NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 10 Bonus Chapter

Cerita Tambahan

Hari Memancing yang Cerah di Langit


"Ternyata ikan yang baru ditangkap memang rasanya luar biasa ya."

Setelah membereskan masalah Yukinojo-san dan yang lainnya, kami kembali ke kota pelabuhan tempat toko Seibei-san berada untuk memenuhi tujuan awal kami datang ke Negeri Timur. Karena mumpung sedang berada di kota pesisir, kami memutuskan untuk menikmati hasil laut bersama-sama.

Menikmati bahan makanan lokal langsung di tempatnya memang yang terbaik. Teksturnya jauh lebih kenyal dan segar dibandingkan ikan yang sudah dikirim jauh ke pedalaman.

"Oho, pelanggan sekalian! Jangan puas dulu dengan yang ini! Bintang utamanya adalah ini, Big Maguro!"

Pelayan restoran itu membawa seekor ikan yang saking besarnya hingga memenuhi seluruh permukaan meja.

"Wah, besar sekali! Ikan sebesar ini tidak pernah kulihat di dekat desa kami," seru Mina-san.

"Benar. Di sungai dekat desa kita, ikan-ikannya bahkan lebih kecil daripada hidangan pembuka tadi," tambah Norb-san.

Semua orang sangat bersemangat melihat Big Maguro untuk pertama kalinya.

"Hahaha! Ini adalah ikan yang tumbuh di lautan luas! Tentu saja ukurannya jadi raksasa!" ujar sang pelayan bangga.

"Aku pikir aku sudah terbiasa melihat makhluk besar setelah melawan Kraken, tapi melihat ikan biasa jadi sebesar ini tetap saja membuatku kaget," kata Liliera-san.

Memang benar. Justru karena kita sudah familiar dengan bentuknya, perubahan ukuran yang ekstrem terkadang membuat kita tercengang.

"Paman, bagaimana cara menangkap ikan sebesar ini? Kalau pakai alat pancing biasa pasti patah, kan?" tanya Jairo-kun penasaran.

"Tidak, ini ditangkap dengan alat pancing, kok!"

"Eeeh!? Ikan sebesar ini!?"

"Bukan alat pancing kecil untuk ikan sungai, tentu saja. Kami menggunakan joran tebal khusus untuk buruan besar. Tentu saja tali pancingnya juga sangat kuat! Dengan itu, kami menaklukkan dan menarik Big Maguro yang mengamuk!"

"Uwooo, serius!? Aku juga ingin mencoba memancingnya!!"

Mendengar cerita pelayan itu, Jairo-kun yang sangat bersemangat langsung berdiri.

"Baiklah, sudah kuputuskan! Semuanya, ayo kita pergi memancing!!"

Begitulah ceritanya, kami akhirnya memutuskan untuk pergi memancing.

"Lalu, kenapa kau juga ada di sini?"

Saat kami tiba di pelabuhan untuk menyewa kapal pancing, entah kenapa Yukinojo-san dan Haruomi-san sudah berdiri di sana.

"Fuh, aku dengar Mina akan pergi memancing. Aku juga akan ikut!"

"Bekerjalah sana," timpal Mina-san ketus.

"Aku benar-benar minta maaf atas kelakuan adik bodohku ini..." Haruomi-san menghela napas sambil meminta maaf dengan wajah malu.

"Fuhahaha! Begini-begini, aku sangat ahli dalam memancing. Aku mungkin kalah dalam hal pedang, tapi kalau memancing, aku tidak akan kalah! Rex, Jairo!"

"Heh, boleh juga nyalimu!"

Sepertinya Yukinojo-san dan Jairo-kun sudah benar-benar akrab.

"Berangkaaaat!!"

Atas komando Yukinojo-san, kapal bekas bajak laut itu melayang ke udara dan meluncur menuju lepas pantai.

"Hahaha, kapal terbang ini memang luar biasa! Kita bisa sampai ke sarang ikan besar dalam sekejap!"

Tiba-tiba Yukinojo-san teringat sesuatu.

"Mumpung sedang bersama, bagaimana kalau kita bertaruh siapa yang bisa menangkap ikan paling besar!"

"Hee, ide bagus. Aku terima tantangannya!!" sahut Jairo-kun.

Keduanya menyeringai penuh percaya diri, mengangkat joran mereka ke langit seolah bersumpah akan menangkap buruan terbesar.

"Heheh, aku mulai bersemangat! Kakak, tolong bawa kami ke tempat ikan paling besar berada!"

"Tentu, serahkan padaku!"

Memancing buruan besar, ya? Kalau begitu, tempat itu sepertinya cocok. Aku menggerakkan kapal menuju titik yang kurasa dihuni oleh monster-monster raksasa.

"Eh? Lho? Kenapa ke sini?"

Begitu sampai di koordinat tujuan, aku mengaktifkan Magic Anchor untuk mengunci posisi kapal.

"Kita sampai. Nah, mari kita mulai."

Aku melepaskan kemudi dan berjalan ke geladak, namun entah kenapa semua orang menatapku dengan wajah bingung.

"Lho? Ada apa dengan kalian?"

"He-hei, Rex-san. Kita datang untuk memancing, kan?"

"Iya, benar."

"Eeto, kalau begitu, kenapa kita datang ke tempat seperti ini?"

"Kenapa? Tentu saja untuk menangkap ikan besar."

"Maksudku, sebelum soal ikan, bukankah ini DI ATAS AWAN!?"

Ya, tempat yang kutuju adalah tepat di atas lautan awan yang sangat luas.

"Iya. Karena kalian ingin buruan besar, kupikir Memancing Lautan Awan adalah yang terbaik."

"""""""MEMANCING LAUTAN AWAN?"""""""

Memancing lautan awan, sesuai namanya, adalah kegiatan memancing dari atas samudra awan. Aku menyiapkan joran, lalu mengayunkannya menuju titik yang tampak menjanjikan.

"Eh? Serius nih?"

"Memasukkan pancing ke dalam awan? Apa kita mau memancing burung?"

"Aku... punya firasat buruk soal ini."

Entah kenapa, meski aku sudah mulai memancing, yang lain hanya diam mematung. Are? Jangan-jangan ini pertama kalinya mereka memancing di lautan awan?

"Memancing di lautan awan sama saja dengan memancing biasa, kok. Cukup jatuhkan kail ke titik yang ada ikannya."

"B-begitukah...?"

Yah, kalau aku berhasil mendapatkan sesuatu, mereka pasti akan paham caranya. Nah, mari kita incar buruan besar!

Setelah menunggu beberapa saat, aku merasakan getaran halus pada joranku.

"Oh, sepertinya sudah ada yang datang!"

Sesaat setelah pelampung bergerak sedikit, joranku langsung melengkung tajam dengan kekuatan yang luar biasa. Aku segera memperkuat tubuhku dan joran dengan sihir Body Reinforcement.

Tali pancing yang terhubung dengan mangsa langsung menegang kencang, membuat joran meliuk ke kanan dan ke kiri seolah-olah kapal akan ikut terseret.

"Tidak akan kulepaskan!"

Tapi karena joran ini sudah diperkuat, tidak perlu takut akan patah. Begitu juga dengan tali dan mata kailnya. Dan sesaat kemudian, permukaan lautan awan berguncang hebat.

"A-apa itu!?"

Membelah lautan awan yang putih bersih, sebuah bayangan hitam raksasa muncul ke permukaan.

"Eh? Apa itu? Sebuah pulau?"

Bagus, tubuhnya melengkung! Sekarang!

"FISH!!"

Aku menarik mangsa itu sekaligus dengan satu sentakan kuat. Begitu tubuh raksasanya melayang di udara, aku menggunakan sihir petir untuk melumpuhkan gerakannya agar tidak mengamuk. Nah, kira-kira apa yang tertangkap ya?

"Benda ini..."

Yang tertangkap adalah ikan dengan tubuh panjang seperti ular.

"Ternyata seekor Cloud Leviathan."

"LEVIATHAN!? Bukankah itu nama monster legendaris dalam mitologi yang bisa menghancurkan dunia dengan tsunami!?"

"Ahaha, yang ini tidak seberbahaya itu, kok. Paling-paling dia hanya menyebabkan badai, hujan lebat, dan angin kencang yang memicu bencana alam."

"""""""ITU SUDAH TERMASUK SANGAT BERBAHAYA TAHU!!"""""""

"Tapi ukurannya kecil ya."

"""""""INI KECIL!?"""""""

"Iya, kalau yang ukuran besar, besarnya bisa dua kali lipat dari ini."

"""""""DUA KALI LIPAT!?"""""""

Benar, Cloud Leviathan yang satu ini adalah individu yang tergolong kecil.

"Hmm, kalau cuma segini tidak masuk hitungan skor. Nah, sana pulang."

Aku menyembuhkan luka Cloud Leviathan itu dengan sihir pemulih, lalu melepaskannya (release) kembali ke lautan awan.

"Eh? Boleh dilepaskan begitu saja? Benda itu?"

"Tentu. Memancing dengan etika itu berarti melepas kembali ikan yang tidak masuk skor atau tidak untuk dimakan."

"Melepas monster seperti itu dianggap sebagai etika dasar ya..."

"Nah, mari kita lanjutkan pertandingannya!"

Dengan ini semuanya pasti sudah paham cara memancing di lautan awan. Sekaranglah saat yang sesungguhnya!

"Aku... mulai sekarang memutuskan untuk tidak akan terbang dekat-dekat awan lagi..." gumam Liliera-san.

"Aku juga..." tambah Norb-san.

"Syukurlah aku tidak bisa terbang..." Meguri-san tampak gemetar.

Setelah itu, yang lain juga mulai memancing, tapi sepertinya keberuntungan mereka sedang buruk hari ini.

Akhirnya, Cloud Leviathan kecil yang kutangkap tadi tetap menjadi buruan terbesar hari ini.

Benar-benar hari yang sial ya, membayangkan ikan sekecil itu bisa menjadi yang paling besar.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close