Interlude 4
Bicara Soal Sebuah
Kemungkinan — Bagian 4
──Eh, rahasianya? Enggak, enggak, enggak ada yang sehebat
itu, kok.
──Bukan begitu, beneran deh, bukannya aku mau
sembunyi-sembunyi. Aku cuma mencoba untuk selalu tampil apa adanya, nggak ada
hal spesial yang aku lakuin.
──Tapi ya kalau... kalau memang harus dibilang, mungkin
rahasianya adalah 'Cinta'.
──Habisnya, kalau aku dengar cerita dari yang lain, mereka
cuma bisa mengeluh. Katanya rambut itu merepotkanlah, sampah dapur itu baunya
busuklah, pokoknya penuh keluhan dan sama sekali nggak ada 'Cinta'. Padahal,
apa pun yang datang, kalau kita menghadapinya dengan 'Cinta' sambil bilang
'Terima kasih atas kerja kerasnya' atau 'Kamu sudah berjuang dengan baik',
semuanya pasti bakal mengalir dengan perasaan lega. Kalau sudah begitu, nggak
akan ada lagi yang namanya lendir atau penyumbatan.
──Sebenarnya gara-gara masalah prinsip ini, dulu aku pernah
berdebat hebat. Sampai sekarang pun
hubungan aku sama dia masih punya celah yang dalam... Yah, namanya juga kami
ini 'Lubang Pembuangan'.
──Iya, itu barusan pun (permainan kata), emangnya kenapa?



Post a Comment