Chapter 178
Akhir dari Segalanya
"Jadi, undead
dari zaman Peradaban Sihir Kuno, ya..."
"Benar. Undead
itulah penyebab Chimera berbasis Orc diproduksi secara massal."
Setelah kami
selesai memberikan laporan, Ketua Guild tampak memegangi kepalanya dengan
pening.
"Memang
benar, melihat tumpukan bangkai Orc yang sedang dikuliti di luar kota sekarang,
aku bisa paham kalau itu bukan monster biasa. Tapi, siapa sangka penyebabnya
adalah 'undead yang memiliki obsesi luar biasa terhadap Orc'..."
"""""""""""..."""""""""""
Mendengar
percakapan itu, Liliera-san dan yang lainnya tetap diam dengan ekspresi yang
sulit dijelaskan.
Setibanya kembali
di guild, kami seperti biasa dipandu menuju ruang tamu di bagian dalam. Di
sanalah aku menjelaskan seluruh rangkaian peristiwa kepada Ketua Guild.
Hanya saja, jika
aku menjelaskan kejadian itu apa adanya, tanggung jawabnya bisa merembet ke
kami, dan fakta bahwa Ganei-san masih 'hidup' akan terungkap.
Mengingat itu
akan sangat merepotkan, aku memutuskan untuk sedikit membumbui ceritanya.
"Sudah
sering terjadi di mana undead kehilangan kewarasannya setelah mengalami
kematian. Seperti seorang peneliti Chimera hebat di masa lalu yang akhirnya
kehilangan penilaian objektif dan mulai menganggap bahwa Orc adalah subjek
terbaik untuk bahan Chimera."
"Lalu dia
lepas kendali dan akhirnya menghancurkan diri bersama laboratoriumnya, begitu?
Akhir cerita yang cukup konyol," komentar Ketua Guild.
"Laboratorium
yang hancur itu terletak di kaki pegunungan sebelah timur. Tapi karena dampak
penghancuran diri lawan, seluruh bangunannya sudah lenyap tak bersisa."
"Sama
seperti kejadian Iblis waktu itu, ya. Tapi yah, jika jejak laboratorium yang
hancur itu ditemukan, setidaknya kita tahu ada sesuatu yang terjadi di sana.
Untuk bukti yang hilang, kita bisa menggunakan Orc-orc di luar kota sebagai
gantinya. Sisanya, jika kemunculan Orc ini benar-benar berhenti, maka insiden
ini dianggap selesai sepenuhnya. Ah, tapi maaf, aku belum bisa memberikan izin
penyelesaian misi sampai faktanya terkonfirmasi."
"Eeh,
hadiahnya belum turun juga? Kami sudah lelah bertarung melawan Orc-orc itu
tahu! Bukannya jumlah Orc yang kami kalahkan selama ini sudah cukup sebagai
bukti?" keluh Jairo-kun.
"Jangan
berkata begitu. Ini juga bagian dari pekerjaanku. Setidaknya, jika ada bukti
fisik bahwa ada pihak ketiga yang menggerakkan mereka, aku bisa bicara dengan
atasan untuk menegosiasikan pembayaran hadiah lebih awal."
Mendengar keluhan
Jairo-kun, Ketua Guild menghela napas sambil berkata bahwa ia butuh bukti nyata
keberadaan undead tersebut.
"Bukti,
ya... Bagaimana kalau ini?"
Aku
meletakkan dua buah benda di atas meja.
"Topi dan
tongkat? Ini alat sihir (magic item) ya?"
"Benar, ini
adalah barang yang digunakan oleh undead tersebut. Hanya dua benda ini
yang sempat saya selamatkan."
"Hou, apa
kau sudah memastikan efeknya?"
Begitu tahu itu
adalah alat sihir, mata Ketua Guild dan Elma-san yang sedang mencatat laporan
langsung berbinar.
"Iya.
Topinya memiliki efek untuk mengaktifkan sihir pertahanan secara terus-menerus
bagi pemakainya (Auto Barrier), sedangkan tongkatnya berfungsi untuk menekan
konsumsi energi sihir saat merapalkan sihir (Mana Save)."
"Aktivasi
sihir pertahanan konstan dan penekanan konsumsi mana? Kau menemukan barang yang sangat berharga ya.
Maaf, tapi bolehkah aku meminjam ini? Dengan adanya benda ini, kredibilitas
laporannya akan meningkat."
Yah,
sebenarnya itu bukan barang yang terlalu hebat. Hanya perlengkapan pelindung
darurat jika eksperimen gagal dan perlengkapan untuk menekan konsumsi mana saat
melakukan ritual eksperimen.
Sebagai
perlengkapan seorang undead yang dulunya peneliti, ini cukup masuk akal.
"Tentu saja,
silakan."
"Bagus,
dengan ini meyakinkan atasan akan jadi lebih mudah!"
"Benar. Jika
alat sihir langka diajukan sebagai bukti, pihak atas tidak punya pilihan selain
mengakuinya. Namun, Rex-san, kau sungguh murah hati mau meminjamkan alat sihir
berharga seperti ini. Jika seandainya diambil paksa oleh mereka, kau akan rugi
besar, lho."
"Tidak
apa-apa, itu bukan barang yang seistimewa itu kok."
""...""
Begitu aku
mengatakan itu, entah kenapa Ketua Guild dan Elma-san saling berpandangan dan
menghela napas panjang.
"Yah,
dia kan peringkat S."
"Benar
juga. Karena dia peringkat S, tidak aneh jika dia memiliki banyak barang
berharga, tapi..."
Aku tidak
terlalu mengerti, tapi sepertinya mereka sudah paham. Akhirnya, setelah
menyelesaikan laporan dengan aman, kami pun meninggalkan gedung guild.
"Ah, hari
ini melelahkan sekali. Aku ingin cepat kembali ke penginapan dan
istirahat."
"Aku ingin
makan. Sejak pagi hidungku terus mencium bau babi panggang, aku jadi lapar
sekali."
"Jairo-kun,
itu bukan babi tapi Orc tahu."
"Mirip
saja, kan?"
"Tidak,
babi dan monster itu berbeda."
"Tapi,
apa benar-benar tidak apa-apa?"
Tiba-tiba
Liliera-san memanggilku dengan wajah serius.
"Tentang
apa?"
"Tentang
undead itu. Apa tidak apa-apa membuat laporannya seolah dia sudah
dibasmi?"
Sepertinya
yang ingin ditanyakan Liliera-san adalah tentang Ganei-san.
"Iya,
menurutku akan lebih baik jika Ganei-san dianggap sudah dibasmi."
Benar,
aku memberi tahu Ketua Guild bahwa aku telah membunuh Ganei-san. Tapi tentu
saja itu ada tujuannya.
"Seperti
yang kukatakan sebelum melapor tadi, akan lebih baik jika teknologi Ganei-san
tidak diketahui oleh para bangsawan negeri ini."
Ganei-san
terus melanjutkan penelitian Chimeranya bahkan setelah menjadi undead
demi memusnahkan Malapetaka Putih.
Meski aku tidak
tahu pasti kapan Peradaban Sihir Kuno runtuh, itu berarti Ganei-is telah
meneliti selama ratusan, atau mungkin ribuan tahun.
Walaupun kemajuan
penelitiannya tidak maksimal karena masalah peralatan yang menua dan
keterbatasan bahan dibandingkan masa kejayaannya, penelitian Chimera kuno yang
telah hilang akan terlihat sangat menggiurkan bagi para pemegang kekuasaan.
Jika penguasa
zaman sekarang berhasil membawa Ganei-san ke pihak mereka, mereka kemungkinan
besar akan memberinya fasilitas penelitian terbaru dan anggaran besar demi
menghidupkan kembali penelitian Chimera tipe tempur untuk meningkatkan kekuatan
militer.
Di kehidupanku
yang pertama maupun yang kedua, ada banyak penguasa rakus seperti itu. Di zaman
ini pun, orang-orang semacam itu pasti ada.
"Tapi, aku
sudah tidak ingin Ganei-san melakukan penelitian Chimera untuk tujuan
kehancuran lagi. Jika dia memang ingin melakukannya, aku ingin dia melakukan
penelitian Chimera yang damai."
"Chimera
yang damai, ya. Apa benar Chimera bisa digunakan untuk hal seperti itu?"
"Jika itu
Ganei-san yang sudah meneliti Chimera selamanya, dia pasti bisa."
Saat ini, aku
sudah meminta Ganei-san menuju kampung halamanku. Di sana jarang ada orang yang datang, jadi dia
tidak akan diincar oleh para penguasa.
Selain
itu, orang-orang di desa pasti akan menyambut Ganei-san dengan senang hati.
Aku juga
sudah memberinya surat rekomendasi dariku sebagai jaga-jaga, jadi kurasa dia
tidak akan diserang karena salah paham.
"Aku
ingin Ganei-san menikmati penelitian yang berguna bagi orang banyak mulai
sekarang. Bagaimanapun juga, penelitian demi peperangan itu menyedihkan."
Di
kehidupanku yang kedua, meskipun aku dipanggil sebagai Sang Bijak, sebagian
besar penelitianku hanya bertujuan untuk perang. Aku ingin Ganei-san terbebas
dari belenggu semacam itu.
"Hanya
saja, ada satu hal yang membuatku khawatir."
"Apa?
Soal membebaskan orang itu?"
"Bukan,
soal alat sihir bukti yang kubuat untuk diserahkan ke guild tadi. Aku berpikir
apakah performanya terlalu rendah ya? Demi kredibilitas, apa lebih baik aku
menyerahkan alat sihir yang sedikit lebih bagus sekarang sebagai
gantinya?"
""""""JANGAN
PERNAH LAKUKAN ITU!""""""
Padahal aku baru saja berpikir untuk memberikan barang yang lebih pantas sebagai bukti, tapi entah kenapa semuanya langsung menghentikanku dengan kompak.



Post a Comment