NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Chitose-kun wa Ramune Bin no Naka (Chiramune) Volume 4 Epilog

Epilog

Langit Biru yang Kutemukan


Aku berlari dan berlari, terus berlari.

Aku melompat dan terbang, terus terbang.

Aku mengejarnya dan berhasil menjangkaunya.

Meski masih belum seberapa, hal itu kini sudah berada tepat di ujung jariku.

Hei, Chitose, apakah kamu menyadarinya?

Seberapa besar perasaan yang kutumpahkan saat aku mengatakan aku mencintaimu?

Si penakut, begitulah aku memarahinya di bawah bentangan Bima Sakti.

Mungkin akulah yang paling ingin menangis, hancur lebur karena rasa cemas.

Musim panas lalu, pria yang memberiku dorongan keras saat aku hampir menyerah, pria yang tampak seperti rembulan luas yang kucari sekian lama, menyembunyikan dirinya dalam malam yang hitam pekat.

Dia menundukkan kepala sendirian, seolah-olah dia tidak pernah memantulkan cahaya ke hati siapa pun.

Maka aku memutuskan untuk menghantamnya dengan segenap kekuatanku, dengan seluruh gairah yang kupunya.

Tolong, terimalah semuanya, agar suatu hari nanti, kamu bisa menunjukkan kilau indah itu sekali lagi.

Buktikan bahwa cara hidupku yang kikuk ini tidaklah keliru.

Tapi, Chitose.

Bahkan jika aku tidak melakukan itu, api di hatimu sebenarnya masih tetap membara.

Apa kamu berpikir bahwa mungkin ini semua berkat Haru kecil yang manis?

Aku ingin membiarkanmu terus berpikir begitu, tapi sejujurnya, itu tidak benar.

Semua ini demi teman-temanmu. Demi aku, ya, itu benar. Tapi lebih dari apa pun, ini adalah untuk dirimu sendiri.

Sangat bersemangat hingga terasa menyebalkan dan naif, kamu pasti akan sampai pada kesimpulan yang sama, bagaimanapun caranya.

Pria yang kucintai ternyata bukanlah rembulan yang indah.

Jika aku tidak lebih berhati-hati, aku berada dalam bahaya kehilangan namaku sendiri.

Jadi, tahu tidak, aku ingin kita berlari berdampingan, agar kita tidak akan pernah kalah, tidak akan pernah tertinggal.

Nyalakan api di hatiku dan jangan pernah lepaskan.

—Gapailah matahari yang merah membara.




Previous Chapter | ToC | End V4

Post a Comment

Post a Comment

close