Kata Penutup
Salam
sejahtera. Saya Rocket Shokai.
Saya
sangat menyukai tipe penjahat yang menyerang sambil berteriak "Kehyah—!".
Saya menyebut tipe penjahat seperti ini sebagai 'Kehyalist'. Kali ini,
izinkan saya memperkenalkan penelitian saya mengenai 'Kehyalist' tipe Hiu.
Hiu
sangat terkenal karena wilayah operasinya tidak lagi terbatas di pantai musim
panas saja, melainkan sudah meluas hingga ke langit bahkan luar angkasa.
Menurut
penelitian saya, dengan sedikit sentuhan tambahan, seekor hiu bisa menjadi
Kehyalist terhormat yang menyerang korbannya yang malang dengan penuh gaya.
Jika
suatu saat Anda tidak sengaja berubah menjadi seekor hiu, saya harap catatan
ini bisa menjadi referensi yang berguna.
Penyerang
tipe hiu bisa dikatakan sebagai sosok klasik yang sudah menjadi
"petinggi" di industri film monster. Namun, peran ini sebenarnya
sulit karena memiliki banyak kelemahan.
Masalah
fatalnya adalah karena mereka berada di dalam air, mereka tidak bisa tertawa "kehya-kehya"
sambil melontarkan dialog kelas teri.
Selain
itu, sifat alami mereka yang mendekat diam-diam lalu menyerang tiba-tiba justru
berisiko membuat serangan kejutan itu berhasil.
Oleh
karena itu, saat mendekati mangsa, saya menyarankan Anda untuk berkreasi dengan
cara memperlihatkan sirip punggung. Cobalah memancarkan cahaya warna-warni ala gaming
yang mencolok, sambil menyiarkan pesan melalui speaker bawah air dengan volume
maksimal yang menyatakan bahwa "Tidak ada tempat lari bagi
kalian!".
Hal ini akan
meningkatkan kesan penjahat kelas tiga secara drastis.
Selain itu,
pemilihan metode serangan juga penting untuk menciptakan nuansa 'Kehya' yang
lebih otentik. Meskipun cara menyerang khas hiu adalah menggigit, menaruh racun
pelumpuh di taring Anda patut dipertimbangkan.
Tentu saja,
yang terbaik adalah menjelaskan efek racun tersebut panjang lebar sebelumnya.
Ucapkanlah orasi seperti: "Ini adalah racun mematikan di mana hanya
satu miligram saja bisa membuat seekor Mamut (contoh hewan fiktif yang sudah
punah) pingsan seketika! Begitu digigit, kau tidak akan bisa lari! Serius, ini benar!".
Dengan
begitu, korban akan berpikir: (Kalau digigit hiu sih biasanya langsung mati,
dan kalau sudah digigit di dalam air memang hampir mustahil lari, jadi racun
itu sebenarnya tidak ada gunanya, ya).
Lebih
jauh lagi, hiu yang biasanya terlihat kejam karena tidak bisa bicara, akan
kehilangan kesan misteriusnya jika berbicara dengan lancar seperti ini. Hal ini justru akan meningkatkan
perasaan korban bahwa "Sepertinya aku masih bisa selamat...".
Ketakutan
utama dari hiu adalah serangan mendadak dan kengerian karena tidak bisa diajak
negosiasi, namun hasil penelitian terbaru saya menunjukkan bahwa semua itu bisa
dihancurkan melalui upaya-upaya di atas.
Akhir kata,
saya merasa sangat bahagia bisa menulis hingga volume ke-5 ini, sekaligus bisa
menjabarkan preferensi saya mengenai arah makhluk penjahat kelas tiga yang saya
sukai. Terima kasih banyak.
Melalui kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada pihak editor, Mefisto-sensei selaku ilustrator, tim desain, dan yang terpenting, kepada Anda semua para pembaca sekalian.
Previous Chapter | ToC | End V5



Post a Comment