NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanojo no ane wa 2-shu-me no kanojo V1 Interlude 5

 Penerjemah: Taksaka

Proffreader: Manahan


Interlude 5


"Ayo, Onee-chan, Ryuuichi-kun sudah menunggu. Cepatlah!"


Mihare berdiri di depan pintu kamarku dan memanggil dengan suara lantang.


"......Mihare. Hari ini, um... apa tidak apa-apa?"


"Kita berdua kan pacarnya Ryuuichi-kun. Jadi untuk yang pertama kali, harus dilakukan bersama, kan?"


Dia membalas seolah sedang marah.


Hari pertama liburan musim panas adalah jadwal kencan Mihare dan Ryuuichi-kun. Sepertinya Ryuuichi-kun yang mengajaknya sebagai bentuk permintaan maaf kepada Mihare. Seharusnya memang begitu, tapi entah kenapa, Mihare malah mengusulkan kepada Ryuuichi-kun agar aku juga diajak, sehingga berakhir dengan kami bertiga berkencan bersama.


Sejak hari itu, Mihare menjadi lebih berani. Jika sebelumnya dia selalu merasa sungkan atau terlalu berhati-hati padaku, sekarang dia tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Sebaliknya, justru sekarang akulah yang bingung bagaimana harus bersikap di hadapannya.


Dulu, aku menganggap Mihare hanyalah diriku di masa lalu. Karena itu, segala tindakannya selalu bisa kuprediksi, aku tidak perlu sungkan, dan tidak merasa bersalah meskipun memperlakukannya dengan agak kasar. Habisnya, lawanku adalah diriku sendiri. Namun, Mihare yang sekarang sudah benar-benar berbeda dari "aku" yang kukenal. Dia melangkah jauh lebih maju.


"Bukan hanya soal kencan hari ini, tapi soal hal-hal mendasar lainnya......"


"Aku sudah memutuskan, jadi tidak apa-apa."


"......Tapi, um......"


Apakah diriku di masa lalu akan menerima Ryuuichi-kun menjadikan gadis lain selain aku sebagai pacarnya seperti ini? Tidak, mustahil.


"Duh, kenapa sih galau terus."


Melihatku yang terus bimbang, Mihare membuka mulutnya dengan ekspresi jengkel. Dalam situasi begini, tidak jelas lagi siapa yang sebenarnya menjadi kakak.


"Tentu saja, aku merasa sedikit tidak suka. Aku sedikit marah, dan sedikit sedih. Aku pun punya perasaan seperti itu."


"......"


"Tapi, aku juga tidak bisa memungkiri kalau ada perasaan sedikit senang."


"Senang?"


Itu adalah kata-kata yang tidak terduga. Pipi Mihare sedikit merona merah.


"Karena kita, saudara kembar yang paling tidak mirip di dunia ini, sekarang punya satu kesamaan: menjadi pacar Ryuuichi-kun."


"......"


Aku hanya bisa terperangah, tidak mampu berkata-apa.


"Meski begitu, bukan berarti aku menyerah. Soal Ryuuichi-kun, aku tidak akan mau kalah dari Onee-chan. Jangan lupakan itu ya. Suatu saat nanti, aku akan memonopolinya sendiri."


Mihare memalingkan wajahnya dengan ketus untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Sebagai kakaknya—dan sebagai sesama 'Asada Mihare'—aku tahu betul bahwa itu adalah perasaan jujurnya yang tak terbantahkan.


"Iya. Aku juga mencintai Ryuuichi-kun."


"Ehm, aku tahu. Kalau begitu, ayo cepat temui dia. Ke tempat Ryuuichi-kun yang kita cintai."


Mendengar ajakannya, akhirnya aku membulatkan tekad untuk pergi bersamanya.


Jika memang ada yang namanya 'kekuatan restorasi waktu', mungkin kekuatan yang menghubungkan Ryuuichi-kun dengan Mihare yang sekarang akan mulai bekerja mulai saat ini. Jika itu adalah sejarah yang benar, maka pasti akan begitu.


Sebagai sosok Asada Sayuki yang seharusnya tidak ada di dunia ini, seberapa besar peluang kemenanganku?


Jalan cinta ini akan sangat terjal. Namun, aku akan berjuang sekuat tenaga. Karena aku mencintai Ryuuichi-kun, aku tidak bisa menyerah.

Meskipun lawanku adalah diriku di masa lalu... tidak, justru karena dia adalah diriku di masa lalu, aku tidak ingin kalah.


Karena aku pun, adalah pacar Ryuuichi-kun.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close