NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 9 Chapter 11

Chapter 171

Material Hitam


Keesokan paginya, setelah bergabung dengan Aug-san, kami menuju bengkel Goldov-san.

"Sialan mereka semua, memesan makanan dan minuman gila-gilaan tanpa sungkan sedikit pun..."

Aug-san tampak berkaca-kaca karena dompetnya terkuras habis akibat perjamuan dadakan tadi malam yang penuh pesanan alkohol dan makanan mahal.

"Ahaha, apa dompet Anda baik-baik saja?"

"O-oi!? Jangan khawatir. Aku sudah cek harga pasar sisik Naga, dan aku sudah menyisihkan uang untuk membayarmu dan Tuan Goldov dengan benar. Begini-begini aku ini seorang Ksatria, tahu? Gajiku cukup tinggi!"

Aug-san mengacungkan jempolnya sambil tertawa, meyakinkanku bahwa dia baik-baik saja.

"Hee, ternyata gaji ksatria sebesar itu ya! Luar biasa Aug-san!"

"Hahaha, begitulah! ...Untunglah aku sempat menabung banyak dari berburu monster saat masih punya perlengkapan Naga dulu."

Di kehidupanku yang dulu, aku dengar dari para ksatria bahwa ksatria yang berasal dari rakyat jelata gajinya kecil, tapi sepertinya sekarang sudah berbeda.

"Bukan masalah ksatria-nya, tapi status 'mantan petualang Rank A' itu yang berpengaruh besar," sahut Liliera-san.

Jairo-kun dan yang lainnya pergi ke Serikat Petualang untuk mengambil permintaan lain, tapi Liliera-san ikut dengan kami karena dia penasaran dengan perlengkapan baru Aug-san.

"Begitukah?"

"Iya, petualang peringkat tinggi itu ibarat kemampuannya sudah terjamin. Bagi pemberi kerja, mereka lebih bisa diandalkan daripada tentara bayaran sembarangan. Apalagi Rank A, itu praktis peringkat tertinggi yang bisa diraih. Tentu saja mereka akan direkrut dengan fasilitas yang sangat baik."

Begitu ya, peringkat Serikat Petualang ternyata punya keuntungan seperti itu juga. Namun, aku tiba-tiba merasa heran dengan perkataan Liliera-san.

"Eh? Praktis peringkat tertinggi? Apa Rank S tidak direkrut?"

"Rank S itu penghasilannya sudah beda level. Tanpa perlu bekerja pada orang lain pun, tabungan mereka sudah cukup untuk makan sampai hari tua. Jadi sepertinya tidak ada yang mau repot-repot direkrut."

Benar juga, aku pun bisa menghasilkan uang dalam jumlah yang mengejutkan, apalagi mereka yang lain. Namun, Liliera-san melanjutkan dengan nada bicara yang agak ragu.

"Lagipula... Rank S itu banyak orang yang 'unik', pemberi kerja yang waras tidak akan sanggup mengendalikan mereka. Dulu, kabarnya ada bangsawan yang merekrut petualang Rank S sebagai pengawal eksklusif, tapi petualang itu berulah terlalu liar sampai kekacauan besar terjadi."

"Anu, kenapa di tengah cerita Anda malah melihat ke arah saya?"

Liliera-san langsung memalingkan wajahnya. Hei! Itu membuatku sangat penasaran!

"Hei, memangnya apa yang dilakukan Rank S itu?" tanya Aug-san.

"Masalahnya, semua orang yang terlibat menutup mulut rapat-rapat dan tidak memberikan jawaban apa pun."

Mendengar pertanyaan Aug-san, Liliera-san mengangkat bahu tanda tidak tahu. Menutup mulut? Apa maksudnya?

"Hmm, mungkin ada kejadian yang jika dijawab secara jujur akan menyulitkan mereka sendiri. Jika perintah sang majikan menjadi penyebab bencana besar, majikannya bisa ikut dimintai pertanggungjawaban. Kalau petualang biasa mungkin bisa dijadikan kambing hitam, tapi jika itu pernyataan petualang Rank S, negara pun tidak bisa mengabaikannya. Yah, dalam dunia petualang, terkadang ada cerita di mana klien dan petualang sama-sama bungkam tentang suatu kejadian."

"Begitu ya, merekrut orang yang terlalu hebat bisa menimbulkan masalah seperti itu juga."

Jujur saja, kenalanku di kehidupan pertama dan kedua juga seperti itu. Mereka punya kebiasaan membuat keributan seolah itu hal wajar, dan mereka sama sekali tidak merasa bersalah.

"Tidak, kalau bicara soal itu, apa yang dilakukan Rex-san juga termasuk kejadian besar yang membuat pihak terlibat tutup mulut, lho?"

Eh? Kurasa aku tidak pernah melakukan hal seperti itu?

"Yah, intinya begitu. Makanya Rank A dianggap yang paling ideal untuk direkrut dalam berbagai aspek."

""Ooh, begitu ya~""

Liliera-san benar-benar banyak informasi. Pengalamannya sebagai petualang solo selama bertahun-tahun bukan cuma pajangan!

"Halo, Tuan Goldov!"

Memasuki toko, Aug-san menyapa Goldov-san dengan riang.

"Hah? Mau apa lagi kau ke sini. Baru juga kemarin zirahmu hancur, tidak mungkin bahan Naga bisa didapat secepat itu."

Sebaliknya, Goldov-san tampak kesal. Alasannya mungkin karena kejadian kemarin, di mana dia memarahi Aug-san yang merusak zirah naga buatannya.

"Sudah lama tidak bertemu, Goldov-san."

"I-ini Guru!? Sudah lama tidak bertemu! Ada keperluan apa hari ini?"

Begitu aku menyapa, nada bicara Goldov-san langsung berubah cerah 180 derajat.

"Sikapmu beda banget ya kalau sama aku?" keluh Aug-san.

"Tentu saja! Mana bisa aku menyamakan Guru dengan orang payah sepertimu!"

Melihat perbedaan reaksi Goldov-san yang sangat kontras, Aug-san langsung pundung.

"Anu, kedatangan kami hari ini adalah untuk meminta Anda membuatkan perlengkapan baru untuk Aug-san yang tadi sedang dibicarakan."

"U-untuk keperluan seperti itu Guru sampai repot-repot datang sendiri!?"

Goldov-san terbelalak kaget, lalu memelototi Aug-san.

"Bodoh! Jangan biarkan Guru membuang-buang langkahnya untuk hal sepele!"

"Hieee!?"

"Ah... Guru, mohon maaf. Saya sudah bilang pada si bodoh ini, tapi saat ini saya tidak punya bahan yang layak..."

Ya, aku mengerti sebagai pandai besi, dia merasa malu jika tidak bisa menyediakan bahan yang cukup.

Kenalanku di kehidupan pertama dulu biasanya bilang, "Kalau tidak ada bahan bagus, tinggal pergi cari sendiri!", lalu dia pergi berburu sendirian, tapi itu kan pengecualian.

"Soal itu, saya berniat menyediakan bahan baru dari pihak saya."

"Bahan baru!?"

Mendengar kata bahan baru, mata Goldov-san berbinar.

"Iya, Aug-san sepertinya ingin bahan Green Dragon, tapi karena saya tidak punya stoknya, saya pikir akan memberikan bahan dari monster yang setingkat."

"Hoo! Bahan yang setingkat dengan Naga!"

Mata Goldov-san makin berbinar-binar mendengar bahan yang setara dengan Green Dragon.

"Ini bahannya..."

Aku mengeluarkan bahan Venom Beat dari tas ajaib. Aku memotong bagian yang hanya diperlukan untuk perlengkapan agar tidak menghalangi saat proses pengerjaan, lalu meletakkannya di atas meja.

"Ini... hitam, tapi terasa ringan untuk ukurannya. Benda apa ini?"

"Tunggu, apa kalian akan mengabaikan fakta bahwa dia baru saja memotong bahan itu seperti memotong mentega?" gumam Aug-san.

Goldov-san mengabaikan gumaman Aug-san dan terpaku pada bahan di atas meja. Dia tampak berpikir keras, mengingat pengetahuan dari buku atau bahan yang pernah dia tangani sebelumnya.

"Aku tidak tahu, baru kali ini aku melihat bahan seperti ini. Bukan sisik seperti Naga, bukan juga kayu seperti Ancient Plant. Sebenarnya ini bahan dari monster apa?"

"Ini adalah bahan dari Venom Beat."

"Glek!?"

Mendengar nama Venom Beat, Liliera-san buru-buru mundur ke belakang.

"Eh? Ada apa, Liliera-san?"

"Dengar ya, itu kan!? Kalau bicara Venom Beat berarti..."

Ah, benar juga. Sebelum segelnya lepas dulu, Liliera-san sempat jatuh sakit karena racun Venom Beat. Wajar kalau dia merasa tidak enak hanya dengan mendengar namanya.

"Tenang saja. Saya sudah menetralkan racunnya dengan benar."

"Venom Beat, Venom Beat... sepertinya aku pernah dengar di suatu tempat?" gumam Aug-san.

"Tunggu, tadi kau bilang menetralkan racun?" tanya Goldov-san.

"Monster yang butuh penetral racun dengan nama mirip itu kalau tidak salah..."

"Apa kau menemukan sesuatu, Tuan Goldov?"

"Ya. Saat masih kecil, aku pernah dengar dari kakekku. Katanya itu adalah monster dengan tubuh sebesar gunung yang menyebarkan racun maut ke sekelilingnya dan membusukkan segala sesuatu. Sebuah bencana hidup, begitulah ceritanya di dongeng kuno."

"A-aah! Aku juga pernah dengar! Itu monster yang muncul di buku dongeng, kan? Kalau tidak salah namanya juga Venom Bee... t."

Aug-san dan Goldov-san saling berpandangan.

""Hahahaha, tidak mungkin, tidak mungkin.""

"Mendekat saja sudah diserang udara beracun, mana mungkin bisa didekati?"

"Benar, apalagi seluruh tubuhnya berlumuran racun maut yang bisa merenggut nyawa hanya dengan sentuhan. Monster berbahaya seperti itu mana mungkin bisa dikuliti!"

""Benar juga ya! Hahahahahaha!!""

""... (Lirik)""

Keduanya kemudian mengalihkan pandangan ke arahku.

"Anu Guru, mungkinkah, mungkinkah bahan hitam ini adalah..."

"Iya, seperti yang kalian bicarakan, ini adalah bahan dari monster racun maut, Venom Beat."

""UWAHHHHHHH!?""

Keduanya serentak melompat mundur dari meja.

"U-uwaaa! Aku sempat menyentuhnya tadiiiii!?"

"O-o-obat penawar! Di mana obat penawarnya!?"

Mereka panik mencari penawar racun.

"Tenang saja. Proses pembersihan racunnya sudah selesai."

""Eh!? Benarkah?""

"Iya, saya sudah membersihkan racunnya sampai bersih total dengan sihir penetral racun, jadi silakan gunakan dengan tenang. Lagipula, kalau belum dibersihkan, mana mungkin saya membawanya ke sini."

"Be-begitu... rupanya..."

Mendengar racunnya sudah hilang, mereka berdua akhirnya mengembuskan napas lega.

"Tapi tidak disangka, ini benar-benar bahan dari monster di buku dongeng itu..."

"Kalau diperhatikan, warna hitamnya memang terasa sangat mengerikan..."

"Hanya saja, Venom Beat yang saya temui sepertinya sudah sangat lemah, jauh lebih lemah dari Venom Beat yang asli. Karena itu, kualitas bahan ini sepertinya turun beberapa tingkat dibandingkan bahan Venom Beat yang seharusnya."

"Ooh, makanya kau bilang tidak jauh berbeda dengan Naga..."

"Iya. Jadi Goldov-san, bisakah Anda membuatkan perlengkapan baru untuk Aug-san dengan ini?"

"Hmm, perlengkapan baru dengan bahan ini..."

Goldov-san memegang bahan Venom Beat, menimbang beratnya, dan memukulnya dengan palu untuk memastikan teksturnya. Setelah memeriksa semuanya, Goldov-san menatapku dengan wajah serius.

"Saya mengerti. Jika Guru sudah berkata demikian, saya akan menerima pekerjaan ini."

"Terima kasih, Goldov-san!"

"Jangan berkata begitu, Guru. Justru saya yang harus berterima kasih karena diperbolehkan menangani bahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya."

Padahal aku yang meminta tolong, tapi Goldov-san sangat rendah hati.

"Oi orang payah! Karena ini permintaan Guru, aku akan membuatkannya untukmu. Tapi kalau kali ini kau berani merusak perlengkapan buatanku lagi, aku akan membunuhmu!"

"Ba-baik, saya mengerti!"

"Dan harganya akan kupatok dengan benar padamu! Pekerjaan adalah pekerjaan! Letakkan uang mukanya!"

"O-oh!"

Aug-san mengeluarkan dompet dari balik bajunya dan membayar uang muka pada Goldov-san.

"Ngomong-ngomong, aku membawa uang untuk harga sisik Naga, tapi berapa sebenarnya harga pasaran untuk bahan Venom Beat?"

"Entahlah?"

Kalau dipikir-pikir, aku juga tidak tahu. Aku tidak pernah menjualnya ke Serikat Petualang.

"Anu Goldov-san, apakah Anda tahu harga pasaran bahan Venom Beat?"

"Hah!?"

Goldov-san adalah pandai besi terkenal, dia pasti tahu harga bahan-bahan bagus. Meskipun kualitasnya turun, kita bisa menjadikannya patokan berdasarkan harga Venom Beat yang asli.

"Anu Guru, sejujurnya saya pun tidak tahu harga pasaran bahan dari monster legendaris..."

Eh? Bahkan Goldov-san tidak tahu!? Repot juga. Di kehidupanku yang dulu, meskipun aku membasminya, pengumpulan bahannya kuserahkan sepenuhnya pada tentara kerajaan.

"Bagaimana kalau kita minta bayaran dua kali lipat dari bahan termahal yang pernah kalian ketahui saja?"

Saat kami semua kebingungan, Liliera-san memberikan ide.

"A-apa tidak terlalu berlebihan mematok dua kali lipat dari bahan termahal?" tanyaku.

"Memangnya kenapa? Lagipula ini barang yang tidak bisa dibeli dengan uang, jadi gunakan saja barang yang 'bisa dibeli' sebagai patokan minimal. Selain itu, kalau harganya ditetapkan secara normal, Rex-san pasti akan merasa sungkan, makanya aku sengaja bilang 'dua kali lipat' agar angkanya jadi samar. Kurasa harga aslinya pasti jauh lebih tinggi dari itu," ujar Liliera-san sambil mengedipkan mata pada Goldov-san, dan Goldov-san pun mengangguk seolah mengerti sesuatu.

"Begitu ya, kalau begitu itu bisa disebut harga yang pantas. Mari kita lihat... mengingat harga bahan Ancient Plant yang beredar di ibu kota... untuk jumlah sebanyak ini, mungkin sekitar 100 keping emas."

""100 KEPING EMAS!?""

Suaraku dan Aug-san bersahutan karena terkejut dengan harga yang jauh lebih murah dari dugaan.

100 keping emas adalah jumlah yang bisa dihasilkan dengan cepat oleh Aug-san yang mantan Rank A.

Itu jauh lebih murah dibanding harga beli Green Dragon atau Evil Boar yang pernah kujual di kota ini.

...Eh, tunggu sebentar?

Begitu ya, aku paham. Bahan Green Dragon dan Evil Boar dihargai tinggi karena aku memburunya dengan sangat bersih.

Itu berarti, bahan dari Venom Beat yang sudah lemah ini dianggap seperti bahan rusak yang dibeli dengan harga minimum.

"Untuk ukuran segini, kurasa itu harga pasarannya."

"1-100 keping emas, itu benar-benar..." Aug-san terkejut dengan kemurahannya.

"Yah, itu sudah pantas. Tenang saja, bayaran untuk jasaku akan tetap kupatok dengan harga normal," kata Goldov-san.

"Ha-haha... terima kasih banyak."

Setelah itu, sempat ada kejadian di mana Aug-san panik karena lupa membawa uang tunai sebanyak itu dan harus buru-buru mengambil tabungan di Serikat Petualang, namun pembayaran bahan pun selesai tanpa kendala.

"Kalau begitu, mohon bantuannya ya, Goldov-san."

"Baik, serahkan pada saya Guru! Saya akan membuat perlengkapan yang tidak mempermalukan nama Guru!"

"100 keping emas... tabunganku amblas dalam sekejap... fuhehel" gumam Aug-san.

Sekarang tinggal menunggu perlengkapan baru Aug-san selesai! Begitulah pikir kami, namun... keesokan harinya, terjadi situasi yang tidak terduga.

"Mohon maafkan saya, Guru!"

Saat aku datang ke bengkel Goldov-san membawakan camilan, Goldov-san tiba-tiba bersujud (dogeza) begitu melihat wajahku.

"Eh? Ada apa, Goldov-san!?"

"Bahan yang saya terima dari Guru... sama sekali tidak bisa saya proses!!!"

"...Eh? EEEHHHHH!?"

Tidak bisa diproses? Apa-apaan maksudnya itu!?



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close