Interlude 1
Sebuah Kisah tentang Kemungkinan — Bagian 1 Rute
α+β
Rute α
"Aaah... Sato......"
Tengah
malam, aku berguling-guling sendirian di atas tempat tidur dengan tubuh
meliuk-liuk. Siang tadi, setelah melakukan French kiss dengan Sato,
rasanya ada aliran listrik yang menyambar otakku.
Ciuman itu...
ternyata ciuman itu rasanya senikmat ini, ya?
Sensasi seolah
seluruh eksistensi lawan bicara mengalir masuk melalui air liur... Bagaimana
bisa aku hidup sampai sekarang tanpa mengetahui hal ini... Benar-benar hidup
yang sangat malang.
Wajah Sato,
tubuhnya, gerak-geriknya, aromanya. Semuanya terasa begitu manis dan
menggemaskan.
Meski aku mencoba
untuk tidak memikirkannya, wajahnya otomatis terbayang di benakku.
"Aaah... Sato......"
Sepertinya
malam ini aku tidak akan bisa tidur.
◆◇◆
Rute β
"Huekk... Daiko-san......"
Tengah
malam, aku berguling-guling sendirian di atas tempat tidur dengan tubuh
meliuk-liuk.
Siang
tadi, setelah melakukan French kiss dengan Daiko-san, rasanya ada aliran
listrik yang menyambar otakku.
Ciuman itu...
ternyata ciuman itu rasanya sejijik ini, ya?
Sensasi seolah
seluruh eksistensi lawan bicara mengalir masuk melalui air liur... Bagaimana
bisa aku hidup sampai sekarang tanpa mengetahui hal ini... Benar-benar hidup
yang sangat bahagia (karena baru tahu sekarang).
Wajah Daiko-san,
tubuhnya, gerak-geriknya, bau busuknya. Semuanya terasa begitu menjijikkan.
Meski aku mencoba
untuk tidak memikirkannya, wajahnya otomatis terbayang di benakku.
"Huekk... Daiko-san......"
Sepertinya malam ini aku tidak akan bisa tidur.



Post a Comment