NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Ore no Nounai Sentakushi ga - Gakuen Rabukome o Zenryoku de Jama Shite Iru (Noucome) Volume 3 Interlude 3

Interlude

Kisah Tentang Sebuah Kemungkinan — Bagian 3


"G-GENTA (TSURIGANE) EEEEEHHH!"

Melihat rekannya dilumpuhkan dari belakang, pria itu meneriakkan suara pilu.

"Dia sudah habis! Jangan buang-buang waktu untuk berteriak, cepat lari, 'SETENGAH BOLA' (HANKYUU)! Selama kamu sang pemimpin tidak tertangkap, kita bisa mengulanginya berkali-kali. Biar di sini…… aku yang menahan mereka!"

"MANGKUK (OWAN)…… Tapi, aku tidak bisa meninggalkan kalian dan lari begitu saja—"

"Sudah, cepat lari! Idealisme kita tidak boleh hancur di tempat seperti ini!"

"Kh…… Maafkan aku!"

Pria yang dipanggil 'Setengah Bola' itu berlari sekuat tenaga dengan perasaan hancur, namun—

"Sayang sekali."

Seorang pria berbadan tegap menghadang jalannya.

"Ka-kamu menjebakku……"

Ekspresi 'Setengah Bola' pun seketika berubah menjadi keputusasaan.

◆◇◆

Menyampaikan berita utama. Tiga orang komplotan kriminal yang akhir-akhir ini meresahkan kaum wanita telah ditangkap secara bersamaan di sebuah lokasi di Tokyo beberapa saat yang lalu.

Modus operandi mereka tergolong sulit dimengerti; mereka tiba-tiba menembakkan peluru pistol air tepat ke arah dada wanita, mengamati reaksinya sejenak, lalu melarikan diri begitu saja.

Diketahui bahwa mereka saling memanggil dengan nama sandi 'Setengah Bola', 'Genta', dan 'Mangkuk' yang merujuk pada bentuk dada wanita. Hal ini menunjukkan abnormalitas dan obsesi luar biasa mereka terhadap dada.

Tersangka utama, 'Setengah Bola', memberikan pernyataan mengenai motifnya sebagai berikut:

'Beberapa bulan lalu, di sebuah fasilitas rekreasi air, aku menyaksikan seorang siswa SMA laki-laki menembak dada seorang siswi SMA dengan pistol air hingga baju renangnya tersingkap.

Cara dada itu berguncang dan ekspresi siswi tersebut terpahat di benak aku dan tidak bisa aku lupakan. Aku mengumpulkan rekan-rekan untuk mencoba mereproduksi pemandangan waktu itu.

Yang terpenting adalah melihat cara dada itu berguncang dan rasa malu sang wanita; aku sama sekali tidak berniat melakukan tindakan asusila lebih jauh. Aku tidak menyesal. Sebagai catatan tambahan, jumlah mimisan yang dikeluarkan siswa SMA waktu itu sangat tidak wajar.'

……Demikian berita selanjutnya. Mengenai masalah di sidang parlemen yang telah lama—



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close