Chapter 166
Serangan Mendadak! Orc Terbang
"Orc
menyerang dari langit sambil terbang!"
Laporan
dari para petualang yang berlari masuk ke Serikat Petualang dengan kondisi
babak belur itu benar-benar sulit dipercaya.
"Eks, Rex-san? Pernah dengar soal Orc terbang?"
"Tidak,
aku juga baru dengar. Bagaimana dengan Liliera-san?"
"Aku
pun baru pertama kali mendengarnya."
Aku
menjawab pertanyaan berbisik Liliera-san sambil menggali ingatan dari
kehidupan-kehidupanku sebelumnya.
Sejauh
yang kutahu, Orc adalah monster babi seperti yang terlihat, dan aku belum
pernah melihat Orc yang terbang menggunakan sihir terbang.
Mungkin
saja mereka menyerang sambil menunggangi monster terbang, tapi mengingat
insting Orc, kurasa mereka bakal memakannya alih-alih memeliharanya.
Terlebih
lagi, tubuh Orc itu berat, jadi mustahil bagi monster biasa untuk membawa
mereka terbang.
"Tenanglah,
mana mungkin Orc bisa terbang."
Para petualang
lain yang tampaknya berpikiran sama denganku mencoba menenangkan rekan-rekan
mereka yang melapor dengan panik.
"Ini
benar! Sumpah, Orc benar-benar terbang dan menyerang kami! Kami juga bingung
dan kaget setengah mati, tapi kami benar-benar diserang!"
Para
petualang yang terluka itu memohon dengan sangat putus asa, sama sekali tidak
terlihat sedang berbohong.
""""...""""
Namun,
semua orang tetap skeptis dengan istilah "Orc terbang", dan mereka
hanya melihat dari kejauhan tanpa tahu harus bereaksi bagaimana.
Benar
juga, meskipun mereka bisa terbang, rasanya sulit dipercaya petualang
berpengalaman bisa kalah telak hanya oleh Orc biasa.
"Tolong
tenanglah. Di mana... tepatnya Orc terbang itu menyerang kalian?"
Elma-san
menyela di tengah keributan itu.
"Terlepas
dari kredibilitas kesaksiannya, fakta bahwa mereka diserang adalah kenyataan.
Kalau begitu, berbagi informasi adalah prioritas utama."
"A-ah,
benar..."
"Ka-kamu
benar."
"Kamu!
Pergi ke gereja dan bawa praktisi sihir pemulihan ke sini!"
"Ba-baik!"
Elma-san
memanggil stafnya dan memerintahkan untuk memanggil bantuan dari gereja.
"Ah,
biarkah aku yang mengobati!"
Norb-san
yang tersadar oleh kata-kata Elma-san segera merapal sihir pemulihan pada
petualang yang terluka.
"...Terima
kasih. Rasa sakitnya hilang."
"Sama-sama."
"Terima
kasih, Norb-san. Nah, bisakah kalian ceritakan kejadian saat diserang Orc
itu?"
"Ya. Kami
diserang di dataran sekitar satu jam perjalanan ke arah barat dari sini."
"Satu jam!?
Di tempat sedekat itu!?"
Mata Elma-san
membelalak karena lokasi serangan yang tidak terduga dekatnya.
"Ya, kami
juga tidak menyangka akan diserang di tempat seperti itu. Apalagi dari langit,
padahal tidak ada pohon atau tebing tinggi di sekitarnya."
"Lalu,
apakah kalian sudah memberitahu penjaga gerbang kota?"
"Sudah,
tentu saja. Karena kami lari ke kota dalam keadaan berlumuran darah, mereka
langsung bertanya. Mereka
bilang akan mengumpulkan orang dan segera berangkat untuk pembasmian.
Rekan-rekanku yang luka parah sedang dirawat di pos penjaga. Karena lukaku yang
paling ringan, aku datang ke sini untuk melapor."
"...Tentu
saja. Dalam skenario terburuk, pelancong atau pedagang yang berjalan di jalan
raya bisa ikut diserang, jadi para penjaga pasti terkejut."
Elma-san
tampak berpikir sejenak, lalu kembali menatap petualang itu.
"Saya
konfirmasi sekali lagi, kalian diserang dari atas oleh Orc di dataran yang
berjarak satu jam ke arah barat."
"Ya,
benar. Kejadiannya mendadak sekali, jadi kami tidak tahu pasti bagaimana mereka
terbang. Tapi wajah babi dan
pekikan itu pasti milik Orc."
"Baiklah.
Saya akan melaporkan hal ini kepada Ketua Serikat. Semuanya, seperti yang kalian dengar,
tampaknya ada Orc dengan metode serangan misterius di dataran barat. Karena
para penjaga juga sedang menuju ke sana, tolong hindari pergi ke dataran barat
jika tidak ada keperluan mendesak demi menghindari masalah."
"Oke~"
"Yah,
masa bodoh dengan penjaga, tapi aku tidak mau cari masalah dengan ordo
ksatria."
Para petualang
menjawab arahan Elma-san dengan nada malas. Begitu Elma-san menghilang ke
bagian dalam gedung, para petualang serentak berdiri dan menyerbu papan
permintaan.
"Uwoh!?
Apa-apaan ini mendadak!?"
"Eh?
Eh?"
Jairo-kun dan
yang lainnya terkejut melihat pergerakan tiba-tiba para petualang. Jujur aku
juga kaget. Ada apa sebenarnya?
"Itu karena
mereka semua mau pergi ke dataran barat."
Liliera-san
menjawab kebingungan kami.
"Eh? Tapi
tadi kan dibilang jangan ke sana..."
"Ya,
dia bilang begitu kan? 'Kecuali yang ada keperluan'. Artinya, kalau punya
keperluan, boleh ke sana."
"""""Begitu
ya."""""
"Tapi
dia juga bilang ada monster berbahaya dan jangan sampai buat masalah dengan
penjaga, kan? Kalau begitu tidak perlu repot-repot mengambil permintaan di
dataran barat. Kalau terjadi sesuatu, bukannya kita akan ditegur keras?"
Mendengar
keraguan Norb-san, Jairo-kun dan yang lainnya mengangguk setuju. Jujur, aku
juga punya keraguan yang sama.
"Hahaha,
bocah yang jujur sekali."
Seorang
petualang yang memegang kertas permintaan ikut bergabung dalam percakapan.
"Itu
tadi kode rahasia dari Elma-chan agar kami pergi mengumpulkan informasi sambil
berhati-hati agar tidak bentrok dengan para penjaga."
"""""Kode
rahasia!?"""""
"Ya.
Saat terjadi masalah besar yang membuat penguasa atau negara bergerak, Serikat
seringkali mendapat permintaan yang merepotkan. Agar kita tidak dimanfaatkan
oleh atasan yang tidak tahu situasi lapangan, kami butuh informasi sebagai
bahan negosiasi. Itu demi kebaikan Serikat dan juga kami para petualang."
"""""Heee~"""""
Jadi
begitu ya maknanya.
"Lagipula,
semua tindakan petualang adalah tanggung jawab pribadi. Pada dasarnya Serikat
tidak punya hak untuk menghalangi pergerakan petualang, kan? Kecuali area
terlarang yang dilarang negara untuk dimasuki."
"Begitulah
ceritanya. Omong-omong, melaporkan informasi yang didapat ke Serikat tidak
langsung memberi imbalan tambahan, tapi harga beli material mungkin tiba-tiba
naik, atau bisa mempengaruhi penilaian kenaikan peringkat."
Meskipun
dibilang "mungkin", intinya itu benar-benar mempengaruhi penilaian.
"Peringkat
atas juga dinilai dari kontribusi ke Serikat. Seperti Rex-san yang membuka
jalan raya menembus Hutan Monster, itu pencapaian luar biasa yang memastikan
kenaikan ke Rank S. Padahal normalnya itu rencana yang butuh waktu seumur
hidup."
"Ah,
masuk akal. Kalau dijelaskan begitu aku jadi paham."
"Begitu
ya, jadi normalnya orang menumpuk prestasi kecil seperti ini untuk naik
peringkat."
"Aku
jadi paham kenapa semuanya langsung berdiri serentak."
"Ya,
kesempatan untuk berkontribusi secara pasti itu penting."
Lalu, Jairo-kun
dan yang lainnya menatapku.
"Kalau
begitu,"
"Demi
menaikkan peringkat kami,"
"Pekerjaan
di dataran barat ini,"
"Akan kami
ambil!"
"Ah, ya,
kurasa itu bagus."
"..."
Semua
orang sangat bersemangat pergi demi naik peringkat. Begitulah ceritanya, kami
pun memutuskan untuk mencari Orc terbang misterius itu di dataran barat.
◆
"Kalau
begitu, mari kita cari Orc yang dirumorkan itu."
Setelah mengambil
permintaan di dataran barat seperti petualang lainnya, kami segera keluar kota
dan menuju lokasi di mana monster itu terlihat.
"Sial,
saingannya banyak sekali di mana-mana. Padahal kita sudah terbang ke
sini."
Jairo-kun tampak
kesal melihat petualang lain sudah tiba lebih dulu.
"Mau
bagaimana lagi. Kita kan terlambat gara-gara antrean di loket."
"Mereka
membawa kuda. Begitu dengar kata-kata staf loket, mereka langsung
bergerak."
"Dalam
hal ini, kita memang masih kalah setingkat dari para senior veteran."
Meguri-san
dan Norb-san memuji ketangkasan orang-orang yang tiba lebih dulu dengan jujur.
Benar juga, daya gerak, atau tepatnya kecepatan pengambilan keputusan mereka
luar biasa.
"Tapi
rasanya kita tidak perlu khawatir, kan?"
Namun, Liliera-san
tampak tidak peduli sama sekali. Apa maksudnya? Padahal kurasa kita sudah
tertinggal cukup jauh?
"Dengar
ya, kita ke sini dengan terbang, kan? Normalnya, terbang itu lebih cepat
daripada naik kuda."
Liliera-san
menunjuk ke arah para petualang di sekitar.
"Artinya,
jarak antara kita dan mereka tidak sejauh yang kalian bayangkan."
"Kalau
dipikir-pikir benar juga..."
"Dan
juga..." Liliera-san menatapku.
"Dengan
sihir pendeteksi Rex-san yang bisa memindai area sangat luas, aku yakin posisi
Orc terbang itu bisa ditemukan dalam sekejap."
"""""...BENAR
JUGA!!"""""
"Jadi,
boleh kami minta tolong, Rex-san?"
"Jika
itu masalahnya."
Aku
menggunakan sihir pendeteksi untuk memeriksa reaksi monster di sekitar. Dan
kemudian...
"Ah,
ada reaksi sekelompok monster di arah barat daya, sekitar tiga puluh menit dari
sini."
"""""CEPAT
SEKALI!"""""
"Dan juga
ada reaksi beberapa manusia. Mungkin para petualang sudah mulai
bertarung."
"Aku sudah
tahu sih, tapi jangkauan sihir pendeteksi Rex-san benar-benar tidak masuk akal
luasnya..."
"Gunu-nu,
padahal sihir pendeteksiku baru bisa menjangkau sekitar 300 meter..."
"Mina,
membandingkan diri dengan Rex itu salah. Kamu sudah cukup hebat."
"Terima
kasih."
Mina-san yang tampak kesal dihibur oleh Meguri-san. Padahal
menurutku jika Mina-san berlatih sedikit lagi, dia bisa mendeteksi dalam skala
beberapa kilometer dengan mudah. Hal seperti ini hanya soal menguasai triknya.
"Baiklah! Kalau begitu ayo segera ke sana!"
Kami terbang ke angkasa dan menuju lokasi di mana monster
yang diduga Orc terbang itu berada.
"Ah,
itu!"
Meguri-san segera
menemukan sesuatu dan menunjuk ke arah kejauhan.
"Ada
beberapa makhluk terbang di sana. Dari siluetnya tidak terlihat seperti burung,
apa itu targetnya?"
"Seperti
kata Rex, ada manusia di bawah... ya, jelas sekali mereka sedang
bertarung!"
"Ayo
cepat bantu mereka!"
Kami
bergegas menuju lokasi untuk menyelamatkan orang-orang yang diserang.
"Tunggu
dulu semuanya! Mungkin saja mereka tidak sedang kesulitan. Kalau begitu, meskipun niat kita baik,
mereka mungkin berpikir kita merebut mangsa mereka. Jadi, aturannya adalah
mengonfirmasi dulu sebelum menyerang musuh!"
Ups, benar juga. Merebut mangsa orang lain bisa
jadi masalah besar.
"Dimengerti,
Liliera-san!"
"Oke!
Aku paham! Intinya sebelum menyerang, teriak saja mau bantu, kan?"
"Ya, begitu
saja cukup!"
Saat kami semakin
dekat, situasi di lapangan mulai terlihat jelas.
"Zirah
itu... para penjaga kota?"
Yang diserang
monster ternyata adalah para penjaga gerbang Kota Togai.
"Sepertinya
mereka bukan petualang yang berangkat lebih dulu."
"Bagus,
kalau begitu tidak akan ada masalah rebutan mangsa!"
"Permisiii!
Apa perlu bantuaaa... n?"
Aku hendak
langsung memberi bantuan, tapi di sana aku melihat pemandangan yang sangat aneh
sampai meragukan mataku sendiri.
"A-apa-apaan
itu!?"
Yang menyerang
para penjaga itu memang benar-benar Orc.
"I-itu...
Orc... kan?"
Tapi, itu adalah
Orc dengan wujud aneh yang memiliki sayap besar seperti malaikat di
punggungnya. Mereka memenuhi langit seperti kawanan burung.
"Orc
bersayap!?"
"Apa-apaan
itu!? Aku tidak pernah melihat atau mendengar soal Orc seperti itu!"
"Buomoooh!"
Orc bersayap itu
mengepakkan sayap mereka dan menukik menyerang para penjaga di bawah. Sayapnya jelas-jelas mengepak,
mereka benar-benar terbang dengan sayap itu!?
Wujud
mereka mengingatkanku pada Kaum Langit yang kutemui di pulau melayang, tapi
berbeda dengan sayap buatan mereka, sayap para Orc ini terlihat asli. Bagaimana mungkin Orc seperti itu ada...
Perkataan
petualang tadi ternyata benar!
"Hei,
daripada bengong, bukannya gawat kalau tidak segera menolong mereka!?"
Jairo-kun
menegur kami dengan tenang. Benar juga! Ada orang-orang yang terluka, kami
harus segera menolong mereka!
"Be-benar juga! Pertama, mari basmi Orc bersayap
itu!"
Meskipun begitu, jika tiba-tiba ikut campur, bisa jadi
masalah dengan para penjaga seperti yang dikatakan Elma-san. Aku harus
memanggil mereka dulu.
"Kami bantu!"
Sambil berteriak lantang, aku menggunakan sihir penguat
tubuh dan menendang jauh Orc yang hendak menyerang penjaga.
"O-uoh!?"
"Kami
petualang dari Serikat! Kebetulan kami mengambil permintaan di sekitar sini dan
datang membantu saat melihat kalian diserang! Apa bantuan kami
mengganggu?"
"Tidak, ini
sangat membantu! Terima kasih atas bantuannya!"
Syukurlah,
sepertinya tidak akan ada masalah.
"Jumlahnya
banyak! Pertama, mari kita jatuhkan mereka ke tanah!"
Aku memberi
instruksi kepada teman-teman untuk menjatuhkan Orc terbang itu. Musuh terbang
harus dijatuhkan ke tanah, itu adalah dasar pertarungan!
"Gravity
Fall!"
Aku merapal sihir
gravitasi dan menghempaskan para Orc terbang itu ke tanah.
""""Buomoooh!?""""
Para Orc yang
tiba-tiba merasa tubuhnya berat tidak mampu lagi terbang dan jatuh berdentum ke
permukaan.
"Tunggu,
apa-apaan!? Itu jelas sihir area, tapi para penjaga yang ada di dalam area
serangan tidak kenapa-napa!?"
Seperti yang
dikatakan Mina-san, Orc yang jatuh ke tanah masih terkena dampak sihir
gravitasi, tapi para penjaga baik-baik saja.
"Iya, sihir
Gravity Fall ini hanya menghentikan target yang ditentukan di awal dalam area
jangkauan dengan gravitasi untuk waktu tertentu. Jadi kalau aku menentukannya
di udara, para penjaga di bawah tidak akan terkena dampaknya."
"Dia
menjelaskan sihir yang jelas-jelas rumit itu dengan santainya!?"
Tidak serumit
itu, kok.
"Baiklah,
maju—!"
"Cepat
habisi!"
"Kyu-kyuuu!"
Jairo-kun dan
yang lainnya yang menunggu di bawah langsung menyerang para Orc seolah sudah
tidak sabar.
"""Bu-buomoooh!"""
"Haha!
Begitu jatuh ke tanah, kalian cuma Orc biasa!"
"Hmm,
bukan lawan berat."
"Kyuuu!"
"Buomoooh!!"
Ada satu
ekor yang sayapnya sedang digerogoti oleh Mofumofu, tapi yah, dia membantu
mengurangi musuh jadi tidak apa-apa.
Dengan
begitu, para Orc yang gerakannya dikunci oleh sihir gravitasiku dikalahkan satu
per satu tanpa bisa memberi perlawanan berarti.
"Area
Heal!"
"Ooh,
lukaku!"
"Maaf,
terima kasih bantuannya..."
Selagi kami
menghadapi Orc, Norb-san mengobati para penjaga. Dan saat pengobatan selesai,
pembasmian para Orc pun tuntas.
"Kerja bagus
semuanya."
"Yah, bukan
lawan yang berat."
"Benar,
awalnya kaget karena penampilannya, tapi setelah bertarung ternyata cuma begitu
saja."
"Kyu-kyuuu!"
Mofumofu naik ke
atas bangkai Orc terbang sambil mengunyah sayapnya, seolah ingin bilang kalau
itu bukan masalah besar.
Padahal itu mau
diserahkan sebagai bukti, tapi biarlah kalau itu bagian yang diburu Mofumofu
sendiri. Lagipula bangkai Orc terbangnya masih banyak.
"Omong-omong,
tadi Jairo-kun tenang sekali ya. Meskipun bertemu monster yang belum pernah
dilihat, kamu tetap tenang dan memberi usul apa yang harus dilakukan."
Aku memuji
keputusan tenang Jairo-kun. Jairo-kun tertawa malu-malu lalu berkata:
"Yah, tidak
sehebat itu. Aku cuma pikir, meskipun ada monster yang tidak kuketahui, Kakak
yang serba tahu pasti tahu soal mereka. Daripada kaget gara-gara hal yang tidak
tahu, lebih baik bertarung, kalahkan mereka, baru pikirkan setelahnya."
"Ah, jadi
begitu alasannya..."
Ternyata bukan
karena tidak kaget dengan situasi, tapi dia memutuskan untuk masa bodoh saja
meskipun tidak tahu.
Di satu sisi aku
khawatir dengan masa depan Jairo-kun, tapi dia kan punya Mina-san dan yang
lainnya.
Mungkin itulah
yang namanya kelompok, menyerahkan peran tertentu pada orang lain.
"Kalian."
Para penjaga kota
menghampiri kami.
"Apa ada
yang terluka parah?"
"Tidak.
Berkat kalian kami selamat."
"Syukurlah
kalau begitu."
Berkat pengobatan
Norb-san, sepertinya semua penjaga selamat.
"Tapi luar
biasa. Orc terbang yang aneh dan merepotkan itu bisa dikalahkan dengan begitu
mudah..."
"Penampilannya
memang aneh, tapi selain bisa terbang mereka cuma Orc biasa. Lawan yang bisa
dikalahkan normal kalau sudah dijatuhkan ke tanah."
"Bagi kami
menjatuhkannya saja bukan hal mudah... bagaimanapun, terima kasih. Kalian
penyelamat nyawa kami."
Dipuji sampai
begitu membuatku merasa malu.
"Berkat
kalian, wasiat Kapten yang mempertaruhkan nyawa agar kami bisa kabur tidak
terbuang sia-sia."
Eh? Apa
maksudnya? Apa masih ada orang lain yang diserang monster?
"Apa
maksudnya Kapten?"
"Ya, kami
datang ke sini untuk menyelidiki apakah masih ada sisa-sisa Kekaisaran Orc.
Tapi tiba-tiba kami diserang oleh monster Orc yang belum pernah kami lihat.
Saat kami hampir musnah, Kapten menjadikan dirinya umpan dan memerintahkan kami
untuk membawa pulang informasi ini."
"Apa
katamu!? Kita harus segera menolongnya!"
"Kami sangat
ingin melakukannya, tapi kami harus membawa pulang informasi tentang monster
itu. Juga soal Orc terbang tadi. Lagipula, menghadapi monster itu, Kapten
mungkin sudah tidak selamat..."
"Jangan
bicara sembarangan! Kapten itu mantan petualang Rank A, tahu!"
"Benar!
Apalagi dia punya zirah Naga. Dengan itu dia pasti bisa bertahan menghadapi
monster itu!"
Salah satu
penjaga bergumam kesal, sementara yang lain berteriak bahwa Kapten yang menjadi
umpan itu pasti masih hidup.
Tunggu, eh?
Ciri-ciri itu, rasanya aku pernah dengar...
"Mantan Rank A? Dan zirah Naga?"
"Ya. Kapten dulunya petualang, dan dalam petualangan
beratnya dia mendapatkan zirah dari material Naga, juga melakukan pencapaian
hebat seperti mengalahkan monster Rank B sendirian, sampai akhirnya dia
direkrut langsung menjadi ksatria oleh Tuan Baron!"
"Anu...
siapa nama orang itu...?"
Jangan-jangan...
"""Kapten
Aug!!"""
"""""SUDAH
KUDUGA!!"""""
Ternyata itu Aug-san—!!



Post a Comment