Epilog
Beberapa waktu
belakangan, aku merasa perilaku para budakku mulai mencurigakan. Insiden dengan
klan Serigala Putih menyadarkanku bahwa firasatku benar. Kurasa aku harus
bersyukur karena menyadarinya sebelum segalanya terlambat.
Akan sangat kacau
jika mereka sampai menghancurkan organisasi bawah tanah yang terhubung dengan
negara lain. Jika itu terjadi, aku bisa terseret ke dalam konflik antarnegara,
atau lebih buruk lagi, aku bisa menjadi target pembunuhan oleh berbagai negara di
seluruh dunia.
Sambil memikirkan
kemungkinan mengerikan itu, aku memanggil para budak ke halaman tengah.
"Jadi, sejak
kapan kalian mulai membentuk organisasi di belakangku? Melihat situasi kemarin,
sepertinya kalian bergerak secara terorganisir, ya?"
Aku melemparkan
pertanyaan yang selama ini mengganjal di benakku (dan sebenarnya aku sudah
hampir yakin). Begitu mendengar pertanyaanku, entah kenapa mata mereka langsung
berbinar seolah berkata, 'Inilah yang kami tunggu!' dengan ekspresi
bangga.
Jujur saja,
perasaanku mulai tidak enak.
Mewakili
para budak, Flame mulai angkat bicara.
"Sebenarnya,
kami sebagai budak Tuan sudah lama memikirkan hal ini. Mengapa Tuan tidak
mengambil semua uang yang kami hasilkan? Mengapa Tuan justru mengajarkan kami
teknik bertarung seperti bela diri dan sihir?"
"Lalu, kami
semua menyatukan pikiran untuk mendiskusikan alasannya, dan akhirnya kami
sampai pada satu jawaban!!"
Jika ini adalah
anime atau manga, pasti sudah ada efek suara membahana tepat setelah Flame
menyelesaikan kalimatnya. Tekadnya begitu kuat hingga aku refleks merasa
gentar.
Di saat yang
sama, instingku membunyikan alarm peringatan di dalam kepala. Jangan
dengarkan lagi! Kalau kau dengar, habislah sudah!
Namun sebagai
majikan mereka, apa pun hasilnya, aku harus mendengarkan ini sampai tuntas.
"Ja... Jadi,
apa jawaban yang kalian temukan itu...?"
"Jawabannya
adalah, kami para budak harus membentuk sebuah organisasi rahasia untuk
membasmi organisasi jahat yang merajalela di balik bayang-bayang negeri ini,
demi menjaga ketertiban dari sisi kegelapan!!!!"
Aku mengulang
kata-kata Flame berkali-kali di dalam kepalaku, namun yang muncul hanyalah satu
pertanyaan: Kenapa bisa jadi begini?
Seingatku, aku
sama sekali tidak pernah mengatakan, "Aku ingin menggunakan kalian untuk
membentuk organisasi rahasia guna menghancurkan organisasi jahat." Aku
bahkan tidak pernah memberikan isyarat seperti itu... Kenapa situasinya jadi
melenceng sejauh ini?
Ah, rasanya
perutku mau bolong...
Meski penjelasan
Flame adalah hasil terburuk dari yang bisa kubayangkan, aku tetap merasa
beruntung bisa mengetahuinya sekarang.
Benar, meski ini
skenario terburuk, setidaknya aku 'mengetahuinya sejak dini'. Aku masih bisa
melakukan koreksi arah agar tidak semakin menyimpang.
"Be-begitu
ya. Intinya, aku senang kalian semua tidak terluka. Bagiku, kalian para budak
sudah seperti keluarga sendiri, jadi sebisa mungkin aku ingin kalian
menghindari hal-hal berbahaya..."
"Kalau soal
itu, tidak perlu khawatir!!"
Begitu aku
mencoba mengalihkan pembicaraan secara halus agar mereka berhenti melakukan hal
berbahaya, Flame justru menjawab 'tidak perlu khawatir' dengan penuh percaya
diri.
Apa maksudnya
tidak perlu khawatir? Aku takut untuk bertanya, tapi aku harus tahu.
"Be-benarkah?"
"Benar!
Berkat latihan yang Tuan berikan, organisasi bawah tanah biasa bisa kuhancurkan
sendirian, jadi ini sangat aman!!"
"Lagi
pula, jika ada informasi tentang musuh yang terlihat kuat, kami akan bergerak
dalam tim. Dan tentu saja, pengumpulan informasi dari para Dark Elf juga sangat
sempurna!! Kami tidak akan lalai dalam prosedur keamanan!!"
Bukan, bukan itu
maksudku!
Aku hampir saja
meneriakkan kata-kata itu, namun berhasil kutahan di detik terakhir. Seseorang,
tolong puji kesabaranku ini.
"Ng-ngomong-ngomong,
boleh aku tahu organisasi apa saja yang sudah kalian hancurkan sejauh
ini...?"
Aduh, perutku
mulai melilit...
"Tentu saja!
Tuan boleh menanyakan apa saja yang ingin Tuan ketahui!! Sebenarnya
belum banyak yang kami hancurkan meskipun kedengarannya hebat... Yang kemarin
kami hancurkan adalah [The Headless Snake], lalu... yang pertama kali kami
hancurkan adalah [The Gatekeeper of Hell]."
Flame menyebutkan
nama-nama organisasi itu satu per satu sambil melipat jarinya. Namun, di bagian
paling akhir, sepertinya aku mendengar nama yang paling tidak ingin kudengar.
Apa itu hanya perasaanku saja?
Kalau ingatanku
benar, [The Gatekeeper of Hell] itu punya koneksi dengan Kerajaan... Ditambah
lagi ada masalah Marianne. Dengan menghancurkan organisasi itu, risiko mereka
mengirim pembunuh dan mengungkap keberadaan Marianne ke pihak Kerajaan menjadi
sangat tinggi...
Aku ingin sekali
lari dari kenyataan, tapi demi keselamatan para budak, aku harus meneguhkan
hati. Jika sudah begini, pilihannya hanya satu.
"Be-begitu ya... Hebat, kalian semua melakukan
pekerjaan yang bagus."
""""Te-Terima kasih
banyak!!!!""""
Sebelum itu, aku memuji mereka terlebih dahulu karena mereka
terlihat sangat ingin mendapatkan pengakuanku. Bagaimanapun juga, mereka
bergerak demi diriku... Meski aku lebih suka kalau mereka berdiskusi denganku
dulu.
Setelah
memantapkan tekad, aku pun bicara kepada mereka.
"Memang
benar kalian budak-budakku!! Sungguh luar biasa karena kalian berinisiatif secara mandiri tanpa harus
menunggu perintah dariku!!"
"Kalau
begitu, mari kita resmikan organisasi rahasia ini!!"
Lagipula,
membubarkan organisasi ini sekarang tidak akan menghapus risiko kejaran
pembunuh dari Kerajaan. Jika membubarkannya hanya akan menjatuhkan moral
mereka, lebih baik aku membiarkannya tetap ada di bawah pengawasanku agar aku
bisa mengendalikan mereka agar tidak lepas kendali.
Mendengar kata-kataku, para budak bersorak gembira. Melihat wajah-wajah ceria itu, aku hanya bisa membatin bahwa hari-hariku ke depan pasti akan sangat berat.



Post a Comment