Chapter 171
Material Hitam
Keesokan
paginya, setelah bergabung dengan Aug-san, kami menuju bengkel Goldov-san.
"Sialan
mereka semua, memesan makanan dan minuman gila-gilaan tanpa sungkan sedikit
pun..."
Aug-san tampak
berkaca-kaca karena dompetnya terkuras habis akibat perjamuan dadakan tadi
malam yang penuh pesanan alkohol dan makanan mahal.
"Ahaha,
apa dompet Anda baik-baik saja?"
"O-oi!?
Jangan khawatir. Aku sudah cek harga pasar sisik Naga, dan aku sudah
menyisihkan uang untuk membayarmu dan Tuan Goldov dengan benar. Begini-begini
aku ini seorang Ksatria, tahu? Gajiku cukup tinggi!"
Aug-san
mengacungkan jempolnya sambil tertawa, meyakinkanku bahwa dia baik-baik saja.
"Hee,
ternyata gaji ksatria sebesar itu ya! Luar biasa Aug-san!"
"Hahaha,
begitulah! ...Untunglah aku sempat menabung banyak dari berburu monster saat
masih punya perlengkapan Naga dulu."
Di kehidupanku yang dulu, aku dengar dari para ksatria bahwa
ksatria yang berasal dari rakyat jelata gajinya kecil, tapi sepertinya sekarang
sudah berbeda.
"Bukan masalah ksatria-nya, tapi status 'mantan
petualang Rank A' itu yang berpengaruh besar," sahut Liliera-san.
Jairo-kun dan yang lainnya pergi ke Serikat Petualang untuk
mengambil permintaan lain, tapi Liliera-san ikut dengan kami karena dia
penasaran dengan perlengkapan baru Aug-san.
"Begitukah?"
"Iya, petualang peringkat tinggi itu ibarat
kemampuannya sudah terjamin. Bagi
pemberi kerja, mereka lebih bisa diandalkan daripada tentara bayaran
sembarangan. Apalagi
Rank A, itu praktis peringkat tertinggi yang bisa diraih. Tentu saja mereka
akan direkrut dengan fasilitas yang sangat baik."
Begitu
ya, peringkat Serikat Petualang ternyata punya keuntungan seperti itu juga.
Namun, aku tiba-tiba merasa heran dengan perkataan Liliera-san.
"Eh?
Praktis peringkat tertinggi? Apa Rank S tidak direkrut?"
"Rank S itu penghasilannya sudah beda level. Tanpa perlu bekerja pada orang lain pun,
tabungan mereka sudah cukup untuk makan sampai hari tua. Jadi sepertinya tidak
ada yang mau repot-repot direkrut."
Benar juga, aku
pun bisa menghasilkan uang dalam jumlah yang mengejutkan, apalagi mereka yang
lain. Namun, Liliera-san melanjutkan dengan nada bicara yang agak ragu.
"Lagipula...
Rank S itu banyak orang yang 'unik', pemberi kerja yang waras tidak akan
sanggup mengendalikan mereka. Dulu, kabarnya ada bangsawan yang merekrut
petualang Rank S sebagai pengawal eksklusif, tapi petualang itu berulah terlalu
liar sampai kekacauan besar terjadi."
"Anu, kenapa
di tengah cerita Anda malah melihat ke arah saya?"
Liliera-san
langsung memalingkan wajahnya. Hei! Itu membuatku sangat penasaran!
"Hei,
memangnya apa yang dilakukan Rank S itu?" tanya Aug-san.
"Masalahnya,
semua orang yang terlibat menutup mulut rapat-rapat dan tidak memberikan
jawaban apa pun."
Mendengar
pertanyaan Aug-san, Liliera-san mengangkat bahu tanda tidak tahu. Menutup
mulut? Apa maksudnya?
"Hmm,
mungkin ada kejadian yang jika dijawab secara jujur akan menyulitkan mereka
sendiri. Jika perintah sang majikan menjadi penyebab bencana besar, majikannya
bisa ikut dimintai pertanggungjawaban. Kalau petualang biasa mungkin bisa
dijadikan kambing hitam, tapi jika itu pernyataan petualang Rank S, negara pun
tidak bisa mengabaikannya. Yah, dalam dunia petualang, terkadang ada cerita di
mana klien dan petualang sama-sama bungkam tentang suatu kejadian."
"Begitu
ya, merekrut orang yang terlalu hebat bisa menimbulkan masalah seperti itu
juga."
Jujur saja,
kenalanku di kehidupan pertama dan kedua juga seperti itu. Mereka punya
kebiasaan membuat keributan seolah itu hal wajar, dan mereka sama sekali tidak
merasa bersalah.
"Tidak,
kalau bicara soal itu, apa yang dilakukan Rex-san juga termasuk kejadian besar
yang membuat pihak terlibat tutup mulut, lho?"
Eh? Kurasa aku
tidak pernah melakukan hal seperti itu?
"Yah,
intinya begitu. Makanya Rank A dianggap yang paling ideal untuk direkrut dalam
berbagai aspek."
""Ooh,
begitu ya~""
Liliera-san
benar-benar banyak informasi. Pengalamannya sebagai petualang solo selama
bertahun-tahun bukan cuma pajangan!
◆
"Halo,
Tuan Goldov!"
Memasuki
toko, Aug-san menyapa Goldov-san dengan riang.
"Hah? Mau
apa lagi kau ke sini. Baru juga kemarin zirahmu hancur, tidak mungkin bahan
Naga bisa didapat secepat itu."
Sebaliknya, Goldov-san tampak kesal. Alasannya mungkin
karena kejadian kemarin, di mana dia memarahi Aug-san yang merusak zirah naga
buatannya.
"Sudah lama tidak bertemu, Goldov-san."
"I-ini
Guru!? Sudah lama tidak bertemu! Ada keperluan apa hari ini?"
Begitu aku
menyapa, nada bicara Goldov-san langsung berubah cerah 180 derajat.
"Sikapmu
beda banget ya kalau sama aku?" keluh Aug-san.
"Tentu saja!
Mana bisa aku menyamakan Guru dengan orang payah sepertimu!"
Melihat perbedaan
reaksi Goldov-san yang sangat kontras, Aug-san langsung pundung.
"Anu,
kedatangan kami hari ini adalah untuk meminta Anda membuatkan perlengkapan baru
untuk Aug-san yang tadi sedang dibicarakan."
"U-untuk
keperluan seperti itu Guru sampai repot-repot datang sendiri!?"
Goldov-san
terbelalak kaget, lalu memelototi Aug-san.
"Bodoh!
Jangan biarkan Guru membuang-buang langkahnya untuk hal sepele!"
"Hieee!?"
"Ah... Guru,
mohon maaf. Saya sudah bilang pada si bodoh ini, tapi saat ini saya tidak punya
bahan yang layak..."
Ya, aku mengerti
sebagai pandai besi, dia merasa malu jika tidak bisa menyediakan bahan yang
cukup.
Kenalanku di
kehidupan pertama dulu biasanya bilang, "Kalau tidak ada bahan bagus,
tinggal pergi cari sendiri!", lalu dia pergi berburu sendirian, tapi itu
kan pengecualian.
"Soal itu,
saya berniat menyediakan bahan baru dari pihak saya."
"Bahan
baru!?"
Mendengar
kata bahan baru, mata Goldov-san berbinar.
"Iya,
Aug-san sepertinya ingin bahan Green Dragon, tapi karena saya tidak punya
stoknya, saya pikir akan memberikan bahan dari monster yang setingkat."
"Hoo!
Bahan yang setingkat dengan Naga!"
Mata
Goldov-san makin berbinar-binar mendengar bahan yang setara dengan Green
Dragon.
"Ini
bahannya..."
Aku
mengeluarkan bahan Venom Beat dari tas ajaib. Aku memotong bagian yang hanya
diperlukan untuk perlengkapan agar tidak menghalangi saat proses pengerjaan,
lalu meletakkannya di atas meja.
"Ini...
hitam, tapi terasa ringan untuk ukurannya. Benda apa ini?"
"Tunggu, apa
kalian akan mengabaikan fakta bahwa dia baru saja memotong bahan itu seperti
memotong mentega?" gumam Aug-san.
Goldov-san
mengabaikan gumaman Aug-san dan terpaku pada bahan di atas meja. Dia tampak
berpikir keras, mengingat pengetahuan dari buku atau bahan yang pernah dia
tangani sebelumnya.
"Aku tidak
tahu, baru kali ini aku melihat bahan seperti ini. Bukan sisik seperti Naga,
bukan juga kayu seperti Ancient Plant. Sebenarnya ini bahan dari monster
apa?"
"Ini adalah
bahan dari Venom Beat."
"Glek!?"
Mendengar nama
Venom Beat, Liliera-san buru-buru mundur ke belakang.
"Eh? Ada
apa, Liliera-san?"
"Dengar
ya, itu kan!? Kalau bicara Venom Beat berarti..."
Ah, benar
juga. Sebelum segelnya lepas dulu, Liliera-san sempat jatuh sakit karena racun
Venom Beat. Wajar kalau dia merasa tidak enak hanya dengan mendengar namanya.
"Tenang
saja. Saya sudah menetralkan racunnya dengan benar."
"Venom
Beat, Venom Beat... sepertinya aku pernah dengar di suatu tempat?" gumam Aug-san.
"Tunggu,
tadi kau bilang menetralkan racun?" tanya Goldov-san.
"Monster
yang butuh penetral racun dengan nama mirip itu kalau tidak salah..."
"Apa
kau menemukan sesuatu, Tuan Goldov?"
"Ya. Saat
masih kecil, aku pernah dengar dari kakekku. Katanya itu adalah monster dengan
tubuh sebesar gunung yang menyebarkan racun maut ke sekelilingnya dan
membusukkan segala sesuatu. Sebuah bencana hidup, begitulah ceritanya di
dongeng kuno."
"A-aah! Aku juga pernah dengar! Itu monster yang muncul di buku dongeng, kan? Kalau
tidak salah namanya juga Venom Bee... t."
Aug-san dan Goldov-san saling berpandangan.
""Hahahaha, tidak mungkin, tidak
mungkin.""
"Mendekat saja sudah diserang udara beracun, mana
mungkin bisa didekati?"
"Benar, apalagi seluruh tubuhnya berlumuran racun maut
yang bisa merenggut nyawa hanya dengan sentuhan. Monster berbahaya seperti itu
mana mungkin bisa dikuliti!"
""Benar juga ya! Hahahahahaha!!""
""... (Lirik)""
Keduanya kemudian
mengalihkan pandangan ke arahku.
"Anu Guru,
mungkinkah, mungkinkah bahan hitam ini adalah..."
"Iya,
seperti yang kalian bicarakan, ini adalah bahan dari monster racun maut, Venom
Beat."
""UWAHHHHHHH!?""
Keduanya
serentak melompat mundur dari meja.
"U-uwaaa!
Aku sempat menyentuhnya tadiiiii!?"
"O-o-obat penawar! Di mana obat penawarnya!?"
Mereka panik mencari penawar racun.
"Tenang saja. Proses pembersihan racunnya sudah
selesai."
""Eh!? Benarkah?""
"Iya, saya sudah membersihkan racunnya sampai bersih
total dengan sihir penetral racun, jadi silakan gunakan dengan tenang.
Lagipula, kalau belum dibersihkan, mana mungkin saya membawanya ke sini."
"Be-begitu... rupanya..."
Mendengar racunnya sudah hilang, mereka berdua akhirnya
mengembuskan napas lega.
"Tapi tidak disangka, ini benar-benar bahan dari
monster di buku dongeng itu..."
"Kalau diperhatikan, warna hitamnya memang terasa
sangat mengerikan..."
"Hanya saja, Venom Beat yang saya temui sepertinya
sudah sangat lemah, jauh lebih lemah dari Venom Beat yang asli. Karena itu,
kualitas bahan ini sepertinya turun beberapa tingkat dibandingkan bahan Venom
Beat yang seharusnya."
"Ooh, makanya kau bilang tidak jauh berbeda dengan
Naga..."
"Iya. Jadi Goldov-san, bisakah Anda membuatkan
perlengkapan baru untuk Aug-san dengan ini?"
"Hmm,
perlengkapan baru dengan bahan ini..."
Goldov-san
memegang bahan Venom Beat, menimbang beratnya, dan memukulnya dengan palu untuk
memastikan teksturnya. Setelah memeriksa semuanya, Goldov-san menatapku dengan
wajah serius.
"Saya
mengerti. Jika Guru sudah berkata demikian, saya akan menerima pekerjaan
ini."
"Terima
kasih, Goldov-san!"
"Jangan
berkata begitu, Guru. Justru saya yang harus berterima kasih karena
diperbolehkan menangani bahan yang belum pernah saya lihat sebelumnya."
Padahal
aku yang meminta tolong, tapi Goldov-san sangat rendah hati.
"Oi
orang payah! Karena ini permintaan Guru, aku akan membuatkannya untukmu. Tapi
kalau kali ini kau berani merusak perlengkapan buatanku lagi, aku akan
membunuhmu!"
"Ba-baik,
saya mengerti!"
"Dan
harganya akan kupatok dengan benar padamu! Pekerjaan adalah pekerjaan! Letakkan uang
mukanya!"
"O-oh!"
Aug-san
mengeluarkan dompet dari balik bajunya dan membayar uang muka pada Goldov-san.
"Ngomong-ngomong,
aku membawa uang untuk harga sisik Naga, tapi berapa sebenarnya harga pasaran
untuk bahan Venom Beat?"
"Entahlah?"
Kalau
dipikir-pikir, aku juga tidak tahu. Aku tidak pernah menjualnya ke Serikat
Petualang.
"Anu
Goldov-san, apakah Anda tahu harga pasaran bahan Venom Beat?"
"Hah!?"
Goldov-san adalah pandai besi terkenal, dia pasti tahu harga
bahan-bahan bagus. Meskipun
kualitasnya turun, kita bisa menjadikannya patokan berdasarkan harga Venom Beat
yang asli.
"Anu Guru,
sejujurnya saya pun tidak tahu harga pasaran bahan dari monster
legendaris..."
Eh? Bahkan Goldov-san tidak tahu!? Repot juga. Di
kehidupanku yang dulu, meskipun aku membasminya, pengumpulan bahannya
kuserahkan sepenuhnya pada tentara kerajaan.
"Bagaimana
kalau kita minta bayaran dua kali lipat dari bahan termahal yang pernah kalian
ketahui saja?"
Saat kami semua
kebingungan, Liliera-san memberikan ide.
"A-apa tidak
terlalu berlebihan mematok dua kali lipat dari bahan termahal?" tanyaku.
"Memangnya
kenapa? Lagipula ini barang yang tidak bisa dibeli dengan uang, jadi gunakan
saja barang yang 'bisa dibeli' sebagai patokan minimal. Selain itu, kalau
harganya ditetapkan secara normal, Rex-san pasti akan merasa sungkan, makanya
aku sengaja bilang 'dua kali lipat' agar angkanya jadi samar. Kurasa harga
aslinya pasti jauh lebih tinggi dari itu," ujar Liliera-san sambil
mengedipkan mata pada Goldov-san, dan Goldov-san pun mengangguk seolah mengerti
sesuatu.
"Begitu ya,
kalau begitu itu bisa disebut harga yang pantas. Mari kita lihat... mengingat
harga bahan Ancient Plant yang beredar di ibu kota... untuk jumlah sebanyak
ini, mungkin sekitar 100 keping emas."
""100
KEPING EMAS!?""
Suaraku dan Aug-san
bersahutan karena terkejut dengan harga yang jauh lebih murah dari dugaan.
100 keping emas
adalah jumlah yang bisa dihasilkan dengan cepat oleh Aug-san yang mantan Rank
A.
Itu jauh lebih
murah dibanding harga beli Green Dragon atau Evil Boar yang pernah kujual di
kota ini.
...Eh, tunggu
sebentar?
Begitu ya, aku
paham. Bahan Green Dragon dan Evil Boar dihargai tinggi karena aku memburunya
dengan sangat bersih.
Itu berarti,
bahan dari Venom Beat yang sudah lemah ini dianggap seperti bahan rusak yang
dibeli dengan harga minimum.
"Untuk
ukuran segini, kurasa itu harga pasarannya."
"1-100 keping emas, itu benar-benar..." Aug-san
terkejut dengan kemurahannya.
"Yah, itu sudah pantas. Tenang saja, bayaran untuk
jasaku akan tetap kupatok dengan harga normal," kata Goldov-san.
"Ha-haha...
terima kasih banyak."
Setelah itu,
sempat ada kejadian di mana Aug-san panik karena lupa membawa uang tunai
sebanyak itu dan harus buru-buru mengambil tabungan di Serikat Petualang, namun
pembayaran bahan pun selesai tanpa kendala.
"Kalau begitu, mohon bantuannya ya, Goldov-san."
"Baik,
serahkan pada saya Guru! Saya akan membuat perlengkapan yang tidak
mempermalukan nama Guru!"
"100 keping emas... tabunganku amblas dalam sekejap...
fuhehel" gumam Aug-san.
Sekarang
tinggal menunggu perlengkapan baru Aug-san selesai! Begitulah pikir kami,
namun... keesokan harinya, terjadi situasi yang tidak terduga.
"Mohon
maafkan saya, Guru!"
Saat aku
datang ke bengkel Goldov-san membawakan camilan, Goldov-san tiba-tiba bersujud
(dogeza) begitu melihat wajahku.
"Eh? Ada apa, Goldov-san!?"
"Bahan yang
saya terima dari Guru... sama sekali tidak bisa saya proses!!!"
"...Eh?
EEEHHHHH!?"
Tidak bisa diproses? Apa-apaan maksudnya itu!?



Post a Comment