Interlude 1
Bicara Soal Sebuah Kemungkinan — Bagian 1
"Iya, waktu
itu aku beneran kaget banget.
Habisnya,
tiba-tiba saja dia bilang ke Y-hira-san, teman sekelas kami, 'Hei, boleh pegang
dadamu nggak? Dadanya dong,' gitu.
Tentu saja seisi
kelas langsung hening seketika. Terus tahu nggak apa yang dia lakukan di tengah
situasi itu? Dia
mengulanginya sekali lagi! Dia bilang, 'Hei, boleh pegang dadamu nggak? Dadanya
dong.'
Yah,
memang dari dulu dia sering melakukan tindakan atau ucapan aneh secara
mendadak, sih... Tapi ya, mungkin orang yang bakal jadi musisi memang punya
sensitivitas yang beda dari kita-kita ya.
Hanya
saja, waktu itu nggak berhenti sampai di situ. Sejak saat itu, dia jadi
terobsesi banget sama dada perempuan... Kalau dipikir-pikir, momen pelecehan
seksual ke Y-hira-san itulah yang mungkin menjadi detik-detik lahirnya sosok 'Kanadere
Kanade'.
Ah,
contoh spesifik tindakan anehnya? Ada banyak kok. Misalnya, tiba-tiba dia
telanjang dada di kelas lalu—"
◆◇◆
Materi
wawancara untuk artikel fitur musisi naik daun, Kanadere Kanade-shi, yang lagu
debutnya "Kirameki☆NyÅ« Memorial" (Memori Dada Berkilau)
sedang meledak di pasaran.
Berisi kenangan dari teman sekelas semasa SMA, namun karena episode-episode selanjutnya dianggap terlalu vulgar dan tidak bermutu, materi ini dibuang.



Post a Comment