Interlude
Kisah Tentang
Sebuah Kemungkinan — Bagian 3
"G-GENTA (TSURIGANE) EEEEEHHH!"
Melihat rekannya
dilumpuhkan dari belakang, pria itu meneriakkan suara pilu.
"Dia sudah
habis! Jangan buang-buang waktu untuk berteriak, cepat lari, 'SETENGAH BOLA' (HANKYUU)!
Selama kamu sang pemimpin tidak tertangkap, kita bisa mengulanginya
berkali-kali. Biar di sini…… aku yang menahan mereka!"
"MANGKUK (OWAN)…… Tapi, aku tidak bisa
meninggalkan kalian dan lari begitu saja—"
"Sudah, cepat lari! Idealisme kita tidak boleh hancur
di tempat seperti ini!"
"Kh…… Maafkan aku!"
Pria yang dipanggil 'Setengah Bola' itu berlari sekuat
tenaga dengan perasaan hancur, namun—
"Sayang
sekali."
Seorang
pria berbadan tegap menghadang jalannya.
"Ka-kamu
menjebakku……"
Ekspresi
'Setengah Bola' pun seketika berubah menjadi keputusasaan.
◆◇◆
《Menyampaikan
berita utama. Tiga orang komplotan kriminal yang akhir-akhir ini meresahkan
kaum wanita telah ditangkap secara bersamaan di sebuah lokasi di Tokyo beberapa
saat yang lalu.
Modus
operandi mereka tergolong sulit dimengerti; mereka tiba-tiba menembakkan peluru
pistol air tepat ke arah dada wanita, mengamati reaksinya sejenak, lalu
melarikan diri begitu saja.
Diketahui
bahwa mereka saling memanggil dengan nama sandi 'Setengah Bola', 'Genta', dan
'Mangkuk' yang merujuk pada bentuk dada wanita. Hal ini menunjukkan
abnormalitas dan obsesi luar biasa mereka terhadap dada.
Tersangka
utama, 'Setengah Bola', memberikan pernyataan mengenai motifnya sebagai
berikut:
'Beberapa
bulan lalu, di sebuah fasilitas rekreasi air, aku menyaksikan seorang siswa SMA
laki-laki menembak dada seorang siswi SMA dengan pistol air hingga baju
renangnya tersingkap.
Cara dada
itu berguncang dan ekspresi siswi tersebut terpahat di benak aku dan tidak bisa
aku lupakan. Aku mengumpulkan rekan-rekan untuk mencoba mereproduksi
pemandangan waktu itu.
Yang
terpenting adalah melihat cara dada itu berguncang dan rasa malu sang wanita;
aku sama sekali tidak berniat melakukan tindakan asusila lebih jauh. Aku tidak
menyesal. Sebagai catatan tambahan, jumlah mimisan yang dikeluarkan siswa SMA
waktu itu sangat tidak wajar.'
……Demikian berita selanjutnya. Mengenai masalah di sidang parlemen yang telah lama—》



Post a Comment