Penerjemah: Miru-chan
Proffreader: Miru-chan
Epilogue 1
Saat aku putus asa dan berpikir bahwa tidak ada seorang pun yang mau melihat diriku, aku pun tak lagi bisa mempercayai jalan yang kupilih sendiri. Aku dikhianati oleh teman-teman yang selama ini berjalan bersamaku.
Seandainya sejak awal aku sendirian, mungkin aku tak perlu terluka. Justru karena aku sempat berbagi waktu bersama mereka, saat dikhianati dan ditinggalkan, rasa sakit itu pun muncul. Karena itulah aku memutuskan untuk membuang diriku sendiri dan membunuh egoku. Karena dengan cara hidupku, aku hanya akan melukai orang lain saja……
Sebenarnya aku ingin seseorang menemukan diriku.
Sebenarnya aku ingin ada seseorang yang berkata bahwa aku boleh tetap menjadi diriku apa adanya.
Sebenarnya aku ingin mempertahankan egoku sampai akhir.
Namun setiap kali keinginan itu muncul, ingatan tentang hari ketika aku melukai teman-temanku dan dipandang dengan tatapan dingin pun kembali terlintas.
……Aku harus menjadi orang yang normal. Normal saja.
Di tengah semua itu, dia menemukan diriku.
Dia, sama sepertiku, memendam sesuatu yang gelap di dalam dirinya. Mungkin karena itulah. Karena dia merindukan dunia shoujo manga, dunia fiksi.
Sejak pertama kali bertemu, naluriku mengatakan bahwa aku dan dia adalah orang yang serupa. Karena itu pula, kurasa kami bisa akrab dengan menjaga jarak yang tepat satu sama lain.
Tapi… maaf ya. Hari ini, aku ingin mengakhiri semua itu. Karena dia benar-benar menghadapiku dengan sungguh-sungguh. Bahkan sekarang pun, dia masih menatapku dengan ketulusan.
───Tolong… temukan aku.
Diriku yang dulu, saat SMP, berteriak. Lalu Haru-san menjawab suaraku. Aku masih belum mengerti apa itu perasaan suka. Namun aku yakin, aku mulai tertarik padanya.
───Aku sudah memutuskan. Suatu hari nanti, aku akan mewarnaimu dengan diriku.
Aku ingin lebih mengenalnya. Membuatnya menyukaiku.
Kalau begitu, mungkin aku juga bisa memahami apa itu perasaan suka. Aku pun ingin tahu seperti apa cinta indah layaknya shoujo manga itu. Aku ingin tahu. Ingin memahami perasaan bernama suka itu.
Jika aku bisa memahaminya, mungkin aku juga bisa tersenyum cerah seperti Sara, dan membicarakan kisah cinta dengan teman-teman dengan lebih seru dari sebelumnya. Lagipula, Haru-san pasti bersekolah di SMA yang sama denganku. Melakukan pendekatan lebih dulu pada guru.
Aku belajar itu dari Onoi, tapi hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh murid SMA Eiga. Guru-guru juga tampaknya menutup-nutupi soal murid yang sudah “diatur” lebih dulu, jadi seharusnya tidak salah lagi.
Kalau sampai bersekolah di SMA yang sama, wajar saja kan kalau aku merasa ini seperti “takdir”……
Jadi bersiaplah ya…… Haru-san. Atau lebih tepatnya, ○○-san dari SMA Eiga. Takamori Yuna menatap dua buah wristband di tangannya, lalu menguatkan tekadnya.



Post a Comment