NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 10 Chapter 2

Chapter 181

Bekas Kapal Bajak Laut, Melaju di Samudra Luas!


Setelah berhasil membalikkan keadaan melawan para bajak laut yang menyamar sebagai kapal dagang, kami pun memutuskan untuk lanjut menuju Negeri Timur.

"Wah, gila! Benar-benar tidak ada apa-apa lagi!"

Jairo-kun berseru kaget karena begitu kapal mencapai laut lepas, tidak ada pemandangan lain yang terlihat di sekeliling.

"Bahkan saat kita menyelidiki Megalo Whale di negara pesisir dulu, daratan masih kelihatan. Tapi sekarang benar-benar tidak ada apa-apa. Laut itu luas sekali, ya."

Liliera-san dan yang lainnya tampak sangat bersemangat melihat luasnya samudra.

"Kalau jatuh ke laut di sini, mungkin kita bakal tenggelam dan mati karena tidak bisa kembali ke darat."

"Ja-jangan bilang hal yang menakutkan begitu!" Norb-san memekik mendengar ucapan Meguri-san yang tiba-tiba.

"Meguri, berhentilah," tegur Mina-san.

"Kalau sejauh ini dari daratan, Sihir Terbang pun tidak akan kuat karena mana kita bakal habis duluan."

"Ka-kalau begitu, tinggal pastikan jangan jatuh dari kapal, kan?"

"Tapi ada risiko terjebak badai. Kabarnya, manusia yang terlempar dari kapal saat badai hampir tidak mungkin selamat."

"Se-serius...?" Jairo-kun menelan ludah mendengar penjelasan Meguri-san.

"Fuf. Makanya aku memakai baju renang pemberian Rex di balik bajuku! Dengan ini, aku tetap bisa bernapas meski jatuh ke dalam air!"

Begitu mengatakannya, Meguri-san melepas atasan dan memamerkan baju renang yang ia kenakan di dalam.

"Kau...! Jenius sekali!"

"Bukan begitu! Tidakkah kau terlalu khawatir? Lagipula itu tidak sopan, cepat pakai lagi bajumu!"

Ya, benar kata Mina-san. Para bajak laut di sekitar sampai melongo dan menatap tajam ke arah Meguri-san yang berbaju renang.

"Sedia payung sebelum hujan. Seorang pencuri harus selalu memikirkan langkah kedua dan ketiga untuk menghadapi kemungkinan terburuk."

"Ya ampun, jadi kau menakut-nakuti kami hanya untuk memamerkan itu ya."

"Bercandanya keterlaluan tahu."

Sadar bahwa gertakan tadi hanyalah pembuka untuk pamer baju renang, semua orang pun menghela napas lelah.

"Lagipula, mana mungkin aku jatuh semudah itu."

"Benar. Lagipula daripada memaksakan diri kembali ke darat, lebih baik kembali ke kapal saja, jadi tidak perlu khawatir soal mana habis."

"Meski bilang begitu, semuanya malah bergegas masuk untuk ganti baju."

Ah, benar juga.

Beberapa hari telah berlalu sejak meninggalkan pelabuhan.

"Ugh, bosan sekali."

Memang benar. Di awal-awal kami sempat memancing atau berburu monster laut yang menyerang untuk dimasak, tapi pada dasarnya di laut lepas itu tidak ada apa-apa. Hiburan sangat minim sehingga kami jadi bosan.

Begitu ya, pantas saja kapal pesiar mewah yang kudengar di rumor itu dibuat sangat besar dan penuh dengan hiburan. Yah, aku sendiri belum pernah naik sih.

"Kak Rex—aku bosan—"

Jairo-kun yang awalnya bilang ini tempat latihan terbaik melawan monster laut pun kini mati gaya. Monster tidak menyerang setiap saat, dan kalau monster lemah, para bajak laut saja sudah cukup untuk mengatasinya.

"Sisa berapa hari lagi sampai Negeri Timur?"

"Kalau tidak salah, butuh waktu satu bulan."

"""Satu bulan~?!"""

Mendengar kebosanan ini harus berlanjut sebulan lagi, kami semua menjerit.

"Uuuh, apa kita terbang saja pakai sihir?"

"Tidak mungkin, terbang sejauh jarak satu bulan itu mustahil."

Karena saking bosannya, Liliera-san yang biasanya tenang sampai mengusulkan hal yang tidak masuk akal.

"U-uuu... aku tidak tahan hidup tanpa menghasilkan uang selama itu..."

"Aaah?! Meguri-san mengalami gejala putus zat karena membayangkan hidup lama tanpa bayaran!"

Eh? Gejala macam apa itu?

"Ngomong-ngomong, kenapa Meguri-san begitu terobsesi pada uang? Dulu kan kau jadi pemeran pengganti Tuan Idra, harusnya tidak perlu khawatir soal uang kan?"

Sejak dulu aku memang penasaran dengan obsesi Meguri-san terhadap uang.

"Sejak kecil, Ibu selalu bilang kalau uang itu harus dicari sendiri..."

"Eh? Bukannya itu hal yang wajar...?"

"Termasuk biaya makan."

"Ternyata tidak wajar?!"

Biaya makan pun cari sendiri?!

"Begitu aku sudah dianggap cukup mandiri, tiba-tiba aku dibuang ke tempat Kakek di desa. Kakek juga hanya memberiku makan sekadarnya agar aku tidak mati kelaparan. Jadi sebelum aku mahir berburu dan meramu, aku makan rumput... tapi karena pahit, aku diam-diam minta makan ke warga desa."

Entah kenapa, aku jadi membayangkan kucing liar yang berkeliling lingkungan untuk minta makan.

"Kyuu."

Lihat itu, si Mofumofu yang merasa kasihan sampai memberikan ikan yang baru ditangkapnya kepada Meguri-san.

"Terima kasih. Makanya begitu jadi petualang dan bisa menghasilkan uang sendiri, aku benar-benar tertolong... Oh ya, kalau biaya selama jadi pemeran pengganti sih ditanggung negara."

Be-begitu ya. Obsesi uang Meguri-san ternyata bersumber dari pendidikan Spartan ibunya.

"Hidup di mana makanan keluar hanya dengan membayar uang dan punya furnitur yang layak itu paling hebat."

Rasanya dia malah jadi agak 'rusak' dengan cara yang berbeda...

"Aduh, bosan sekali~"

Keluhan Jairo-kun mengingatkanku kalau kami semua sedang menganggur.

"Hmm, andai aku boleh memodifikasi kapal ini, mungkin akan lebih mudah."

Tapi mana mungkin...

"""Itu dia—!!"""

"Eeeh?!"

"Benar! Modifikasi kapalnya!"

"Betul sekali! Kapal yang lambatnya minta ampun ini tinggal dimodifikasi oleh Kak Rex!"

Tunggu, Jairo-kun. Para bajak laut di belakang kita menatapmu dengan pandangan tajam, itu berbahaya lho.

"Benar juga, itu poin yang terlewat. Kalau dimodifikasi, kita bisa sampai lebih cepat!"

"Ya, biarkan Rex yang memodifikasinya."

"Benar, itu ide yang bagus."

Ti-tidak, aku cuma bilang itu sebagai perumpamaan. Memodifikasi kapal orang lain tanpa izin itu agak...

"Baik, biar aku yang tanya!"

"Hei, Paman Kapten!"

"Hii?! A-ada apa, Tuan Muda?!"

Kapten kapal menjerit saat Jairo-kun berlari menghampirinya. Padahal seingatku aku tidak pernah melakukan sesuatu yang membuatnya menjerit ketakutan begitu.

"Hei, boleh tidak kapal ini kami modifikasi?"

"Hah? Modifikasi?"

Mendengar kata modifikasi yang tiba-tiba, Kapten memiringkan kepala dan menatapku. Ah ya, wajar kalau dia bingung.

"E-anu, saya berpikir ingin memasang Item Magic untuk meningkatkan kecepatan kapal ini."

"Item Magic?! Tuan punya barang seperti itu?!"

Kok sekarang aku dipanggil "Tuan".

"Iya, jadi saya ingin memodifikasi sedikit bagian kapalnya untuk pemasangan."

"Item Magic... kecepatan naik... pekerjaan jadi cepat selesai...?! Silakan, saya mohon lakukan!"

Kapten mengizinkan modifikasi kapal dengan mata berbinar-binar. Ya ya, bagi pria laut, peningkatan performa kapal sendiri memang sebuah romansa.

"Hahaha! Performa kapal akan naik dengan Item Magic! Horeee!"

"Anu, Rex-san."

Saat Kapten kembali bekerja sambil melompat kegirangan, Liliera-san menghampiriku dengan wajah serius.

"Ada apa, Liliera-san?"

"Bukannya aku tidak setuju, tapi mereka itu kan bajak laut?"

"Iya, benar."

"Kalau kapal mereka dimodifikasi, apa tidak masalah? Mereka bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah dengan kapal itu nanti."

Ah, ternyata Liliera-san mengkhawatirkan hal itu.

"Tidak apa-apa. Begitu sampai di Negeri Timur, kita akan serahkan mereka ke ksatria."

Habisnya mereka kan bajak laut. Harus diserahkan ke pihak yang berwenang.

"Ah, begitu ya. Kalau kau sudah memikirkannya, syukurlah. Maaf bertanya yang aneh-aneh. Benar juga, secara logika memang harusnya begitu."

Liliera-san ini memang tipe pengkhawatir ya.

"Baiklah, kalau begitu ayo kita modifikasi kapalnya!"

Pertama, tentukan tujuannya.

"Utamanya adalah peningkatan kecepatan kapal. Lalu untuk menahan tekanan kecepatan dan berjaga-jaga jika menabrak karang, kekuatan lambung kapal harus ditingkatkan. Karena kecepatan naik akan menambah guncangan, aku perlu memasang mekanisme peredam kejut. Lalu, perlu Barrier Protection agar kru di geladak tidak terlempar jatuh."

Sip, arah modifikasinya sudah terlihat.

"Untuk kecepatan, aku akan gunakan kombinasi sihir angin dan air sebagai dorongan ganda dari angin buritan dan tekanan air. Lalu untuk kemudi, bukan pakai daun kemudi tapi sistem Water Rudder yang menggerakkan air di sekitar dengan sihir."

Setelah rencana matang, aku mengeluarkan bahan-bahan dari kantong sihir dan mulai bekerja.

Dengan sihir, aku menahan bahan dan onderdil di udara sehingga bisa bekerja tanpa terpengaruh guncangan kapal.

Memasang berbagai peralatan sihir yang sudah jadi ke kapal, lalu terbang dengan sihir terbang untuk menempelkan material penguat di bagian-bagian penting kapal.

Setelah semua peralatan sihir terpasang, aku merapalkan sihir penguatan dan perlindungan status ke seluruh badan kapal...

"Selesai!"

"""Cepat banget?!"""

"Eh, dibilang cepat pun ini cuma modifikasi sederhana kok."

"Bukan itu masalahnya! Ini bahkan belum setengah hari sejak kau mulai modifikasi lho!"

"Eh? Serius? Sudah jadi?"

Saat aku mengumumkan modifikasi selesai, entah kenapa semua orang terbelalak.

"Sekilas cuma kelihatan seperti menempelkan beberapa Item Magic dan plat logam di kapal..."

"Karena fungsi yang dibutuhkan semuanya dibantu sihir. Ini bukan modifikasi besar-besaran pada struktur kapal. Kalau mau lebih dari ini, harus masuk dok khusus."

"Berarti, masih bisa dimodifikasi lebih dari ini ya..."

"Tapi tetap saja, ini terlalu cepat..."

Sebenarnya ini adalah teknik modifikasi praktis untuk kapal yang sudah ada, yang kubuat di kehidupanku dua kali yang lalu.

Ini dikembangkan untuk kapal tua yang lebih baik dibangun ulang dari nol, atau untuk situasi darurat yang butuh modifikasi instan.

Kekurangannya adalah performanya masih di bawah kapal tercanggih yang memang didesain khusus.

"Kalau begitu, aku nyalakan ya!"

Begitu Item Magic dinyalakan, fungsi peredam kejut langsung bekerja dan guncangan kapal seketika hilang.

"A-ada apa ini?! Guncangannya hilang?!"

Para bajak laut panik karena kapal tidak lagi bergoyang. Selanjutnya, Wind Barrier untuk mencegah orang jatuh aktif, dan angin di sekitar kapal pun berhenti berembus.

"Ka-kali ini anginnya berhenti?! Apa yang terjadi?!"

"Sejauh ini sesuai rancangan. Baiklah, berangkat!"

Begitu menyalakan Item Magic untuk pergerakan, kapal mulai melaju.

Kecepatannya tidak sebanding dengan sebelumnya, saking cepatnya sampai muncul ilusi seolah awan di langit bergerak dengan kecepatan luar biasa.

"A-awan bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal?! Bagaimana bisa?!"

Bagus, bagus, operasinya lancar. Tiba-tiba saat itu, terdengar suara dentuman keras, DUAAANN!!

"Suara apa itu?!"

Semua orang yang terkejut segera berlari ke pinggir kapal dan menemukan sesuatu.

"I-ini kan Pile Shark, si penghancur kapal?!"

"Hei, ada apa ini?! Pile Shark yang punya daya seruduk dahsyat dan tanduk sekeras baja yang sanggup melubangi kapal perang sekalipun... sekarang hancur lebur seperti pisang penyet?!"

Sepertinya penguatan lambung kapal juga bekerja dengan baik. Jadi hemat waktu tes.

""""A-apa yang sebenarnya terjadiiiiii?!""""

Para bajak laut berteriak kompak dengan harmoni yang indah.

"Tes performa kapal sudah selesai tanpa masalah. Kalau begitu, mari kita melaju dengan kecepatan penuh menuju Negeri Timur."

"Anu, Rex-san. Itu sih bagus, tapi tidak sebaiknya kau jelaskan sedikit pada mereka?" tanya Liliera-san sambil menunjuk para bajak laut.

"Bukankah Kapten sudah menjelaskannya?"

"Tapi sepertinya dia sendiri tidak paham apa yang terjadi."

"Ah, pria laut itu kan biasanya suka bercanda dan mengikuti suasana. Mereka pasti cuma sedang berakting heboh untuk meramaikan tes performa ini."

Di kehidupanku yang dulu pun, para pelaut sangat ahli menghabiskan waktu agar tidak bosan dalam perjalanan jauh.

Jadi bagi mereka, tes performa kapal ini mungkin dianggap seperti sebuah pertunjukan kecil.

Tapi ternyata...

"A-apa-apaan ini semuaaaaaa?!"

Kapten kapal yang lemas sampai terduduk merangkak menghampiriku untuk menanyakan keadaan.

"Apa maksudnya? Saya baru saja selesai memodifikasi kapal dan sedang melakukan uji jalan."

Kapten reaksinya berlebihan sekali. Mana mungkin cuma gara-gara kecepatan kapal naik sedikit saja sampai lemas begitu.

"U-uji jalan?! Ini?! Lagipula kau mulai modifikasi kan baru tadi pagi? Sudah selesai?!"

"Iya, karena cuma modifikasi sederhana."

"I-ini sederhana...?"

Mendengar penjelasanku, Kapten tertegun dengan wajah melongo.

"Ini sederhana...? ...Ini...?"

Rasanya dia agak berlebihan, tapi ya sudahlah kalau dia merasa terhibur.

"Kalau begitu, mari berangkat menuju Negeri Timur!"

Aku memaksimalkan output Item Magic dan melanjutkan perjalanan menuju Negeri Timur dengan kecepatan penuh.

"Gawat, aku sudah terlibat dengan orang yang sangat berbahaya..."

Hmm? Apa maksudmu, Kapten?



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close