Chapter 181
Bekas Kapal Bajak Laut, Melaju di Samudra
Luas!
Setelah
berhasil membalikkan keadaan melawan para bajak laut yang menyamar sebagai
kapal dagang, kami pun memutuskan untuk lanjut menuju Negeri Timur.
"Wah,
gila! Benar-benar tidak ada apa-apa lagi!"
Jairo-kun
berseru kaget karena begitu kapal mencapai laut lepas, tidak ada pemandangan
lain yang terlihat di sekeliling.
"Bahkan saat
kita menyelidiki Megalo Whale di negara pesisir dulu, daratan masih kelihatan.
Tapi sekarang benar-benar tidak ada apa-apa. Laut itu luas sekali, ya."
Liliera-san dan
yang lainnya tampak sangat bersemangat melihat luasnya samudra.
"Kalau jatuh
ke laut di sini, mungkin kita bakal tenggelam dan mati karena tidak bisa
kembali ke darat."
"Ja-jangan
bilang hal yang menakutkan begitu!" Norb-san memekik mendengar ucapan
Meguri-san yang tiba-tiba.
"Meguri,
berhentilah," tegur Mina-san.
"Kalau
sejauh ini dari daratan, Sihir Terbang pun tidak akan kuat karena mana kita
bakal habis duluan."
"Ka-kalau
begitu, tinggal pastikan jangan jatuh dari kapal, kan?"
"Tapi ada
risiko terjebak badai. Kabarnya, manusia yang terlempar dari kapal saat badai
hampir tidak mungkin selamat."
"Se-serius...?"
Jairo-kun menelan ludah mendengar penjelasan Meguri-san.
"Fuf.
Makanya aku memakai baju renang pemberian Rex di balik bajuku! Dengan ini, aku
tetap bisa bernapas meski jatuh ke dalam air!"
Begitu
mengatakannya, Meguri-san melepas atasan dan memamerkan baju renang yang ia
kenakan di dalam.
"Kau...!
Jenius sekali!"
"Bukan
begitu! Tidakkah kau terlalu khawatir? Lagipula itu tidak sopan, cepat pakai
lagi bajumu!"
Ya, benar kata
Mina-san. Para bajak laut di sekitar sampai melongo dan menatap tajam ke arah
Meguri-san yang berbaju renang.
"Sedia
payung sebelum hujan. Seorang pencuri harus selalu memikirkan langkah kedua dan
ketiga untuk menghadapi kemungkinan terburuk."
"Ya ampun,
jadi kau menakut-nakuti kami hanya untuk memamerkan itu ya."
"Bercandanya
keterlaluan tahu."
Sadar bahwa
gertakan tadi hanyalah pembuka untuk pamer baju renang, semua orang pun
menghela napas lelah.
"Lagipula,
mana mungkin aku jatuh semudah itu."
"Benar.
Lagipula daripada memaksakan diri kembali ke darat, lebih baik kembali ke kapal
saja, jadi tidak perlu khawatir soal mana habis."
"Meski
bilang begitu, semuanya malah bergegas masuk untuk ganti baju."
Ah, benar juga.
◆
Beberapa hari
telah berlalu sejak meninggalkan pelabuhan.
"Ugh, bosan
sekali."
Memang benar. Di
awal-awal kami sempat memancing atau berburu monster laut yang menyerang untuk
dimasak, tapi pada dasarnya di laut lepas itu tidak ada apa-apa. Hiburan sangat
minim sehingga kami jadi bosan.
Begitu ya, pantas
saja kapal pesiar mewah yang kudengar di rumor itu dibuat sangat besar dan
penuh dengan hiburan. Yah, aku sendiri belum pernah naik sih.
"Kak Rex—aku
bosan—"
Jairo-kun yang
awalnya bilang ini tempat latihan terbaik melawan monster laut pun kini mati
gaya. Monster tidak menyerang setiap saat, dan kalau monster lemah, para bajak
laut saja sudah cukup untuk mengatasinya.
"Sisa berapa
hari lagi sampai Negeri Timur?"
"Kalau tidak
salah, butuh waktu satu bulan."
"""Satu
bulan~?!"""
Mendengar
kebosanan ini harus berlanjut sebulan lagi, kami semua menjerit.
"Uuuh, apa
kita terbang saja pakai sihir?"
"Tidak
mungkin, terbang sejauh jarak satu bulan itu mustahil."
Karena saking
bosannya, Liliera-san yang biasanya tenang sampai mengusulkan hal yang tidak
masuk akal.
"U-uuu...
aku tidak tahan hidup tanpa menghasilkan uang selama itu..."
"Aaah?!
Meguri-san mengalami gejala putus zat karena membayangkan hidup lama tanpa
bayaran!"
Eh? Gejala macam
apa itu?
"Ngomong-ngomong,
kenapa Meguri-san begitu terobsesi pada uang? Dulu kan kau jadi pemeran
pengganti Tuan Idra, harusnya tidak perlu khawatir soal uang kan?"
Sejak dulu aku
memang penasaran dengan obsesi Meguri-san terhadap uang.
"Sejak
kecil, Ibu selalu bilang kalau uang itu harus dicari sendiri..."
"Eh?
Bukannya itu hal yang wajar...?"
"Termasuk
biaya makan."
"Ternyata
tidak wajar?!"
Biaya makan pun
cari sendiri?!
"Begitu aku
sudah dianggap cukup mandiri, tiba-tiba aku dibuang ke tempat Kakek di desa.
Kakek juga hanya memberiku makan sekadarnya agar aku tidak mati kelaparan. Jadi
sebelum aku mahir berburu dan meramu, aku makan rumput... tapi karena pahit,
aku diam-diam minta makan ke warga desa."
Entah kenapa, aku
jadi membayangkan kucing liar yang berkeliling lingkungan untuk minta makan.
"Kyuu."
Lihat itu, si
Mofumofu yang merasa kasihan sampai memberikan ikan yang baru ditangkapnya
kepada Meguri-san.
"Terima
kasih. Makanya begitu jadi petualang dan bisa menghasilkan uang sendiri, aku
benar-benar tertolong... Oh ya, kalau biaya selama jadi pemeran pengganti sih
ditanggung negara."
Be-begitu
ya. Obsesi uang Meguri-san ternyata bersumber dari pendidikan Spartan ibunya.
"Hidup
di mana makanan keluar hanya dengan membayar uang dan punya furnitur yang layak
itu paling hebat."
Rasanya
dia malah jadi agak 'rusak' dengan cara yang berbeda...
"Aduh, bosan
sekali~"
Keluhan Jairo-kun
mengingatkanku kalau kami semua sedang menganggur.
"Hmm, andai
aku boleh memodifikasi kapal ini, mungkin akan lebih mudah."
Tapi mana
mungkin...
"""Itu
dia—!!"""
"Eeeh?!"
"Benar!
Modifikasi kapalnya!"
"Betul
sekali! Kapal yang lambatnya minta ampun ini tinggal dimodifikasi oleh Kak
Rex!"
Tunggu,
Jairo-kun. Para bajak laut di belakang kita menatapmu dengan pandangan tajam,
itu berbahaya lho.
"Benar juga,
itu poin yang terlewat. Kalau dimodifikasi, kita bisa sampai lebih cepat!"
"Ya, biarkan
Rex yang memodifikasinya."
"Benar, itu
ide yang bagus."
Ti-tidak, aku
cuma bilang itu sebagai perumpamaan. Memodifikasi kapal orang lain tanpa izin
itu agak...
"Baik, biar
aku yang tanya!"
"Hei, Paman
Kapten!"
"Hii?! A-ada
apa, Tuan Muda?!"
Kapten kapal
menjerit saat Jairo-kun berlari menghampirinya. Padahal seingatku aku tidak
pernah melakukan sesuatu yang membuatnya menjerit ketakutan begitu.
"Hei, boleh
tidak kapal ini kami modifikasi?"
"Hah?
Modifikasi?"
Mendengar kata
modifikasi yang tiba-tiba, Kapten memiringkan kepala dan menatapku. Ah ya,
wajar kalau dia bingung.
"E-anu, saya
berpikir ingin memasang Item Magic untuk meningkatkan kecepatan kapal
ini."
"Item
Magic?! Tuan punya barang seperti itu?!"
Kok sekarang aku
dipanggil "Tuan".
"Iya, jadi
saya ingin memodifikasi sedikit bagian kapalnya untuk pemasangan."
"Item
Magic... kecepatan naik... pekerjaan jadi cepat selesai...?! Silakan, saya
mohon lakukan!"
Kapten
mengizinkan modifikasi kapal dengan mata berbinar-binar. Ya ya, bagi pria laut,
peningkatan performa kapal sendiri memang sebuah romansa.
"Hahaha! Performa kapal akan naik dengan Item Magic!
Horeee!"
"Anu, Rex-san."
Saat Kapten kembali bekerja sambil melompat kegirangan, Liliera-san
menghampiriku dengan wajah serius.
"Ada apa, Liliera-san?"
"Bukannya
aku tidak setuju, tapi mereka itu kan bajak laut?"
"Iya,
benar."
"Kalau kapal
mereka dimodifikasi, apa tidak masalah? Mereka bisa menimbulkan kerusakan yang
lebih parah dengan kapal itu nanti."
Ah, ternyata Liliera-san
mengkhawatirkan hal itu.
"Tidak
apa-apa. Begitu sampai di Negeri Timur, kita akan serahkan mereka ke
ksatria."
Habisnya mereka
kan bajak laut. Harus diserahkan ke pihak yang berwenang.
"Ah, begitu
ya. Kalau kau sudah memikirkannya, syukurlah. Maaf bertanya yang aneh-aneh.
Benar juga, secara logika memang harusnya begitu."
Liliera-san
ini memang tipe pengkhawatir ya.
"Baiklah,
kalau begitu ayo kita modifikasi kapalnya!"
Pertama, tentukan
tujuannya.
"Utamanya
adalah peningkatan kecepatan kapal. Lalu untuk menahan tekanan kecepatan dan
berjaga-jaga jika menabrak karang, kekuatan lambung kapal harus ditingkatkan.
Karena kecepatan naik akan menambah guncangan, aku perlu memasang mekanisme
peredam kejut. Lalu, perlu Barrier Protection agar kru di geladak tidak
terlempar jatuh."
Sip, arah
modifikasinya sudah terlihat.
"Untuk
kecepatan, aku akan gunakan kombinasi sihir angin dan air sebagai dorongan
ganda dari angin buritan dan tekanan air. Lalu untuk kemudi, bukan pakai daun
kemudi tapi sistem Water Rudder yang menggerakkan air di sekitar dengan
sihir."
Setelah rencana
matang, aku mengeluarkan bahan-bahan dari kantong sihir dan mulai bekerja.
Dengan sihir, aku
menahan bahan dan onderdil di udara sehingga bisa bekerja tanpa terpengaruh
guncangan kapal.
Memasang berbagai
peralatan sihir yang sudah jadi ke kapal, lalu terbang dengan sihir terbang
untuk menempelkan material penguat di bagian-bagian penting kapal.
Setelah semua
peralatan sihir terpasang, aku merapalkan sihir penguatan dan perlindungan
status ke seluruh badan kapal...
"Selesai!"
"""Cepat
banget?!"""
"Eh,
dibilang cepat pun ini cuma modifikasi sederhana kok."
"Bukan itu
masalahnya! Ini bahkan belum setengah hari sejak kau mulai modifikasi
lho!"
"Eh? Serius?
Sudah jadi?"
Saat aku
mengumumkan modifikasi selesai, entah kenapa semua orang terbelalak.
"Sekilas
cuma kelihatan seperti menempelkan beberapa Item Magic dan plat logam di
kapal..."
"Karena
fungsi yang dibutuhkan semuanya dibantu sihir. Ini bukan modifikasi besar-besaran pada
struktur kapal. Kalau mau lebih dari ini, harus masuk dok khusus."
"Berarti,
masih bisa dimodifikasi lebih dari ini ya..."
"Tapi tetap
saja, ini terlalu cepat..."
Sebenarnya ini
adalah teknik modifikasi praktis untuk kapal yang sudah ada, yang kubuat di
kehidupanku dua kali yang lalu.
Ini dikembangkan
untuk kapal tua yang lebih baik dibangun ulang dari nol, atau untuk situasi
darurat yang butuh modifikasi instan.
Kekurangannya
adalah performanya masih di bawah kapal tercanggih yang memang didesain khusus.
"Kalau
begitu, aku nyalakan ya!"
Begitu Item Magic
dinyalakan, fungsi peredam kejut langsung bekerja dan guncangan kapal seketika
hilang.
"A-ada apa
ini?! Guncangannya hilang?!"
Para bajak laut
panik karena kapal tidak lagi bergoyang. Selanjutnya, Wind Barrier untuk
mencegah orang jatuh aktif, dan angin di sekitar kapal pun berhenti berembus.
"Ka-kali ini
anginnya berhenti?! Apa yang terjadi?!"
"Sejauh ini
sesuai rancangan. Baiklah, berangkat!"
Begitu menyalakan
Item Magic untuk pergerakan, kapal mulai melaju.
Kecepatannya
tidak sebanding dengan sebelumnya, saking cepatnya sampai muncul ilusi seolah
awan di langit bergerak dengan kecepatan luar biasa.
"A-awan
bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal?! Bagaimana bisa?!"
Bagus, bagus, operasinya lancar. Tiba-tiba saat itu, terdengar suara dentuman
keras, DUAAANN!!
"Suara apa
itu?!"
Semua orang yang
terkejut segera berlari ke pinggir kapal dan menemukan sesuatu.
"I-ini kan
Pile Shark, si penghancur kapal?!"
"Hei, ada
apa ini?! Pile Shark yang punya daya seruduk dahsyat dan tanduk sekeras baja
yang sanggup melubangi kapal perang sekalipun... sekarang hancur lebur seperti
pisang penyet?!"
Sepertinya
penguatan lambung kapal juga bekerja dengan baik. Jadi hemat waktu tes.
""""A-apa
yang sebenarnya terjadiiiiii?!""""
Para
bajak laut berteriak kompak dengan harmoni yang indah.
"Tes
performa kapal sudah selesai tanpa masalah. Kalau begitu, mari kita melaju
dengan kecepatan penuh menuju Negeri Timur."
"Anu,
Rex-san. Itu sih bagus, tapi tidak sebaiknya kau jelaskan sedikit pada
mereka?" tanya Liliera-san sambil menunjuk para bajak laut.
"Bukankah
Kapten sudah menjelaskannya?"
"Tapi
sepertinya dia sendiri tidak paham apa yang terjadi."
"Ah, pria
laut itu kan biasanya suka bercanda dan mengikuti suasana. Mereka pasti cuma sedang berakting
heboh untuk meramaikan tes performa ini."
Di
kehidupanku yang dulu pun, para pelaut sangat ahli menghabiskan waktu agar
tidak bosan dalam perjalanan jauh.
Jadi bagi
mereka, tes performa kapal ini mungkin dianggap seperti sebuah pertunjukan
kecil.
Tapi
ternyata...
"A-apa-apaan
ini semuaaaaaa?!"
Kapten kapal yang
lemas sampai terduduk merangkak menghampiriku untuk menanyakan keadaan.
"Apa
maksudnya? Saya baru saja selesai memodifikasi kapal dan sedang melakukan uji
jalan."
Kapten reaksinya
berlebihan sekali. Mana mungkin cuma gara-gara kecepatan kapal naik sedikit
saja sampai lemas begitu.
"U-uji
jalan?! Ini?! Lagipula kau mulai modifikasi kan baru tadi pagi? Sudah
selesai?!"
"Iya, karena
cuma modifikasi sederhana."
"I-ini
sederhana...?"
Mendengar
penjelasanku, Kapten tertegun dengan wajah melongo.
"Ini sederhana...? ...Ini...?"
Rasanya dia agak
berlebihan, tapi ya sudahlah kalau dia merasa terhibur.
"Kalau
begitu, mari berangkat menuju Negeri Timur!"
Aku memaksimalkan
output Item Magic dan melanjutkan perjalanan menuju Negeri Timur dengan
kecepatan penuh.
"Gawat,
aku sudah terlibat dengan orang yang sangat berbahaya..."
Hmm? Apa maksudmu, Kapten?



Post a Comment