NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Chitose-kun wa Ramune Bin no Naka (Chiramune) Volume 4 Prolog

Prolog

Langit Malam yang Kucari


Aku terus berlari dan berlari, namun aku tetap tak bisa mengejarnya. Aku melompat dan terbang, namun aku tetap tak bisa menggapainya.

Aku sudah sangat terbiasa dengan kekalahan. Rasa rendah diri ini sudah menjadi teman baikku sekarang.

Meski begitu, aku percaya bahwa tak peduli seberapa sering aku membentur dinding, suatu saat nanti aku akan mampu menggenggam masa depanku dengan kedua tangan. Asalkan aku bisa terus merangsek maju tanpa kehilangan harapan.

Aku ingin hidup seperti matahari, sesuai dengan namaku. Namun, kurasa tetap saja ada malam-malam yang membuatku menggigil kedinginan seorang diri.

Karena di tempat yang kutuju nanti, tidak akan ada orang yang sepertiku.

Mungkin memang ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa diubah. Bahkan jika kau merasa cemas, berjuang, dan meronta sekuat tenaga.

Mungkin setiap ayunan pukulanku hanya akan berakhir sia-sia tanpa mengenai sasaran. ...Tidak, tidak, bukan itu saja.

Di atas segalanya, yang paling kutakutkan adalah jika api merah menyala di dalam diriku ini padam hanya karena sebuah pemicu kecil.

Bahkan sampai sekarang, pikiran itu terus membuatku termenung seraya memasang senyum tipis di wajah.

Gedung olahraga yang kosong sepulang sekolah... Bicaralah padaku.

Sepuluh tahun dari sekarang... Dua puluh tahun dari sekarang... Apakah aku sudah melewati hari ini tanpa penyesalan?

Bisakah aku menoleh kembali ke masa ini dan mengatakan bahwa aku sudah melakukan yang terbaik?

Hei, gelang keringat yang lembap. Bicaralah padaku. Apakah cahaya matahariku sampai ke hati seseorang yang berharga bagiku?

Aku ingin membuktikannya dengan setiap jengkal tubuh kecilku ini.

Aku ingin kepastian bahwa saat aku kehilangan kesabaran, saat aku bekerja keras hingga mandi keringat yang bau, aku tidak terlihat payah.

Agar aku tidak melakukan kesalahan, tidak kehilangan jati diri, dan tidak menyerah pada diriku sendiri.

Aku sedang mencari bulan yang luas di langit sana. Bulan yang akan menerima seluruh gairah yang membara di dalam jiwaku.




Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close