'reproduksi', padahal tujuannya adalah menciptakan mutasi. Menanggapi hal itu, Ganei-san menyeringai lebar.

"Heh, itulah tujuan lain dari penelitian ini—Wildlifesasi!"

"""""Wildlifesasi!?"""""

"Tepat sekali. Sosok yang disebut Chimera diciptakan dengan menggabungkan berbagai makhluk hidup agar lahir sebagai organisme yang lebih kuat dari ras aslinya. Namun, di sana tidak terdapat sesuatu yang disebut insting liar. Kekuatan mereka hanyalah sekadar angka belaka. Padahal, makhluk hidup di alam liar, meski mereka individu yang lemah sekalipun, terkadang bisa bertarung mati-matian demi bertahan hidup hingga mengalahkan lawan yang jauh lebih kuat. Karena itu, aku memutuskan untuk mencari hal itu pada Chimera ciptaanku. Aku ingin seekor Chimera mutasi lahir dari Chimera-Chimera yang telah menjadi liar! Aku menamainya: Rencana Peternakan Chimera!"

"Rencana Peternakan Chimera!? Jadi karena itu kau membiarkan para Chimera keluar dari bangunan!?"

"Umu! Selain itu, karena jumlah mereka sudah terlalu banyak, mereka jadi tidak muat lagi di dalam laboratorium."

""""""Itu sangat merepotkan tahu!!""""""

"Membuang mereka karena terlalu banyak? Memangnya mereka hewan peliharaan apa!"

"Kalau berani menyebutnya peternakan, paling tidak pasang pagar dong!"

"Cih, bicara apa kalian! Kalau dikurung pagar, insting liarnya tidak akan berkembang! Insting liar hanya akan tumbuh jika mereka dibiarkan di tengah alam yang kejam! Dan dengan mengawinkan Chimera-Chimera mutasi yang lahir di alam liar, suatu saat nanti Chimera terkuat akan tercipta! Demi tujuan itulah, Orc dengan daya reproduksi tinggi adalah subjek eksperimen yang paling cocok!"

"Uwah... parah banget."

"Benar-benar tidak memikirkan kerepotan orang lain sama sekali ya, saking jujurnya..."

"Tapi kalau mengingat undead tidak punya batas usia, mungkin pemikirannya cukup masuk akal?"

"Sebagai pelayan Tuhan, aku tidak bisa membenarkan perbuatan yang mempermainkan nyawa seperti ini..."

"Sudah kuduga, lebih baik undead ini segera disucikan saja."

"Oh, kita bakal bertarung?"

Jairo-kun yang sedari tadi tampak bosan tiba-tiba terlihat bersemangat begitu mendengar kata bertarung. Sepertinya dia memang sama sekali tidak mengerti isi pembicaraan tadi.

"Oke! Kalau mau hajar, ayo cepat lakukan! Kak, serahkan orang ini pada kami!"

"Fuhahahahaha! Kalian berniat menantang Orc Chimeraku? Memang benar Chimera-Chimera ini masih merupakan Chimera polos yang belum menjadi bahan perantara. Tapi, selain bocah merepotkan di sana, kalian bukan tandingan mereka, tahu?"

"Heh, siapa yang tahu kalau soal itu? Jangan remehkan kami!"

"Baiklah. Akan kujadikan kalian umpan untuk Mutasi Nomor Satu, panggil saja dia Giga Orc-chan! Makanlah bocah-bocah itu, Giga Orc-chan!"

Begitu Ganei-san memberi perintah, Giga Orc-chan yang berada di bawahnya langsung mengaum keras.

"Ternyata benda itu juga Orc, ya."

"Ayo! Bakal kubelah dengan gampang..."

"Kyu-kyuuu!"

Tepat saat Jairo-kun hendak menyerang Giga Orc-chan, Mofumofun melompat lebih dulu sambil meneteskan air liur. Padahal dia sudah makan sebanyak itu, apa dia masih belum kenyang juga!?

"Gabu-kyuu!"

Dan tepat pada saat Mofumofun menggigit Giga Orc-chan.

"Gabu-kyuu?"




Mengejutkan, Mofumofun melepaskan gigitannya dari Giga Orc-chan dan meludahkan daging yang baru saja ia kunyah.

"Fuhahahahaha! Terkejut, bukan!? Daging Giga Orc-chan ini sudah kusesuaikan agar rasanya sangat menjijikkan khusus untuk menghadapi kalian!"

"A-apa katamu!?"

"Dengan begini, seberapa rakus pun kau, kau tidak akan bisa memakan Giga Orc-chan! Sayang sekali, ya! Fuhahahahahahaha!!"

"Membuat rasa daging jadi tidak enak... kejam sekali!"

"Benar itu, keparat! Kalau tidak enak, mana bisa dimakan!"

"Bukan, bukan itu masalahnya, kan?"

"Fuhahahahaha! Merataplah! Merataplah! Aku tidak akan membiarkan kalian memakan Chimera kesayanganku lagi!"

Ganei-san tertawa lepas seolah benar-benar menikmati keterkejutan kami terhadap tindakan pencegahan yang tak terduga itu. Ganei-san, sampai harus mengambil langkah seekstrim itu hanya untuk melawan Mofumofun...!?

"Cih, ini jadi merepotkan. Bagaimana, Kak?"

"Hmm, begitulah. Kalau rasa bahan dasarnya sudah tidak enak, mau dimasak bagaimanapun juga ada batasnya."

"Kyu-kyuuu."

Biasanya jika orang memodifikasi makhluk hidup, secara logika mereka akan membuat rasanya jadi lebih enak. Aku tidak pernah menyangka akan ada yang membuatnya jadi tidak enak.

Terutama Mofumofun yang sudah berekspektasi tinggi setelah memakan Chimera sebelumnya, syoknya benar-benar luar biasa.

Dia tampak sangat kecewa hingga bahunya merosot lesu, ekspresi yang belum pernah kulihat sebelumnya.

"Ayo, habisi mereka Giga Orc-chan! Ini adalah awal dari zamanku!"

"Bahaya! Semuanya, menyebar!"

"""""Dimengerti!"""""

Lengan dan tentakel tak terhitung jumlahnya milik Giga Orc-chan mulai menyerang kami.

Tapi, apa yang harus kulakukan? Jairo-kun bilang jangan ikut campur, jadi apa sebaiknya aku diam menonton saja karena ini pertarungan Dragon Slayers? Dalam aturan petualang pun, ikut campur dalam buruan kelompok lain dianggap melanggar etika.

"Air Slasher!"

Mina-san membalas dengan sihir angin area. Tebasan vakum dalam jumlah besar memotong-motong tubuh Giga Orc-chan, membuat lengan-lengan kecil dan tentakelnya berjatuhan ke tanah.

"Naif, Gadis Muda! Kemampuan regenerasi adalah fungsi dasar Chimera buatanku untuk melawan Malapetaka Putih!"

Seolah menjawab ucapan Ganei-san, lengan dan tentakel Giga Orc-chan seketika tumbuh kembali dari bekas potongannya.

"Lagi-lagi punya kemampuan yang merepotkan."

"Tidak peduli! Melt Sword!"

Jairo-kun menebas tentakel Giga Orc-chan dengan pedang sihir api miliknya.

"Heh, tak peduli berapa banyak jumlahnya, asal semuanya dibakar habis tidak akan jadi masalah!"

Dasar dari melawan musuh dengan kemampuan regenerasi adalah membakar lukanya. Jairo-kun melesat dengan kecepatan tinggi sambil terus membakar tubuh Giga Orc-chan.

"Itu pun sudah ada antisipasinya, Bocah. Giga Orc-chan, gigit putus bagian lukanya!"

"Gumoaaaaaaa!!"

"Apa!?"

Luar biasa, Giga Orc-chan mulai menggigit putus bagian tubuhnya sendiri yang telah terbakar. Kemudian, luka yang telah digigit putus itu beregenerasi dan lengan serta tentakel baru pun tumbuh kembali.

"Uwah, menjijikkan."

"Bagaimana!? Selama tidak ada luka bakar yang tersisa, regenerasi bisa dilakukan kembali! Inilah taktik Anti-Regenerasi-Counter!"

"Hmm, cara yang cukup efektif meski sederhana."

Meskipun metodenya primitif dan kasar, tapi ini memang merupakan cara menghadapi taktik pembakaran luka. Pemikiran untuk membalas sebuah solusi tanpa menggunakan teknologi terbaru adalah hal yang mengagumkan.

"Kalau begitu, tidak masalah kan kalau dibakar habis seluruhnya! Flame Inferno!"

Mina-san merapalkan sihir api area luas untuk membakar tubuh Giga Orc-chan.

"Satu lagi, Flame Inferno!"

Karena satu serangan tidak cukup untuk membakar seluruh tubuhnya, Mina-san merapalkan Flame Inferno berkali-kali. Sihir itu biasanya digunakan untuk membasmi rumput liar, jadi jangkauan vertikalnya panjang, tapi jangkauan horizontalnya tidak terlalu luas.

"Fuh—bagaimana? Aku juga sudah berkembang, tahu. Sisanya, minyak dari tubuh Orc itu sendiri akan membuat api merambat dan... eh!?"

Sepertinya dia ingin bilang kalau kandungan lemak di dalam tubuh Orc akan membuat api terus menjalar sampai habis terbakar, tapi di luar dugaan, api yang menyebar di tubuh Giga Orc-chan padam dalam sekejap.

"Kenapa bisa begitu!?"

"Fuhahahahaha! Naif sekali, Gadis Muda! Sudah kubilang antisipasinya sudah sempurna! Kandungan minyak di dalam tubuh Giga Orc-chan ini sudah kukurangi sampai batas minimal sebagai langkah antisipasi agar tidak enak dimakan!"

"A-apa katamu!?"

"Bukan itu saja, sebagai gantinya aku menggabungkannya dengan monster air jenis ubur-ubur, membuatnya terasa berair dan kurang gurih, serta menggunakan jumlah air yang banyak itu sebagai langkah antisipasi terhadap sihir api skala besar! Jika hanya tentakel di ujung mungkin bisa, tapi ketahuilah bahwa mustahil untuk membakar habis tubuh utamanya!"

"Cih!"

Mendengar penjelasan Ganei-san yang sempurna, Mina-san mengeluarkan suara penuh kekesalan.

"Alasannya sangat tidak penting, tapi hasilnya merupakan taktik yang sangat tepat," ujar Norb-san.

"Ya, benar-benar kebenaran yang pahit kalau monster yang tidak enak itu justru sangat tangguh," tambah Meguri-san.

Norb-san dan Meguri-san tampak kagum dengan langkah antisipasi Ganei-san terhadap Mofumofun.

"Tapi ini jadi merepotkan ya. Selain bisa beregenerasi, sihir api kuat pun tidak mempan, bukankah kita jadi kehabisan akal?"

"Karena dia beregenerasi, taktik pertarungan jangka panjang juga tidak bisa digunakan. Maju dengan jumlah banyak pun..."

"Lagipula untuk lawan ini, penguatan atribut angin dariku maupun taktik pertahanan Norb tidak terlalu efektif..."

"Sekadar informasi tambahan, air di dalam tubuh Giga Orc-chan ini sudah dikompresi, lho. Isinya jauh lebih banyak dari yang terlihat. Terlebih lagi, akar-akar yang tumbuh dari tubuh ini terhubung dengan urat air bawah tanah, sehingga pasokan airnya terus terisi!"

Berarti dia juga memasukkan unsur monster tipe tumbuhan, ya.

Semakin banyak jenis makhluk hidup yang digabungkan, semakin sulit penyesuaian Chimeranya, tapi teknologi Ganei-san yang mampu mewujudkannya benar-benar hebat.

Tidak heran dia sampai terus meneliti meski sudah menjadi undead.

"Nuaaa! Kalau begitu benar-benar tidak bisa diapa-apakan lagi! Apa tidak ada cara yang bagus, Kak!?"

Jairo-kun merengek padaku karena sudah kehabisan akal. Apa sekarang aku sudah boleh ikut bertarung?

"Hmm, begini ya. Kalau sihir api tipe ledakan instan tidak mempan, bagaimana kalau menggunakan sihir tipe yang mengeluarkan suhu tinggi secara terus-menerus untuk membakar habis?"

"Membakar habis secara terus-menerus? Sihir macam apa itu?"

Ah, Mina-san sepertinya belum mempelajari sihir tipe durasi. Kalau tidak salah, di buku panduan sihir anak-anak yang kutinggalkan di desa pun tidak tercantum sihir jenis itu.

Mungkin nanti aku harus membuatnya dan membawakannya untuknya.

"Menjelaskannya boleh saja, tapi sebaiknya kita langsung praktekkan. Volcano Lake!"

Sambil memusatkan energi sihir, aku melepaskan sihir tepat ke arah kaki Giga Orc-chan yang berada di bawah Ganei-san. Seketika, tanah di sana mengeluarkan panas yang luar biasa dan mulai mendidih.

"Nuo!? Apa-apaan ini!?"

Tanah berubah menjadi merah membara dan mulai mencair menjadi lumpur panas.

"Ga-gawat!"

Menyadari bahayanya, Ganei-san segera melompat ke udara, di mana seekor Chimera tipe terbang menangkapnya. Namun, Giga Orc-chan yang bertubuh raksasa tidak seberuntung itu.

"Bumooooooo!!"

Giga Orc-chan mulai terbakar saat tubuhnya tenggelam ke dalam tanah yang mencair merah membara dan mendidih tersebut.

"Apa-apaan itu!? Tanahnya jadi seperti rawa tanpa dasar!?"

"Panasnya juga tidak bisa dibandingkan dengan sihir api biasa. Sebenarnya sihir apa ini!?"

"Ini sihir Volcano Lake. Sihir serangan tipe durasi pengubah area yang mengubah jangkauan yang ditentukan menjadi danau lava."

"""""Tipe Pengubah Area?"""""

"Iya. Seperti ini, dengan mengubah medan itu sendiri menjadi lingkungan yang memiliki daya serang, kita bisa memberikan kerusakan terus-menerus pada musuh di area tersebut. Kali ini berupa kerusakan panas dari lava, tapi dengan menciptakan area suhu ekstrem, kita bisa membekukan lawan sampai mati, atau meniru tekanan air laut dalam untuk menghancurkan mereka. Kelemahannya adalah konsumsi energi sihir yang besar saat aktivasi, tapi kelebihannya adalah efeknya akan bertahan untuk sementara waktu bahkan setelah perapalan sihir selesai karena lingkungannya sendiri yang telah dimanipulasi. Selain itu, karena sifatnya yang bertahan lama, sihir ini sangat berguna untuk menguras energi sihir dari alat pelindung sihir lawan."

"Yah, kupikir tidak akan sering kita bertemu musuh yang menggunakan hal seperti itu."

"Lagipula, kalau diaktifkan di area seluas ini, selain musuh yang punya alat sihir pun pasti bakal kena imbasnya..."

Selagi mereka berbincang, tubuh Giga Orc-chan terus terbakar dan kini sudah tenggelam hingga ke leher di dalam danau lava. Meskipun ia mencoba melarikan diri, lengan dan tentakelnya segera hangus terbakar, dan yang paling penting, ia tidak bisa mengangkat tubuhnya sendiri karena beratnya. Tak lama kemudian, Giga Orc-chan tenggelam sepenuhnya ke dalam danau lava tersebut.

"Jadi, sihir tipe durasi sangat efektif untuk melawan musuh dengan kemampuan regenerasi."

"Tapi, bukankah sihir ini tidak bisa digunakan kecuali di tempat yang benar-benar sepi?"

"Terlalu berbahaya, bahkan di pinggir jalan pun tidak bisa dipakai."

"Kalau dipakai di hutan, hutannya bakal kebakaran hebat."

"Lagi pula, sepertinya sihir ini tidak bisa kugunakan dengan jumlah energi sihirku."

"Kami juga petarung fisik, jadi sepertinya tidak bisa menggunakannya."

Namun, penjelasan mengenai spesifikasi Volcano Lake mendapat sambutan buruk dari semuanya karena dirasa mustahil untuk digunakan.

"Hmm, kalau mempertimbangkan kerusakan sekitar, sisa pilihannya mungkin sihir yang menghilangkan oksigen di sekitar agar target tidak bisa bernapas dan mati lemas?"

"""""Ada kan sihir yang lebih praktis!"""""

"Yah, kupikir akan lebih mudah dipahami jika aku menunjukkan sihir tipe durasi yang jelas terlihat."

"Aku sempat berpikir kau baru saja menciptakan neraka di sini..."

"Ya, pokoknya begitulah. Intinya, meskipun lawan punya kemampuan regenerasi, tetap ada cara untuk mengatasinya. Selain yang kujelaskan tadi, masih banyak cara lain."

"Ternyata begitu ya. Rugi aku panik tadi."

"Kalau sihir membuat lemas, sepertinya aku bisa memakainya. Ajari aku nanti."

"Yah, apa pun itu, yang pasti Chimera yang merepotkan itu sudah berhasil dibasmi. Benar-benar hebat, Rex-san."

"Kyu-kyu!!"

Di saat semuanya merasa lega, entah kenapa hanya Mofumofun yang tampak marah sambil menepuk-nepuk kakiku dengan kaki depannya.

"Ada apa, Mofumofun? Kenapa marah?"

Apa yang salah? Giga Orc-chan itu rasanya tidak enak jadi Mofumofun tidak bisa memakannya, jadi kupikir tidak masalah kalau aku membakarnya sampai habis, kan?

"Mungkinkah karena itu?"

Mendengar ucapan Norb-san, aku melihat ke arah tanah. Di sana, di tepian danau lava, terdapat jasad Orc Chimera yang hangus terbakar.

"Ah."

"Kyu-gyuuuu!"

Begitu ya, Mofumofun marah karena aku juga ikut membakar Orc yang seharusnya bisa dimakan. Aku benar-benar merasa bersalah.

"Maaf, maaf. Sebagai gantinya nanti akan kuberi jatah Orc Chimera yang sudah dikalahkan sebelumnya."

"Kyu-kyu!? Kyuuu!"

Saat aku memberikan daging Orc Chimera yang kuambil dari penyimpanan, suasana hati Mofumofun langsung membaik.

Dengan semangat ia membawa daging Chimera itu ke batu di dekat danau lava dan mulai memanggangnya.

"Mofumofun itu... dia benar-benar memanggang dagingnya!?"

"Apa benda itu benar-benar monster biasa?"

Semuanya melihat dengan senyuman saat Mofumofun sedang berpesta barbekyu di pinggir lava. Benar-benar pemandangan yang damai.

"Ku-kurang ajar..."

Ah, gawat. Aku sampai melupakan orang itu. Aku segera menangkap sosok Ganei-san yang melayang di udara menunggangi Chimera terbang.

"Ukh!"

Ganei-san yang beradu pandang denganku tampak melangkah mundur dengan ketakutan.

"Kali ini kau sudah sangat keterlaluan. Aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja."

Terakhir kali aku membiarkannya karena monster-monster itu kabur tanpa sengaja, tapi kali ini dia melepaskan para Chimera itu dengan sengaja. Kalau sudah begini, aku tidak akan membiarkannya kabur.

"Ganei-san, aku akan menangkapmu!"

Dengan tekad bulat, aku menyatakan hal itu kepada Ganei-san.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close