NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 10 Chapter 11

Chapter 190

Pembantaian Majin


Mina

"Aku tidak akan memaafkanmu karena telah melukai rekanku, Demon!"

Rex, yang akhirnya berhasil bergabung dengan kami, berteriak lantang. Di wajahnya terpancar emosi kemarahan yang jarang sekali ia tunjukkan.

"Dasar manusiaaaaa!!"

Sang Demon memancarkan cahaya sihir kemerahan yang pekat bersamaan dengan amarahnya. Dari kilauan itu, aku bisa merasakan densitas sihir yang sangat tinggi, jauh melampaui para Demon yang pernah kami lawan sebelumnya.

"Hiat!"

Namun, gumpalan sihir yang mengerikan itu ditebas begitu saja oleh Rex dengan mudahnya.

"Mana mungkin!? Kamu menebas pancaran sihirku yang sudah diperkuat!?"

"Haha, dia memang masih tidak masuk akal seperti biasanya ya."

Melihat serangan Demon yang membuatku sangat kesulitan itu ditangani dengan begitu enteng, aku kembali tersadar bahwa kemampuanku masih belum ada apa-apanya.

"Ini belum seberapa!"

Rex melesat menerjang ke arah sang Demon. Kecepatannya sangat luar biasa hingga sulit diikuti bahkan dengan penglihatan yang sudah diperkuat oleh Body Reinforcement.

"Cih! Dinding, bangkitlah!"

Begitu sang Demon berseru, gelang di lengannya bersinar dan menciptakan sebuah dinding sihir.

"Magic Item!?"

Terlebih lagi, sihir yang terpancar dari dinding itu luar biasa padat, seolah-olah energi sihir itu sendiri telah menjadi materi padat! Jangan-jangan itu juga Lost Item!?

"Haa!"

Sraakk! Namun, dinding tersebut juga terbelah dua dengan mudahnya oleh satu tebasan pedang Rex.

""Apa!?""

"M-Mana mungkin!? Dinding sihir dari Lost Item ini seharusnya bisa menahan bahkan satu serangan sihir tingkat tinggi sekalipun!? Apa yang sebenarnya kau lakukan!?"

Sang Demon menyuarakan keterkejutan yang juga kurasakan.

"Aku hanya menebasnya saja! Seperti ini!"




Pedang Rex yang merapat ke arah Demon menyerangnya sambil menciptakan kabut tipis.

"La-Lari!"

Mendengar perintah Demon yang penuh kepanikan itu, kali ini sepatu botnya berpendar, membuat si Demon mundur ke belakang dalam sekejap.

"Magic Item yang merespons kata kunci untuk menarik penggunanya mundur secara otomatis, ya. Begitu rupanya, kamu memperkuat diri dengan mengenakan Magic Item di sekujur tubuhmu."

"Fu, fuhaha, benar sekali! Aku telah memperkuat seluruh tubuhku dengan Lost Item yang dianugerahkan oleh Sosok Itu!"

"Lost Item di sekujur tubuh!?"

Lost Item—itu adalah sebutan umum untuk barang-barang yang jauh lebih langka daripada Magic Item langka lainnya.

Masing-masing memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki Magic Item lain, atau barang dengan performa tertinggi di antara jenisnya.

Rumornya, harta nasional berbagai negara sebenarnya adalah Lost Item setingkat rahasia negara.

Tapi mengenakan Lost Item seperti itu di seluruh tubuh!? Jadi tadi bukan cuma barang pertahanan sekali pakai saja!?

"Terutama sepatu bot ini, ia memiliki kemampuan menghindar tingkat tertinggi dalam pertarungan jarak dekat. Kecepatannya seperti yang kau lihat ta—buaghh!?"

Tepat saat Demon itu hendak menyombongkan diri, sebuah garis merah diagonal tiba-tiba muncul di tubuhnya, diikuti semburan darah yang dahsyat.

"Hah, eeh!?"

"Guh, gohoh... Ma-Mana mungkin!? Aku terkena serangan...!? Ini adalah Lost Item yang bergerak secepat suara untuk menghindari serangan...!?"

"Kalau begitu, aku tinggal melancarkan tebasan yang melebihi kecepatan suara saja, kan? Kalau aku melepaskan gelombang tebasan seperti itu, serangan lanjutan pun memungkinkan."

Dihadapan Demon yang ternganga, Rex menjelaskan trik bagaimana ia memberi kerusakan pada lawannya seolah-olah itu hal yang sepele.

"Me-Melebihi kecepatan suara dan gelombang tebasan...!? Itu bukan sihir!?"

"Bukan, ini murni teknik pedang. Jika seseorang membuang semua gerakan yang tidak perlu hingga batas ekstrem, tubuh manusia pun bisa menghasilkan serangan yang melebihi kecepatan suara."

"O-Oh, begitu ya..."

Dengan sangat alami, Rex mengatakan hal yang luar biasa seolah-olah itu adalah pengetahuan umum. Aku tidak terlalu mengerti ilmu pedang, tapi apa memang benar begitu?

"Ja-Jangan tertipu, Gadis Kecil! Manusia biasa tidak mungkin bisa menyerang melebihi kecepatan suara!"

"Eh? Ah, benar juga ya. Iya, benar juga."

Mendengar sanggahan si Demon, aku tersadar kembali. Be-Benar juga, aku belum pernah melihat serangan secepat suara.

Ditambah lagi, Demon itu mengenakan Lost Item langka di sekujur tubuhnya; mana mungkin serangan biasa bisa melukainya, sehebat apa pun itu Rex!? ...Kan?

"Tapi aku benar-benar bisa melakukannya, lho."

"Eeto, apa kamu benar-benar bisa...?"

"Ku, kukuku... Begitu rupanya, aku paham sekarang."

Namun, si Demon malah menyeringai penuh arti seolah telah memahami sesuatu.

"Bocah! Sumber kekuatanmu adalah Lost Item, kan!"

Si Demon menunjuk pedang Rex, menuduh bahwa alasan ia bisa terluka adalah karena pedang sihir buatan Rex sendiri.

"Kemampuan menebas sihirku, kecepatan yang tidak normal itu, dan teknik melontarkan gelombang tebasan, semuanya pasti kekuatan Lost Item!"

"Ini memang Magic Item, tapi selain fungsi untuk menunjang daya tahan hidup, aku hanya memberikan efek peningkatan performa dasar saja. Karena aku diajarkan, jika memberikan performa yang terlalu aneh, cara bertarung kita akan bergantung pada alat itu dan malah membuat kita jadi lemah."

Nggak, masalahnya buatan Rex itu sejak awal sudah punya performa yang aneh...

"Cih, sepertinya kau memiliki Lost Item yang sangat kuat. Aku benci mengakuinya, tapi Lost Item milikmu tampaknya memiliki performa lebih tinggi daripada milikku."

"Kalau begitu, apa kamu mau menyerah baik-baik? Jika kamu mau jujur mengakui rencanamu dan bersumpah akan menebus dosamu, aku tidak akan mengambil nyawamu."

"Tidak, aku menolak."

Meski menerima tawaran menyerah dari Rex, si Demon langsung menolaknya.

"Kamu bilang tidak bisa menang tapi tidak mau mengaku kalah? Meski kamu melawan, kamu tidak akan bisa menang dari Rex, tahu. Atau kamu berniat kabur? Aku tidak akan membiarkannya."

Jika dia merasa tidak bisa menang dari Rex, Demon ini mungkin akan mencoba melarikan diri dengan cara apa pun. Tapi aku juga rekan Rex.

Sihirku memang berkurang, tapi aku masih punya cukup sisa sihir untuk mengejar Demon yang kabur. Jika aku fokus memberi dukungan pada Rex, aku pasti bisa membantu mengalahkannya!

"Memang benar, aku tidak bisa menang melawan Lost Item milikmu... Tapi! Jika aku menggunakan ini, sekuat apa pun Lost Item milikmu, semuanya akan menjadi tidak berarti!"

Sambil berkata begitu, si Demon mengeluarkan kotak hitam kecil dari balik bajunya, dan kotak itu memancarkan cahaya. Sesaat kemudian, perasaan kasar yang menusuk kulit terasa di sekeliling kami.

"Eh, apa ini...?"

"Itu, jangan-jangan!?"

Sangat jarang bagi Rex untuk mengeluarkan suara terkejut.

"Benar! Ini adalah Mana Disturber untuk menonaktifkan Magic Item! Dengan ini kau tidak berdaya! Tidak ada alasan bagi manusia untuk bisa menandingi kekuatan Demon!"

Item yang bisa menonaktifkan Magic Item!? Sang Demon menyeringai ganas dan menerjang ke arah Rex.

"Rex!?"

Aku hampir berteriak menyuruhnya lari. Jika Magic Item-nya dinonaktifkan, sehebat apa pun Rex...

"Matilaaaaaah!!"

Sang Demon mengayunkan gumpalan sihir yang memanjang seperti pedang. Di saat serangan Demon itu tampak akan mencabik Rex—

"Hup!"

Tinju Rex menghantam wajah sang Demon dengan telak.

"Hah?"

"GUWAAAKKK!?"

Si Demon terpental dengan kekuatan yang seperti lelucon, menabrak dan menumbangkan pepohonan di sekitarnya. Ia baru berhenti setelah tubuhnya terperosok separuh ke dalam tanah.

"Gahak!?"

Demon yang tertimbun tanah itu memuntahkan darah.

"Ma-Mana mungkin... Aku pasti sudah menonaktifkan Magic Item milikmu."

Si Demon menatap Rex dengan mata yang tidak fokus, seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi.

"Uung, tidak kok."

"A-Apa katamu!?"

Mengetahui kartu asnya sama sekali tidak berguna, sang Demon pun tertegun.

"Memberikan proteksi anti-disrupsi pada Magic Item tipe tempur bukannya hal yang lumrah? Itu kan dasar dari pengembangan Magic Item."

"Eh? Begitu ya!?"

Memang dasarnya begitu!?

Tapi bukankah memasukkan banyak fungsi ke dalam Magic Item itu sangat sulit!?

Kakekku yang seorang Penyihir Kerajaan saja bilang sampai sekarang belum ada contoh sukses bahkan untuk alat sihir sederhana!?

Tapi kenapa alat yang bisa melawan alat penonaktif Magic Item bisa dibuat semudah itu!?

"Ma-Mana mungkin!? Penelitian tentang penonaktifan Magic Item baru saja dimulai baru-baru ini!? Tapi kalian manusia sudah menyiapkan alat penangkalnya!?"

Benar! Itu bukan hal yang mudah, kan! Sang Demon menatap Rex dengan wajah tidak percaya.

"Iya, sudah sejak lama sekali."

"Ma... na... mung... kin..."

Menyadari semua yang telah mereka lakukan berakhir sia-sia, sang Demon mengembuskan napas terakhirnya dengan ekspresi keputusasaan.

...Hmm, untuk ukuran kematian seorang penjahat, rasanya ini agak menyedihkan ya... Ah, tapi kalau dipikir-pikir, Magic Item yang dibuat Rex untuk kami memang selalu punya banyak fungsi sebagai standar... Jadi tidak heran kalau ada fungsi untuk menonaktifkan alat penonaktif Magic Item...

Lagi pula, Rex tidak mungkin kalah hanya karena Magic Item-nya dinonaktifkan.

Karena saat pertama kali kami bertemu dulu, Rex pernah memotong Demon beserta dimensinya hanya dengan sihir... Aku kembali menyadari bahwa aku telah salah memahami arti kata "dasar".

"Benar juga, 'dasar' bagi orang biasa dan Demon itu beda dengan 'dasar' bagi Rex. Iya."

Meski aku kembali merasakan betapa tidak masuk akalnya Rex setelah sekian lama, setidaknya aku berhasil bergabung kembali dengannya dengan selamat.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close