NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Chitose-kun wa Ramune Bin no Naka (Chiramune) Volume 3 Epilog

Epilog

Bulan Hari Ini


Dalam perjalanan pulang, aku menatap rembulan.

Saat aku masih kecil dulu, sebuah pemikiran terlintas di benakku.

Aku ingin menjadi seperti sosok itu.

Saku, kau bilang aku seperti wanita misterius, tapi bagiku, kaulah sang misteri itu. Sebuah fatamorgana dari hari musim panas yang jauh.

Sesuatu yang hampir cukup nyata untuk digenggam—namun terlalu jauh untuk kucapai.

Hanya kekaguman, mimpi, dan cinta monyet yang berlangsung selama tujuh hari.

Kalau dipikirkan sekarang, hal itu masuk akal jika kau mempertimbangkan betapa sempitnya dunia tempat gadis itu tinggal, terkurung sendirian bersama cerita-ceritanya.

Namun hari itu, dalam beberapa musim panas tersebut, hidupku benar-benar berubah.

Kau benar-benar seperti rembulan yang mengapung di langit jauh, satu-satunya cahaya dalam kegelapan yang ada di dunia ini.

Tapi itu semua berakhir hari ini.

Jika aku terus-menerus mengejarmu, aku hanya akan tetap menjadi gadis kecil bergaun putih yang menangis itu.

Selamat tinggal untuk Saku dari hari itu. Selamat malam untuk adik kelas luar biasa yang sedang berjalan di sampingku.

Rembulan yang kucoba gapai tidak hanya tersenyum seolah segalanya baik-baik saja.

Rembulan itu mengatupkan gigi, menghadapi masa depan, menerangi jalan bagi orang lain, serta memenuhi harapan dan doa mereka. Dan terlepas dari semua itu, ia tetap melakukan yang terbaik untuk menjalani kebenarannya sendiri.

Kira tadinya hanya ada satu rembulan.

Kira tadinya itu adalah sesuatu yang sudah diputuskan sejak lahir.

Tapi sekarang aku mengerti bahwa itu salah.

Rembulan bukan hanya satu. Ia tidak mutlak, tidak juga ada di mana-mana.

Setiap orang adalah rembulan bagi seseorang.

Jadi, jika suatu saat kau mendapati dirimu tersesat lagi seperti hari itu, panggillah namaku.

Panggillah Asuka.

Tak peduli seberapa pahit atau menyakitkan ceritanya, aku akan mengubahnya menjadi akhir yang bahagia. Sama seperti caramu menyinari jalanku, aku akan memadamkan kegelapan yang selama ini kau lawan sendirian.

Tenggelam dalam kenangan, aku meremas tangan itu, tangan yang terasa lebih hangat daripada yang pernah kurasakan sebelumnya.

—Hei. Bisakah aku menjadi rembulan bagimu?




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close