NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tensei Shitara Sainou ga Atta Ken ~ Isekai Itte mo Doryoku Suru ~ Volume 1 Chapter 2

Chapter 2

Salam Kenal, Dunia Lain


Setengah tahun telah berlalu sejak aku bereinkarnasi ke dunia lain, dan aku mulai memahami sedikit demi sedikit tentang dunia ini.

Pertama, aku terlahir sebagai anak laki-laki kedua dari keluarga Baronet dengan nama Mars Bryant.

Struktur keluargaku adalah sebagai berikut:

Ayah: Zeke Bryant (21 tahun), penyihir tampan berambut cokelat.

Ibu: Maria Bryant (20 tahun), penyihir cantik berambut cokelat.

Kakak: Ike Bryant (3 tahun), bocah nakal berambut merah.

Ayah Zeke dan Ibu Maria dulunya dikenal sebagai petualang Dungeon. Setelah mempersembahkan barang yang sangat langka kepada Raja, mereka diangkat dari rakyat jelata menjadi Baronet.

Di dunia ini terdapat sesuatu yang disebut Dungeon. Di dalamnya ada monster, dan jika masuk lebih dalam, kita bisa menemukan harta karun. Monster menjatuhkan Magic Stone atau terkadang material, sedangkan peti harta karun berisi barang-barang yang sangat berharga.

Monster sepertinya muncul juga di luar Dungeon, dan belakangan ini kabarnya jumlah mereka semakin meningkat.

Zeke dan Maria keduanya bisa menggunakan sihir. Aku pernah mencoba menggunakan Appraisal, tapi mungkin karena level Heavenly Eye milikku masih rendah, aku belum bisa melihat statistik detail mereka.

Yang bisa kuketahui hanyalah [Name] dan [Condition].

Ike sedang dalam masa aktif-aktifnya dan sangat suka bermain pedang-pedangan. Saat ini pun dia sedang mengayun-ayunkan potongan kayu.

Sedangkan aku, beberapa hari yang lalu aku mulai makan makanan pendamping ASI. Tubuh ini sepertinya sangat jenius; meski belum bisa bicara, aku bisa mengerti secara garis besar apa yang orang lain katakan.

Dan yang paling penting, meski masih limbung, aku sudah bisa berjalan sendiri. Berhasil berjalan adalah sebuah kemajuan, tapi ada satu lagi kemajuan besar lainnya.

Yaitu ini. ( Status Open )


[Name] Mars Bryant

[Title]

[Status] Human / Commoner

[Level] 1

[HP] 1/1

[MP] 10/10

[Strength] 1

[Agility] 1

[Magic] 1

[Dexterity] 1

[Endurance] 1

[Unique Ability] Natural Talent

[Unique Ability] Heavenly Eye

[Unique Ability] Lightning Magic

[Special Ability] Swordsmanship

[Special Ability] Wind Magic

[Special Ability] Holy Magic


Kemajuan itu adalah bertambahnya nilai maksimal MP-ku sejak dua hari yang lalu. Saat pertama kali melihat status, MP maksimalku adalah 5.

Satu kali penggunaan Appraisal—salah satu kemampuan Heavenly Eye—mengonsumsi 1 MP. Jika aku menggunakannya lima kali, MP-ku menjadi 0, tubuhku akan terasa lemas luar biasa, dan aku langsung kehilangan kesadaran.

Namun, saat bangun berikutnya, MP maksimalku bertambah menjadi 6. Aku berpikir mungkin MP akan bertambah jika digunakan sampai titik nol, jadi aku terus menggunakan Appraisal dan pingsan setiap saat.

Begitu bangun, MP maksimalku bertambah lagi, dan begitulah seterusnya. Selain itu, di dunia ini sepertinya merapalkan Status Open saja tidak cukup untuk melihat Condition, Luck, atau level bakat sihir dan pedang.

Seperti yang dikatakan Tuan Demi-God, aku harus meningkatkan level Heavenly Eye agar bisa melihatnya melalui Appraisal.

Hari ini pun, setelah sarapan, aku berniat menggunakan Appraisal untuk menghabiskan seluruh MP sebelum tidur. Aku berjalan limbung menuju ruang tengah, lalu duduk mengelilingi meja makan bersama keluarga seperti biasanya.

Makanan pokok di dunia ini sepertinya adalah roti; roti selalu muncul di setiap waktu makan. Padahal aku tim nasi, pikirku sambil memakan roti yang sudah dilembutkan dengan susu oleh Maria.

Percakapan di meja makan berlangsung seperti ini:

"Mars benar-benar anak yang tidak merepotkan ya. Baru setengah tahun tapi sudah bisa berjalan meski masih goyah. Rasanya dia juga mengerti apa yang kita bicarakan."

"Iya ya. Dulu saat Ike masih bayi sangat melelahkan, tapi Mars malah membuatku khawatir karena saking tidak merepotkannya. Mungkin karena ada Ike di dekatnya, dia jadi mendapatkan stimulasi yang bagus."

"Mars hebat ya. Beda sama bayi-bayi lainnya."

Mereka memujiku. Sebagai tipe orang yang makin semangat jika dipuji, aku merasa harus berusaha lebih keras lagi. Setelah selesai makan, aku mulai berjalan berkeliling untuk melatih kaki dan pinggang, lalu saat mulai lelah, aku menggunakan Appraisal sampai MP-ku habis.

Aku ingin cepat jadi pria mandiri dan berjuang demi keluarga! Sebagai ganti karena tidak bisa berbakti di kehidupan sebelumnya, kali ini aku harus melakukannya minimal setara dua kali masa hidup.

◆◇◆

Setahun telah berlalu sejak reinkarnasi. Aku tidak pernah membolos sehari pun. Setiap hari aku berlari ke sana kemari bukannya sekadar berjalan, dan aku sudah mulai bisa bicara sedikit-sedikit.

Mengenai MP, karena aku membiarkannya terkuras habis berkali-kali dalam sehari, jumlahnya meningkat drastis. Karena aku terus-menerus menggunakan Appraisal, level Heavenly Eye-ku naik, sehingga informasi yang muncul jadi lebih mendetail.

Kategori [Age] telah ditambahkan, dan nilai bakat juga mulai terlihat. Kelebihan Heavenly Eye adalah, berbeda dengan Status Open, aku bisa meng-Appraisal orang lain juga.

Untuk membedakannya dengan Status Open, aku memutuskan menyebut kemampuan Heavenly Eye ini sebagai Appraisal. Berikut adalah hasil Appraisal pada diriku sendiri:


[Name] Mars Bryant

[Title]

[Status] Human / Commoner

[Condition] Healthy

[Age] 1 Tahun

[Level] 1

[HP] 2/2

[MP] 872/873

[Strength] 1

[Agility] 1

[Magic] 3 (+2)

[Dexterity] 1

[Endurance] 1

[Luck] 30

[Unique Ability] Natural Talent (LvMAX)

[Unique Ability] Heavenly Eye (Lv3) (Naik dari 1)

[Unique Ability] Lightning Magic S (Lv0/20)

[Special Ability] Swordsmanship B (Lv0/17)

[Special Ability] Wind Magic A (Lv0/19)

[Special Ability] Holy Magic C (Lv0/15)


Mungkin karena aku terus menguras MP, status Magic-ku juga naik 2 poin. Melihat hasil kerja keras yang bisa divisualisasikan seperti ini membuatku sangat senang. Aku jadi ingin terus berjuang.

Namun, saat ini aku menghadapi satu masalah. Menggunakan Appraisal hanya mengonsumsi 1 MP, jadi butuh waktu lama untuk menguras habis MP yang sekarang.

Aku ingin menggunakan sihir, tapi aku tidak tahu caranya. Meski mencoba merapalkan "Thunder" atau "Lightning" secara asal, tidak ada tanda-tanda sihir itu akan aktif. Memang aku harus belajar cara menggunakan sihir dengan benar.

Saat makan, aku mencoba bertanya pada Zeke dan Maria.

"Gimana... calanya pake sihil?"

Zeke dan Maria saling berpandangan, tampak terkejut mendengar pertanyaan dari anak yang baru saja menginjak usia satu tahun.

"Mars tahu soal sihir? Dan kenapa kamu ingin menggunakannya?"

"Pengen coba pake."

"...Begitu ya. Mungkin Mars juga bisa menggunakannya nanti. Tapi Ike yang sudah empat tahun saja belum bisa. Saat Ike belajar nanti, Ayah akan mengajarimu juga. Tapi karena MP-mu mungkin belum cukup, kurasa sekarang masih belum bisa."

"Kakak kapan belajal sihil?"

"Saat Ike berusia enam tahun, akan ada upacara Appraisal untuk tes bakat. Bagaimana kalau saat itu Mars ikut tes juga, lalu mulai belajar sihir?"

Masih dua tahun lagi... aku tidak mau membuang-buang waktu selama dua tahun. Maka dari itu, aku mengajukan pertanyaan lain.

"Sihil Suci itu apa?"

Begitu aku bertanya, Zeke dan Maria saling bertatapan dengan ekspresi yang lebih terkejut dari sebelumnya. Ike, kakakku, tampak sangat tertarik dengan pembicaraan kami.

"Dari mana kamu tahu kata itu?"

"Tadi mampir ke mimpi pas tidul."

"Sayang, mungkinkah Mars punya bakat Holy Magic? Kalau dia pengguna Holy Magic, pertumbuhan pesatnya ini jadi masuk akal. Kita harus segera mengajarinya dan menanamkan bahaya dari kekuatan itu. Itu terlalu langka, kita tidak tahu apa yang bisa terjadi nanti."

"Kau benar. Mars, Ayah dan Ibu akan berdiskusi dulu, jadi hari ini tidurlah lebih awal. Kita bicara lagi besok."

"Iya. Aku nunggu besok ya. Selamat tidul."

"Selamat tidur."

Sebagai informasi, berikut adalah status milik Ike:


[Name] Ike Bryant

[Special Ability] Swordsmanship C (Lv0/15)

[Special Ability] Spearmanship B (Lv0/17)

[Special Ability] Fire Magic C (Lv0/15)


Sepertinya dia tipe petarung fisik. Omong-omong, Special Ability biasanya diwariskan dari orang tua sampai batas tertentu.

Ayah Zeke memiliki Special Ability elemen Tanah, sedangkan Ibu Maria elemen Air. Keluarga Bryant sepertinya tidak normal.

Sambil memikirkan hal itu, aku menggunakan Appraisal sekuat tenaga pada segala hal untuk menguras MP sebelum akhirnya tertidur. Semoga besok aku bisa diajari sihir.


Pagi harinya, aku berjalan limbung menuju ruang tengah.

"Pagi."

"Pagi."

Zeke dan Maria membalas sapaanku, tapi Ike sepertinya masih tidur.

"Mars, soal pembicaraan kemarin, Ayah akan melihat kecocokan sihirmu dulu. Setelah itu baru kami putuskan apakah akan mengajarimu atau tidak."

Zeke mengeluarkan dua benda seperti kristal dari kantong yang ada di atas meja.

"Ini namanya Kristal Appraisal. Kristal ini bisa digunakan untuk menilai kemampuan diri sendiri. Maria, tolong bangunkan Ike."

Atas perintah Zeke, Maria membangunkan Ike dan membawanya ke sini.

"Ike, coba pegang kristal ini sambil ucapkan Status Open."

"Iya! Status Open!"

Seketika, status milik Ike terpampang di kristal tersebut. Namun, informasinya tidak sedetail hasil Appraisal-ku.


[Special Ability] Swordsmanship (Lv0)

[Special Ability] Spearmanship (Lv0)

[Special Ability] Fire Magic (Lv0)


Melihat hasil itu, Zeke dan Maria berseru:

"Luar biasa! Ike punya bakat Swordsmanship dan Spearmanship, ditambah lagi ada bakat Fire Magic! Ayah ingin melatih sihirmu juga! Menjadi Komandan Ksatria bukan lagi mimpi!"

"Iya! Tidak berlebihan jika menyebutnya anak ajaib. Ayo kita besarkan dia dengan benar."

Ike sepertinya belum mengerti sepenuhnya apa yang mereka bicarakan, tapi dia tampak senang karena tahu Zeke dan Maria merasa bangga padanya.

"Selanjutnya Mars. Coba ucapkan Status Open."

"Status Open."


[MP] 877/877

[Special Ability] Swordsmanship (Lv0)

[Special Ability] Wind Magic (Lv0)

[Special Ability] Holy Magic (Lv0)


"A-apa-apaan ini... jumlah MP 877... Bukankah itu lima kali lipat lebih banyak dariku atau Maria yang penyihir ini...?"

"Padahal normalnya usia satu tahun itu MP 1, usia dua tahun MP 2, dan baru bisa memakai sihir paling cepat usia lima tahun saat MP mencapai 5. Tapi kalau begini dia sudah bisa memakai sihir... Ditambah lagi selain Holy Magic, dia juga bisa Wind Magic... Ternyata anggapan bahwa pengguna Holy Magic terlalu dicintai Tuhan sehingga tidak bisa memakai sihir lain itu bohong ya."

"Satu hal yang pasti, kedua anak kita ini tidak normal."

Ternyata aku memang sangat berbakat. Lagi pula, sejak awal aku sudah punya 5 MP. Mungkin ini juga termasuk bonus reinkarnasi.

Aku tidak akan tinggi hati dengan bakat yang diberikan ini. Aku akan berusaha dua kali lipat—tidak, tiga kali lipat dari orang lain.

Tiba-tiba Zeke bergumam dengan wajah bingung.

"Eh, tapi kenapa mereka berdua tidak ada yang mewarisi sihir Tanah atau Air dari kita ya? Jangan-jangan... tidak, tidak mungkin."

"Sayang! Mereka berdua jelas-jelas anak kita! Aku bersumpah demi Tuhan, aku tidak pernah berhubungan dengan orang lain!"

"Ya, benar juga. Kita kan melakukannya sesering itu, jadi tentu saja mereka anak kita."

"Jadi diajali sihil?"

Karena pembicaraan mulai melantur, aku bertanya sekali lagi.

"Ah, iya. Tapi sebelum itu, berjanjilah satu hal. Holy Magic adalah sihir untuk menyembuhkan luka dan penyakit yang nilainya sangat tinggi. Jika orang jahat menangkapmu, kau tidak tahu nasib buruk apa yang akan menimpamu."

"Jadi, sampai kau dewasa... tidak, sampai Ayah dan Ibu bilang boleh, jangan pernah katakan pada orang lain kalau kau bisa menggunakannya. Mengerti?"

"Mengelti."

"Bagus. Pertama, Ayah akan ajarkan dasarnya."

"Iya. Gimana calanya?"

"Pertama, pusatkan konsentrasimu pada titik di bawah pusar yang disebut Tanden. Di sanalah energi sihir berkumpul. Bayangkan energi itu mengalir dan bersirkulasi ke seluruh tubuhmu. Awalnya akan sulit, tapi jika tidak bisa melakukan ini, kau tidak akan bisa memakai sihir meski punya bakat."

"Iya. Mengelti."

Aku menjawab dan mulai berkonsentrasi. Aku segera menemukan gumpalan energi sihir di titik Tanden tersebut. Hanya saja, aku tidak bisa langsung mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Setelah berjuang sekitar sepuluh menit, Maria memberikan saran.

"Bayangkan energi dari Tanden itu mengalir seperti aliran darah di dalam tubuhmu."

Aku mengerahkan seluruh pengetahuan dari kehidupanku yang sebelumnya. Aku mulai bisa membayangkannya. Seketika, energi sihir mulai bersirkulasi dan tubuhku terasa sedikit hangat.

"Ooh! Hebat. Kamu sudah bisa melakukannya."

"Benar. Padahal bisa bicara selancar ini di usia satu tahun saja sudah luar biasa, Mars mungkin memang dicintai oleh banyak hal ya..."

"Udah bisa sildulasi, tentalus gimana pake sihilnya?"

"A-ah. Sebenarnya Ayah hanya bisa sihir Tanah dan Ibu hanya bisa sihir Air. Kami tidak bisa Holy Magic, Wind Magic, atau Fire Magic. Nanti Ayah akan belikan buku panduan sihir atau Grimoire."

"Ayah akan membacakan isi Grimoire itu untukmu, tapi Mars juga harus mulai belajar membaca dan menulis ya."

"Iya. Mengelti. Aku bakal semangats."

"Kalau Mars latihan sihir, aku juga mau latihan sihir!"

Ike yang sejak tadi memperhatikanku juga mulai berlatih sirkulasi energi sihir. Zeke dan Maria melihat kami berlatih dengan wajah bahagia.

Sepertinya tidak ada orang tua yang tidak senang melihat anaknya berusaha keras. Demi berbakti pada mereka, aku akan berjuang!




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close