Epilog 2
Janji yang Takkan Pernah Terpenuhi
Pagi hari
setelah Putri Lucila datang ke Tutril dan menyampaikan permintaannya, para
anggota skuad pertama telah berkumpul di lobi asrama. Kami semua bersiap untuk
melepas keberangkatan Selma-san yang akan mendampingi sang putri.
"Terima
kasih semuanya sudah datang untuk mengantarku. Aku akan meninggalkan klan untuk sementara waktu,
jadi kuserahkan sisanya pada kalian."
Saat Selma-san
mengucapkan terima kasih, Lain-san menjadi orang pertama yang menyahut.
"Tentu
saja. Pastikan kau mendukung Sang Putri dengan baik, Selma!"
"Ya, tentu
saja."
"Tetap saja,
diminta secara pribadi oleh Sang Putri sendiri… Selma-san adalah pemimpin yang
sangat bisa diandalkan bagiku, jadi aku yakin Sang Putri juga ingin
mengandalkanmu! Aku sangat bangga menjadi rekanmu! Aku tahu ini akan sulit,
tapi berjuanglah!"
"Kau
membuatku malu. Tapi terima kasih, Lucrez."
"Orn,
kau juga berangkat sekarang, kan?" tanya Will di tengah percakapan.
"Ya.
Aku akan bertemu Fuuka dan Haruto-san di Guild Petualang. Aku akan sekalian
mengambil izin penaklukan dari Guild Master, lalu setelah itu langsung
berangkat meninggalkan Tutril."
"Begitu ya.
Penaklukan Labirin juga akan sulit bagimu, Orn-kun, tapi berjuanglah."
"Terima
kasih, Lain-san. Aku yakin kalian di sini juga akan sangat sibuk, jadi jangan
terlalu memaksakan diri."
Mulai
sekarang, kami semua akan bergerak secara terpisah.
Lain-san
dan yang lainnya yang menetap di kota pun pasti akan disibukkan dengan berbagai
urusan.
Mungkin
butuh waktu lama sebelum kami semua bisa berkumpul kembali. Namun, jika kami
memberikan segalanya untuk tugas di depan mata, aku yakin kami bisa bertemu
lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama.
"Aku
tahu ini akan sulit bagi kita semua, tapi mari kita bertemu lagi dengan
senyuman di wajah sebagai Night Sky Silver Rabbit, sebagai skuad
pertama, dan menantang Great Labyrinth sekali lagi. Saat kita berkumpul kembali nanti, itu adalah saat
kita menginjakkan kaki di lantai sembilan puluh empat. Dan kita akan menjadi
party Hero berikutnya!"
Selma-san
berikrar dengan ekspresi penuh tekad sembari menyodorkan tinjunya ke depan.
"Kau benar!
Untuk itu, aku akan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan kota sekaligus
mempelajari sihir di saat yang sama! Agar tidak ada lagi yang terluka, agar tidak ada lagi yang mati!"
Lucrez,
yang tergerak oleh kata-kata Selma-san, membenturkan tinjunya sendiri untuk
menyambut tinju itu.
"Party
Hero, ya. Aku tidak terlalu tertarik dengan hal semacam itu, tapi aku
mewarisi impian untuk 'menaklukkan Great Labyrinth' darinya, Albert. Aku tidak
berencana mati sebelum berhasil melakukannya. Dan jika kami harus melakukannya,
aku tidak bisa membayangkan melakukannya dengan orang lain selain kalian!"
"Semuanya,
jangan hanya melihat ke atas; jangan lupa untuk memperhatikan langkah kaki
kalian juga. Jika kita melangkah satu per satu, jalan itu pasti akan menuntun
kita menuju 'penaklukan lantai sembilan puluh empat'—dan pada akhirnya,
'penaklukan Great Labyrinth'! Jadi, mari kita tapaki jalan itu
bersama-sama!"
Will dan Lain-san
menyusul, masing-masing menambahkan pemikiran mereka sendiri sembari menyatukan
tinju mereka.
Lalu, mereka
berempat menoleh ke arahku dengan senyum di wajah masing-masing.
"…Aku akan
menaklukkan Labirin di berbagai tempat, tapi bagiku, itu hanyalah sarana untuk
mencapai tujuan. Targetku adalah mempelajari hal-hal baru dari Fuuka dan
Haruto-san, lalu menggunakannya untuk berkembang. Sebagai kartu as Night Sky
Silver Rabbit, aku akan kembali dengan jauh lebih kuat."
Aku pun
menyuarakan pemikiranku sembari menyatukan tinjuku ke arah mereka—.



Post a Comment